
Sampainya Roy di ujung lorong bangsa yang hanya ada satu kamar rawat inap itu Kasih bisa melihat di salah satu kamar rawat itu di jaga oleh 2 orang pria berpakaian serba hitam khas seperti bodyguard . Dengan tangan yang masih di genggam erat oleh suaminya Kasih hanya tersenyum kecut .
" Seistemewa itu Ka Roy menjaga orang di dalam kamar rawat itu ". gumam Kasih dalam hati .
" Gimana keadaan di dalam ?". tanya Roy pada salah satu pria yang berjaga di depan kamar rawat itu .
" Semua masih stabil Pak ". jawab Pria itu dan Roy hanya menganggukan kepala nya .
Saat Roy bersiap akan masuk kedalam kamar rawat itu Kasih menghentikan pergerakan suaminya .
" Ka Roy tunggu ". cegah Kasih yang mana membuat Roy menoleh pada istrinya dengan mengernyitkan keningnya .
" Ada apa ?". tanya Roy pada Kasih .
" Em ... yang masuk ke dalam Ka Roy aja ya ... Kasih tunggu di sini aja gak apa - apa ko ada Bapak -Bapak ini juga yang berjaga ". jawab Kasih dengan raut wajah sendu .
Ya tak bisa di pungkiri bila Kasih tidak siap untuk melihat wanita lain yang sedang di rawat oleh suaminya .
" Kenapa , apa kamu gak mau bertemu dengan orang yang ada di dalam ?" tanya Roy dengan menaikan sebelah alisnya .
" Cih dasar suami berhati batu masa iya ngajakin istrinya lihat wanita simpanan nya ". Pikir Kasih dalam hati .
"Gak Ka , Kasih tunggu di sini aja ". jawab Kasih kekeh .
" Gak bisa pokok nya kamu harus ikut masuk kedalam ". ucap Roy dengan nada tegas membuat Kasih merasa sedih .
" Tapi ..." elak Kasih namun sudah terpotong oleh suaminya .
" Gak ada tapi - tapi an .... Ayo masuk ". ucap Roy lagi .
" ceklek "
Roy membuka pintu kamar rawat itu dan terlihatlah seseorang yang sudah bisa di pastikan jika itu seorang wanita terlihat dari rambutnya yang panjang dan wanita itu sedang tidur di atas tempat tidur dengan memiringkan tubuhnya membelakangi Kasih dan Roy .
" Deg "
Hati Kasih pun mencelos melihat orang yang ada di dalam ternyata benar seorang wanita .
" Assalamualaikum " Ucap salam Roy pada orang itu dan berjalan mendekat dan berhadapan dengan wanita itu meninggalkan Kasih yang masih berdiri terpaku .
" Waa..ala...ikum salam " jawab wanita itu dengan suara lirih dan terbata .
" Kamu Roy ?". tanya wanita itu dengan pelan namun masih bisa di dengar oleh Kasih .
" Iya ini Roy dan Roy datang membawa istri Roy ... tuh orang nya ada di belakang mau lihat gak ? ". jawab Roy dengan nada lembut dan sopan membuat Kasih mengartikan dengan maksud yang lain .
" Ka Roy , Kasih keluar dulu ya biar Ka Roy leluasa ngobrolnya ". ucap Kasih hati yang rapuh dengan suara bergetar dan mata yang berkaca - kaca .
" Kenapa harus keluar ?". tanya Roy santai .
" Hah ... permisi ". ucap Kasih yang sungguh sudah tak kuat berada diantara suaminya dan wanita yang sepertinya sangat penting untuk suaminya tanpa menjawab Kasih pun memutar tubuhnya dan berjalan menuju pintu bersiap membuka nya namun terhenti setelah mendengar suara wanita itu .
" Mau kemana Kasih , apa kamu tidak merindukan Ibu . nak ?". tanya wanita itu yang mana membuat Kasih terkesiap .
" DEG "
" Ibu " ucap Kasih lirih dan mulai memutar tubuh nya perlahan dengan air mata yang sudah mulai menetes .
Roy pun mendekat pada Kasih berjaga - berjaga di dekat istrinya yang sedang hamil besar itu .
" Ya Tuhan Ibu ..." pekik Kasih setelah berhadapan dengan wanita yang sedang tertidur di atas tempat tidur menghadap dirinya dengan senyum teduh nya .
" Iya ini Ibu nak ". jawab wanita itu yang ternyata adalah Kakak dari almarhumah Mamah nya yang Kasih panggil Ibu.
Pandangan Kasih pun tertuju pada suaminya dengan pandangan bertanya .
" Ka , gimana bisa ?". tanya Kasih pada Roy . namun Roy tidak menjawab hanya tersenyum manis pada Istrinya dan Kasih pun mengabaikan suami nya yang tidak menjawab pertanyaan nya .
Kasih berjalan menghampiri Ibu nya dan masih di jaga oleh Roy di belakangnya .
" Ya Tuhan ini beneran Ibu ... Ibu udah sembuhkan ". ucap Kasih saat berada di samping tempat tidur ibunya dengan tangan yang bergetar menyentuh wajah ibunya itu karena merasa terkejut dan tak menyangka bisa bertemu dengan orang yang sangat peduli kepada nya .
" Iya ini Ibu , Mutiara Kasih ". jawab Ibu dengan suara bergetar dan air mata bahagia yang mengalir di pipi nya .
Kasih langsung memeluk tubuh Ibunya dengan tangis bahagia .
" Kasih seneng bisa ketemu Ibu lagi ... ". ucap Kasih di tengah tangisannya .
" Bun , meluk nya jangan terlalu kuat peluk Ibu nya nanti anak kita ke jepit ." ucap Roy memperingati Istrinya .
Kasih dan Ibunya pun tertawa mendengar ucapan dari Roy .
" Ya ampun Kasih baru di tinggal Ibu sebentar kenapa perut mu sudah buncit begini nak ?". tanya Ibu sengaja menggoda Kasih .
Ingin menjawab pertanyaan Ibu nya namun bingung karena ia meyakini bila Ibu nya tak mengetahui pernikahannya dan Kasih hanya bisa melirik pada Roy yang pura - pura mengalihkan pandangannya dari dirinya .
" Em ... ini Bu ... itu Bu ..." jawab Kasih menundukkan kepalanya dengan bingung dan takut .
" Apa ... jawab yang jelas Kasih dan lihat Ibu ." kata Ibu dengan nada serius .
Kasih pun mengangkat kepalanya dengan takut .
" Kasih hamil sama Ka Roy , Bu ". jawab Kasih dengan melihat pada Roy yang juga sedang melihat Kasih dengan wajah santai nya .
" Ka Roy tolong jelasin ke Ibu dong ". pinta Kasih pada Roy dengan nada memohon .
" Apa yang mau di jelasin kan Ibu udah lihat jelas kalau kamu lagi hamil besar gitu ." jawab Roy dengan santai yang mana membuat Kasih geram setengah mati .
" Maksudnya ?". sahut Ibu yang mana menambah Kasih ketakutan karena Kasih ingat betul Ibu selalu memberikan nasihat pada dirinya .
" Kamu boleh bergaul dengan teman siapa pun dan jika pun kamu berbuat kenakalan" ingat satu pesan ibu . Jaga selalu kehormatan mu karena seorang wanita akan semakin terhormat jika dapat menjaga kehormatan nya hanya untuk suami mu kelak agar dirimu lebih dihormati oleh suami dan keluarga nya " .
" Ibu dengar penjelasan Kasih dulu ya ... Waktu Ibu di bawa berobat ke luar negeri , Kasih di paksa nikah sama dia ( Kasih menunjuk Roy yang melongo mendengar ucapan dari Kasih ) ... Terus buat anak nya juga di paksa sama Ka Roy tapi jujur Ibu , Kasih hamil udah nikah ko Bu dan kalau ibu mau marah jangan marah sama Kasih ya Bu tapi marahnya sama Ka Roy aja ... bener deh ". jawab Kasih dengan sebenar-benarnya .
" Apa dia kata ... Kan yang datengin gue butuh bantuan kan dia ... ". gumam Roy dalam hati sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal .
Dan Roy yang mendengar jawaban selanjutnya dari istri nya semakin di buat melongo dan menepuk keningnya sendiri merasa malu oleh Ibu mertuanya .
" Astaga Kasih ... Kamu itu takut ko sampai se bodoh itu sampai-sampai cerita kalau buat anak nya juga karena di paksa ... hadeeeuh " gumam rog dalam hati sambil menggaruk keningnya karena malu dan salah tingkah pada Ibu mertuanya yang sedang melihat ke arah dirinya.
Dan Kasih masih menunduk kan kepalanya setelah menjawab pertanyaan dari Ibunya .
" Ko kamu mau di paksa buat anak sampai jadi segitu gedenya atau kamu nya juga emang mau buat anak dengan Roy ". tanya Ibu menggoda Kasih dengan tersenyum tipis .
" Kan Kasih nya kalah tenaga Bu ... ". jawab Kasih dengan jujur dan nada lirih .
" Sumpah pengen banget gue nenggelemin kepala gue nih ... bisa - bisanya si Kasih ...." gumam Roy lagi .
" Hahahaha Astaga Roy ... Roy ." Ibu malah tertawa lepas mendengar jawaban dari putri nya dan Kasih yang mendengar Ibu nya tertawa pun malah heran .
" Ibu ... ". cicit Kasih .
" Apa hem .... Sudah gak usah takut gitu Mutiara Kasih ... Ibu sudah tau semua nya ko tentang kamu dan nak Roy ". ucap Ibu dan Kasih langsung memeluk manja Ibunya .
" Dan Ibu sangat berterimakasih pada nak Roy sudah berbaik hati memberobatkan Ibu dan menyelamatkan perusahaan milik orang tua Kasih serta menjaga putri Ibu walaupun di awal niat mu tidak baik namun setelah melihat ini semua Ibu bahagia kamu sayang pada anak manja Ibu ini ..." ucap Ibu dengan tulus pada Roy sambil mengelus lembut rambut Kasih .
" Iya Bu sama - sama yang penting Ibu sehat dan bisa berkumpul lagi dengan Kasih ... untuk di awal itu Roy juga minta maaf yang sebesar-besarnya namun kali ini Roy akan bertanggung jawab penuh atas Kasih dan anak kami Bu .... " jawab Roy dengan bersungguh-sungguh .
Kasih yang sedang hamil dan sensitif saat mendengar jawaban dari suaminya pun hatinya sedikit nyeri karena ia berfikir Roy hanya bertanggungjawab jawab atas dirinya dan anak mereka bukan karena rasa cinta untuk dirinya ....
" Iya sudah yang lalu biarlah berlalu dan jangan sampai di ulang kembali sebelum rasa penyesalan itu hadir dan yang terpenting berusahalah memperbaiki diri untuk hubungan yang lebih baik lagi ... ". jawab Ibu dengan bijak .
" Oh ya ko Ibu bisa berada di sini , kalau belum sembuh kenapa sudah pulang ?". tanya Kasih yang penasaran tentang keberadaan Ibunya yang ada di rumah sakit ini .
" Atau jangan-jangan selama ini Ka Roy bohong ya tentang pengobatan Ibu di luar negeri ." ucap Kasih lagi dengan pandangan menyelidik pada suaminya .
" Hus jangan sembarangan menuduh Kasih ... " ucap Ibu pada Kasih .
" Ibu tuh selama ini berobat di luar negeri sampai Ibu di nyatakan sembuh dan Ibu minta pulang lagi ke Indonesia seminggu yang lalu namun karena perjalanan yang panjang dan jauh mungkin tubuh Ibu kaget jadinya Ibu kecapean dan nak Roy langsung melarikan Ibu ke rumah sakit ini Kasih .... gak boleh berprasangka buruk sama suami loh Kas ". jelas Ibu .
" Terus kondisi Ibu gimana ?". tanya Kasih lagi .
" Keadaan Ibu baik-baik aja Bun hanya kecapean aja besok juga bisa pulang ko ..." jawab Roy pada istrinya .
" Dan sekarang saat nya kamu pulang untuk istirahat Mutiara Kasih besok kita jemput Ibu kesini lagi ..." ucap Roy lagi pada Kasih .
"Kasih gak mau pulang ... Kasih mau sama Ibu aja di sini terus pulang sama - sama ...." tolak Kasih .
" Gak bisa Bun kalau disini kamu mau istirahat di mana hem ...?" jawab Roy tak setuju dengan permintaan Istrinya .
" Pokoknya Kasih mau.... " kalimat Kasih sudah terpotong oleh Ibunya .
" Kasih nurut sama suami mu ya ... jangan membantah apalagi ini untuk kebaikan kamu dan juga calon anak mu kan ... Sana pulang istirahat ya ... Disini Ibu banyak yang jaga ko ..." ucap Ibu pada Kasih yang langsung mengangguk kan kepalanya .
" Yaudah Kasih pulang dulu ya Bu ... besok pagi Kasih kesini lagi buat jemput Ibu ya ...". kata Kasih dan di angguki oleh Ibu dengan tersenyum teduh .
Walaupun berat berpisah dengan Ibu nya lagi Kasih pun pulang seperti permintaan suaminya yang sedang menggenggam tangan nya dengan erat .
" Terimakasih banyak ya Ka ... " ucap Kasih dengan tulus pada suaminya di saat mereka berjalan beriringan menuju parkiran mobil.
" Iya sama - sama yang penting jangan banyak ngelawan lagi sama suami ... " jawab Roy dengan mengusak rambut Istrinya dengan gemas .
**********