
Setelah melakukan drama dan perdebatan yang cukup panjang dengan keluarganya, akhirnya Naira diijinkan untuk mengikuti camping sekolahnya. Naira sangat senang karena ini adalah camping pertamanya.
"Makasih ya kalian udah nolongin gue" ucap Naira. Saat ini mereka sedang berada di taman belakang.
"Gak masalah," ucap Salsa enteng.
"Gue udah gak sabar" ucap Dea.
"Acaranya dua hari lagi kan?" Tanya Lucy.
"Hu'um," jawab Rayna.
*************************
Sore ini Naira dan Vino sedang berada di mall. Mereka berbelanja untuk keperluan camping, sekalian nanti beli camilan.
"Sayang berapa lama lagi?" Tanya Vino, karena ia sudah sangat lelah mengikuti Naira sedari tadi keluar masuk toko.
"Bentar kak, masih ada yang kurang" jawab Naira mencari cari sesuatu.
"Astaga gue berasa jadi bodyguard" batin Vino karena sedari tadi mengikuti kemanapun Naira pergi.
Setelah puas berkeliling mall, mereka memutuskan untuk pergi ke cafe untuk mengisi perut mereka.
"Kak, aku ketoilet bentar ya" pamit Naira saat telah sampai dicafe.
"Ya, jangan lama-lama" ucap Vino yang diangguki Naira.
Setelah menuntaskan kemihnya, Naira keluar.
"Aaaaaa" teriak Naira yang merasa tubuhnya hampir terjatuh kelantai.
Naira memejamkan matanya, ia merasa berada dipelukan seseorang.
Deg.
Jantung Naira berdegup kencang saat melihat siapa yang telah menompang tubuhnya.
"Ka-kak mi-miko" ucap Naira gugup dan berdiri.
"Lo gapapa?" Tanya Miko yang dijawab gelengan kepala dari Naira.
"Makasih ya kak" ucap Naira sembari mengatur nafasnya.
"Gak usah panggil gue kak kali, gue berasa tua banget" ucap Miko tersenyum.
"Kan umur kakak lebih tua dari aku" ucap Naira menelan salivanya melihat betapa manis senyuman Miko.
"Tetep aja, panggil aja Miko, oke..." Ucap Miko yang diangguki Naira.
"Sama kakak gue" jawab Naira.
"Oh..." Ucap Miko ber-oh ria.
"Lo sendiri ngapain kesini?" Tanya Naira.
"Biasa nongkrong" jawab Miko santai.
"Yaudah gue balik dulu ya Mik, sekali lagi terimakasih" ucap Naira tulus, yang diangguki Miko. Setelah itu Naira berlalu pergi meninggalkan Miko yang masih berdiri menatap punggungnya yang semakin menjauh.
"Woy Lo ngapain melamun disini?" Tanya Leon menepuk pundak Miko.
"Gapapa" jawab Miko tersadar dari lamunannya.
"Lo jangan kebanyakan ngelamun nanti kerasukan loh, dan disini juga deket WC pasti banyak setannya" ucap Leon bergedik ngeri.
"Iya, termasuk Lo setannya!" Ucap Miko lalu berlalu meninggalkan Leon.
"Heh dasar teman gak ada akhlak Lo! Mana ada setan seganteng gue" teriak Leon dan berjalan mengejar Miko.
"Cih.. sok kegantengan Lo!" Umpat Miko saat mereka telah berjalan berdua menyusuri koridor toilet.
"Elah bilang aja kalau gue emang ganteng" sahut Leon degan percaya diri.
"Anda terlalu percaya diri sobat" ucap Miko tersenyum miring.
"Ah elah Lo apa susahnya sih tinggal bilang IYA" ucap Leon.
"IYA, puas" ucap Miko mendengus kesal.
Kedua pria ini memang bagaikan kucing dan tikus kalau bertemu. Tapi kalau berjauhan saling mencari satu sama lain.
*************************
"Sayang ngapain aja kamu di toilet?" Ucap Vino karena merasa Naira sangat lama.
"Maaf kak, tadi ada urusan sebentar" jawab Naira.
"Yaudah makan!" Suruh Vino.
"Duhh kok gue salting gini ya?" Batin Naira yang tak mengerti dengan dirinya sendiri.
"Sayang ngapain melamun? Ayo makan" ucap Vino membuyarkan lamunan Naira.
"Eh iya" ucap Naira yang tersadar dari lamunannya.