Sahabat Somplak Mencari Jodoh

Sahabat Somplak Mencari Jodoh
Bertemu camer


Hari ini Lucy akan berkunjung kerumah Leon. Ya itu permintaan Leon, ia ingin mengenalkan Lucy pada bunda Aurel. Awalnya Lucy ragu, bagaimana kalau orangtua Leon tidak menyukainya? Namun bujukan demi bujukan yang Lucy dapatkan membuat ia mengiyakan permintaan Leon.


"Penampilan gue udah pas belum ya?" ucap Lucy bergumam didepan cermin.


"Huffttt Oke Lucy lo harus tenang, santai. Gak boleh gugup nanti dan jangan malu maluin" lanjut Lucy berbicara pada dirinya sendiri.


****


Dan disinilah mereka berada, didepan rumah Leon yang bisa dibilang cukup besar. Sedari tadi jantung Lucy sudah berdebar tak karuan, keringat dingin terus bercucuran di pelipisnya, namun dengan cepat ia menyekanya.


"Apakah semua orang begini jika ingin bertemu camer?" batin Lucy.


"Yank... " panggil Leon.


"Eh, iya kenapa?" tanya Lucy tersadar dari lamunannya.


"Kok bengong? kenapa hem?" tanya Leon.


"Emmm... gapapa" jawab Lucy berusaha tenang.


"Kamu jangan khawatir kita hanya ingin bertemu dengan bundaku, bukan dengan bapak Presiden" canda Leon.


"Ishh apaan sih" Lucy memukul pelan bahu Leon. Bagaimana bisa disaat ia gugup dan ketakutan. Leon malah mengajaknya bercanda.


"Udah ayo!" ajak Leon menggandeng tangan Lucy menuju pintu rumahnya.


"Duhh semoga camer gue gak segalak ibu tiri Cinderella" batin Lucy melangkah gontai ke dalam rumah Leon.


"Assalamu'alaikum" ucap Leon memasuki rumah.


"Waalaikumsalam" jawab bunda Aurel.


"Sayang, kamu bawa siapa?" tanya bunda Aurel.


"Mah, kenalin ini Lucy dia pacarnya Leon" jawab Leon santai. Tapi sukses membuat Lucy membelalakan matanya karena Leon begitu santai memperkenalkannya sebagai pacar.


"Lucy tante" ucap Lucy mengulurkan tangan sambil tersenyum.


"Kamu cantik sekali" puji bunda Aurel sembari menerima uluran tangan Lucy.


"Makasih tan" jawab Lucy.


"Yaudah yuk duduk dulu" ajak bunda Aurel menuntun mereka untuk duduk disofa ruang tamu.


"Emm.. gak usah tante" jawab Lucy menolak.


"Gak usah malu malu, santai aja" ujar bunda Aurel.


"Mah suruh bibi buatin es teh manis aja, dua ya" ucap Leon pada bunda Aurel. Karena ia sudah tau Lucy sangat menyukai es teh manis.


"Ah baiklah, spesial buat calon mantu bunda. Biar bunda bikin sendiri" goda bunda Aurel dan pergi menuju dapur.


"Tuh kan udah aku bilang, bunda aku itu orangnya baik. Dan gak pilih pilih" ucap Leon.


"Iya bunda kamu baik banget. Gue kira bakal kaya ibu tiri Cinderella" ucap Lucy terkekeh.


"Kalaupun bunda aku kaya ibu tiri Cinderella. Aku bakal berjuang buat bikin bunda nerima kamu" balas Leon.


"Aku kaya habis dilamar deh" ucap Lucy, membuat Leon terkekeh.


"Kalau kamu mau aku bisa lamar kamu sekarang" ucap Leon. dan sukses mendapatkan cubitan mesra dari Lucy.


"Awww.. sakit yank"


"Lagian kalau ngomong itu disaring dulu napa. Kalaupun kamu ngelamar aku sekarang, aku gak bakal terima!" ucap Lucy.


"Loh kenapa? apa aku kurang ganteng?"


"Kita masih sekolah lele!" kesal Lucy cemberut.


"Yank... jangan ikut ikutan si kupret dong. Masa iya ada lele seganteng aku" ucap Leon dengan pedenya.


"Dihh kamu narsis juga ya ternyata"


"Biarin, kan emang bener aku ganteng" ucap Leon menaik turunkan alisnya. Membuat Lucy mencebik kesal pada laki-laki yang sudah berstatus sebagai kekasihnya itu.


"Nih es teh manisnya udah dateng" ucap bunda Aurel membawa nampan berisi es teh manis.


"Makasih tan" ucap Lucy.


"Sama sama" jawab bunda Aurel.


Mereka menghabiskan waktu dengan berbincang-bincang. Bunda Aurel sangat ramah pada Lucy, itulah yang membuat Lucy sangat senang pada sosok wanita paruh baya didepannya ini. Mempunyai mertua yang baik hati dan pengertian, itu adalah impian Lucy. Ya walaupun bunda Aurel masih CALON mertuanya.