
Dean dan Hana melangkah kan kaki di rumah Fandi dengan menggendong masing - masing putri kembarnya dan tangan Hana pun terulur mengetuk pintu .
" tok tok tok "
"Assalamualaikum ". ucap salam Hana .
" Waalaikumsalam ." ucap seseorang dari luar yang ternyata adalah Mbok Jum .
" Aaaa Mbok Jum " sapa Hana pada wanita paru baya itu.
" Ayo masuk - masuk , tuh Adek Rafa sudah nungguin ". ucap Mbok Jum mempersilahkan Hana dan Dean serta Uni masuk .
Di lihatnya ternyata di ruang tengah semua anggota keluarga Bu Tuti berkumpul termasuk Fandi .
Fani yang melihat Hana dan Dean yang membawa bayi kembarnya pun merasa gemas .
Si sulung Rafa yang melihat Dean dan Hana pun langsung berseru senang .
" Aaaaaa Mamah , Papah ". teriak Abang Rafa sambil berlari menuju Dean dengan mengangkat kedua tangan nya minta di gendong dan Dean yang sedang menggendong baby Sheina .
" Iya sebentar ya Abang , Papah kasih Adek sama Uni dulu ya ." ucap Dean pada Rafa .
" Mas boleh saya gendong bayi nya ?". tanya Mba Fani pada Dean dan DEan pun menganggukan kepalanya dan memberikan bayi nya pada Kakak nya Fandi .
Dean pun langsung menggendong Rafa yang masih berada di dekatnya dan Rafa pun langsung mendekap tubuh Dean . Semua yang melihat interaksi itu pun tersenyum lega namun tidak dengan Fandi yang hati nya berdenyut nyeri saat sang anak dekat dengan pria lain yang di sebut nya Papah .
" Kenapa hem kangen ya sama Mamah , Papah dan adek kembar , iya ? ". tanya Dean dan si gembul Rafa pun menganggukan kepalanya dan mencium pipi Dean .
Si sulung Rama pun menghampiri Hana dan Dean untuk mencium tangan dan langsung bergelayut manja pada Papah Dean nya .
" Kenapa kakak ngantuk hem ?". tanya Hana pada si sulung Rama dan Rama pun menggelengkan kepalanya .
" Mau gendong Papah juga ". ucap Rama . Dean pun langsung menurunkan Rafa .
" Abang gantian sama kakak ya ". kata Dean dan Dean pun menggendong Rama .
" Eeem Bu , Mba , Mas Rendi dan Mas Fandi . Hana kesini mau menjemput Rama dan Rafa untuk kembali pulang ke Jakarta karena mereka besok mulai bersekolah kembali ". ucap Hana.
" Iya nak tidak apa - apa tolong sering - sering bawa mereka kesini ya nak selagi Ibu masih hidup ". jawab Bu Tuti .
" Ibu jangan bilang gitu , Ibu sehat dan akan selalu bertemu dengan mereka ko ." jawab Hana.
" Nak Dean benar ya tolong jangan larang Hana berkunjung kesini ya ". ucap Bu Tuti pada Dean .
" Iya Bu ". jawab Dean singkat .
" Yaudah kalau gitu Kakak ambil tas nya ya ". pinta Hana pada si sulung Rama .
" eem Han lebih baik kamu sendiri yang merapihkan barang - barang Rama dan Rafa di kamar kita dulu ."kata Fandi . Dean yang mendengar penuturan mantan suami istri nya pun merasa tak nyaman .
"Maaf Mas , Hana gak bisa karena sekarang kamar itu bukan lagi milik Hana dan rasanya tak pantas jika Hana masuk ke kamar itu apapun alasannya ." Jawab Hana dan mendadak hawa di ruangan itu tak enak .
" DEG " hati Fandi pun mencelos mendengar ucapan Hana .
" Den biar Mbok aja yang merapihkan . Ayo Kak tunjukkin barang - barang yang mau di bawa ". ucap Mbok Jum menengahi .
" Abang Rafa sana duduk sama Ayah ya kan bentar lagi kita pulang , Ayah Fandi masih kangen tuh sama Abang ." Pinta Dean pada anak gembul Hana . Bocah itu pun langsung berlari kearah Fandi .
********
Setelah berpamitan dengan semua anggota keluarga sang mantan suami , Hana dan Dean beserta anak - anak pun bersiap untuk masuk ke dalam mobil namun saat Hana dan Dean akan masuk mereka di panggil oleh seseorang .
" Hana " panggil orang itu yang ternyata Fandi . Dean dan Hana pun mengurungkan niatnya dan berbalik badan .
" Jika saya merindukan anak - anak bagaimana saya menemui mereka ?". tanya Fandi . Hana pun mendongakkan kepalanya melihat wajah sang suami .
" Kalau kamu memang berniat mengunjungi anak - anak kamu bisa datang ke rumah saya , ini alamat nya dan pastikan kamu hanya berniat untuk bertemu dengan anak - anak " jawab Dean sambil memberikan kartu nama yang lengkap tertera ada alamat rumah besar Dewantara .
" Terima kasih " ucap Fandi dengan mengambil kartu nama yang di sodorkan Dean .
"Yaudah ya Mas Fandi kami harus segera pulang ke Jakarta ."ucap Hana pada Fandi .
" Iya Hati - hati Hana saya titip anak - anak " jawab Fandi dan Hana hanya menganggukan kepala dan langsung masuk ke dalam mobil dengan di ikuti oleh Dean .
" Dadaaa Ayah ... Daaa daa Ayah Assalamualaikum ". kedua bocah laki- laki itu berseru pada sang Ayah melalui jendela mobil .
" Waalaikumsalam ". ucap Fandi lirih.
" Dahulu kamu di rumah ini sebagai tuan rumah tapi sekarang kamu datang hanya sebatas tamu ." gumam Fandi dalam Hati .
******
Tepat pukul setengah 12 malam keluarga Dean sampai di rumah mewah Dewantara dengan di sambut para asisten rumah tangga dan Mamih serta Roy .
Kedua putra Hana pun sudah tertidur sejak turun dari pesawat begitu pun hana . Dean pun meminta tolong pada Roy dan Bik Mimin untuk menggendong dua bocah laki - laki itu , Dean juga meminta tolong pada Mamih Esty dan Uni untuk membawa bayi kembar mereka ke kamar dan sekarang tinggal lah Hana yang masi tertidur di dalam mobil , Dean pun masuk untuk menggendong istrinya .
" Tidur udah kaya kebo gini Han kecapean ketemu mantan apa capek belanja di Surabaya hem ." gerutu Dean sambil mengangkat tubuh istrinya . Dan bertemu dengan Roy yang akan menuju dapur .
" Roy anak gue udah lo taruh kamar kan ?." tanya Dean pada Roy .
" Yaudah lah tuh lagi di gantiin baju sama bik Mimin dan Bik Tini . Dean itu istri lo pingsan lo apa in di surabaya ?." tanya Roy menggoda adiknya .
" Tidur bodoh , mau gue apa in terserah gue lah orang ini istri saya , dasar iri aja lo jomblo akut hahaha ". jawab Dean balas pada Kakaknya membuat Roy geram .
" Dasar Dean Sialan , gak usah bawa - bawa status lo ". ucap Roy merasa geram .
Dean pun sampai di dalam kamarnya masih dengan menggendong Hana yang masih tertidur pulas dan di lihat ternyata ada Mamih Esty yang baru selesai mengganti baju si kembar .
" Si kembar bangun Mih ?". tanya Dean pada Mamih Esty .
" Gak tuh mereka pules banget tidurnya ." jawab Mamih Esty masih memperhatikan Dean yang sedang mengganti baju sang istri . Dimana Mamih Esty melihat sesuatu ada pada tubuh bagian atas Hana menantunya .
Dean yang merasa Mamih nya masih di kamar nya pun langsung menoleh pada Mamih Esty .
" Mih ngapain masih disini ? udah sana turun orang Dean mau gantiin baju Hana juga ." ucap Dean pada Mamih nya .
" Iiih dasar anak kurang ajar udah di bantuin bukanya bilang Terima kasih ini malah ngusir lagi " jawab Mamih Esty pada putranya .
" iya terima kasih Mamih ku yang cantik ".ucap Dean .
" Dean " panggil Mamih Esty sebelum keluar dari kamar putranya .
" Apalagi Mih ?".sahut Dean .
" Dean kamu udah berhasil transfer" Hana ?". tanya Mamih Esty , mendengar pertanyaan Mamih nya , Dean pun di buat menganga.
" Mih apaan sih nanya gituan ". ucap Dean merasa malu yang tau maksud Mamih nya .
" Dean jangan kebablasan kamu , si kembar masih bayi lihat tuh gak kasian kamu ". ucap Mamih Esty dan langsung keluar dari kamar putranya .
" Aaaiiishh tu Mamih gak ada yang lain apa tanya nya bikin gue tensin aja ". gerutu Dean
*********