Sahabat Somplak Mencari Jodoh

Sahabat Somplak Mencari Jodoh
Mengantar pulang


... Caffe...


"Mas, aku pesen nasi goreng satu yah sama ayamnya, kasih sambel yang banyak yah, terus jangan lupa kerupuk sama sayurnya, ah satu lagi telurnya mata sapinya jangan sampe ketinggalan. Terus minumnya jus jeruk manis" ucap Dea pada pelayan disana.


"Baik mba" Ucap pelayan itu sambil menelan salivanya mendengar request Dea.


"Banyak juga makanmu" cibir Chiko.


"Biarin, orang laper"


"Kalau mas nya pesen apa?"


"Saya nasi goreng original aja, minumnya samain aja sama dia" jawab Chiko, membuat pelayan itu mengangguk dan segera pergi untuk membuat pesnanan mereka.


***


Setelah selesai makan, kini Chiko mengantarkan Dea pulang, karena hari sudah jam 7 malam, orangtua Dea pasti khawatir pikir Chiko.


"Udah sampe, ayo turun!" ajak Chiko, namun tak dapat jawaban dari Dea. Membuatnya menoleh dan ternyata Dea sudah terbang ke alam mimpinya.


"Pantesan, udah tidur ternyata ckck... "


"Hey, bangun kita udah sampe" Chiko menepuk nepuk pipi Dea. Namun nihil, ia tidak bangun sama sekali. jangankan bangun bergerak saja TIDAK.


"Dea, bangun kita udah sampe"


"Hey!"


"Haiss nih anak kebo juga ternyata" gumam Chiko menggelengkan kepalanya.


Dengan terpaksa Chiko turun dari mobil dan membuka pintu mobil sebelahnya setelah itu melepaskan seat belt Dea dan kemudian mengangkat tubuh Dea keluar mobil.


Ceklek.


Bertepatan dengan Chiko yang sudah didepan berada pintu, Saat itu juga pintu dibuka oleh wanita paruh baya yang Chiko yakini adalah mama Dea.


"Kamu siapa? Loh Dea kenapa?" tanyanya khawatir.


"Saya temennya Dea tante, tante gak perlu khawatir Dea cuma ketiduran" Jawab Chiko sopan.


"Oh temennya, yaudah masuk nak. bawa Dea ke kamarnya ya" perintah mama Dea.


"Bisa tunjukin dimana kamar Dea tan?" Tanya Chiko.


"Ah iya, ayo ikut saya"


Setelah sampai dikamar Dea Chiko membaringkan Dea secara perlahan agar tidak menganggu tidur Dea, setelah itu menutup pelan pintu.


"Nak, terimakasih ya udah nganterin Dea pulang" Ucap mama Dea tulus. Setelah mereka berada di ruang tamu.


"Sama sama tante" ucap Chiko.


"Kalau tante boleh tau nama kamu siapa? kamu anak siapa?" tanya mama Dea beruntun.


"Oh jadi kamu anak Chintya, ya Allah udah gede ternyata" Mama Dea terlihat sedikit terkejut, sementara Chiko menampilkan wajah bingungnya.


"Tante kenal sama mama saya?"


"Kenal dong, mama kamu itu sahabat baik tante dulu"


"Ada apa mah?" terlihat pria paruh baya menghampiri kedua orang tersebut.


"Ini loh pah, ada anaknya Chintya dateng kesini" Ucap mama Riska kepada suaminya.


"Jadi kamu anaknya Chintya?"


"Iya Om"


"Tante boleh minta tolong sama kamu?"


"Apa tan?"


"Besok kamu jemput Dea ya sekolah bareng, soalnya mobilnya lagi di bengkel. Tante terlalu khawatir kalau nyuruh Dea naik taksi" pinta mama Riska.


"Baik tan"


"Yaudah Chiko pamit tante, Om. selamat malam" Ucap Chiko sopan.


"Iya selamat malam, hati hati nak Chiko" Ucap mama Riska, yang dibalas senyum tipis oleh Chiko.


"Mah, kenapa mama nyuruh Chiko buat berangkat sama Dea? papa kan bisa mengantarnya mah" ucap Papa Max setelah Chiko pergi.


"Gapapa pah, mama mau coba deketin mereka, kamu inget kan waktu dulu Chintya pernah bilang apa sama mama?"


"Jika anakmu perempuan, maka aku akan menjodohkan mereka berdua"


"Tapi kan mereka masih sekolah mah"


"Gak papa pah, kita buat mereka pacaran aja dulu"


"Mama ada ada saja"


.


.


.


.


.


Up nya dikit dulu yah, soalnya ini masih suasana lebaran😁