Sahabat Somplak Mencari Jodoh

Sahabat Somplak Mencari Jodoh
Kembali kesekolah


Setelah sampai dirumahnya, Vino segera menyuruh Naira untuk istirahat dikamarnya, Naira langsung mengangguk dan segera pergi menuju kamarnya.


"Mah, pah, Vino mau bicara" ucap Vino menatap mama dan papanya dengan serius.


"Bicara apa Vin?" Tanya mama Indri.


"Hufftt... Tadi Naira diculik mah" jawab Vino menghela nafas berat.


"Apa!!!! Diculik? Bagaimana bisa? Siapa yang berani menculik putriku!" Geram papa Nevan memukul keras meja didepannya.


"Pah tenang dulu" ucap mama Indri mengusap punggung suaminya, guna memberikan ketenangan.


"Vino juga belum tau pah, mah, tapi secepatnya akan Vino cari tau" ucap Vino.


"Terus bagaimana Naira? Dia baik baik aja kan?" Tanya mama Indri yang dibalas anggukan kepala dari Vino.


"Cepat kamu cari tau siapa orang itu, dan pastikan hidupnya tidak akan aman!" Perintah papa Nevan.


"Baik pah" jawab Vino mengangguk.


"Seharusnya aku tidak mengijinkan Naira keluar tadi" ucap mama Indri lirih.


"Ini bukan salah mama kok, Vino lah yang salah karena teledor menjaga Naira" jawab Vino menunduk.


"Pah apa papa mempunyai musuh, atau saingan bisnis?" Tanya mama Indri, karena selama ini banyak sekali orang yang ingin menghancurkan perusahaan papa Nevan. Karena perusahaan papa Nevan sudah berada di urutan kelima perusahaan terbesar di Indonesia.


"Aku rasa tidak mah" jawab papa Nevan mengingat-ingat.


*************************


Keesokan harinya, Naira seperti biasa berangkat kesekolah dengan melewati berbagai drama keluarga akhirnya Naira diijinkan pergi kesekolah, dengan syarat harus diantar dan dijemput Vino.


"Morning all..." Teriak Naira didepan pintu kelasnya.


"Naira!!!!" Pekik mereka girang dan langsung berhambur kepelukan Naira.


"Ya ampun Nai, Lo kemana aja sih malam tadi, gue sampe gak tidur mikirin Lo!" Sungut Lucy, karena memang semalam ia tak bisa tidur dengan nyenyak karena terus memikirkan Naira.


"Gue ampe nangis nangis Bombay tau gak Nai, gue takut Lo kenapa napa" sambung Salsa bahagia akan kedatangan Naira.


"Gue gak papa kok, gak usah khawatir" jawab Naira tersenyum.


"Oh ya, malam tadi siapa yang nolongin Lo?" Tanya Rayna.


"Lo kenapa sih kok bisa ngilang gitu, gak usah dikeluarin segala jurus jin Lo itu" kesal Dea membuat Naira menyeritkan keningnya.


"Jurus jin? Emang Lo pikir gue apaan!" Sahut Naira menoyor kepala Dea.


"Lo kan udah kebiasaan pake ngilang ngilang gitu, udah kaya jin aja" celutuk Dea membuat mereka terkekeh.


"Paan sih Lo" ucap Naira menggelengkan kepalanya.


"Naira!!!" Pekik Miko girang saat melewati kelas Naira, ia melihat sosok Naira yang sedang tertawa lepas bersama teman temannya dan dengan segera ia langsung masuk menemui Naira.


"Nai Lo gapapa kan?" Tanya Miko mengecek keadaan Naira.


"Gue gapapa kok Mik" jawab Naira tersenyum kaku.


"Duh kenapa jantung gue dag dig dug gini ya" batin Naira merasakan sport jantung saat berdekatan dengan Miko.


"Jangan sampai Miko denger suara jantung gue, bisa malu banget dah!" Lanjut Naira yang masih terpaku pada tempatnya.


"Nai, Lo gak diapa apain kan sama orang itu?" Tanya Miko memastikan.


"Enggak kok" jawab Naira yang masih mengatur detak jantungnya.


Sedangkan keempat gadis didepannya ini hanya melihat dengan mengulum senyum.


"Kayanya ada yang lagi fall in love" gumam Rayna tersenyum simpul.


Beberapa murid juga melihat interaksi antara Miko dan Naira, ada juga yang berpikiran bahwa Naira dan Miko sudah berpacaran. Sementara Miko hanya masa bodo, ia tak menghiraukan bisik bisik para murid yang menggosipkannya.


*************************


"Bagaimana bisa dia kabur, kau itu bagaimana sih, menjaga bocah saja tidak becus!" Bentak seorang perempuan yang sedang menelepon pada anak buahnya.


"Maafkan saya nona, tapi sepertinya akan sulit untuk kita menculiknya" jawabnya diseberang sana.


"Ck... Kau ini payah sekali!" Geram seseorang itu dan mematikan telponnya.


"Shitt!!!! Bagaimana bisa dia kabur!" Geramnya mengepalkan kedua tangannya.


"Tunggu pembalasanku" ucapnya sambil tertawa devil.