
..." Selama kita masih punya Tekad yang terpelihara dalam Semangat , maka tidak ada kata Terlambat untuk memulai sebuah Awal yang baru !"...
******
Tepat pada jam 4 pagi Hana terbangun dengan ringikan salah satu bayi nya karena merasa haus , Hana pun langsung memberikan asi pada bayi keduanya dengan hati - hati mengingat bahwa di dalam kamar nya terdapat kedua putranya, satu bayinya serta pria yang di panggil Papah masih tertidur dengan lelap nya .
Setelah menyusui bayi keduanya yang sudah tertidur kembali berganti dengan bayi pertama nya yang menginginkan asi , Hana pun langsung meletakkan bayi keduanya dengan sangat pelan dan langsung mengambil bayi pertama nya.
Melihat kedua bayi kembar nya sudah tertidur lagi Hana pun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya sebelum semua anaknya terbangun dan tidak lupa membawa pakaian ganti nya ke dalam kamar mandi .
******
Bu Wina dan Anis Masi berkutat di dapur dan tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar rumah .
" TOk tok tok"
" Anis kaya denger suara orang ketuk pintu coba nak buka takut suaranya ganggu si kembar .
" Iya Bu Anis buka pintu titip ya Bu ." jawab Anis dan langsung beranjak menuju pintu saat melewati kamar Hana , Anis pun tersenyum melihat pemandangan Dean dan anak anaknya tertidur pulas dan Anis pun langsung melanjutkan jalannya .
" Ceklek "
" Eh Mas Alfa , masuk mas ". ucap Anis pada sosok pemuda tampan dan putih bersih.
" Iya nis terima kasih ya ". ucap Alfa pada Anis .
" Oya Anis tinggal sebentar buat panggil Ibu ya ." kata Anis dan masuk kedalam rumah . Alfa pun ikut melangkah kan kakinya masuk ke dalam namun sampainya ia di depan kamar utama ia terkejut mendapati seseorang yang membuat ia geram dengan langkah cepat Alfa pun menarik nya .
" Buuk " suara Dean terjatuh dari ranjang karena di tarik dengan kasar oleh Alfa .
" DASAR BRENGS*K LO BISA - BISA NYA LO TIDUR DI KAMAR INI ."
teriak Alfa sambil melayangkan bogem mentah pada pipi Dean yang tak sempat menghindar karena terkejut .
" BuGh "
dan saat Alfa akan melayang kan bogem mentah nya lagi , Dean dengan cepat memegang kepalan tangan Alfa dengan keras dan memutar nya kebelakang tubuh Alfa mengunci nya dengan keras hingga membuat Alfa meringis dan mengeluarkan umpatan.
" Br*ngs*k , b*jing* LEPAS ". teriak Alfa dan Dean semakin meng kencang kan kuncian nya yang mana membuat Alfa semakin mengadu ke sakitan.
" Kalau mau nyerang lawan jangan pas si lawan gak siap untuk menyerang itu sama saja dengan PENGECUT DAN PECUNDANG ". ucap Dean pada Alga sambil mengelap darah yang keluar dari sudut bibirnya dengan satu tangannya yang bebas .
Keributan itu membuat Hana yang keluar dari kamar mandi , Bu Wina dan Anis yang ingin menyambut kedatangan putranya terkejut melihat Dean dan Alfa ,
Dan karena keributan itu membuat semua anak-anak yang sedang tertidur di kamar itu pun menangis terkejut .
" DEAN "
" ALFA APA - APA AN KALIAN " teriak Hana . mendengar teriakkan Hana , Dean pun dengan santainya mendorong tubuh Alfa jatuh ke kasur .
Dean pun langsung mendekap kedua tubuh bocah laki-laki yang menangis , Hana dan Anis menggendong kedua bayi kembar yang menangis ,Bu Wina yang membantu Alfa bangun .
" Huua Papah bedalah huhuhu". tangis si Rafa semakin pecah saat melihat ada darah di bibir Dean .
" Hay sudah cup cup jangan nangis lagi Papah gak apa-apa nak ". kata Dean .
" Jelaskan ada apa sebenarnya ?". ucap Pak Wahyu dengan serius .
" Dean gak tau Pak , pas Dean tidur tiba - tiba dia narik Dean sampai jatuh dan langsung menonj*k Dean dan Dean mengunci pergerakan nya biar gak nyerang Dean lagi ". ucap Dean pada Pak Wahyu .
" Benar itu Alfa ?". tanya Pak Wahyu.
" Lagian suruh siapa cowok br*ngs*k ini ada disini kurang ajar banget ". jawab Alfa sambil memegang tangan yang di pelintir Dean .
" Suruh Ibu , karena semua keponakan mu membutuhkan cowok yang kata mu br*ngsek Alfa ". ucap Bu Wina pada putranya yang terkejut.
" Alfa kenapa kamu gak tanya dulu , 2 x Bapak lihat kamu main pukul sama orang Alfa . Bapak sudah sering bilang jangan pernah dahulu kan emosi Al ." kata Pak Wahyu.
" Kenapa bisa ?". tanya Alfa .
" Ya bisa karena sebentar lagi cowok yang kata mu brengs*k akan menikah dengan Mba Na
mu ". jawab Bu Wina dan semua orang terkejut .
" Hah Mba itu gak mungkin kan , masa Mba mau sama cowok yang udah buat Mbak menderita dan terpisah dengan Mas Fandi ." ucap Alfa . mendengar ucapan Alfa , Dean pun beranjak keluar kamar dengan menggendong kedua putra Hana .
" Alfa , Mba gak lupa soal itu Al . Tapi Dean sudah sangat berusaha untuk memperbaiki diri Al dan semua orang pasti pernah melakukan kesalahan dan Mba mau kasih kesempatan untuk Dean berusaha Al . Kesempatan yang gak Mba dapatkan dari Mas Fandi ... hiks hiks hiks ". ucap Hana dengan menangis .
" Mba gak minta kamu baik dengan dia cuma Mbak minta kamu hargai sedikit usaha nya karena biar gimanapun dia Papah dari 2 keponakan mu dan lebih tua juga usianya dari kamu Al . " Ucap Hana dan langsung meletakkan kedua bayi kembar nya di stroller dan mengambil kotak p3k setelah nya mendorong stroller bayi nya keluar kamar meninggalkan Alfa dan semua nya termangu mendengar ucapan Hana .
******
Di luar halaman rumah Dean duduk di kursi taman dengan di temani dua Kakak beradik yang sudah tenang dan mulai bermain walaupun hari masih terlalu pagi .
Dean duduk terdiam dengan pandangan yang menerawang jauh.
" Huuuffttt … gak perlu marah De bukan kah semua yang di bilang adiknya benar adanya . Kalau Lo emang seorang penghancur dari rumah tangga Hana dan suaminya .
Dan Lo juga penyebab seorang wanita tak berdosa menderita dengan segala kepiluan yang di terima nya . Lo masih beruntung De , wanita itu gak ada niat untuk menggugurkan kandungan nya hasil dari kebejatan yang tidak moral dari Lo .
Mau sampai kapan pun Lo akan menjadi seorang pria yang merenggut kebahagiaan dua pasang suami istri . Jadi kalau Lo di bilang gitu jangan marah emang Lo yang salah .
Tapi dari sekian banyak kesalahan saya jujur dari hati yang terdalam saya ingin memperbaiki nya , mempertanggung jawabkan perbuatan saya walaupun sampai kapanpun tidak akan pernah bisa tertebus."
gumam Dean dalam hati sambil menengadah kan kepalanya keatas dengan mata yang berkaca-kaca dan Dean pun memejamkan matanya diikuti 1 titik air mata yang menetes .
Hingga lamunannya terbuyar karena ada elusan lembut di bahunya Dean pun langsung melihat seorang wanita cantik yang masih jelas terlihat matanya memerah dan masih ada sisa-sisa air mata .
Dean pun langsung melingkar kan tangannya di perut sampai kepinggang wanita cantik yang berdiri di dekatnya dengan wajah Dean yang berada di depan perut wanita itu .
" Maafkan semua kesalahan yang sudah saya perbuat pada mu Han ." ucap Dean dan Hana hanya mengelus bahu serta rambut Dean .