
Saat jam pulang sekolah, para sahabat somplak ini memutuskan untuk pergi ke villa agar bisa refreshing.
"Nai, lo nunggu jemputan?" tanya Salsa pasalnya Naira pergi bersama Vino tadi.
"Iya Sa, kalian duluan aja ya. paling bentar lagi kak Vino nyampe kok" ucap Naira tersenyum.
"Lo beneran gapapa disini?" tanya Lucy.
"Udah gapapa, kalian duluan aja ya" jawab Naira mantab.
"Tapi jangan lupa pulang sekolah kita ke puncak ya" ucap Dea.
"Iya iya bawel" sahut Naira dan melambaikan tangan pada mereka.
"Kak Vino mana sih?" gerutu Naira melihat jam tangannya.
Tak berselang berapa lama, ponsel Naira berbunyi tertera nama Vino disana.
"Nah baru juga diomongin, langsung nongol aja" gumam Naira dan memencet tombol hijau yang ada disana.
"Hallo kak" sapa Naira.
"Sayang, kamu pulangnya naik taksi aja gapapa ya. kakak ada meeting mendadak ini. gak bisa diwakilkan" ucap Vino.
"Hmm... yaudah" jawab Naira.
"Gapapa ya pulang naik taksi?" ucap Vino sekali lagi.
"Iya kakak... " ucap Naira dan mematikan sambungan teleponnya.
Baru saja Naira ingin memesan taksi sebuah mobil berhenti di depannya, dan Naira kenal betul mobil siapa itu.
"Naira, belum pulang?" tanya Daffin yang melihat sekitaran sekolah telah sepi itu artinya semua murid sudah pulang kerumah masing-masing.
"Tadi nunggu kak Vino kak, eh taunya gak jadi jemput. jadi Naira pesan taksi aja" jawab Naira.
"Yaudah nebeng kakak aja yuk!" ajak Daffin.
"Emang boleh kak?" tanya Naira ragu.
"Ya bolehlah, siapa yang ngomong gak boleh" jawab Daffin tak keberatan.
"Yaudah deh" ucap Naira dan mulai masuk ke pintu samping kemudi.
"Kakak mau kemana tadi?" tanya Naira saat mobil telah berjalan.
"Tadinya kakak mau ajak Miko jalan, eh taunya dia ada kerjaan saat kakak udah jalan. Nah mumpung tadi kakak liat kamu yaudah barengan aja. lagian kakak bosen gak ada kerjaan" jawab Daffin.
"Kakak mau jalan?" tanya Naira.
"Iya, tapi gak tau sama siapa" jawab Daffin fokus menyetir.
"Yaudah ikut kita aja kak, nanti habis ini Naira mau jalan sama temen temen" tawar Naira.
"Emang gapapa?" tanya Daffin.
"Ya enggaklah" jawab Naira enteng.
"Yaudah kakak ikut ya" ucap Daffin yang dapat anggukan dari Naira.
Sesuai yang dijanjikan tadi, kini Naira dan sahabatnya beserta Daffin dan juga Andri sedang berada di villa.
"Hmmm enak banget disini. Cocok buat refreshing" ucap Naira menghirup udara segar.
"Iya dan liat pemandangannya cantik banget" timpal Salsa elihat pegunungan yang tak jauh dari villa.
"Iya hampir secantik kamu yank" gombal Andri membuat Salsa menerbitkan senyumnya.
Sedangkan yang lain hanya memutar bola mata jengah melihat kelakuan dua sejoli ini.
"Kakak pernah kesini?" tanya Rayna pada Daffin yang sedadi tadi menyimak percakapan mereka.
"Pernah kok, orang ini villa milik keluarga kakak sendiri" jawab Daffin yang membuat mereka takjub.
"Serius kak?" tanya Lucy tak percaya.
"Serius lah, ini villa milik keluarga kakak" jawab Daffin meyakinkan.
"Wah kakak hebat juga ya" puji Dea mengacungkan jempolnya.
"Biasa aja... " ucap Daffin mengelak.
"Eh tuh liat ada kuda disana" ucap Salsa menunjuk dua ekor kuda.
"Yank, kesana yuk!" ajak Salsa pada Andri yang sedari tadi hanya mengawasinya bagai bodyguard.
"Yaudah ayo" jawab Andri menggandeng tangan Salsa.
"Woeyy tungguin, ah elah kalian bener bener ya" gerutu Dea melihat kedua sejoli yang pergi begitu saja tanpa betniat mengajak mereka.
"Emang ya kalau lagi jatuh cinta dunia seakan milik berdua. yang lain ngontrak" timpal Rayna saat melihat Andri dengan telaten membatu Salsa naik kuda.
"Dasar anak jaman sekarang, umur masih tujuh belas tahun udah pada pacaran. lalu apa kabar gue yang udah dua puluh tahun belum keliatan jodohnya" ucap Daffin menggelengkan kepalanya.
"Emang kakak belum punya pacar?" tanya Naira yang langsung dapat gelengan kepala dari Daffin.
"Makanya kak cari pacar, masa ganteng ganteng jomblo" ucap Lucy tak sadar diri.
"Ngaco woy emang lo udah punya pacar?" ucap Dea menyentil jidat Lucy.
"Awww sakit setan!" kesal Lucy mengusap jidatnya.
"Yaudah yuk susul tuh anak berdua. daripada kita disini cuma jadi penonton" ajak Naira yang langsung disetujui mereka.
"Kuy lah" sahut Rayna dan melangkah pergi sedangkan Daffin masih disana karena baru saja mendapat telpon dari Linda.
"Hallo mah" sapa Daffin.
"Sayang kamu lagi dimana? kok belum pulang?" tanya Linda yang membuat Daffin langsung menepuk jidatnya.
"Oh iya Daffin lupa kasih tau, sekarang Daffin lagi ada di villa kita mah" jawab Daffin.
"Ngapain kamu disana?" tanya Linda.
"Ya jalan dong mah, emang ada orang di villa ngamen" gerutu Daffin membuat Linda terkekeh.
"Yaudah jangan pulang sore sore" pesan Linda dan mematikan sambungan telponnya.