Sahabat Somplak Mencari Jodoh

Sahabat Somplak Mencari Jodoh
Lele genit


Hari ini Naira mulai terapi di rumahnya, ditemani mama Indri, Vino dan juga Daffin. Awalnya Naira takut diajak terapi, namun bujukan demi bujukan yang ia dapatkan dari keluarganya membuatnya tak bisa mengatakan tidak.


"Mba, coba ingat baik baik. kejadian apa yang menimpa mba sebelum masuk kerumah sakit?" tanya Deta yang tak lain adalah anak buah Dr. Rivaldi.


"Setahu saya, waktu itu saya pulang sekolah dan mendapat kabar bahwa mama kecelakaan, saya langsung bergegas kerumah sakit dengan mengendarai mobil kecepatan tinggi. Tiba tiba aja didepan saya ada mobil lalu saya membelokkan setir kearah kiri dan saya merasa mobil saya memasuki sebuah jurang. terus gak tau deh selanjutnya gimana " jelas Naira panjang lebar.


"Apakah mba pernah merasa ada orang asing yang sangat familiar di sekitar mba?" tanya Deta.


"Ada" jawab Naira.


"Miko adiknya kak Daffin, aku ngerasa kaya pernah kenal sama dia. tapi gak tau dimana?" lanjut Naira.


"Apakah mba merasakan sesuatu saat bertemu dengannya?" tanya Deta.


"Setiap gue ketemu dia, gue merasa sakit kepala dan juga kaya ada hal yang gue gak tau selama ini. Dan gue ngerasa hal itu ada sangkut pautnya dengan gue dan Miko" jawab Naira.


"Mah, apa Naira sama Miko memang ada hubungan?" tanya Naira menatap mamanya.


"Kenapa bertanya seperti itu sayang?" tanya mama Indri.


"Miko pernah bilang kalau Naira hanya pura pura gak ngenalin dia. Padahal Naira memang gak tau siapa dia. yang Naira tau dia adalah adiknya kak Daffin" jawab Naira


"Miko pernah ngomong gitu sama kamu?" tanya Daffin, dan langsung diangguki Naira.


"Kapan?" tanya Vino.


"Waktu dikantin sekolah" jawab Naira.


*******


Malam harinya Lucy sedang berada di warung kang Doni bersama Dea. Mereka lagi membicarakan tentang pemulihan Naira sekaligus bersenda tawa bersama kang Doni yang bisa dibilang humoris.


"Kalian disini?" ucap seseorang yang datang menghampiri warung kang Doni.


"Leon" Gumam Lucy melihat siapa yang datang.


"Lele ngapain lo disini? ngikutin kita?" tanya Dea.


"Busett nama gue Leon bukan lele!" ketus Leon dan langsung duduk disebelah Lucy.


"Sama saja" jawab Dea acuh.


"Mas, nasi goreng satu ya" pesan Leon pada kang Doni.


"Iye den" jawab kang Doni ssegera membuatkan pesanan Leon.


"Leon ngapain lo kesini?" tanya Lucy.


"Mau makan, sekalian jenguk kamu" canda Leon membuat Lucy tersipu malu.


"Heh, gue gak modus ya" ucap Leon tak terima.


"Dasar lele genit!" umpat Dea.


"Kutu kupret!" balas Leon.


"lele genit"


"kutu kupret"


"Aduh udah deh, kenapa kalian malah berantem?" decak Lucy yang pusing mendengar sahutan demi sahutan mereka.


"Tau nih Cy, dasar lele genit" ucap Dea menatap tajam pada Leon. Sedangkan Leon bukannya takut malah santai, toh buat apa takut sama Dea si kutu kupret. begitu pikirnya.


"Ini den, pesanannya" ucap kang Doni memberikan pesanan Leon.


"Makasih mas" ucap Leon yang dapat anggukan dari kang Doni.


"Heh lele, lo gak ada cita mau traktirin kita kopi hangat?" tanya Dea.


"Gak" jawab Leon ketus.


"Ihhh dasar lele genit plus pelit. gue sumpahin kuburan lo sempit nanti" ancam Dea.


"Lo duluan yang mulai. lagian buat apa lo kesini kalau gak ngopi?" tanya Leon.


"Jangan bilang lo makan gratis disini" lanjut Leon menuduh.


"Heh lele genit, gue masih sanggup ya beli nasi goreng disini. gak usah ngerendahin gue!" kesal Dea karena dituduh makan gratis.


"Lalu buat apa lo minta traktiran sama gue?" tanya Leon.


"Auh ah.. " ucap Dea yang tak ingin berdebat lagi dengan Leon.


"Cy, lo mau?" tawar Leon menyodorkan nasi goreng didepan Lucy.


"Eh.. enggak usah kok, gue udah tadi" jawab Lucy tak enak.


"Sekali suapan aja ya, please" pinta Leon memohon.


"Tapi.... "


"Aaaa buka mulut" ucap Leon mempraktekkan kepada Lucy agar membuka mulutnya.


"Duh Leon kok maksa banget sih, mana ada Dea lagi disini" batin Lucy tak enak pada sahabatnya itu.