
Kini Hana bisa bernafas lega saat suaminya mengajak dirinya keluar dari pesta itu bukan karena pestanya tapi lebih pada pandangan semua orang terutama kaum perempuan yang melihat Hana seperti ingin menguliti Hana dan untuk kaum pria yang melihat nya dengan pandangan yang aneh menurut Hana .
Dean dan Hana langsung melajukan mobilnya menuju gedung apartemen dimana letak penthouse milik kakaknya Roy .
Tak butuh waktu lama Dean dan Hana sampai di lobby gedung apartemen , dengan menggandeng tangan Hana. Dean melangkahkan kakinya masuk ke dalam gedung dan langsung menuju pintu lift .
Di dalam lift Dean masih tidak melepaskan pegangan tangan nya .
" Sayang mau gak tinggal di pent house kaya gini ?". tanya Dean pada istrinya .
" Gak ah Mas kalau tinggal di sini tempat main anak-anak terbatas ." jawab Hana .
" Berarti gak mau dong ?". tanya Dean dan diangguki oleh Hana .
" Mas punya rumah kaya gini ?". tanya Hana .
" Punya tapi gak di sini ". jawab Dean .
" Buat apa ?". tanya Hana .
" Ya kalau lagi suntuk di rumah kan bisa ke penthouse dan bisa buat investasi ". jawab Dean dan Hana hanya manggut-manggut .
" Ting "
Pintu lift pun terbuka Dean dan Hana keluar menuju satu-satunya pintu.
" Semoga nomor akses nya belum di ganti ". ucap Dean dan mulai menekan satu persatu nomor yang biasa ia gunakan saat akan masuk ke penthouse milik kakaknya Roy.
" Ceklek "
" Untung nya belum di ganti , ayo sayang masuk seperti nya Roy ada di dalam tuh liat jas nya masih ada di sofa ." ucap Dean pada Hana .
Dean mulai melangkahkan kakinya menuju lantai 2 dimana letak kamar Roy dan di ikuti oleh Hana , Dean menoleh ke belakang melihat istrinya yang mengikuti dirinya .
" Sayang kamu duduk di situ aja soalnya Roy kalau di kamar sendiri an suka kaya tarzan , Mas gak mau kamu lihat aset milik pria lain selain saya ." ucap Dean menghentikan langkah Hana agar tak mengikuti nya .
" Diih gak ngaca kamu tuh kalau tidur juga suka bugil Papah ". sahut Hana .
" Biar cepet sayang , yaudah sana kamu duduk di sana ." jawab Dean dan menunjuk ruang tengah supaya Hana menunggu nya .
Setelah melihat istrinya tak mengikutinya Dean melanjutkan langkahnya menuju kamar sang kakak .
Dean memegang handel pintu dan mencoba membuka nya namun ternyata terkunci dari dalam dan Dean pun menempel kan telinganya di pintu kamar berharap mendengar suara sesuatu .
Namun seketika Dean menepuk keningnya sendiri .
" Duh bodoh nya gue kamar ini kan juga kedap suara mau nunggu sampe tahun depan juga gak bakal kedengaran , lagian ini tumben banget sih pake acara di kunci lagi ngapain sih nih orang ". gumam Dean .
Dean pun mulai mengetuk pintu kamar.
" tok tok tok"
namun belum ada sahutan dari dalam kamar , Dean yang pada dasarnya bukan orang yang punya stok sabar yang banyak pun mulai tak betah menunggu .
" Dog dog dod ".
Dean menggedor pintu dengan tenaga dalamnya .
" Gila nih orang lagi apa sih di dalam ". gerutu Dean .
" Ceklek "
pintu kamar pun di buka dari dalam dan keluar lah Roy dalam keadaan yang sedikit berantakan .
" Oh shiiitt Dean ngapain sih Lo ". Roy menggeram .
" Lo yang apa - apa an , tiba-tiba nginep disini dan buat Mamih ngomel sepanjang hari dan Lo tau sasaran nya itu gue , Roy ". Dean menjawab tak kalah sengit sambil melangkah kan kakinya masuk ke dalam kamar Kakak nya dan mengamati kondisi kamar kakaknya .
" Lah kan gue udah kasih kabar sama Mamih , Dean . Lagian gue tuh cuma tidur aja disini gue lagi butuh suasana baru Dean ".ucap Roy dan duduk di kursi dekat dengan pintu balkon kamar .
" Sumpah ya tadi nya gue pengen banget nampol muka lu Roy ,Lo mengkambing hitam kan kerjaan kantor . sibuk darimana hah ?". sahut Dean.
" Sorry De , gue bingung mau ijin apa sama Mamih , Lo kan tau sendiri kalau gak ada alasan jelasnya pasti wawancara Mamih rumit banget Dean " . jawab Roy .
" Roy Lo lagi gak nyembunyi in sesuatu kan ?". tanya Dean menyelidik .
" Nyembunyi in apa an sih Lo , gak usah ngaco Dean . Oh ya Lo habis dari acara nya Pak handoyo ?". ujar Roy setenang mungkin karena ia tahu Dean bukan orang yang mudah untuk di bohongi .
Dan Dean hanya mengangguk kan kepala nya dan masih melihat Roy dengan dalam .
" Sama Hana tuh di bawah ". jawab Dean.
" Wah gile ni orang tau bawa Hana kenapa Lo malah ngoceh disini kan kasihan dia Dean ". Roy mengalihkan fokus Dean .
" Oh iya gue lupa , ayo turun Lo ". ajak Dean dan Roy pun mengikuti langkah kaki Dean turun menuju lantai 1 dimana ada Hana .
******
Kasih yang ada di balkon masih menangis meratapi nasibnya .
" Nasib gue kok buruk banget sih ... ketemu sama cowok sinting yang sial nya jadi suami gue ". gumam Kasih .
Sayup-sayup Kasih mendengar suara Roy suaminya dan seorang pria . Kasih pun mulai melihat dari celah korden yang sedikit tersingkap .
Dan Kasih mendengar Roy dan pria yang tidak ia kenal menyebut - nyebut nama Hana .
" Kok mereka nyebut nama Hana ya , yang di maksud Hana sahabat gue bukan ya ... ?
Ah rasanya gak mungkin , hello Kasih nama Hana tuh banyak kali di Indonesia ini ."
" Lagian tuh cowok siapa nya si brengsek ya ?, ah bodoh amat lah ". gumam Kasih .
Kasih yang lumayan lama berada di balkon yang menghembuskan angin yang lumayan menusuk tulang nya pun mulai merasakan kedinginan .
Kasih melongok kembali ke dalam kamar Roy yang ternyata sudah tidak ada orang dengan pelan kasih masuk ke dalam kamar dan beranjak masuk ke dalam ruang ganti .
Kasih berdiri di depan kaca untuk melihat penampilan nya yang lumayan memprihatinkan , rambut yang acak-acakan , bibir bawahnya yang bengkak dan robek sedikit .
Kasih menaikan kaos yang ia kenakan dan Kasih melihat banyak nya kiss mark yang bertebaran di tubuh bagian atasnya .
" Aduuh badan ku sakit semua gini ." ucap Kasih merasakan badannya yang benar-benar sakit .
Kasih pun keluar dari ruang ganti dan masuk ke dalam selimut tebal dan menutup semua badannya yang kedinginan dan tak butuh waktu lama Kasih langsung tertidur dengan pulas nya .
*******
Hana yang melihat kedatangan Dean dan Roy pun berdiri .
" Hay Han sampai juga ya kamu kesini ". sapa Roy .
" Iya kalau Abang gak buat huru hara Hana gak akan sampai sini , kasihan Mamih minta Abang pulang tau ." ucap Hana .
" Iya besok Abang pulang tapi malam ini Abang mau tidur disini dulu ya .." kata Roy dan Hana menganggukan kepalanya .
" Kalian ninggalin si kembar gak kelamaan ?". tanya Roy .
" Wah nih orang mau ngusir nih ". sahut Dean .
" Bukan gitu Dean , gue cuma kasihan nanti si kembar nangis tau ." jawab Roy .
" Abang janji besok pulang ya ," ucap Hana dan di angguki oleh Roy .
" Ayo sayang kita pulang , kita udah diusir ". ucap Dean pada istrinya .
" Diiih bacot nih orang udah kaya emak emak ". sahut Roy .
" Yaudah yuk lagian ini udah malam juga Mas ." ucap Hana pada Dean .
" Besok kalau Lo gak pulang gue obrak Abrik ni penthouse ". ancam Dean dan Roy hanya menggeleng kan kepalanya dengan tersenyum .
" Yaudah gue balik , assalamualaikum ". pamit Dean sambil berjalan menuju pintu keluar .
" Iya waalaikumsalam hati - hati ". jawab Roy mengantarkan adik nya .
Dan saat Dean dan Hana sudah akan keluar rumah Hana membalikan tubuhnya .
" Oh iya Hana lupa ada yang mau Hana tanya in . Bang Roy gak lagi sakit kan ?". tanya Hana pada Roy .
" Hah ... enggak ko , emang kenapa ? ". ujar Roy .
" Ko situ ada plastik obat ?". tanya Hana .
tengtow ...
*********