
Miko pulang dengan membawa kekecewaan. ia sangat sedih bagaimana bisa Naira tak mengingatnya.
"Sayang udah pulang?" sapa Linda pada anaknya.
Miko pun duduk disamping mamanya.
"Gimana Naira?" tanya Linda yang sudah tau beritanya.
"Naira udah sadar mah" jawab Miko sedih.
"Terus kenapa kamu murung gitu? harusnya kamu senang dong" ujar Linda.
"Mah, Naira gak inget siapa aku. dia sama sekali gak ngenalin aku" jelas Miko membuat Linda terkejut.
"Ma-maksudnya Naira amnesia?" tanya Linda memastikan, yang dapat anggukan dari Miko.
"Masa sih sayang?" ucap Linda masih tak percaya.
"Mah Naira bener bener gak inget siapa aku. dan dia juga gak tau kenapa dia berada dirumah sakit" jelas Miko.
"Ya Allah kamu yang sabar ya... " ucap Linda mengelus punggung anaknya.
********************
Keesokan harinya, para sahabat Naira berkunjung ke rumah sakit untuk memeriksa keadaan Naira.
Ceklek.
"Pagi tante" sapa Salsa pada mama Indri yang sedang mengupas buah.
"Pagi" jawab mama Indri tersenyum dan melanjutkan aktivitasnya.
"Nai..." Panggil Lucy, dan reflek Naira pun menoleh ke asal suara.
Naira tersenyum melihat kedatangan sahabatnya. "Sini" ucap Naira pada mereka.
Mereka pun menghampiri Naira yang sedang berbaring di brankar.
"Gimana keadaan lo?" tanya Rayna.
"Udah lebih mendingan kok" jawab Naira tersenyum.
"Sayang ini buahnya, dimakan ya" ucap mama Indri meletakkan piring buah di nakas samping tempat tidur Naira.
"Makasih mah" ujar Naira yang dapat anggukan dari mama Indri.
"Mama keluar bentar ya" pamit mama Indri.
"Iya mah" jawab Naira.
"Nai, lo gak pura pura kan soal yang kemaren?" tanya Dea, membuat Naira menyeritkan keningnya.
"Soal apa?" tanya Naira.
"Emang kenapa gue bisa ada disini? kalian tau?" tanya Naira membuat mereka terdiam.
"Nai, apa aja yang lo inget saat lo pulang sekolah waktu itu?" tanya Lucy.
Naira mencoba mengingat ingat kejadian waktu ia pulang sekolah waktu itu.
"Aww.... " ringis Naira memegangi kepalanya.
"Nai, lo kenapa?" Tanya Dea panik.
"Kepala gue sakit" jawab Naira memejamkan matanya.
"Udah gak usah diinget kalau gak bisa" cegah Rayna.
"Tapi gue juga penasaran kejadian waktu itu" Ucap Naira.
"Lo kecelakaan" jawab Salsa akhirnya.
"Hah! seriusan? " tanya Naira yang dapat anggukan dari semuanya.
"Tapi kenapa gue gak ngerasain sakit sama sekali?" tanya Naira membuat mereka yang ada disana membeo.
"Kok Naira jadi kek gini sih? batin Lucy menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Lo kan udah dikasih obat bius Nai" ujar Dea menjelaskan.
"Owh gitu... " ucap Naira manggut-manggut.
*********************
Saat ini Miko dan Leon sedang berada di cafe tempat biasa mereka nongkrong. Miko sudah menjelaskan semuanya pada Leon tentang Naira yang tak mengingatnya.
"Coba lo tunjukin kenang kenangan lo sama dia, kali aja dengan itu dia bisa inget lo" saran Leon.
"Kenangan?" ucap Miko menautkan alisnya.
"Iya, misalnya video lo sama dia. atau tempat tempat yang lo pernah kunjungi sama dia. nah mungkin dengan itu ingatan Naira perlahan kembali" jelas Leon.
"Ya... gue akan coba nanti" jawab Miko.
"Lo mau ikut gue?" ucap Miko.
"Kemana?" tanya Leon menyeritkan keningnya.
"Kerumah sakit" jawab Miko.
"Ngapain? " tanya Leon yang seketika otaknya blank.
"Pikir aja sendiri" ucap Miko dan beranjak pergi dari sana.
"Woey tungguin ogeb!" teriak Leon mengejar Miko tak lupa membayar pesanannya.