
" Jika kamu ingin hidup bahagia , jangan biarkan masa lalu mu mengusik mu . Kamu boleh melihat ke belakang , namun jangan membawa nya kembali ."
*******
Di kamar yang luas dan lebar seorang wanita cantik sudah selesai dengan urusan kedua putrinya dengan di bantu oleh suami dan Ibu mertuanya .
" Hana lebih baik kamu bersiap biar si kembar Mamih yang selesai in ". ujar Mamih Esty kepada menantunya Hana .
" Iya Mih ". Hana pun langsung beranjak menuju ke ruang ganti dan mendapati sang suami yang juga sedang bersiap . Hana pun masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti pakaiannya .
Hana keluar dari dalam kamar mandi dan langsung menuju ke meja rias nya , di pantulan cermin Hana bisa melihat sang suami yang sedang menggunakan jam tangan mahal koleksi nya . Hana pun tetap memoles wajah nya dengan make up natural agar tampak lebih fresh .
" Kalau mau ketemu Mas mantan gak perlu dandan Hana ". ucap Dean dengan dingin .
" Aku dandan bukan untuk dia , tapi buat kamu ." jawab Hana dengan tersenyum kecil.
" Waah udah pinter merayu ya ". kata Dean dan langsung mulai mengganggu Hana .
" Dean ih sana , gak kelar - kelar ini ". usir Hana pada Dean yang bergelayut manja .
" HANA udah selesai belum !". Panggil Mamih Esty pada Hana dari ruang tidur .
" Ini Mih , Dean nya gangguin terus ." balas Hana dari ruang ganti .
" DEAN JANGAN GANGGUIN HANA ". teriak Mamih Esty .
" Kamu sih ". kata Dean pada Hana dan langsung beranjak keluar.
" Hahahha " Hana tertawa .
*****
" Apa sih Mih teriak teriak gitu , kan kasihan anak Dean kaget ". kata Dean saat sudah ada di depan Mamih .
" Lagian kamu nya gangguin Hana , gak tu cucu Mamih gak kaget wlee ". jawab Mamih Esty bertepatan dengan keluarnya Hana .
" Yaudah saya mau ke kamar Kakak dan Abang dulu mau lihat mereka udah selesai belum ." kata Dean dan di angguki oleh Hana dan Mamih Esty.
******
Dean pun turun ke lantai 2 dimana letak kamar kedua putranya dan Dean pun membuka pintu kamar . Di lihatnya kedua putranya yang sedang mulai bersiap .
" Waah anak-anak Papah ganteng banget heem ?". kata Dean sambil menghampiri Abang Rafa . kedua putranya hanya tersenyum mendengar pujian dari Dean .
" Uni mana sepatu nya anak - anak ?" tanya Dean pada asisten yang mengasuh kedua putranya.
Mendengar ucapan Pak Bos nya , Uni pun langsung beranjak. mengambilkan apa yang di minta Dean .
" Ini Pak Bos ." kata Uni sambil memberikan 2 pasang sepatu .
" Ini anak - anak udah selesai kan ?". tanya Dean pada Uni .
" Sudah Pak Bos ". jawab Uni .
" Kalau gitu tolong kamu bawa koper mereka ya ." perintah Dean pada Uni dan Uni langsung menjalankan perintah Bos nya.
" Yaudah ayok Kakak , Abang duduk sini Papah pakaikan sepatu nya ." ujar Dean dan langsung di turuti dua putranya . Dean pun mulai berjongkok di depan dua bocah laki-laki yang tampan dan mulai memakai kan sepatu secara bergantian .
" Udah selesai , Ayo kita turun pamit sama Opa , Oma dan Om Roy , Siapa yang minta di gendong Papah ". ucap Dean pada kedua bocah laki-laki itu.
" Abang Pah ,"
" Kakak dong gantian ". kedua bocah laki-laki itu pun berebut minta di gendong Papah sambung nya .
" Yaudah kalau gitu Kakak gendong belakang dan Abang gendong depan ya ". ujar Dean dan di angguki oleh kedua anak laki-laki itu dengan berseru senang .
" Hore Hore"
Dean pun mulai menggendong kedua putranya dan langsung beranjak jalan menuju lantai 1 dimana sudah ada Joni yang menunggu nya .
*******
Hana yang menggendong bayi pertama Sheila dan Mamih Esty yang menggendong bayi keduanya Sheina pun sudah berada di lantai bawah dan sudah di tunggu oleh Papih Dika dan Roy .
" Hana sini Papih pinjem dulu sebelum berangkat ". kata Papih Dika .
" hahaha Papih emang keponakan Roy barang di pinjem ". sahut Roy .
" Suka - suka Roy kamu tuh suka ngajak ribut orang tua ya ". jawab Papih Dika dengan bercanda .
" hahaha " dan semua nya pun tertawa mendengar perdebatan anak dan Ayah .
Hana pun memberikan bayi yang di gendong nya pada Papih Dika . Hingga pandangan nya pun tertuju pada seorang pria tampan nan gagah sedang menuruni anak tangga dengan menggendong kedua putranya dengan di iringi canda tawa nya .
Sesampainya di lantai bawah dean pun langsung menurunkan kedua putranya .
" Sudah sampai , wah kasihan Adek Sheila dan Sheina gak di gendong ya " ucap Dean dan pandangan nya pun langsung tertuju pada seorang wanita cantik yang sedang terbengong entah apa yang sedang di lamunkan nya hanya Author yang tahu 😉🤭.
Dean pun langsung mendekati Hana dan langsung mencium bibir manis Istrinya sekilas di hadapan semua keluarga nya yang mena membuat heboh seisi ruangan .
" Cup "
" DEEEAAANN " pekik Hana yang tersadar dan malu karena di lihat seisi penghuni rumah .
" OY YA AMPUUNN DEAN TAU TEMPAT
DONG ". teriak Roy melihat kelakuan adik nya . Papih Dika dan Mamih Esty hanya menggeleng kan kepalanya dan semua asisten rumah tangga nya hanya tersenyum lucu melihat Bos nya .
" Lo b*go atau apa ada anak-anak Lo nih , dasar yaa " kata Roy lagi sambil melepaskan tangan nya yang menutupi mata si sulung Rama.
" Berisik Roy , iri Lo ya ". ucap Dean santai .
" Bos mari berangkat " ucap Joni pada Bos nya dan di angguki oleh Dean .
" Yaudah Yo anak-anak kita berangkat " ucap Dean pada kedua putranya .
" Ayo Roy antar Mamih ikut ke bandara ". pinta Mamih Esty pada Roy.
" Mamih sama Papih gak usah anter soalnya kita sampai sana langsung take off ". ucap Dean .
" Yaudah tapi jangan lama-lama ya di sana nya , entar Mamih sama Papih pasti kangen banget sama anak - anak ". jawab Mamih Esty .
" Tergantung istri Dean bernostalgia sama Mas Mantan nya lama atau gak ." kata Dean menyindir Hana dan langsung di cubit kuat oleh Hana .
" Gak usah ngaco kalau ngomong ". ucap Hana .
" Aauuwh aaiis Hana kebiasaan ". pekik Dean .
" Yaudah Mih Pih dan Bang Hana dan anak-anak pamit ya Assalamu'alaikum " pamit Hana dan langsung beranjak keluar menuju mobil meninggalkan suaminya yang meringis atas cubitannya .
" Lagian ngomong tu di jaga Dean ". omel Papih Dika .
" Hahaha mampus Lo … Kuatkan lah hatimu disana Dean hahahaha" ejek Roy dengan tertawa .
" Berisik Lo ". Dean pun mendengus dan menyusul istri dan anak - anaknya .
*******
Setelah menempuh perjalanan dari rumah menuju bandara dengan waktu kurang dari 1 jam . Akhirnya rombongan Dean pun sampai di bandara dan Hana masih mendiamkan suaminya yang menurut nya sangat menyebalkan sampai masuk ke dalam pesawat pun Dean masih di cuekin oleh Hana .
" Uni kamu duduk sama saya sambil pangku Adek Sheila ya ." kata Hana pada Uni.
" Iya …". kalimat Uni terpotong.
" Gak bisa , kamu Uni duduk dengan Joni pangku Kakak Rama dan Abang Rafa ". ucap tegas Dean dan di angguki oleh Uni sambil menuju tempat duduk nya .
Hana yang kesal pun menghentakkan kakinya menuju ke tempat duduk nya masih dengan bibir yang mengerucut .
Dean pun mengikuti Hana duduk di sampingnya.
" Han jangan marah terus ... iiih jelek tau ." kata Dean .
" BODO , emang jelek , janda lagi ". jawab Hana ketus .
" Aaiis beneran marah dia " gumam Dean dalam hati .
" Hey udah gak janda lagi tau , kan udah jadi istri seorang Dean ". ucap Dean merayu namun tetap tak di hiraukan oleh Hana .
" Kalau masih marah saya bakal nekat cium kamu disini ya ". ancam Dean dan Hana pun menoleh dengan mata yang melotot .
" Jangan macem-macem Dean ."kata Hana .
" Makanya jangan marah lagi yaa … Maafin saya ya ?". ujar Dean dengan mengerlingkan sebelah matanya sambil memberikan kelingking nya .
Hana yang tak tahan dengan kelakuan Dean suaminya pun akhirnya tersenyum dan menautkan jari kelingking nya.
" Jangan sindir - sindir gitu lagi Dean , saya gak suka . Saya tau batasan dengan Ayahnya anak-anak Dean ". ucap Hana dan Dean langsung merangkul tubuh Hana.
" Iya maaf ya , kalau tadi sudah keterlaluan ." ujar Dean dengan sesekali mencium puncak kepala Hana.
" Iya janji jangan gitu lagi , saya seorang istri yang pernah gagal dalam berumah tangga Dean dan saya tak mau itu terulang lagi ". jawab Hana masih dengan bersender di bahu Dean .
" Iya kita sama - sama pernah merasakan gagal berumah tangga dengan konflik yang berbeda Hana . Mari kita jalani dengan ikhlas dan baik demi anak-anak , yaudah istirahat ya ". ucap Dean dengan lembut .
******