Sahabat Somplak Mencari Jodoh

Sahabat Somplak Mencari Jodoh
Beli Perhiasan


Sepulang sekolah Lucy memilih pulang bersama dengan teman temannya. Ia masih canggung bertemu dengan Leon karena kejadian tadi. Jujur Lucy sangat senang dengan ungkapan hati Leon. Tapi ia harus fokus kepada sekolahnya dulu.


"Nak, fokuslah pada sekolahmu dulu. Esok lusa banyak kesempatan untuk kamu bersenang-senang. Dan jangan mengecewakan mama"


Itulah nasehat yang diberikan Ningsih pada Lucy. membuat Lucy tak begitu tertarik dengan yang namanya pacaran lagipula ia tak punya teman laki laki selama ini. Ia baru menemukannya saat masuk SMA.


"Cy, lo mikirin apa sih?" tanya Naira melihat Lucy sedari tadi melamun.


"Enggak kok" kilah Lucy.


"Jangan kebanyakan bengong lo, gak baik buat kesehatan jiwa lo" sahut Salsa.


"Emang kenapa?" tanya Lucy.


"Kalau lo bengong mulu, gimana kalau ada mahkluk astral masuk kedalam tubuh lo? kita juga kan yang susah" jawab Salsa.


*****


Sementara itu kini Leon sudah sampai di rumahnya. ia segera merebahkan tubuhnya dikasur empuknya dan memandang langit langit kamarnya. Bayangan saat ia menyatakan cinta pada Lucy masih tergambar jelas dipikirannya. Sungguh Leon sangat penasaran dengan jawaban Lucy. Tapi gara gara sahabat lucknut nya membuat rasa penasaran Leon sudah sampai ke ubun ubun.


"Shittt gara gara tuh bocah, bisa bisa gue mati penasaran!" batin Leon.


"Ah gue tau!" ide briliant tiba tiba muncul di otak Leon, membuatnya segera bangkit dan menuju kamar mandi.


**


Dan disinilah Leon berada, disebuah toko perhiasan. Ia sengaja datang kesini untuk membeli perhiasan buat Lucy. Besok Leon akan memberikannya pada Lucy dan mengutarakan isi hatinya.


"Yang mana ya?" gumam Leon melihat deretan kalung yang sangat berkilau disana.


Jujur saja Leon belum ahli dengan hal ini. Ia cukup bingung memilih perhiasan untuk Lucy karena ia tak pernah melakukan hal semacam ini sebelumnya. Entah mengapa kehadiran Lucy membuat dunianya beralih pada gadis cantik yang berusia tujuh belas tahun itu.


"Woeyy ngab, lo ngapain disini?" sapa Miko menghampiri Leon diikuti Naira di belakangnya.


"Lah kalian disini?" tanya Leon.


"Hmm.. " jawab Miko hanya berdehem.


"Lo ngapain disini? mau beli perhiasan? jangan bilang lo mau jadi bencong dan berubah gender" tuduh Naira.


"Huss ngaco lo! gue mau beliin buat seseorang" jawab Leon tersenyum kala wajah Lucy melintasi pikirannya.


"Seseorang?" ucap Miko dan Naira bersamaan.


"Atau buat pacar lo?" sambung Miko.


"Gue mau beli buat Lucy" jawab Leon.


"Whattt???" pekik Naira histeris.


"Gak usah teriak teriak kaya gitu juga kali. Budeg nih kuping gue!" sungut Leon mengusap kupingnya.


"Jadi lo beneran udah pacaran sama Lucy?" tanya Naira dengan wajah terkejutnya.


"Belum"


"Terus, ngapain lo beli beginian buat dia?" tanya Miko.


"Gue mau nembak dia besok. Dan kalian jangan ganggu lagi!" peringat Leon memberikan tatapan tajam.


"Emang kita pernah ganggu lo?" tanya Naira.


"Pikir aja sendiri!" ketus Leon.


"Nah berhubung lo sahabat Lucy. Lo pasti tau kan gimana selera dia. Bantuin gue pilih perhiasan yang cocok buat dia" pinta Leon pada Naira.


"Biasanya Lucy gak terlalu suka pake gelang atau cincin. Gimana kalau lo kasih kalung aja?" Naira memberi saran.


"Iya, ini juga mau beli kalung, lo pilihin mana yang bagus" perintah Leon. Membuat Naira mengamati satu persatu kalung yang berjejeran rapi disana.


"Gimana kalau yang ini? Lucy gak terlalu suka perhiasan yang ribet dia lebih suka yang simple tapi elegan" ucap Naira memberikan kalung inisial L. Dimana melambangkan nama Leon dan juga nama Lucy.


"Emm oke deh. Bagus juga pilihan lo" ucap Leon setuju.


"Gue do'ain lo berhasil. Karena gue juga mau ngeliat gelar Jodi lo ilang" ledek Miko terkekeh. sedangkan yang jadi bahan ledekan hanya mencebikkan bibirnya kesal.


.


.


.


.


Kira kira gelar Jodi Leon akan hilang gak ya??🤔