Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 96


Setelah menggoda istrinya yang ternyata tak mempan . Dean pun menggandeng Hana keluar dari perusahaan Dewantara Group untuk mengantarkan sang istri pulang ke rumah .


" Han ada yang mau di beli gak selagi masih di jalan ?" tanya Dean pada Hana yang duduk di sampingnya .


" Gak ada ." jawab Hana sambil meringis merasakan sesuatu yang tak nyaman pada dirinya .


" Kenapa ?" saat Dean menyadari ada sesuatu yang gak beres pada istrinya .


" De bawa mobilnya buruan ya". pinta Hana dan Dean pun mengamati pada istrinya dari kaca atas kepalanya


" Han itu kenapa baju kamu basah ?" tanya Dean setengah panik .


" Iya makanya buruan bawa mobilnya aku gak tahan ". jawab Hana sambil memejamkan matanya dan


menutupi dadanya dengan tangannya .


" Bocor ya asi nya ?".tanya Dean sekenanya .


" BERISIK DEAN " teriak Hana kesal .


" Hahhaahhaaaa " Dean malah tertawa lepas .


" DIEM gak , ini gara - gara kamu sama Miss abal - abal itu " ucap Hana sewot .


" Lah kenapa jadi saya terus yang salah , mau saya bantuin gak biar sedikit ngurangin sakitnya ." ujar Dean


somplak .


Hana tak menjawab ucapan somplak suaminya karena sibuk menahan sakit di area dadanya , Dean yang tak tega


akhirnya pun  tak butuh waktu lama Dean dan Hana sampai di rumah Dewantara .


Hana pun langsung masuk ke dalam rumah dan langsung berlari menuju ke kamarnya yang di ikuti Dean . Hana


pun keluar dari dalam lift sudah dapat melihat Bik Mimin dan Bik Tini sedang


menenangkan kedua bayinya yang sedang menangis , Hana pun langsung masuk


kedalam kamar untuk mengganti baju nya .


" Bik tolong bawa si kembar ke dalam kamar ya saya mau cuci tangan dulu ". perintah Dean pada dua


asistennya .


Bik Tini dan Bik Mimin pun langsung membawa si kembar dan meletakkan si kembar di ranjang anak majikannya .


Dean yang sudah mencuci tangannya dan membuka jas pun langsung menghampiri si kembar yang menangis dengan cetar nya .


" Bibik boleh keluar ." ucap Dean pada kedua asisten rumah tangganya . Bik Tini dan Bik Mimin pun langsung keluar dari kamar Dean .


Hana keluar dari ruang ganti sudah dalam keadaan bersih dan dengan menggunakan baju yang lumayan minim.


Saat berada di ruang tidur Hana di buat terkejut dengan adanya Dean yang sedang menenangkan putri kembarnya karena ia pikir Dean langsung pergi ke tempat meeting nya , Tapi ternyata ....


" Loh kok kamu masih di sini ?" tanya Hana terkejut melihat Dean . namun bukannya menjawab pertanyaan dari Hana . Dean malah menatap tak berkedip penampilan Istrinya yang tak pernah di lihat nya.


" Mana Bik Tini dan Bik Mimin ." tanya Hana lagi pada DEan yang tak fokus . tau Suami nya sedang melihat sesuatu Hana pun menutup bagian atas tubuhnya .


" Udah Hana gak usah kebanyakan tanya buruan ini kasih susunya kasihan ini anaknya ." ucap Dean dengan tegas . setelah tersadar dari lamunannya.


" Tapi ..." kalimat Hana terpotong .


" GAK PAKE TAPI - TAPIAN HANA BURUAN INI , SEKALIAN DUA - DUANYA " Ucap Dean dengan nada tak terbantahkan .


" Gak ada yang bantuin pegangin Dean " ucap Hana sambil berjalan mendekati suami dan anaknya dan mengambil salah satu bayinya .


" SAYA YANG BANTUIN DAN GAK ADA TAPI _-TAPIAN " jawab Dean dan mulai memposisikan bayinya di sumber makanannya yang sebelah .


" Dean malu " ucap pelan Hana ragu membuka baju dalem*n nya sebelahnya lagi  .


Mendengar jawaban Dean membuat Hana cemberut dan langsung membuka baju dal*man nya bagian atas dan terpampang lah pemandangan indah di hadapan Dean .


" JANGAN LIHAT DEAN ." teriak Hana .


" Kalau gak lihat gimana bantuin nya ". ujar Dean . Dean pun mencuri lihat pemandangan yang terpampang di hadapannya .


" AAAiiiss MAMPUS GUE , bener ini mah  seperti makan buah simalakama " gumam Dean dalam hati merasa tersiksa sendiri .


" Hana masih lama gak ?". tanya Dean pada Hana . merasa mulai panas dingin .


" Belum sebentar lagi biar agak kosong dikit Dean ." jawab Hana .


" Hana buruan ". ucap Dean lagi .


" Iya nih buruan angkat yang sebelah kiri dulu Adek Sheila nya ". perintah Hana dan langsung di ambil oleh Dean bayi Sheila tinggallah bayi Sheina yang masih menikmati sumber makanannya .


" Yaudah sana berangkat katanya mau meeting Pak Joni pasti udah nungguin .". suruh Hana dan Dean melihat jam yang melingkar di tangannya .


" Iya ". Dean pun kembali memakai jas dan mendekati kedua bayinya untuk berpamitan pada kedua putrinya serta istrinya .


" Adek , Papah berangkat lagi ya nak jangan rewel ya princess ". ucap Dean pada bayinya sambil menciumi pipi gembil putrinya dan saat Dean akan mencium pipi bayi Sheina . Hana menghentikannya .


" Dean stop kalau kamu cium pipi Adek pasti nanti kena ..." ucap Hana .


" Kena dikit gak apa - apa Hana amal sedikit ama suaminya ". kata DEan santai .dan langsung mencium pipi bayi Sheina yang masih meminum asi nya dan Dean pun dengan sengaja menggoda Hana .


" Hahaha haha empuk Han ". ucap Dean.


" DEAN NYEBELIN  " teriak Hana .


" Jangan teriak - teriak lagi kebiasaan tuh lihat anaknya bobo kebiasaan ya ." Kata Dean sambil memberikan tangannya untuk di cium Hana dan Dean pun mencium kening Hana .


"Assalamualaikum " ucap salam Dean sambil berjalan menuju pintu .


" Waalaikumsalam salam " jawab Hana .


" Han " panggil Dean saat akan menutup pintu kamarnya .


" Apa ?" jawab Hana mendongakkan wajahnya melihat Dean yang memanggilnya .


" Kapan saya buka puasa ?" ucap Dean nyeleneh yang membuat Hana menganga .


" DEAN " teriak Hana .


" Haa haa haa " tawa Dean dan berlalu pergi .


********


Di dalam mobil Dean merasa tak nyaman pada pusat tubuhnya setelah melihat dengan jelas pemandangan indah di hadapannya barusan .


" Huuuft sial sok - sok'an lihat dan sekarang bingung sendiri kan " ucap Dean sendiri .


" Wait wait kenapa bisa se gede itu ya " dan otak Dean mulai gesrek memikirkan keindahan istrinya .


" Aargh bisa gila saya Hana ". ucap Dean dengan gemas .


Pikiran liarnya buyar saat saat ia memasuki area restoran terkenal dimana ia akan meeting dengan Client nya .


Dean pun turun dari mobil nya dan memasuki dalam restoran dimana Joni sang asisten pribadi nya sudah menunggu .


" Sudah lama mereka datang ?". tanya Dean pada Joni . pasalnya ia terlambat datang untuk meeting dengan Client nya.


" Sudah 10 menit Bos namun sudah di handel oleh Pak Roy ." jawab Joni dan Dean hanya mengangguk kan kepala nya .


*******