Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 79


" Putus cinta itu tidak sakit ... yang sakit itu sudah putus tapi masih cinta "


*****


Setelah di izinkan oleh Dokter Sita bahwa Hana dan bayi kembarnya boleh pulang ke rumah , Hana menyambutnya dengan wajah yang berbinar .


Dan tepat pada pukul 7 Hana dan kedua bayi nya sampai di rumah sederhana yang di sewanya dengan di sambut kedua orangtuanya , Anis , Bu Ani dan kedua anak laki-laki nya .


" Assalamualaikum " ucap Papih Dika dan semuanya .


" Waalaikumsalam ". jawab serentak kedua orang tua Hana dan yang lainnya .


" Hore Hore Mamah dan adek bayi bisa pulang ." seru kedua putra Hana .


" Wah Kakak sama Abang seneng ya Adek bayinya pulang ?". tanya Mamih Esty sambil menggendong bayi pertama Hana dan Dean .


" Iya Oma soalnya Adek bayinya lucu lucu ". jawab si sulung Rama yang langsung duduk berdekatan dengan Oma Esty .


" Kakak Rama sama Abang Rafa harus jagain Adek - Adek nya ya ". ucap Bu Wina yang juga memangku bayi keduanya yang di ambilnya dari Papih Dika.


" Iya uty " jawab Abang Rafa yang duduk mendekati Uty Wina .


Hana pun melihat semua anggota keluarga yang berkumpul dengan canda tawa nya membuat hati nya merasa menghangat . Merasa gak nyaman dengan baju yang di pakai nya Hana pun beranjak ke kamar nya untuk mengganti pakaiannya . Melihat Hana berlalu Dean pun mengikuti Hana menuju kamarnya yang mana membuat Hana geram .


"Dean kamu ngapain sih ?". ucap Hana saat akan menutup pintu kamar nya yang ternyata ada Dean .


" Hah yah bantuin kamu lah , emang kamu mau ngapain ?". ucap Dean dengan tampang bodoh nya.


" Bantuin apa ? saya tu mau ganti baju Dean aneh aneh aja si ,sana pergi ". usir Hana pada Dean yang langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal .


" Eh saya kira mau ngerapihin tempat tidur si kembar ."jawab Dean tanpa menghiraukan Dean Hana pun langsung menutup pintu kamar nya dengan kencang.


" BLUUUK "


Dean pun berjalan duduk di tempat duduknya dengan wajah malu .


" Pak Wahyu sepertinya memang harus di segerakan ". ucap Papih Dika sambil melirik Dean .


" Monggo Pak Dika saya ngikut aja asal mereka sudah siap ." jawab Pak Wahyu .


" Gimana Dean ?". tanya Papih Dika pada Dean yang sedang memainkan ponselnya .


" Apa an ? ". tanya Dean karena ia memang tak menyimak obrolan Papih Dika dan Pak Wahyu .


bertepatan dengan Hana yang keluar dari kamar nya dan langsung duduk ditempat duduknya .


" Ya Han kalau di segerakan bagaimana ?" . tanya Papih Dika lagi pada Hana dan Hana hanya mengernyitkan keningnya tak mengerti .


" Maksudnya Pih ?". tanya Hana bingung .


" Iya nak bayi kembar mu sudah lahir dan kamu juga tidak mungkin bila harus merawat mereka sendirian dan tidak mungkin juga Dean membiarkan kamu merawat mereka seorang diri , Dean pun akan sering datang untuk mengunjungi anak-anak nya yang mana akan menjadi sesuatu yang tidak baik bila seorang yang berlawanan jenis sering bersama di tempat yang sama tanda ada terikat hubungan yang halal . jadi Papih kira apa tidak lebih baik kalian menikah demi kebaikan dan kepentingan anak-anak kalian ." jawab Papih Dika .


" DEG "


Hana pun terkejut dengan apa yang di sampaikan pada nya , Hana pun melihat Dean yang juga sedang menatap nya dengan pandangan datar dan mengalihkan kembali pandangan nya pada Papih Dika .


" Maaf Pih , Hana belum bisa menjawab dan maaf semuanya Hana dan anak-anak masuk kamar dulu , badan Hana lelah ." jawab Hana dan langsung beranjak menghampiri dua putri kembarnya .


" Abang , Kakak ayok tidur sama Mamah dan adek bayi ke kamar , dan pamit dulu sama Akung , Uty ,Oma dan Opa dulu . " ucap Hana pada kedua putranya tanpa menyebut nama seorang pria tampan yang sedang memandang Hana dengan sorot mata dingin nya dan tanpa melihat semua wajah orang yang berada di sekitar nya .


" Mih , Bu sini biar Hana gendong anak anak , Hana udah bisa ko gendong mereka sekaligus ." ucap Hana pada Mamih Esty dan Bu Wina .


" Biar Ibu bantu bawanya ya ndok ?." ucap Bu Wina .


Hana pun menggendong kedua putrinya dan masuk ke dalam kamar nya dengan di ikuti oleh kedua putranya .


" Dada Papah , Kakak dan Abang bobo dulu ya ." ucap si sulung Rama dan si bungsu yang gagal Rafa .


" Iya sayang bobo ya sudah malam ". jawab Dean sambil tersenyum getir pada kedua anak laki-laki itu .


Dan dua bocah laki-laki itu pun masuk ke dalam kamar yang sudah ada Mamah dan dua adek bayinya .


Dan langsung mengambil posisi di tempat yang sudah di siapkan Hana.


******


Di dalam kamar Hana pun masih belum tertidur dia masih mengamati ke empat anak-anak nya yang sudah tertidur dengan pulas . Ya kamar dengan ukuran 4 x 4 yang di isi dengan 2 buah spring bed dengan ukuran 140 yang sedang di tempati oleh kedua putranya dan kasur 160 yang di tempati oleh nya dan 2 bayi kembar nya .


" Sehat terus ya anak-anak Mamah dan apapun yang terjadi Mamah akan selalu berada di samping kalian nak ". ucap Hana pada ke empat anak-anak nya .


Dan saat Hana akan memejamkan matanya Hana mendengar anak sulung nya yang mengigau .


" Kakak seneng ketemu Ayah terus sekarang juga ada Papah Dean yang baik , Terimakasih ya Allah ". kalimat sang anak di tengah tidur nya yang mampu membuat hati Hana berdenyut .


" Sebahagia itu anak-anak ku bertemu dengan Ayahnya dan pria itu yang beberapa hari ini dekat dengan nya . Apa mereka benar-benar sangat membutuhkan sosok seorang Ayah yang selalu bersamanya ". ucap Hana dalam hati dan mulai memejamkan matanya untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran nya.


******


Di ruang tamu semua orang masih berada di sana memandang punggung seorang wanita malang yang masuk ke dalam kamar nya dengan di ikuti oleh kedua putranya .


" Pak Bu Dika dan nak Dean maafkan putri saya bila dirasa sikapnya kurang berkenan ." ucap Pak Wahyu merasa tidak enak hati.


" Iya Pak tidak apa-apa saya cukup memahami bagaimana perasaannya tidak mudah memang untuk Hana melakukan pernikahan lagi secara cepat apalagi pernikahan nya yang dahulu hancur oleh seorang pria yang menjadi penyebab kehancuran rumah tangga nya ." ucap Papih Dika dengan memandang dingin wajah putranya .


Dean pun tahu bila Papih nya sedang menyindirnya secara terang terangan , Dean pun menundukan kepalanya sejenak .


" Pak Bu , saya Dean dengan bersungguh-sungguh meminta maaf yang sebesar-besarnya atas apa yang sudah saya lakukan pada putri Bapak dan Ibu . Tapi sungguh Pak Bu Dean benar-benar ingin menebus semua nya Pak Bu ,ingin mengganti kesedihan nya dengan kebahagiaan nya Bu Pak tolong izinkan saya untuk berusaha menyembuhkan kesakitan nya yang di sebabkan oleh Dean ". ucap Dean secara tegas dan serius pada kedua orang tua Hana.


" Kalau kami orang tua hanya dapat mendoakan anak-anak nya hidup dengan bahagia dan kami tidak berhak untuk mengatur jalan hidup anak-anak hanya dapat memberikan nasihat pada mereka . jadi untuk masalah ini kami serahkan pada yang bersangkutan Hana bila ia menyetujui kami pun juga akan menyetujui nya . Dan saya berharap jangan pernah nak Dean melakukan kesalahan lagi ." jawab Pak Wahyu.


" Dia putri kami satu satunya , kehancuran nya juga kehancuran untuk kami dan jika memang nak Dean serius untuk memperbaiki diri tolong mantapkan hati dan berjanji pada diri agar tak mengulanginya kembali ." sahut Bu Wina dan diangguki oleh Dean dan kedua orang tua nya.


" Yaudah karena ini sudah malam , kami ingin pamit kembali ke hotel untuk beristirahat Pak Wahyu dan Bu Wina . Semoga besok ada kabar baik untuk anak anak kita ya ."


" Amiinn ... Iya Pak mudah mudahan bila Allah sudah berkehendak pasti akan terjadi kita tinggal menunggu saja Pak Bu ." jawab Pak Wahyu.


" Dean ayo kita pulang ke hotel tadi kata Roy besok pagi kamu harus datang meeting di hotel dengan semua jajaran staf direksi nya ". kata Papih Dika.


" Gak Pih , Dean mau disini aja mau nungguin anak-anak Dean , boleh kan Bu pak ?" ujar Dean .


" Iya kalau kami tidak masalah asal tidak di kamar Hana tapi disini kamar nya hanya ada 3 , nak Dean mau tidur dimana ?". ucap Pak Wahyu .


"Dean disini saja di sofa biar dekat dengan kamar Hana kalau anak anak butuh apa - apa pasti kedengaran." ucap Dean .


Pak Wahyu dan Bu Wina hanya mengangguk kan kepala nya dan tersenyum . Papih Dika dan Mamih Esty pun hanya menggeleng kan kepalanya melihat keras kepala nya Dean , dan langsung berpamitan kembali ke hotel dengan menggunakan taksi bersama dengan Joni meninggal kan mobil untuk Bos nya .


Setelah Mamih Esty dan Papih Dika pulang , Pak Wahyu dan Bu Wina mengecek putri dan juga cucu cucu nya mengetahui bahwa mereka semua sudah tertidur pulas Bu Wina dan Pak Wahyu pun beranjak ke kamar nya untuk beristirahat . Begitu pula Dean yang sudah memposisikan diri nya untuk tidur di sofa dengan bertelanjang dada dan masih menyisakan celana panjang nya karena merasa gerah tidak terbiasa tidur tanpa pendingin ruangan . Karena pendingin ruangan hanya berada di kamar Hana dan juga kamar Anis .


Dean pun membaringkan tubuhnya di sofa dengan mata yang menghadap ke langit langit atap dengan pandangan yang menerawang jauh.


" Saya tahu , saya orang yang tidak layak untuk menerima maaf dari mu Hana , Setelah apa yang sudah saya perbuat , bahkan saya lah penyebab dari kehancuran mu sehingga kamu tidak berhenti untuk menetes kan air mata kepiluan mu Hana . Namun saya tak akan pernah berhenti untuk meminta maaf sampai kamu benar benar memaafkan ku dan belajar sedikit melupakan luka yang sudah ku torehkan."


*****