
Perasaan Kasih mendadak bergemuruh tak nyaman saat Papih Dika membawanya ke rumah sakit , perasaannya tambah tak karuan saat bertanya siapa yang sakit tapi tidak mendapatkan jawaban nya dan saat memasuki kamar rawat seseorang yang ternyata di dalam nya terdapat Mamih Esty dan seseorang yang terbaring di atas tempat tidur dengan menutup semua tubuhnya dengan selimut .
Entah kenapa rasa penasaran Kasih sangat besar pada seseorang yang tertutup selimut dan Kasih pun menanyakan pada Mamih Esty .
" Mih itu yang sakit siapa ?". tanya Kasih dengan melihat kearah tempat tidur dan Mamih Esty pun menoleh mengikuti arah pandang Kasih .
" Kamu lihat saja sana ya ". suruh Mamih Esty dengan senyum penuh arti .
" Boleh Mih ?". tanya Kasih dan diangguki oleh Mamih Esty .
Sudah mendapatkan jawaban dari ibu mertuanya , Kasih pun berjalan mendekati tempat tidur hingga saat Kasih tepat berada di samping tempat tidur itu Kasih pun menoleh pada mertuanya untuk meminta izin membuka selimut yang menutupi seseorang itu dan Mamih Esty serta Papih Dika pun mengangguk kan kepala nya sebagai jawaban .
Dengan sedikit takut tangan Kasih terulur menyentuh selimut dan menurunkan nya dengan perlahan sehingga terpampang lah wajah tampan yang pucat serta keringat yang membasahi area dahi nya dengan mata yang terpejam .
Saat melihat seseorang yang beberapa hari ini di rindukan nya dengan kondisi seperti itu seketika Kasih terkejut dan takut .
" DEG "
" Ka Roy ". cicit Kasih.
" Ka Roy bangun , Ka Roy sakit apa ?". panggil Kasih dengan air mata yang mulai menggenang.
" Ka Roy , Kasih minta maaf bangun dong ." panggil Kasih dengan air mata yang mengalir.
Namun tetap tak ada jawaban atau pergerakan dari suaminya membuat Kasih semakin takut , Kasih pun menoleh pada Mamih Esty .
" Mih ini kenapa Ka Roy gak bangun-bangun , dia sakit apa ?". tanya Kasih pada ibu mertuanya .
" Ya itu Kas , dari kemarin suami mu belum sadar nak sekalinya mengigau hanya memanggil nama mu saja nak . Makanya Mamih bawa dia ke rumah sakit ". jawab Mamih dusta .
Kasih yang mendengar jawaban Mamih Esty semakin cemas , Kasih pun melihat pada wajah pucat suaminya . Seketika Kasih pun menangis histeris dan mendekap tubuh suaminya .
" KA ROY BANGUN JANGAN TINGGALIN KASIH DAN ANAK KITA ". Kasih menangis histeris .
Dan saat Kasih sedang sibuk menangis tiba-tiba ada pergerakan di ikuti mata yang mulai terbuka dari Roy .
Roy yang baru membuka matanya pun di buat heran dengan istri cantiknya yang di rindukan nya sedang menangis histeris .
" Kaasiiih " panggil Roy dengan pelan .
Kasih yang mendengar suara suami nya pun ia abaikan karena ia berfikir jika itu hanya pikiran nya saja .
Dan Roy masih mengamati sang istri yang sedang mendekap tubuh nya dengan menangis tersedu .
" Bun jangan nangis ". ucap Roy lagi dengan mengelus lembut kepala Kasih dan Kasih langsung bangun .
" Alhamdulillah Ka Roy sudah bangun , Astaga Kasih takut ka Roy kenapa-napa ". pekik Kasih.
" Kenapa menangis seperti itu saya hanya tidur Bun bukan nya mati ...." jawab Roy nyeleneh dan Kasih yang mendengar ucapan suaminya pun di buat kesal .
" PLAAK "
Kasih memukul lengan suaminya dengan wajah cemberut .
" Kalau ngomong tuh sembarangan banget sih ". ucap Kasih dengan ketus .
Dan Roy yang melihat istrinya kesal pun langsung tertawa dan langsung mendekap erat tubuh istri yang sangat di rindukan nya .
" Hahahaha "
" Iya Maaf ya Bun sini peluk dulu ... "jawab Roy masih dengan mendekap tubuh Kasih dan sesekali mencium puncak kepala Istrinya .
" Maafkan semua kesalahan Ayah ya Bun . Mari kita mulai dari awal untuk kali ini saya benar-benar ingin membina rumah tangga yang baik untuk kamu dan anak kita , Bun ." ucap Roy lembut masih dengan mendekap tubuh Kasih hingga suara seseorang menginterupsi mereka .
" Roy itu peluknya udahan baby nya kejepit itu ". ucap Papih Dika .
Roy dan Kasih pun langsung melepaskan pelukannya dan saling tersenyum , Roy pun mengelus lembut perut Kasih yang sudah mulai terlihat menonjol .
" Bun kamu belum jawab ucapan saya tadi ".ujar Roy masih dengan mengelus perut Kasih .
" Iya Ka , Kasih mau jalani rumah tangga kita dari awal lagi ". jawab Kasih dengan tersenyum manis .
" Terimakasih banyak sudah mau memberikan kesempatan buat saya memperbaiki hubungan ini ". ucap Roy dan di angguki oleh Kasih .
" Sama Papih ". jawab Kasih jujur , mendengar jawaban dari Istrinya Roy langsung menatap tajam pada Papih Dika nya .
" Pap .... " saat Roy akan berucap seketika pintu terbuka dan menampilkan seseorang yang membuat Roy terkejut dan emosi .
" Kasih , kamu tega banget sih nengokin suami sakit malah ngajak selingkuhan hah .... Kamu oke keterlaluan Mutiara Kasih ". ucap Roy menggeram .
" Hah bukan gitu Ka ... " jawab Kasih namun sudah terpotong oleh Roy .
" Apa maksudnya Kasih ?". tanya Roy dengan geram sambil menatap tajam kearah Kasih yang menundukkan kepalanya dan Johan .
" Halah gak usah emosi dulu Roy nanti kamu sendiri yang repot ". sahut Papih Dika santai .
" Papih juga apa maksudnya menyembunyikan istri Roy dan kenapa si brengsek itu ada disini Pih ". tanya Roy dengan kekesalan yang memuncak .
" Lah emang kenapa kamu harus marah bukan kah kamu tidak mencintai kasih terus kenapa sekarang kamu cemburu melihat Kasih dan pria lain baik kepada nya ?". tanya Papih Dika dengan tenang dan tegas .
" Ya jelas cemburu lah , Kasih itu istri Roy dan Roy sangat menyayangi nya lagian suami mana yang mau melihat istrinya jalan sama pria lain Pih ". jawab Roy dengan menggebu-gebu disertai emosi karena melihat Johan ada di dalam ruang rawat nya .
" Ya taulah Kasih istri mu Roy . Istri yang di sia sia kan oleh suami bodoh nya ". sahu. Mamih Esty .
" Mih jangan gitu Roy akan menyayangi Kasih dan gak akan menyakiti nya lagi Mih ... " jawab Roy dan mulai bangun untuk duduk di atas tempat tidur nya langsung menggenggam tangan Kasih dengan erat .
Kasih yang mendengar ucapan suaminya pun seketika merasa senang dan lega karena perasaan nya terbalas .
" Hei ngapain Lo masih disini dengar ya gue gak akan pernah ngelepasin istri gue ". ucap Roy pada Johan dengan penuh rasa geram .
" Ya memang seharusnya itu yang anda lakukan Pak Roy dari awal untuk menjaga istri anda ". jawab Johan dengan tenang .
" LO KURANG AJAR YA ". teriak Roy dengan emosi .
" Roy tenang dulu jangan emosi gitu , Johan dan Kasih tidak memiliki hubungan apapun . Johan hanya bertugas menjaga Kasih atas perintah Papih, Johan ini sepupu nya Joni jadi kamu tidak perlu khawatir Roy ". ucap Papih Dika .
" Hah ... Papih nyuruh seorang pria menjaga istri Roy kalau dia macem-macem gimana Pih ". jawab Roy tak habis pikir .
" Ka tenang dulu Kasih disana gak hanya di jaga Pak Johan tapi ada Dokter Dewi , suster Lusi serta Bik Kokom dan suami nya ko ". sahut Kasih menjelaskan pada suaminya .
" Tuan dan nyonya sekalian saya mohon undur diri karena masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan ". pamit Johan pada Papih Dika.
" Bagus emang seharusnya Lo pergi dari tadi ". sahut Roy masih emosi .
" Ya Terimakasih Jo sudah membantu saya ". ucap Papih Dika dan Johan menganggukkan kepalanya keluar dari kamar rawat Roy .
Setelah kepergian Johan , Roy langsung melihat pada Papih Dika .
" Papih jadi yang sembunyikan istri Roy selama ini ..."tanya Roy pada Papih Dika .
" Roy tanya - tanya nya nanti saja ya Papih lapar sekali mau ke kantin sekalian mau cari makanan untuk Kasih ". jawab Papih Dika .
" Ayo Mih ke kantin dulu ". ajak Papih Dika kepada Mamih Esty dan langsung beranjak keluar dari kamar rawat Roy mengabaikan panggilan Roy .
" Pih , Papih ..." panggil Roy namun diabaikan oleh Papih Dika dan Mamih Esty pandangan Roy pun langsung tertuju kepada istrinya .
Kasih yang tau Suami nya meminta penjelasan pun langsung memeluk pinggang Roy karena posisi nya Kasih duduk di kursi .
" Ka udah dong jangan marah lagi lagian kepergian Kasih bukan salah Papih tapi emang kemauan Kasih tau ". ucap Kasih masih dengan mendekap pinggang suaminya dan menyembunyikan wajahnya di perut suami nya karena takut melihat tatapan tajam suami nya.
" Jadi ini semua rencana kamu ?".tanya Roy dengan datar .
Kasih langsung mendongakkan kepalanya dan melihat wajah suaminya .
" Itu semuanya juga gara - gara kamu Ka kalau saja kamu gak galak , nyebelin terus belum bisa move on sama mantan tercantik kamu semua gak akan seperti ini , siapa juga yang betah Hah ...." sahut Kasih berbalik galak .
Roy yang melihat Kasih lebih berani padanya pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal .
" Wah kalau dia marah terus kabur lagi gue juga yang pusing ...." gumam Roy dalam hati .
" Emm ... Bun Maaf ya saya yang salah sudah jangan marah lagi yaa ... ". ucap Roy mengalah .
" Ya emang ka Roy yang salah ". jawab Kasih lagi dengan ketus .
*********