
"Kan, kamu mau kan jadi pacar pura pura aku?" Ucap Miko tiba tiba.
"Hah? Maksud kakak?" Tanya Kania tak mengerti kenapa tiba tiba Miko berbicara seperti itu.
"Kamu mau kan jadi pacar pura pura aku?" Ucap Miko mengulangi kalimatnya.
"Kenapa kakak tiba tiba bicara seperti itu?" Tanya Kania.
"Kan, kamu gak perlu tau alasan aku ngelakuin ini. Tapi kamu mau kan jadi pacar pura pura aku untuk sementara?" Ucap Miko.
"Tapi bagaimana dengan Naira?"
"Itu biar jadi urusanku. Please mau ya?" Mohon Miko.
"Sebenarnya ada apa sama kak Miko dan Naira? Gak mungkin kak Miko minta gue jadi pacar pura puranya tanpa alasan yang jelas? Atau mereka lagi berantem? Tapi gak ada salahnya kan gue nerima tawaran kak Miko. Secara ini kan tawaran langkah" Batin Kania tersenyum penuh arti.
"Kan, kok kamu diem sih? Mau gak?" Tanya Miko.
"Eh iya.. " Ucap Kania tersadar dari lamunannya.
"Oke, aku terima tawaran kak Miko" Jawab Kania. Membuat Miko tersenyum puas.
"Oke, kalau gitu ayo ke kantin" Ajak Miko, membuat Kania bangkit dan bergandengan menuju kantin sekolah.
Semua mata tertuju pada Miko dan Kania yang baru saja memasuki kantin. Pemandangan yang aneh menurut mereka, kalau biasanya Miko ke kantin dengan Naira disampingnya. Kini ia membawa Kania yang notabene nya adalah adik kelasnya.
"Wiuhh liat tuh Miko bawa Kania"
"Apa mereka pacaran ya?"
"Tapi kan gak ada kabar kalau Miko pacaran sama Kania. Secara kan Miko pacarnya Naira"
"Iya, tapi kan lo tau belakangan ini mereka kaya jaga jarak"
"Gue sih percaya kalau Miko beneran udah putus sama Naira"
Itulah bisik bisik para murid yang melihat Miko bergandengan dengan membawa Kania.
Naira yang melihat itu pun tidak bereaksi apa apa. Dia malah melanjutkan makannya.
"Wah tuh anak bener bener ya" Geram Leon pada sahabatnya.
"Ndri, apa mereka pacaran?" Tanya Salsa pada Andri.
"Aku gak tau yank, tapi gak mungkin mereka pacaran. Kamu tau sendiri kan?" Ucap Andri. Membuat Salsa membenarkan ucapan kekasihnya itu.
"Nai, lo gak cemburu?" Tanya Dea spontan. Dan sedetik kemudian ia menutup mulutnya.
"Cemburu?" Naira menautkan alisnya.
"Ngapain gue cemburu, toh dia bukan pacar gue" Lanjut Naira masa bodo.
"Bukan gitu. Maksud gue lo gak ngerasa apa apa gitu saat ngeliat Miko sama tuh cewek?" Tanya Dea. Yang dapat gelengan dari Naira.
"Udah deh kalian kenapa pada heboh banget sih. Kalian gak pernah liat orang pacaran apa?" Ucap Naira yang heran pada sahabatnya yang sangat menghebohkan kedatangan Miko dan Kania. Padahal setiap hari mereka selalu melihat orang pacaran di kantin.
*****
Sepulang sekolah, Miko dan Leon langsung mampir ke warkop dekat sekolah.
"Gue nyuruh lo berjuang ogeb. Bukan malah nyerah" Ucap Leon to the point.
"Maksud lo?" Tanya Miko tak mengerti. Kenapa tiba tiba membicarakan itu.
"Apa maksud lo bawa Kania ke kantin? Sampe makan berdua lagi. Lo gak mikirin gimana kalau Naira sakit hati. Ya walaupun dia gak inget siapa lo, tapi gue yakin dia mungkin ada rasa cemburu walaupun sedikit" Jawab Leon menjelaskan.
"Justru itu, gue mau ngetes perasaan dia ke gue. Gue mau tau gimana reaksi dia saat gue bawa cewek lain. Dan nyatanya dia hanya cuek" Ucap Miko.
"Mik, gue mau lo jadi laki-laki sejati. Bukan jadi pecundang!" Tekan Leon dengan suara yang dinaikkan.
"Le, gue gak pernah mau jadi seorang pecundang, tapi gue mau ngetes perasaan Naira ke gue. Jika suatu saat dia cemburu dengan gue dan Kania, itu akan mudah membuatnya mengingatku" Jawab Miko tegas.
"Terus lo pura pura pacaran sama Kania?" Tanya Leon, yang dapat anggukan dari Miko.
"Gilaa lo! Gimana kalau Naira tau? Gue gak jamin hubungan kalian akan berlanjut" Lanjut Leon, membuat Miko terdiam.
"Maksud lo?" Tanya Miko.
"Nih ya Mik, gue bakal dukung apapun yang lo lakuin. Tapi kalau lo milih jalan seperti ini, sorry gue gak bisa dukung lo" Jawab Leon.