
Tak terasa sebulan telah berlalu, sejak kejadian dipantai waktu itu kini Lucy dan Leon semakin dekat. Tak jarang mereka menghabiskan waktu berdua bahkan pergi dan pulang sekolah juga berdua. Tapi belum ada diantara mereka yang mengungkapkan cinta. Apalagi Lucy yang selama ini tak pernah sedekat ini dengan laki laki.
Setiap berdekatan dengan Leon jantung Lucy mulai berdegup kencang seakan mau loncat dari tempatnya. Entah sejak kapan perasaan aneh ini mulai ada. Perasaan yang sebelumnya belum pernah Lucy rasakan. Seperti saat ini Lucy dan Leon sedang berada di rooftop sekolah sambil menikmati makan siangnya.
"Cy, lo mau nambah? biar gue telpon buk kantin buat anter bakso kesini" tawar Leon yang melihat bakso Lucy sudah habis.
"Enggak usah Le, gue udah kenyang" tolak Lucy karena memang ia sudah sangat kenyang.
"Yaudah nih minum dulu" ucap Leon menyodorkan es jeruk dan membantu Lucy untuk meminum minumannya.
Deg. deg. deg.
Jantung Lucy mulai. berdegup kencang saat wajahnya dan Leon sangat dekat. Bahkan Lucy bisa merasakan deru nafas Leon yang menyapu permukaan kulitnya.
"Duh jantung gue kumat lagi deh. Kayanya pulang sekolah gue harus ke dokter deh, buat mastiin jantung gue baik baik aja" batin Lucy.
Sama seperti Lucy, Leon pun merasakan hal yang sama. Jantungnya mulai berdetak kencang seakan mau lompat dari tempatnya.
"Nih jantung gue kenapa lagi yah? apa jangan-jangan gue punya penyakit jantung yang gak gue ketahui. Gimana kalau iya? duhh bisa bisa gue gak bakal hidup lama dan gak bakal ketemu Lucy lagi" batin Leon bermonolog.
"Ehemm... " Leon berdehem untuk menetralkan suaranya.
"Cy sebenernya ada yang pengen gue omongin sama lo" ucap Leon.
"Apa? ngomong aja"
"Cy, lo mau gak jadi pacar gue?" tanya Leon.
"Hah?"
"Cy, coba lo rasain ini" Leon menuntun tangan Lucy ke dada bidangnya.
"Lo bisa rasain kan?" ucap Leon yang spontan membuat Lucy terkejut.
"Kok sama kaya gue ya?" batin Lucy bergumam.
"Cy, gue emang gak punya apapun buat lo saat ini. Tapi gue pastiin gue punya hati yang tulus buat lo. Kalau boleh jujur sudah sejak lama gue suka sama lo. Tapi gue pendam rasa ini, gue ragu lo bakal nolak gue. Tapi kali ini apapun jawaban lo gue bakal terima. Gue hargai segala keputusan lo" ucap Leon tegas.
"Yaelah kalian disini ternyata" ucap Miko yang datang bersama Naira.
"Ah elah kalian merusak suasana aja deh!" kesal Leon pada kedua mahluk di depannya ini.
"Ada apa kalian kesini?" tanya Lucy.
"Tuh udah bel" jawab Naira.
"Hah seriusan?" tanya Lucy kaget.
"Hmm... dan kalian ngapain berdua disini. Gak ngajak ngajak lagi ck.. " decak Miko sebal.
"Yaudah yuk Cy, kita masuk. Entar pak Bani masuk kelas" ajak Naira mengandeng tangan Lucy pergi meninggalkan dua pria tampan yang masih setia disana.
"Lo ngapain aja berdua sama si Lucy disini?" tanya Miko menginterogasi.
"Ngapel" ketus Leon dan beranjak dari tempatnya. Ia masih kesal lantaran tak sempat mendengar jawaban Lucy.
"Yaelah lo sensi amat deh" ledek Miko yang sama sekali tak digubris oleh Leon.
***
"Naira, Lucy kalian darimana? ini udah jam pelajaran masih keluyuran. Gak puas tadi udah istirahat?" omel pak Bani ketika Naira dan Lucy masuk kedalam kelas.
"Tadi ada urusan sebentar pak" jawab Lucy.
"Lagian kami cuma telat dua menit doang pak" sahut Naira.
"Bapak udah kaya emak emak komplek yang suka ngomel gak jelas" lanjut Naira cekikikan.
"Naira!" pak Bani menatap tajam anak muridnya yang satu ini.
"Iye pak iye. Ah elah" keluh Naira.