
Di Bali Hana pun masih melakukan aktivitas rutin nya yanng mana dari subuh setelah ia mengerjakan kewajiban kepada sang pencipta ia lanjut berjalan santai di tepi pantai berharap saat melahirkan nanti lancar dan lanjut memasak untuk nya dan Anis serta membuat berbagai macam kue yang di bantu Bu Ani dan di bawa ke kios kue nya .
Usia kehamilan Hana pun sudah menginjak 9 bulan , ya kata orang tinggal menunggu siang malam nya sang buah hati siap untuk di lahirkan di dunia ini .
" Mba Hana sana istirahat dulu kan buat kue kue nya sudah selesai Bu Ani tinggal nunggu matang terus ibu langsung antar ke kios sekalian pulang jadi Mba Hana nya istirahat dulu saja ." ucap Bu Ani melihat wajah Hana yang sedikit pucat .
" Bu apa Hana akan melahirkan ya ?" tanya Hana .
" Emang sudah ada tanda-tanda nya nak ? ". tanya balik Bu Ani .
" Yang keluar segala macam itu si belum cuma punggung Hana rasanya kaya mau patah Bu ." kata Hana sambil mengelus perut nya yang sudah sangat besar .
" Ya jelas sakit Mba yang hamil 1 bayi aja rasanya udah ga karuan apa lagi yang kembar pasti tambah mantap ya rasanya ." ucap Bu Ani bercanda .
" hehehe Bu Ani bisa aja ." ujar Hana dengan tersenyum kecil.
" Mba sebaiknya dari sekarang orang tua nya Mba Hana di telpon buat datang kesini biar lebih tenang ." kata Bu Ani mengingatkan .
" Oh iya Bu , nanti Hana akan hubungi ibu dan bapak deh biar sekalian Hana kangen sama anak anak . terimakasih ya Bu ". ujar Hana .
" Iya yaudah sana istirahat pintu nya di tutup , ibu mau antar kue terus langsung pulang ya , Assalamualaikum." pamit Bu Ani lembut .
Ya Bu Ani memang sudah menganggap Hana seperti anaknya sendiri karena wanita paruh baya itu sejak Suami nya meninggal karena sakit yang di deritanya tepat 3 bulan pasca suami nya meninggal anak semata wayang nya pun ikut menyusul sang Ayah karena kecelakaan lalulintas . Dan Bu Ani pun hanya hidup seorang diri di Bali .
Setelah Bu Ani keluar , Hana pun langsung menutup pintu rumah nya dan merebahkan tubuhnya dengan pikiran yang melanglang buana .
" Kakak Rama , Adek Rafa Mamah kangen sayang . Maaf kan Mama ya nak gara gara mamah kalian harus pisah sama Ayah ."
"Mas Fandi gimana kabar mu , apa kamu sudah menemukan pengganti ku Mas ".
" Dean ? "
" ku harap kita tak akan pernah bertemu lagi ."
ujar Hana sebelum ia memejamkan matanya menuju dunia mimpi .
*****
Di Gedung tinggi nan mewah seorang pria tampan sedang duduk di kursi kebesarannya mengerjakan pekerjaan nya dengan perasaan yang tidak bisa di artikan .
Pikiran nya selalu tertuju pada seorang wanita yang sedang mengandung darah daging nya yang entah berada di mana .
" Hana kemana kamu pergi ?"
" Kemana lagi saya harus cari kamu Hana ?". gumam Dean dalam hati pasalnya ia bahkan sampai mencari Hana dan kedua anaknya di kota Madiun lebih tepatnya tempat tinggal mantan suami dari Hana dengan ditemani pengawal pribadi nya sekaligus asisten pribadi yang baru Joni , orang yang menggantikan Roy karena Roy menduduki jabatan Wakil Direktur di Perusahaan Dewantara Group.
Balhkan di rumah orang tua Fandi , adu jotos pun tak bisa di hindari antara Dean dan Fandi beruntung disana ada Joni dan Rendi kakak ipar dari Fandi yang dapat melerai mantan suami Hana dan Ayah kandung dari bayi yang dikandung Hana .
Di sana Dean pun tidak mendapatkan informasi apapun karena Fandi memilih untuk bungkam seribu bahasa soal tempat tinggal mantan mertuanya .
" Han kata Mamih gak lama lagi kamu akan melahirkan anak anak ku dan gimana keadaan mu disana Hana ?". gumam Dean dalam hati .
Saat Dean sedang melamun kan wanita yang sedang mengandung darah daging nya terdengar suara ketukan pintu yang membuyarkan lamunannya.
" Tok tok tok "
" Masuk " ucap Dean dingin
" Permisi Bos menganggu waktunya ". ujar seorang pria perawakan tinggi besar dan sedikit gelap kulit nya .
" Saya membawa informasi Bos mengenai orang yang sedang anda cari ". jawab Joni , Asisten pribadi Dean yang di perintah untuk mencari Hana . Joni serta rekan rekannya mencari petunjuk soal kepindahan keluarga Hana di kota Semarang tepatnya di rumah lama orang tua Hana.
" Serius kamu ?" jawab Dean dengan semangat.
" Benar Bos di Semarang saya bertemu dengan sahabat adik dari nona Hana dan ia memberikan alamat tempat kerja adiknya nona Hana yang bernama Alfa ". jelas si Joni pada Bos nya .
" Sekarang antarkan saya ke tempat kerja Alfa ". ujar Dean sambil memakai jas yang di letakkan di kursinya .
" Baik Bos ." jawab Joni .
Saat Joni akan membuka pintu ruangan untuk Bos nya ternyata sudah keduluan dengan orang yang ada di depan pintu .
" Wait mau kemana Lo ?". ya Roy lah orang yang masuk.
" Kami ingin pergi ke tempat kerja Alfa adik dari nona Hana Pak Roy ." jawab Joni .
" Gak , gak boleh Bos Lo yang lagi stres itu harus mimpin meeting dengan para manager dari semua cabang . Jadi dia gak boleh pergi ke mana mana ". Ucap Roy menggebu gebu geram dengan adik sekaligus Bos nya di kantor pasalnya sejak Hana pergi Dean hanya sibuk mencari Hana dan berdiam diri kamar nya meratapi penyesalan yang kedua kalinya dalam hidup seorang Dean.
" Apa apaan sih Lo Roy ?". ucap Dean sewot .
" APA LO MAU MARAH , silahkan tapi gue minta Lo pimpin dulu meeting nya Dean , atau gak !". jawab Roy tegas sambil berjalan maju ke hadapan Dean dengan sorot mata tajam nya.
" Lo boleh merasa menyesal atas kebodohan Lo Dean tapi gak gini juga Lo gak bertanggung jawab atas pekerjaan yang menyangkut nasib orang banyak Dean ." kata Roy menantang Dean . tau bahwa Roy benar benar marah akhirnya Dean pun mengalah mengakhiri perdebatan antar kakak beradik itu .
" Oke gue mau meeting ". ucap Dean menyerah dan mengangkat kedua tangannya keatas.
"Joni kamu sekarang pergi ke kantor Alfa selidiki dia dan laporkan sama saya ." perintah Dean pada Joni yang langsung di angguki nya.
Dean pun langsung melangkah kan kakinya ke ruangan meeting yang di ikuti oleh Roy di belakangnya .
*****
Dengan kecekatan nya dalam menjalankan tugasnya Joni pun dengan mudah nya mendapatkan informasi mengenai Alfa bahkan alamat rumah yang di tempati oleh Alfa dan kedua orang tua nya pun sudah di ketahui oleh Joni dengan mudah nya.
Sudah mendapatkan apa yang di minta oleh Bos nya Joni pun menghubungi atasannya itu.
" Drtttt drrttt " ponsel Dean bergetar di atas meja .
Dean yang sedang beristirahat sejenak setelah selesai meeting nya pun langsung bergegas mengambil ponsel nya yang bergetar dan ternyata Joni lah yang menghubungi nya.
📞 " halo ada apa " ucap Dean.
📞" ini Bos saya sudah mendapatkan alamat tempat tinggal Alfa adik dari nona Hana Bos , bahkan saya sekarang berada di seberang jalan depan rumah itu Bos." lapor Joni pada Bos nya.
📞 " Oke good job , apa di sana kamu lihat seorang wanita hamil ?".
📞 " Tidak Bos ,saya hanya melihat 2 orang sepasang parubaya , 1pemuda Alfa namanya dan 2 bocah kecil laki laki bos " Joni menjelaskan laporan nya .
📞 " Kamu yakin ?" mendengar ucapan Joni , Dean pun merasa heran .
📞" Oke saya akan kesana ". ucap Dean dan langsung mematikan telpon nya sepihak .
Mendengar laporan dari orang kepercayaan nya ,setelah selesai dengan meeting nya Dean pun langsung melesat menuju rumah yang di maksud .
*****