
Tok... Tok... Tok...
"Lucy..." Panggil Ningsih didepan pintu kamar anaknya.
Ceklek.
"Astaga kalian, liat berantakan banget ckckck..." decak Ningsih melihat keadaan kamar Lucy yang bertaburan dengan camilan dimana-mana, serta merekapun tidur dikarpet depan TV bukan dikasur. Bungkus makanan berhamburan dimana mana. Siapapun yang masuk kekamar Lucy pasti akan terkejut.
"Anak anak bangun" ucap Ningsih membangunkan mereka.
"Hoaammm...." Ucap Lucy menguap dan merentangkan tangannya.
"Mama..." Gumam Lucy dengan suara khas bangun tidur.
"Bangun ayo, udah siang ini" ucap Ningsih dan satu persatu mereka mulai membuka matanya.
"Udah pagi ya?" Ucap Salsa mengucek matanya.
"Hoamm jam berapa tant?" Tanya Naira.
"Jam 8" jawab Ningsih membuat mereka langsung duduk dan melihat jam didinding.
"Astaga kita kesiangan ini" ucap Rayna menepuk jidatnya.
"Kan kalian libur hari ini" jawab Ningsih.
"Oh ya aku lupa" ucap Rayna menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Yaudah kalian cepetan mandi, terus sarapan" suruh Ningsih.
"Oke mah" jawab Lucy.
"Mama tunggu dibawah" ucap Ningsih dan berlalu pergi meninggalkan kamar Lucy.
"Gara gara semalem sih" ucap Salsa.
"Udah berapa film yang kita tonton?" Tanya Naira.
"Kayanya 5 film deh seingat gue" sahut Dea.
"Ya ampun mata gue kenapa?" Ucap Lucy melihat kantong matanya yang menghitam akibat begadang tadi malam.
Mereka menghabiskan malam minggu dengan menonton drakor, sampai mereka tidur sudah jam 3 pagi.
"Yaudah gue duluan ya mandi" ucap Lucy.
*************************
"Kok pada sepi mah? Papa sama kak Silvy mana?" Tanya Lucy saat ini mereka sedang sarapan pagi.
"Papa lagi ngopi digazebo, dan kalau kakak kamu udah pergi sama Marvin" jawab Ningsih.
"Enak ya kalau punya pacar, malam minggu gak sendiri. Hari minggu juga ada yang nemenin" gerutu Naira.
"Entah kapan status kita berubah" sambung Dea.
"Status apa?" Tanya Ningsih bingung.
"Status jomblo tant" sahut Rayna membuat Ningsih terkekeh.
"Kalian ini masih muda, jadi nikmati dulu masa masa remaja kalian, fokus dulu sama sekolah. Kalau soal jodoh insyaallah dia akan datang dengan sendirinya" jelas Ningsih.
"Mah, kakak kan udah lama pacaran sama kak Marvin, masa dia gak punya niat mau nikah gitu?" Tanya Lucy.
"Iya tant, kan enak kalau rumah ini rame, jadi kita bisa nginep lagi hihihi" sahut Naira cekikikan.
"Mungkin kakak kamu belum siap buat nikah, lagian kalau kalian mau nginep, nginep aja kok, gak usah nunggu rumah ini rame" jawab Ningsih tersenyum.
"Tante dulu nikah umur berapa?" Tanya Salsa.
"20 tahun" jawab Ningsih.
"Wahh masih lumayan muda ya tant" ucap Rayna.
"Orang dulu jarang nikah diumur yang sudah matang, paling gak minimal umur 24 tahun" jawab Ningsih.
"Iya tant, mama gue juga bilang gitu" sahut Naira.
"Makanya selagi kalian masih muda, nikmati dulu masa masa muda kalian, jangan buru-buru mau nikah, ntar nyesel nantinya" jelas Ningsih.
"Iya mah, gue liat disosmed anak seumuran kita udah nikah" ucap Lucy.
"Bahkan ada yang dibawah kita" sambung Dea.
"Gue heran apa sih yang membuat mereka pengen banget nikah?" Tambah Salsa.
"Iya, sedangkan kita jangankan nikah, pacar aja belum punya" gerutu Rayna.
"Sudah sudah jangan banyak bicara kalau lagi makan, nanti kesedak makanan" ujar Ningsih memperingatkan.