
"Ciee ehemm yang baru jadian PJJ dulu dong" sahut Salsa keluar bersama yang lainnya. Juga ada Andri dan Leon disana.
"Loh kalian?" Ucap Naira terkejut akan kedatangan sahabatnya.
"Sejak kapan kalian disini?" Tanya Miko.
"Sejak Lo nyatain cinta sama Naira" jawab Leon tersenyum penuh arti.
"Paan sih kalian" ucap Naira malu karena adegan romantisnya diketahui oleh sahabatnya.
"Gue yang duluan pdkt tapi Lo yang duluan jadian" ucap Salsa tersenyum pada Andri.
"Ndri, kode tuh" sahut Dea cekikikan.
"Nai, ingat ya seminggu" ucap Lucy.
"Iya iya bawel" ucap Naira tertawa bersama mereka.
"Mik, traktirannya dong" sahut Leon.
"Kantin kuy" ajak Rayna dan langsung disetujui mereka.
"Hari ini Miko yang traktir ya" ucap Andri.
"Beres" jawab Miko enteng.
*************************
Sepulang sekolah, Naira sudah dijemput oleh Vino.
"Mik, maaf ya aku udah dijemput" ucap Naira tak enak, karena Miko sempat mengajaknya pulang barang.
"Gapapa, oh ya nanti malam kamu sibuk gak?" Tanya Miko.
"Enggak, kenapa?" Ucap Naira.
"Oke nanti malam aku jemput kamu ya" ucap Miko tersenyum.
"Mau kemana?" Tanya Naira.
"Nanti juga kamu tahu" ucap Miko lalu melambaikan tangan pada Naira yang sudah masuk kedalam mobil Vino.
"Ada yang lagi bahagia nih kayaknya" goda Vino karena sedari tadi Naira tak henti-hentinya mengembangkan senyumnya.
"Iya dong" jawab Naira dengan senyum yang tak luntur.
Vino hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya hari ini.
*************************
Saat ini Salsa sedang berbaring disofa ruang tamu, sambil menonton drakor kesukaannya dan tak lupa beberapa camilan yang menemaninya.
Tok... Tok... Tok...
"Siapa sih?" Gumam Salsa dan langsung membuka pintu.
"Loh Andri" ucap Salsa terkejut melihat kedatangan Andri kerumahnya.
"Hay Sa" sapa Andri tersenyum.
"Lo ngapain kesini?" Tanya Salsa bingung karena sangat jarang Andri berkunjung kerumahnya.
"Lo sibuk gak?" Tanya Andri yang dibalas gelengan kepala dari Salsa.
"Jalan yuk!" Ajak Andri membuat Salsa tersenyum sumringah.
"Beneran?" Tanya Salsa yang dibalas anggukan kepala dari Andri.
"Oke gue siap siap dulu, Lo masuk aja" ucap Salsa dan Andri pun masuk dalam rumah Salsa.
"Kok sepi?" Tanya Andri yang melihat keadaan rumah nampak sepi.
"Mama lagi arisan sama teman-temannya, dan papa lagi dikantor" jawab Salsa membuat Andri manggut-mangut.
Selama ini Andri lah yang menemani Salsa, hingga Salsa melupakan Alden, Andri berharap perlahan Salsa ingin membuka hatinya untuknya.
"Ndri, ayo gue udah siap" ajak Salsa dan segera pergi bersama Andri.
mereka pergi ke taman kota sesuai permintaan Salsa, merekapun duduk menikmati pemandangan disana, sangat sejuk dan nyaman.
"Sa, Lo udah move on sama Alden?" tanya Andri melihat Salsa.
"Tentu saja, lagi pula buat apa gue mikirin dia lagi" ucap Salsa santai.
Andri menggenggam tangan Salsa, membuat Salsa kaget dan langsung menatap Andri dengan intens.
"Salsabila Alya Putri untuk saat ini aku tidak memiliki kalung ataupun bunga, tapi ku pastikan aku memiliki hati yang tulus untukmu, izinkan aku untuk menjadi kekasihmu" ujar Andri menatap intens wajah Salsa.
Deg.
Salsa mematung, ia tak percaya akan ditembak oleh Andri secepat ini. Sebenarnya Salsa juga sudah menyukai Andri dari dulu namun kedatangan Alden mengalihkannya. Dan sekarang dengan keyakinan yang mantab Salsa menganggukkan kepalanya.
"See?" ucap Andri menautkan alisnya.
"Gue mau" ujar Salsa tersenyum membuat Andri langsung menariknya kedalam pelukannya.
"Terimakasih" satu kata yang lolos dari mulut Andri.
*************************
"Kan, kamu gak boleh lagi gangguin Naira lagi" ucap Darka pada adiknya.
"Tapi kenapa kak? Dia udah rebut Miko dari aku" ucap Kania tak terima.
"Kan, dengar Vino sudah memberikan dua persen sahamnya pada kita, dengan syarat kau tidak boleh lagi menganggu adiknya dan jika kita melanggar maka kita akan menjadi gembel dipinggir jalan, kau mengerti!" Tegas Darka membuat Kania memberenggut kesal.
"Kakak jahat!" Pekik Kania dan segera berlari menghentak-hentakkan kakinya.
"Kenapa kau begitu keras kepala, dan lihatlah kau pernah masuk RSJ gara gara memikirkan seorang laki-laki yang sama sekali tidak mencintaimu" gumam Darka melihat punggung adiknya yang semakin menjauh.