Sahabat Somplak Mencari Jodoh

Sahabat Somplak Mencari Jodoh
Calon mantu


Pagi pagi sekali Leon sudah sampai dirumah Lucy, ia sengaja ingin berangkat sekolah bersama.


Tok... Tok... Tok...


"Siapa sih pagi pagi gini?" gumam Lucy dan membuka pintu.


Ceklek.


"Pagi Cy" sapa Leon dengan senyum tampannya.


"Leon? kamu ngapain pagi pagi kesini?" tanya Lucy heran.


"Sengaja, pengen berangkat bareng sama kamu" jawab Leon santai.


"Hah??" Ucap Lucy ternganga, otaknya seketika blank mendengar ucapan Leon tadi.


"Ehemm... gue boleh masuk?" tanya Leon membuyarkan Lucy dari lamunannya.


"Eh.. jangan!" cegah Lucy cepat.


"Why?"


"Gue gak mau dikira macem macem sama mama gue. Masa pagi pagi udah ajak cowok kerumah, nanti dikira lo pacar gue" jawab Lucy.


"Gapapa santuy... gue yakin nyokap lo gak akan marah sama gue" ucap Leon dengan yakin.


"Lo mana tau" ucap Lucy tak percaya.


"Tau. So.. gue boleh masuk sekarang?" tanya Leon.


"Duhh ini gimana, kalau gue nyuruh Leon masuk nanti dikira mama Leon pacar gue. Tapi kalau gak diajak masuk kan kasihan dia. udah pagi pagi banget kesini cuma buat berangkat bareng gue" batin Lucy bergelut dengan pikirannya.


"Lah kok bengong? yaudah kalau gak boleh gue balik aja lagi" ucap Leon pura pura kecewa.


"Eh... boleh kok. ayo!" ajak Lucy mempersilahkan. Membuat Leon tersenyum kemenangan.


Lucy dan Leon masuk kedalam, Lucy mempersilahkan Leon untuk duduk di ruang tamu.


"Le, lo mau minum apa?" tanya Lucy.


"Eh, gak usah kok. Lo lanjutin aja kerjaan lo" jawab Leon menolak.


"Beneran gapapa disini sendiri?" tanya Lucy. yang dapat anggukan dari Leon.


"Yaudah gue siap siap dulu ya" ucap Lucy, yang lagi lagi diangguki Leon.


"Siapa yang dateng nak?" tanya Ningsih saat Lucy sampai dilantai dua.


"Emm.. itu temen Lucy mah" jawab Lucy, yang sudah takut kena amukan mamanya karena mengajak laki-laki ke rumahnya pagi pagi.


"Udah mah, dia diruang tamu" jawab Lucy. dan saat itu juga Ningsih langsung turun untuk melihat siapa teman Lucy itu. jujur dia cukup penasaran.


"Duh gimana ya, nanti kalau mama marahin Leon gimana?" batin Lucy takut.


Setibanya diruang tamu, Ningsih langsung tersenyum melihat kedatangan teman Lucy. Leon yang melihat wanita paruh baya berjalan keraahnya langsung menampilkan senyum ramahnya.


"Hay tante" sapa Leon tersenyum ramah.


"Teman Lucy ya?" tanya Ningsih basa basi. padahal ia juga sudah tau itu teman Lucy.


"Iya tan" jawab Leon.


"Siapa nama kamu nak?" tanya Ningsih duduk disamping Leon.


"Leon tante" jawab Leon mengulurkan tangannya, yang langsung disambut hangat oleh Ningsih.


"Kalian satu sekolah?" tanya Ningsih.


"Iya tan, cuma beda kelas aja" jawab Leon.


"Kamu kelas berapa emang?"


"Kelas dua belas tan"


"Udah lama kenal sama Lucy?"


"Kalau kenal sih udah lama tan, tapi kalau temenan baru dua bulan ini" jawab Leon jujur.


"Kamu keturunan Korea ya?" tanya Ningsih, yang melihat Leon persis seperti orang-orang Korea yang pernah ia lihat di hapenya.


"Hah? enggak kok tan" jawab Leon cepat.


"Owhh kirain keturunan Korea" ucap Ningsih terkekeh. membuat Leon hanya bisa tersenyum kaku.


"Le, ayo berangkat" ucap Lucy yang sudah siap.


"Mah, Lucy berangkat yah" pamit Lucy mencium tangan mamanya.


"Leon berangkat juga tan" pamit Leon melakukan hal yang sama seperti Lucy.


"Iya hati hati yah" ucap Ningsih yang diangguki mereka berdua.


"Mah, siapa tadi?" tanya Silvi yang mendengar suara asing dari ruang tamu.


"Oh itu calon mantu mama" jawab Ningsih tersenyum membayangkan wajah tampan Leon.


"Hah? maksudnya?" tanya Silvi tak mengerti.