Sahabat Somplak Mencari Jodoh

Sahabat Somplak Mencari Jodoh
Salsa dan Andri


Saat jam pulang.


"Ciee... Cie... Ada yang lagi klepek-klepek nih" goda Rayna menoel dagu Salsa.


"Kayanya Lo yang bakal menangin misi ini" tambah Naira.


"Paan sih kalian! Jangan ngaco deh!" Ucap Salsa malu.


"Gue akui deh Lo memang hebat, sekali dapet cowok langsung dua" puji Lucy.


"Maksud kalian siapa?" Tanya Salsa yang belum mengerti.


"Ah elah Lo bego atau apaan sih, Lo gak ngerasa kalau si Andri sama Alden suka sama Lo" tanya Dea yang hanya dibalas gelengan kepala dari Salsa.


"Ya ampun Sa, mereka tadi perhatian banget sama Lo, sampe sampe pesenin makan aja rebutan" sahut Naira.


"Kalian kok tau? Jangan bilang kalau kalian ngikutin gue tadi" tebak Salsa curiga.


"Hehehe piss" ucap Naira menyengir.


"Kalian gimana sih, tadi diajak gak mau, tapi tadi ngikutin diem diem" ujar Salsa cemberut.


"Kita kan penasaran Sa" renggek Rayna memelas.


"Dihh geli gue liat Lo kaya gitu" ucap Salsa bergedik.


"Hay Sa, mau pulang bareng?" Tawar Alden tiba tiba muncul dihadapan mereka.


"Eh Alden" ucap Salsa terkejut.


"Ehemm.. pucuk dicinta ulam pun tiba" goda Lucy tersenyum penuh arti.


"Emm.. maaf ya Al tapi gue pulang bareng..."


"Salsa bareng gue" ucap Andri memotong pembicaraan Salsa.


"Andri Lo udah kaya jin aja" pekik Dea mengelus dadanya.


"Ayo Sa" ajak Andri mengandeng tangan Salsa.


"Ndri tapi..."


"Udah gue tau kok dimana rumah Lo, tenang aja" sela Andri santai.


"Bukan itu, gue gak enak sama temen-temen gue, tadi kita udah janji mau pulang bareng" jelas Salsa.


"Mereka gak akan marah kok" ucap Andri dan mulai masuk mobil bersama Salsa.


"Jujur Ndri gue senang liat Lo perhatian kaya gini sama gue, tapi gue belum yakin sama perasaan gue" batin Salsa menatap lurus kedepan.


Sedangkan Alden yang ditinggal, mengepalkan tangannya dan berusaha memendam amarahnya.


"Kalian tau dimana rumah Salsa?" Tanya Alden pada mereka.


"Jalan anggrek no 15" jawab Dea.


Tanpa menjawab pertanyaan Rayna Alden segera pergi menuju mobilnya, dan menancapkan gas meninggalkan perkarangan sekolah.


"Lah ditanya malah pergi" ucap Rayna mengerucutkan bibirnya.


"Jodoh Salsa udah keliatan, lah jodoh kita mana?" Keluh Dea membuat mereka tertawa.


"Sabar, masih banyak akang ojol dijalan" ucap Rayna tertawa lepas.


"Sialan! Lo aja sana" sungut Dea kesal.


"Kalau Lo gak mau sama akang ojol, tukang gorengan pun jadi lah" sahut Naira menahan tawa.


"Atau tukang rongsokan tuh banyak" sambung Lucy tertawa terbahak-bahak.


"OMG... Gak ada pilihan kalau gitu, yang akang ojol lah, tukang gorengan lah, dan yang lebih parah tukang rongsokan, astagaaa" ucap Dea memijit pelipisnya.


"Yang pantes jadi jodoh gue tuh oppa oppa Korea, atau aktor china juga gapapa" lanjut Dea tersebut lebar.


"Jangan mimpi Lo" sahut Naira menoyor kepala Dea.


*************************


"Ndri, kita mau kemana?" Tanya Salsa melihat ini bukan jalan kerumahnya.


"Kita jalan bentar Sa, gapapa kan?" Tanya Andri.


"Emmm oke deh" jawab Salsa pasrah.


Drrrttt... drrrttt... drrrttt...


"Hallo" ucap Andri mengangkat telponnya.


"Lo dimana? Gue tungguin dari tadi gak nongol nongol" protes Chiko diseberang sana.


"Ya ampun gue lupa!" Ucap Andri menepuk jidatnya.


"Ah elah Lo gimana sih" sungut Chiko kesal.


"Kalau gue bisa gue dateng ya, tapi kalau gak bisa maaf, karena gue lagi ada urusan" ucap Andri dan mematikan telponnya.


"Lah malah dimatiin" kesal Chiko.


"Ada apa Ndri?" Tanya Salsa penasaran.


"Gue lupa kalau hari ini ada janji sama teman-teman gue" jawab Andri.


"Kalau gitu Lo anterin gue pulang aja gapapa" ucap Salsa tak enak.


"Emm Sa, Lo mau gak ikut gue?" Tanya Andri.


"Kemana?" Tanya balik Salsa.