
"Ya ampun gue telat!!!" Pekik Naira saat melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh.
Naira bergegas mandi dan memakai seragamnya. Lalu keluar kamar dengan terburu-buru.
"Hati hati sayang, kamu bisa jatoh" peringat mama Indri.
"Mah Naira berangkat ya, assalamualaikum" ucap Naira dan langsung menyambar kunci mobilnya lalu berangkat menuju kesekolah.
"Haiss selalu saja begitu" decak mama Indri dengan kelakukan anaknya.
"Duh kenapa macet sih! Bisa telat nih" kesal Naira saat melihat jalanan dipadati mobil.
"Udah jam tujuh lagi, fiks pasti kena hukuman deh" keluh Naira dan ia hanya bisa pasrah.
Sekitar 30 menit jalanan sudah kembali normal dan Naira bisa melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Dan benar saja saat Naira sampai kesekolah, pintu gerbang sudah tertutup dan hanya terlihat mang Jajang, sang satpam penjaga gerbang itu.
Naira langsung turun dan menghampiri mang Jajang.
"Mang bukain gerbangnya dong" pinta Naira dengan nafas ngos-ngosan.
"Neng Naira telat?" Tanya mang Jajang.
"Iya mang, udah berapa lama bel masuk berbunyi?" Ucap Naira masih mengatur nafasnya.
"Sekitar 30 menit yang lalu neng" jawab mang Jajang melihat jam tangannya.
"Mang please buka gerbangnya dong, nanti saya dihukum" ucap Naira menangkupkan kedua tangannya.
Sebuah mobil mewah berhenti didepan mereka, pemilik mobil itu keluar menghampiri Naira.
"Miko..." ucap Naira kaget melihat pemilik mobil itu adalah Miko.
"Mang, bukain gerbangnya" suruh Miko.
"Gak bisa den Miko, nanti saya bisa dimarahi sama kepsek" ucap mang Jajang.
"Mang pliss bukain gerbangnya, urusan kepsek itu biar saya urus" perintah Miko.
"Tapi den..."
"Mang pliss" sela Miko membuat mang Jajang mau tak mau membuka gerbangnya membuat Naira dan Miko bisa masuk kehalaman sekolah.
"Mik, Lo telat juga?" Tanya Naira karena tak biasanya Miko datang terlambat.
"Iya tadi ada urusan sebentar" jawab Miko.
"Oh ya Mik, Lo serius sama omongan Lo tadi?" Tanya Naira.
"Serius" jawab Miko yakin.
"Tapi gimana kalau Lo dimarahi sama pak kepsek, Lo tau kan pak kepsek galak banget" ujar Naira membuat Miko terkekeh.
"Lo malah ketawa, ada yang lucu?" Tanya Naira membuat Miko menggeleng.
"Gue serius Mik, nanti Lo dimarahin sama kepsek" ucap Naira cemas.
"Kalian ngapain berdiri disitu!" Teriak pak Bani melihat Naira dan Miko yang malah asyik berbicara.
"Tuh kan" gumam Naira memayunkan bibirnya membuat Miko terkekeh.
"Gue masuk kekelas dulu ya" pamit Miko yang diangguki Naira.
"Naira kamu terlambat lagi!" Tebak pak Bani tajam.
"Hehehe tadi macet pak" jawab Naira terkekeh dan menerobos masuk kelas.
"Ck, kenapa anak jaman sekarang sulit diatur sih!" Decak pak Bani.
"Pagi Bu" sapa Naira tanpa dosa pada Bu Reni yang sedang mengajar dikelas.
"Telat lagi?" Tebak Bu Reni yang hanya dibalas cengiran dari Naira dan segera duduk di kursinya.
"Nai, Lo kemana aja sih, gue telpon gak diangket?" Tanya Lucy.
"Maaf Cy, hape gue mati" ucap Naira dan mulai mengeluarkan buku pelajaran.
*************************
Saat jam istirahat, Naira cs sedang dikantin untuk mengisi perut mereka yang dari tadi keroncongan.
"Nai, Lo kenapa sih bisa telat?" Tanya Rayna.
"Dan kali ini Lo udah parah banget" sambung Salsa.
"Udah gak usah banyak tanya. btw Lo gimana sama Alden?" Tanya Naira pada Salsa.
"Ya begitulah..." Jawab Salsa mengedikkan bahu.
"Lo udah gak deket lagi sama Alden?" Tanya Dea.
"Buat apa gue deket sama playboy kambing kaya dia" ucap Salsa kesal mengingat perlakuan Alden padanya.
"Kak Naira Lo dipanggil pak kepsek tuh" ucap salah satu siswa menghampiri meja Naira.
"Gue?" Tunjuk Naira pada dirinya sendiri.
"Iya, buruan pak kepsek udah nunggu tuh" ucapnya lagi.
"Gue ke kepsek dulu ya" pamit Naira pada sahabatnya.
"Oke, semoga Lo berhasil naklukin hati si kepsek galak itu" ucap Rayna terkekeh.
"Ya doain aja semoga hukumannya gak aneh-aneh" ucap Naira berharap.
Naira pun berjalan menyusuri koridor sekolah menuju ruangan kepsek.
"Duh pasti pak kepsek marah sama gue" batin Naira cemas.
"Atau jangan-jangan gue dapet surat panggilan, oh my God" Naira tak henti-hentinya menggerutu.