Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 213


Dengan senyum yang melengkung indah menghiasi wajah sepasang suami istri menambah ketampanan bagi sang suami dan keanggunan untuk sang istri saat masuk ke dalam tempat acara pernikahan Fandi Afendi yang


tak lain adalah mantan suami Hana Fishera membuat banyak pasang mata yang ada di tempat itu menatap Dean dan Hana dengan takjub , di tambah dengan sikap Dean yang tak melepaskan rangkulannya di pinggang sang istri dengan posesiv dengan tangan satu menggandeng putra keduanya Rafa .


Fandi yang melihat sikap Dean pada Hana hanya bias tersenyum kecut … Saat ia menoleh ke samping dimana ada seorang wanita cantik yang sekarang sudah menjadi istri nya sedang tersenyum manis membuat Fandi merasa


bersyukur Tuhan masih baik pada ku pria egois yang masih diberi kesempatan  untuk kembali bersanding dengan wanita manis dan baik hati yang mulai hari ini sudah resmi menjadi istri nya dan ibu sambung


untuk kedua putranya berbeda dengan istri baru nya yang melihat mantan istri suaminya dengan tatapan kagum karena kecantikan nya .


Melihat istrinya berkeringat Dean pun langsung mengajak Hana untuk duduk di tempat yang sudah di sediakan dengan di ikuti Uni dan Johan yang mendorong stroller Baby Sheina dan Sheila lain lagi dengan kedua putra nya yang langsung berhambur ke pelukan Uty Tuti dan Mbok Jum .


Saat Dean , Hana , Johan dan Uni duduk di tempat yang tersedia setelah menyapa keluarga Fandi , Mba Fani pun menghampiri Dean sekeluarga untuk menikmati hidangan yang sudah di sediakan dan tak lupa Mba


Fani menjawil pipi gembil dua balita cantik yang sedang tertidur di stroller nya dengan tenang tanpa terganggu dengan suara bising sound khas acara pernikahan .


“ Ya ampun makin cantik banget nih adek Sheila dan Sheina nya … Kalau gak bobo udah tak uyel-uyel deh … Dikasih makan apa sih Han bias cantik gitu …?”. Ucap Mba Fani yang berjongkok di dekat stroller si kembar dengan gemas .


Mendengar celoteh Mba Fani , Hana pun terkekeh geli berbeda dengan Dean yang sedikit terganggu saat  melihat pipi kedua putri kembarnya di jawil- jawil mantan ipar istrinya , bukan karena tak boleh hanya saja Dean berfikir


jika kedua putri kembarnya terbangun sudah bias di pastikan istrinya tidak mempunya waktu santai .


“ Mba Fani tuh lucu deh … ya mam bubur dong tante …”. Jawab Hana dan Fani pun pura-pura ngambek dengan mengerucutkan bibirnya .


“ Jangan panggil Tante dong Han panggil sama kaya Rama dan Rafa aja Umi gitu …”


“ Mas nya gak keberatan kan kalau si cantik ini panggil saya


sama seperti dua Kakak nya …?”. Tanya Fani pada Dean .


“ Iya gak apa-apa …” jawab Dean dengan tersenyum .


“ Terimakasih ya Mas …” seru Fani senang dan detik kemudian Fani pun menepuk pelan keningnya .


“ Oh iya sampe lupa tujuan kesini gara-gara liat anak cantik-cantik sih … Hana ayo suaminya ambilkan makanan atau minumannya …  silahkan menikmati hidangan sederhana yang sudah kami siapkan …” kata Fani pada Hana dan Dean kemudian beralih pada Johan dan Uni .


“ Monggo Mas dan Mba nya juga jangan sungkan – sungkan loh … Ya sudah saya tinggal kebelakang ya ” Kata Fani pada Johan dan Uni yang langsung mengangguk dengan  senyum ramah nya .


“ Iya Mba Fan nanti Hana habisin jangan khawatir … makasih


ya …”. Jawab Hana dengan candanya dan Fani mengacungkan dua jempol nya pada Hana sebelum pergi .


“ Johan , Uni sana kalian ambil minum dan makanan selagi anak-anak masih asik main “. Suruh Hana pada Johan yang menganggukan kepalanya dan Uni .


“ Iya Bu … Bu Hana dan Pak Dean mau Uni ambil kan makanan atau minumanya ..?”. Tanya Uni dengan sopan .


“ Terimakasih Uni tapi gak usah biar saya yang ambil untuk istri saya … Sana kalian silahkan ambil untuk kalian sendiri .” tolak Dean dengan lembut yang langsung di angguki Uni yang langsun g beranjak jalan menuju stand makanan bersama Johan .


Setelah kepergian Uni dan Johan … Dean pun menoleh pada istrinya yang sedang memijit pelan kening nya .


“ Kenapa sayang ?”. Tanya Dean dengan lembut sambil mengelap keringat yang ada di pelipis istrinya dengan tisyu yang ada di meja .


“ Cuma sedikit pening sih Mas tapi gak apa – apa ko … Terimakasih suami ku ”. Jawab Hana dengan nyengir memperlihatkan deretan gigi rapinya setelah Dean menyelesaikan mengelap keringatnya .


“ yakin baik-baik aja kan , iya kasihan kamu keringetan gini panas ya … Oya kamar kecil nya dimana ya Mas kebelet nih ...?”. Tanya Dean pada Hana .


“ Aku takut salah Mas kan udah lama gak disini , mending Mas Tanya aja sama Mas Rendi tuh …” jawab Hana denga menunjuk Suami Mbak Fani yang tak jauh dari tempat mereka duduk .


“ Yaudah Mas ke kamar kecil dulu ya sekalian ambilin kamu makanan dan minuman … Jangan kemana- kemana ya jagain princess …” ujar Dean pada Hana yang mengangguk patuh sambil melihat Johan dan Uni yang sedang menikmati makanan nya di meja yang lain mungkin mereka sungkan dan Dean memakluminya … Sebelum pergi toilet Dean menyempatkan mencium pelipis Hana dengan lembut membuat Hana kaget dengan apa yang di lakukan suaminya .


“ Iiihk Mas malu tau banyak orang …”. Seru Hana dengan wajah


bersemu .


 


" Gak ada yang lihat sayang karena mereka lagi sibuk lihat pengantin nya ". jawab Dean santai sambil melangkah kan kakinya menuju Rendi berada dan Hana hanya mencebikkan bibirnya karena sikap Suaminya yang tak tau tempat .


*****


Di tempat yang sama Fandi yang melihat kedatangan keluarga mantan istrinya dan kedua putranya serta desakan sang istri yang sudah tak sabar ingin berkenalan dengan kedua putra sambungnya . Fandi pun langsung


menggandeng mesra tangan istrinya agar istrinya tak jatuh karena kebaya panjang yang di pakai Reni mengajak mendekat pada  dua putra nya yang masih asik becanda dengan Kakak sepupunya dan Utynya


.


 “ Assalamualaikum Kakak Rama , Adek Rafa gak kangen kah sama Ayah heum …”ucap Fandi saat ia hanya berjarak 5 langkah dari anak- anak nya .


“ Ayah … Ayah …”. Seru Rama dan Rafa sambil melangkah kan kakinya mendekat pada Dandi yang merentangkan kedua tangan nya dan masuk kedalam dekapan hangat Ayahnya .


Kakak Rama dan Rafa yang mendengar suara Ayahnya pun langsung berhambur ke dalam dekapan hangat sang Ayah yang sudah lama mereka rindukan dan Reni pun melihat dengan terharu sampai tak sadar air mata nya


menggenang di pelupuk matanya .


 


“ Rindu sama Ayah gak Kak Dek … Ayah rindu banget nak …”. Tanya Fandi saat memeluk kedua putranya .


 


“ Kangen Ayah …” jawab keduanya dengan mengangguk di dekapan sang Ayah dan Fandi pun mengelus lembut rambut kedua putranya dan mencium pucuk kepala anak-anak nya … Lama mereka berpelukan sampai mata Fandi melirik pada wanita yang sedang melihat yang dilakukannya dan kedua putranya .


“  Uh anak-anak Ayah udah besar dan tampan lagi … “. Ucap Fandi dengan mengurai pelukannya sambil melihat


wajah kedua putranya yang tumbuh dengan baik dengan Mamah dan keluarga barunya .


“ Kakak Rama dan Adek Rafa gak nakal sama Mamah dan Papah kan …?”. Tanya Fandi pada dua putranya sambil menghapus air mata rindu keduanya


.


“ Gak Yah kami gak nakal makanya Mamah dan Papah gak pernah marahin kita ya Dek ..”. jawab Rama sambil menyenggol Adiknya yang mengangguk membenarkan pernyataan sang Kakak membuat Fandi tersenyum dan mencium kembali kening kedua putranya yang sudah lama tak bertemu hingga ekor matanya pun


melirik pada Reni yang masih memperhatikan interaksi antara dirinya dan dua putranya dengan penuh minat .


“ Ehem “. Fandi berdeham hingga kedua putranya mengernyit menunggu apa yang akan di katakana sang Ayah .


“ Kakak Rama , Adek Rafa lihat kebelakang ada yang ingin berkenalan sama kalian loh …”. Kata Fandi , kedua putranya pun dengan kompak menoleh ke belakang dimana ada Reni istri baru Ayah nya yang sedang tersenyum


meneduhkan pada dua bocah tampan di hadapanya.


“ Sayang kenalin wanita cantik itu istri Ayah …. Yang pasti


menjadi ….”.kata Fandi terhenti karena bingung memberikan panggilan apa pada


istri barunya untuk kedua putranya karena mereka memang belum membicarakan


sebelum nya dengan Reni .


“  Ka Rama Adek Rafa bias panggil aku Ibu Reni … “. Ucap Reni dengan penuh kelembutan yang mana kedua


bocah laki-laki itu malah menjadi bingung .


“ Ya Ibu Reni … Kakak Adek ( Fandi menghela nafas sejenak sebelum menjelaskan pada kedua putranya mengenai siapa Reni ) Ibu Reni ini istri Ayah yang akan menjadi Ibu untuk Kakak dan Adek sama kaya Papah Dean …” Fandi


menjelaskan dengan penuh kehati-hatian pada kedua putranya yang manggut - manggut entah mengerti atau tidak dengan penjelasan dari Ayah nya .


“ Oh Kakak ngerti jadi Kakak sama Adek Rafa punya Mamah Hana dan Papah Dean juga punya Ayah Fandi dan juga Ibu Reni gitu ya … “. Jawab si sulung Rama dengan senang yang di ikuti Adiknya membuat Fandi dan Reni terseyum lega karena mengerti dengan penjelasanya .


“ Salam kenal ya dari Ibu Reni …. Ibu akan berusaha menjadi Ibu yang baik untuk Kakak dan Adek dan semoga Kakak Rama dan Adek Rafa bias menerima Ibu ya …” ucap Reni dengan lembut sambil mengulurkan tangan nya pada dua bocah laki-laki dihadapannya dengan senyum manis nya .


Karena sudah terbiasa mengatasi anak-anak maka tidak sulit untuk Reni bias akrab dengan dua anak sambungnya dengan perkenalan singkatnya membuat Fandi tersenyum senang kedua putranya bias menerima istri baru nya yang ia yakini wanita yang terbaik untuk mendapingi nya sampai akhir nafasnya .


 


“ Wah yang punya Ibu baru Ayahnya jadi di cuekin nih …”. Ucap Fandi menggoda dua putranya .


“ Ih kasihan deh Ayah …. Ibu Reni seru orang nya “. Jawab si sulung Rama yang duduk di samping Ibu sambungnya yang juga di angguki oleh Rafa yang duduk di pangkuan Reni .


“ Yaudah lah kalau Ayahnya di cuekin … Ayah mau nemuin Mamah Hana dan Papah Dean dulu ya …”. Ujar Fandi yang di angguki kedua putranya tanpa mengalihkan pandangannya dari cerita lucu yang sedang di berikan oleh Reni .


“ Dek mau ikut nemuin Mamah dan Papah nya anak- anak gak ..?”. Tanya Fandi pada Istrinya .


“ Aku nanti nyusul ya Mas … lagi seru sama anak – anak nih “. Jawab Reni dengan senyum manis nya .


“ Kamu gak cemburu kan Dek kalau Mas nemuin Mamahnya anak- anak ?”. goda Fandi pada Reni .


“ Ya gak lah Mas karena kita dan Mbak Hana kan udah jadi saudara … Aku yakin Mas bukan pria yang seperti itu lagian kalau Mas mau macem-macem langsung disikat sama Suami nya Mbak Hana yang aku lihat sangat


mencintai Mbak Hana tuh lihat …”. Jawab Reni dengan bijak sambil menunjuk Dean yang sedang mencium Hana .


 


“ Iya kamu benar sebelum Mas macem-macem Mas udah habis duluan liat aja dia kemana-mana bawa bodyguard gitu … Yaudah Mas kesana duluan ya , nanti kamu nyusul loh Mas kenalin sama mereka “. Seru Fandi sambil melihat kearah Johan yang berbadan lebih berotot dari Joni yang tak jauh dari Dean dan Hana dan Reni pun mengiyakan pinta sang Suami dengan senyum manis nya .