Sahabat Somplak Mencari Jodoh

Sahabat Somplak Mencari Jodoh
Rahasia anak muda


Setelah acara camping berakhir kini mereka sudah kembali ke sekolah.


"Nai, kalau misalnya mama sama papa Lo tau gimana?" Tanya Salsa. Saat ini mereka tengah berada dikantin.


"Iya Nai bisa bahaya, apalagi kak Vino tau. Duh mampus kita" sambung Dea.


"Ya gue juga gak tau, tapi kita harus tetap tutup mulut dan jangan pernah kecoplosan, apalagi didepan keluarga gue sama Lucy" ucap Naira.


"Karena kalau keluarga gue tau, gak cuma gue aja yang bermasalah, Lucy juga akan bermasalah" lanjut Naira menatap Lucy.


"Iya sih, Lo bener" ucap Lucy.


"Tapi sampai kapan kita nutupin semua ini?" Tanya Rayna menyeruput es jeruknya.


"Kalau bisa sampai selamanya, ya gak?" Jawab Salsa.


"Iya kalau bisa" sahut Dea.


"Tapi kalau suatu saat rahasia ini terbongkar, gue hanya bisa pasrah" ucap Naira memelas.


"Ya, gue juga" sambung Lucy.


"Kalian pada ngomongin apa sih? Main rahasia-rahasiaan segala" sahut bu Leni yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka.


"Gak ada kok Bu, rahasia anak muda" jawab Naira terkekeh.


"Haiss selalu saja begitu jawabannya" decak Bu Leni.


"Eh besok kan libur, gimana kalau nginep dirumah gue? Kita karaokean?" Ajak Lucy.


"Nah asyik tuh" ucap Salsa Setuju.


"Lo kalau soal nyanyi cepet banget" ujar Dea karena memang diantara mereka Salsa lah yang paling suka bernyanyi. Dan suaranya jangan diragukan lagi. Bahkan Salsa juga pernah ikut lomba karaokean antar kelas, dan berhasil merebut juara satu.


"Kita kan udah lama gak karaokean, mumpung malmik yaudah kita happy aja" ucap Lucy.


"Setuju" jawab Rayna cepat.


"Gue sih ngikut aja" sahut Naira.


"Oke sip, malam nanti kalian Dateng kerumah gue" ucap Lucy.


"Jangan lupa makanannya" ucap Dea terkekeh.


"Lo mah makanan terus pikirannya" ujar Salsa.


"Gampang kalau soal itu" ucap Lucy santai.


Kringgg


Suara bel membuyarkan pembicaraan mereka dan dengan terpaksa masuk kekelas.


"Kalian gak lupa kan habis ini pelajaran matematika?" Tanya Rayna.


"Tenang aja gue gak lupa kok" ucap Salsa santai.


"Selamat siang anak anak" sapa Bu Dewi sang guru matematika.


"Siang Bu" jawab semua siswa.


Bu Dewi mulai menjelaskan materi secara detail, anak anak dengan fokus menyimaknya, kecuali Dea, ia dari tadi sibuk dengan bukunya, entah buku apa itu.


"Oke dari yang sudah ibu jelaskan tadi, ibu mau Dea maju ke depan untuk menjawab pertanyaan yang sudah ditulis dipapan tulis" tunjuk Bu Dewi pada Dea.


"Duh kenapa gue sih?" Batin Dea dan dengan terpaksa maju ke depan.


"Gimana ya caranya? Mana gue tadi gak nyimak hadeuhh" gumam Dea menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Dea kamu bisa kan?" Tanya Bu Dewi yang melihat Dea hanya berdiri dengan tangan yang sudah memegang spidol.


"Bisa dong Bu masa seorang Dea Alexandria gak bisa jawab beginian" jawab Dea percaya diri yang berhasil mendapat sorakan satu kelas.


"Kalau bisa cepat jawab jangan diem aja dari tadi" ucap Bu Dewi.


"Mampus deh gue" batin Dea yang sudah berkeringat dingin.


"Kayanya Dea gak bisa jawab, lagian tuh anak ngapain sih dari tadi fokus banget sama bukunya?" Batin Salsa curiga dan melihat isi buku Dea.


"Buhahahaha" tawa Salsa memenuhi seluruh ruangan. Dan membuat semua siswa menyeritkan keningnya.


"Salsa kamu ngapain ketawa! Ada yang lucu?" Tanya Bu Dewi bingung.


"Eh gak kok Bu, gak ada apa apa" elak Salsa berusaha menahan tawanya.


"Sa, Lo baca apaan sih?" Ujar Rayna keppo.


"Nanti gue kasih tau" ucap Salsa tersenyum.


"Tuh anak ngetawain gue apa?" Batin Dea.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hayoo ada yang tau apa yang dibaca Salsa?🙊