
“ Tok tok tok “. Pintu di ketuk oleh Dean menunggu di
persilahkan oleh orang yang berada di dalam ruangan .
“ Ya masuk “ sahut orang itu .
“ Ceklek “. Dean pun menekan handel pintu itu dan menghela
nafas sejenak sebelum masuk ke dalam ruangan yang mana menampilkan seorang
wanita yang di perkirakan se usia Mamih nya dengan hijab berwarna nude dengan
jaz putih nya dan tak lupa kaca mata yang bertengger .
menatap nya dengan senyum ramah nya
“. Silahkan duduk Pak , ada yang saya bisa bantu ?”. Tanya sang Dokter belum mengetahui Dean suami dari pasiennya .
Dean pun mulai menarik kursi tepat di hadapan sang Dokter yang hanya bersekat meja .
“ Ehem … Saya Dean suami dari pasien yang bernama Hana Fishera . Kata Om saya , ada yang anda ingin sampaikan pada saya … Bagaimana keadaan istri saya ?“. Jawab Dean
dengan nada santai namun terlihat jelas kekhawatiran dari raut wajah nya .
“ Oh oke .. Berterimakasihlah pada Ibu anda dan Dokter Ivan yang dengan cepat membawanya ke sini hingga kondisi saudari Hana kini sudah stabil namun saya menyarankan untuk merawat nya beberapa hari ini agar kondisinya lebih stabil … “. Ucap sang Dokter .
“ Syukurlah … Tolong lakukan yang terbaik untuk Istri saya “. Pinta Dean pada Dokter dengan penuh kelegaan .
“ Tolong untuk lain kali anda bisa lebih mengontrol diri lagi jika anda lalai seperti ini lagi Saya pastikan kondisi Istri bahkan calon
bayi anda lebih mengkhawatirkan dari saat ini “. Ucap sang Dokter dengan penuh peringatan membuat senyum Dean yang tadi merekah mulai sedikit redup berganti menjadi kebingungan .
“ Ma .. Maksud anda apa Dok ?”. Tanya Dean tak mengerti .
Si Dokter yang ber name tag Dewi itu pun menatap Dean sejenak dengan kening yang berkerut merasa heran dengan pertanyaan Dean .” Jadi anda belum tau ?”.tanya sang Dokter dan Dean menggeleng cepat .
“ Jika Istri anda kini sedang mengandung yang di perkirakan kini usia kandungan nya menginjak 7 minggu “. Ujar sang Dokter pada Dean yang langsung terhenyak .
“ DEG “.
“ Mengandung ( di angguki oleh Dokter Dewi ) Istri saya ?”. Tanya Dean meyakinkan .
“ Ya Istri anda kini sedang mengandung buah hati kalian karena kecerobohan dan ketidaktahuan anda … Anda hampir membuat Ibu dan janin nya dalam keadaan berbahaya “. Jawab Sang Dokter yang menyayangkan sikap Dean yang tak bisa mengontrol sedikit ***** nya .
“ Maaf kan Saya Dok tapi sungguh saya benar – benar tidak tau jika Istri Saya sedang hamil dan Saya janji kedepannya Saya akan menjaga
Istri dan calon bayi kami dengan baik Dok “. Ucap Dean dengan bersungguh – sungguh .
“ Oke kalau seperti itu saya ucapkan selamat atas kehamilan Istri anda dan saya berpesan tolong kontrol diri anda hingga kehamilan Bu Hana melewati trimester pertama karena saat trimester awal adalah kondisi yang sangat rentan untuk Janin nya … Sekali lagi saya ucapkan selamat dan jaga Istri serta calon bayi anda dengan baik Pak Dean … Sekarang anda bisa menemui Bu Hana di ruang mawar lantai 3 kamar rawat VVIP sesuai keinginan Ibu anda …”. Jawab Dokter dengan senyum ramah nya memaklumi ketidak tahuan dari Dean.
“ Terimakasih Dok … Permisi “. Jawab Dean dan mulai beranjak bangun serta menjabat tangan sang Dokter sebelum keluar dari ruangan itu .
“ Ceklek “. Dean menutup pintu ruangan sang Dokter dan langsung bersandar di pintu dengan perasaan kesal , marah merutuki ***** nya yang selalu tak terkontrol jika
berhadapan dengan sang istri sehingga membuat Istri dan calon bayi yang ia
tunggu selama ini hampir celaka sekaligus merasa senang akhirnya apa yang ia harapkan
terkabul .
“ Huh dasar bodoh karena ulah lo Dean hampir aja Istri lo dan calon bayi lo celaka bodoh bodoh bodoh “. Umpat Dean sambil memukul – mukul kepala nya dan tak menyadari seseorang di sampingnya sedang memperhatikannya
dengan menahan tawa melihat kelakuan dari Dean .
“ Emang lo bodoh nya kebangetan Dean … makanya jangan terlalu doyan jadi gitu kan …”. Kata Ivan dengan nada mengejek sambil melipat kedua tangannya di depan perut dengan santai namun tidak untuk Dean yang
berjengkit kaget karena tak menyadari keberadaan sepupunya .
“ Sialan lo ngagetin … sejak kapan lo disini “. Pekik Dean dengan menatap Ivan .
“ Sejak lama … dari lo masuk ke dalam sampe keluar ngomong sendiri sambil pukul – pukul kepala kaya orang gila “. Jawab Ivan santai dengan tawa mengejek nya .
Saat Dean masuk ke dalam menemui Dokter yang menangani istrinya , Ivan dengan setia menunggu sepupunya menuruti ucapan Papah nya yang ikut menemani Adik sepupunya Mamih Esty mengantarkan Hana ke kamar rawatnya sedangkan Johan dengan sigap mengurus semua administrasi perawatan Istri Bos nya .
“ Gak usah ketawa lo gak ada yang lucu …”. Jawab Dean ketus pada Ivan sambil beranjak jalan ke arah kiri membuat Ivan tertawa terbahak – bahak .
“ Hahahaaha haha Woi Pak tua lo mau kemana … Lo laper De itukan jalan ke kantin “. Teriak Ivan dengan tawa lepasnya , Dean yang mendengan ucapan sepupunya pun langsung menghentikan langkahnya dan segera berbalik arah hingga saat dekat dengan Ivan yang masih tertawa terbahak dengan mulut yang terbuka lebar Dean langsung me nyumpal mulut Ivan dengan gumpalan kertas nota minimarket yang entah ia dapat dari mana .
“ Houpweeh … Dean gila “. Umpat Ivan pada Dean.
“ Makanya mulut lo jangan berisik …”. Balas Dean pada Ivan yang awalnya ia ingin berterima kasih kepada Ivan namun Dean yang melihat sepupunya sangat menyebalkan jadi ia urungkan niat baik nya itu .
“ Lah gue sih gak ada yang salah … Gue ketawa karena sepupu ganteng gue bentar lagi nambah tua dengan banyak anak makanya lo jadi linglung gitu “. Jawab Ivan dengan mengekor Dean yang diam malas menyahuti ejekan Ivan karena pikiran nya kali ini hanya ingin cepat bertemu Istri dan memeluknya
dengan meminta maaf .
Dengan tak sabar Dean melangkahkan kakinya dengan setengah berlari setelah keluar dari lift menuju kamar rawat istrinya sesuai dengan
petunjuk dari Dokter Dewi dan Ivan masih setia mengekor di belakang nya hingga
Dean melihat Johan yang sedang duduk di kursi tunggu depan kamar rawat yang
sudah di pastikan itu kamar istrinya .
Johan yang melihat kedatangan Bos nya pun langsung berdiri . “ Bos , saya su….” Ucapan
Johan yang akan melaporkan mengenai administrasi istri Bosnya yang sudah ia selesaikan namun malah terhenti saat Bos nya malah mengangkat tangan nya satu meminta dirinya diam karena pikiran Bos nya hanya ingin bertemu dengan Istri tercinta nya .
“ Ceklek “.Dean membuka pintu dengan tak sabar dan mulai masuk ke dalam sedangkan Ivan yang ada di belakangnya menepuk pundak Johan dua
kali .
“ Sabar Han … Maklum Bos lo lagi sepaneng “. Kata Ivan menenangkan Johan sebelum masuk ke dalam kamar rawat Istri sepupunya dan Johan mengangguk dengan tersenyum kecil pada Ivan .
“ Iya Pak Ivan , saya ngerti “. Jawab Johan kembali duduk setelah Ivan hilang di balik pintu kamar rawat .
******
Dean masuk ke dalam kamar rawat yang terbilang sangat mewah dimana ada ruang tamu namun tak ada siapapun di ruang itu hingga langkah kaki
Dean masuk lagi ke ruangan yang mana sayup –sayup Dean mendengar suara Mamih
dan Om Zaki nya .
“ DEG “ hati Dean terasa terisis berdenyut perih saat netra elangnya menatap Istri nya yang tampak lemah dan belum tersadar terbaring di brangkarnya
dengan jarum infus menancap di punggung tangan nya .
Dean pun melihat Mamih nya yang sedang memegang tangan
menantunya dengan sayang serta Om nya
yang ada di sebelah menenangkan Mamihnya yang masih tampak khawatir .
Om Zaki yang melihat kedatangan Dean pun langsung mengajak
Mamih Esty untuk memberi ruang pada Dean yang ingin menemui Istrinya .
“ Esty ayo kita duduk dulu … beri kesempatan Dean biar
gimana pun mungkin ia tak menduga hal ini terjadi “. Kata Om Zaki pada Mamih
Esty sambil merangkul bahu Mamih Esty untuk duduk di ruang tamu di kamar rawat
itu dimana terdapat Ivan yang sedang duduk di salah satu sofa sedang memainkan
gawainya .
Setelah Mamih Esty dan Om Zaki pergi Dean mulai melangkah
kakinya mendekati tempat tidur dimana tempat Istrinya terbaring lemah … Dean
langsung memegang tangan Hana yang tidak terpasang jarum infus mencium nya
dengan sayang .
“ Maafkan Mas sayang … “. Seru Dean saat mencium punggung
tangan Hana setelahnya Dean membelai pipi Hana dengan lembut menyusuri wajah
pucat Istrinya dengan mata yang masih terpejam hingga tanpa sadar bulir Kristal
yang menggenang di mata elang Dean menetes tepat di atas hidung kecil namun
bangir istrinya .
“ Mas mohon bangun sayang … Maafkan Mas atau perlu kamu hukum
Mas karena sudah buat kamu dan calon anak kita jadi celaka , bangun sayang “.
Ucap Dean sambil mencium kening Hana dengan penuh rasa bersalah Dean memeluk
tubuh Hana yang masih terdiam entah wanita itu sedang tertidur atau memang
belum tersadar dari pingsan nya .
“ Sayang , Bangun jangan buat Mas jadi orang yang paling
jahat untuk kedua kalinya karna lagi-lagi buat
Celaka dia dan kamu sayang …”. Ucap Dean saat memeluk tubuh
Hana dengan air mata yang menetes di atas tubuh Hana .
“ Sayang bangun ya … Mas janji akan lakuin apapun mau mu
tanpa minta imbalan seperti kekonyolan mas tadi malam hingga buat kamu dan
calon baby kita hampir celaka sayang …”
“ Maafkan Mas …”. Dean menghentikan ucapannya pada Istri
yang belum juga terbangun karena merasakan tepukan pelan di bahunya dengan
cepat Dean menyeka air mata nya yang mengalir menggambarkan jelas betapa pria
itu sangat khawatir sekaligus mencintai istrinya .
“ Om ..” cicit Dean saat melihat orang itu .
“ Hana hanya tidur Dean agar tubuhnya lebih rileks setelah
merasakan sakit di perutnya hingga ia pendarahan ringan dan jatuh pingsan
…”.kata Om Zaki pada keponakan nya yang tampak sangat mengkhawatirkan kondisi
Istrinya .
“ Om sungguh Dean gak tau kalau Hana lagi hamil karena Hana
jug gak ada bilang apapun mengenai kehamilannya “. Kata Dean meyakinkan Om nya
dan Om Zaki pun mengangguk .
“ Sudah tenang saja karena Om rasa Hana pun tak mengetahui
jika dirinya sedang hamil dan Om tidak akan menyalahkan ketidak tau an mu … Om
memakluminya karena Om juga pernah berada di umur mu yang sekarang merasa
menggebu-gebu apalagi dengan pasangan yang sah dan halal … Why not “. Jawab Om
Zaki sedikit menghibur keponakannya .
“ Tapi Mamih ….”. ucap Dean yang ingat kemarahan Mamih nya .
“ Jangan khawatirkan Mamih mu … dia hanya sedang panik
karena dia orang pertama yang menemukan kondisi miris Istrimu jadi kamu juga
harus mengerti itu , sudah tenang aja sebentar lagi mungkin Hana akan bangun
kalau dia bangun langsung bantu dia untuk makan karena saat ini perutnya kosong
… Om akan menemani Mamih mu lagi sampai Papih mu datang “. Jawab Om Zaki dan di angguki oleh Dean .
“ Terimakasih ya Om please sampaikan maaf Dean pada Mamih “.
Pinta Dean pada Om nya walaupun jarak dia dan Mamih nya hanya bersekat tembok
namun tak bisa di pungkiri Dean sedikit takut untuk berhadapan langsung dengan
Mamih nya yang sedang marah besar atas kesalahan yang benar ia lakukan .
Setelah Om Zaki meninggalkan nya untuk menemani Mamih nya di
memegang tangan Hana lembut dan sesekali mengecupnya .
“ Bangun dong sayang … Kasihan baby kita dia pasti lapar
“.ucap Dean dengan tangan satu nya mengelus lembut perut Hana .
“ Maafkan Papah ya nak … Sehat – sehat di perut Mamah sayang
cepat besar biar kamu cepat ketemu Papah
, Mamah dan Kakak – kakak mu ya nak …”. Ucap Dean pada calon bayi nya dengan
lembut .
*******
Mobil Roy pun terparkir dengan asal setelah mendapatkan
kabar jika adik iparnya masuk rumah sakit namun bukan hal itu yang membuat Roy
terburu – buru sampai rumah tapi ia ingin memberitahukan pada Kasih jika ia
akan berangkat mencari sepupu Istrinya itu siang ini juga dengan di temani Oki asisten
pribadi sekaligus sahabatnya , urusan kantor yang sedikit lenggang itu di serah
kan sementara pada Pak Jafar yang merupaka wakil direkturnya sekaligus orang
yang telah lama mengabdikan di perusahaan nya sekaligus mantan sekertaris
almarhum Papah mertuanya .
“ Bun … Bunda ..”. panggil Roy dengan tergesa menaiki tangga
menuju kamar nya karena pesawat yang membawanya sampai ke kota Solo segera
berangkat pada jam 2 siang ini .
“ Ceklek “. Roy membuka pintu kamar dimana Kasih sedang
memeras Asinya yang lumayan deras untuk ia simpan di saat sang putra sedang
terlelap tidur .
“ Astagfirullah Yah ngagetin aja sih … Ko udah pulang ? mau
nengokin Hana ya ?”. Tanya Kasih bertubi- tubi sambil menghentikan aktivitasnya
menurutnya sudah cukup terkumpul 2 botol kaca .
“ Maaf ngagetin ya … Bukan kalau Hana , aku yakin pasti
disana sudah banyak orang termasuk Dean suaminya tapi Ayah mau berangkat ke
kota Ngawi Bun dan pesawat menuju Solo akan landing jam 2 tolong bantu kemas
barang Ayah dong Bun “. Jawab Roy sambil mengambil tas ranselnya di atas lemari
dan memberikan pada Kasih untuk di masukan perlengkapannya .
“ Ko mendadak Yah ?”. Tanya Kasih .
“ Iya Bun selagi kantor jadwalnya lenggang dan Pak Jafar
bisa menghendel jadi lebih cepat lebih baik bukan apalagi petunjuk yang kita
punya itu minim banget loh Bun hanya sebuah foto pasti butuh waktu untuk
mencari nya “. Jawab Roy sambil mengganti baju nya dan memakai jaket kulit
hitamnya serta mengganti sepatu formalnya menjadi sepatu casual .
“ Sama siapa kesana nya ?”. Tanya Kasih dengan penasaran sambil
memasukan parfum dan minyak rambut serta sisir suaminya kedalam tas ransel ,
Roy yang mendengar pertanyaan istrinya pun jadi gemas dan langsung memeluknya
dari belakang saat Kasig sedang menutup tas ransel milik Roy .
“ Greep “
“ Jangan pernah berpikiran macam-macam apalagi meragukan
kesetianku kali ini karena sudah tak ada lagi yang akan pernah singgah selain
kamu dan baby Rey … paham “. Ucap Roy dengan nada tegas sambil mencium pipi
Kasih membuat Kasih merona senang sekaligus lega atas jawaban yang di berikan
Suaminya .
“ Paham … yak kan aku Cuma Tanya Yah “. Jawab Kasih berkilah
hingga Roy membalikan tubuh Kasih menjadi berhadapan dengan nya dan Roy
memegang kedua sisi bahu Kasih dengan menatap dlam mata Kasih .
“ Tapi aku tau maksud dari pertanyaan mu Bun … Kali ini percayakan hati mu pada hati ini yaa , Ayah akan menjaganya … Tugas mu mendoakan agar Ayah selamat , sehat
dan berhasil menemukan Nya agar Ayah cepat pulang juga “. Jawab Roy serius dan
dengan perlahan mencium bibir Kasih dengan dalam hingga ia tak mendengar jika
Oki sedari tadi mengklakson agar Roy cepat turun agar ia tak telat namun Roy
tak kunjung keluar .
Hingga tanpa sabar Oki turun dari motor sportnya dan masuk ke dalam rumah Dewantara dengan di temani Bik Mimin menuju kamar Roy Bos sekaligus sahabatnya dan Oki pun tak merasa terganggu dengan adanya Bik Mimin yang mengekor i dirinya karena menurut nya itu sangatlah wajar apalagi dengan adanya Bik Mimin memudahkan dirinya saat mencari kamar Bos nya yang seakan lupa waktu … Oki pun mengabaikan kemewahan rumah orang tua Bos nya karena takut tertinggal pesawat hingga saat Oki sampai di depan kamar Roy seperti dengan kata Bik Mimin yang ada di sampingnya Oki menggedor pintu itu menyadarkan si pemilik kamar dengan tujuannya .
“ BRAK BRAK BRAK “. Oki menggedor kamar Roy dengan kekuatan penuhnya hingga Bik Mimin dibuat takut jika anak majikannya marah dengan apa yang di lakukan Oki pasalnya kini sudah pukul setengah satu sedangkan sekarang jam nya macet di kota Jakarta karena sebagian dari pekerjanya ada yang pergi
keluar cari makan atau malah pulang ke kantor sete;ah makan siang .
“ BRAK BARAK BRAK …” mendengar gedoran lagi terpaksa Roy
menghentikan aktivitas nya karena geram … karena gedoran dari Oki baby Rey
terbangun dari tidurnya sekaligus menganggu dirinya .
Kasih pun buru-buru membenarkan kancing bajunya yang belum ia kancingkan setelah memerah asinya sehingga memudhkan tangan nakal suaminya masuk dan mulai menggendong baby Rey menengakan .
Roy beranjak menuju pintu yang masih di gedor dengan wajah tak santai nya .
“ BERISIK ****** ….”ucap Roy geram setelah membuka pintu , Bik Mimin yang melihat Roy keluar pun langsung meninggalkan tempat .
“ Gue gak bakal berisik kalau lo dari tadi keluar setelah gue klaksonin puluhan kali Roy “. Jawab Oki tak mau kalah .
“ Tapi gak pake gedor gitu segala Ki , anak gue bangun tuh “. Sahut Roy .
“ Woy kamar lo tuh kedap suara terus kalau gue ketuk pintu pelan gue gak yakin lo denger atau ini kita gak jadi berangkat kalau iya sih gue Oke
banget Roy “. Jawab Oki santai .
“ Jangan kaco lo ya jadilah …”. Ujar Roy sedikit memelankan suaranya .
“ Ya kalau jadi buruan kenapa lo malah jadi santai di saat pesawat bentar lagi landing … lo yang punya urusan gue yang ribet “. Sahut Oki
geram pada Bos nya .
“ Sory gue lupa Ki jangan marah - marah gitu PMS lo … sebentar tunggu “. Jawab Roy dan masuk ke dalam kamar mengambil sesuatu .
“ Lo buta gue punya burung mana bisa PMS … “ucap Oki saat Roy kembali membawa ranselnya .
“ Gak usah teriak lagi ini bawa ke bawah dulu gue mau pamit sama anak gue dulu “. Perintah Roy pada Oki yang bibirnya komat kamit mengumpat Roy hingga mulutnya diam saat Kasih keluar dari kamar dengan beby Rey di
gendongannya .
“ Eh Kasih maaf ya jadi bangun baby Rey nya habis ini beneran waktunya mepet banget “. Ucap Oki dengan lembut pada Kasih yang tersenyum
kecil .
“ Iya gak apa-apa ko Ka “. Jawab Kasih .
“ Eleh sama gue yang Bos lo gak sopan giliran sama bini gue kenapa jadi sok lembut gitu … Udah nih bawa tas gue ke bawah sekarang “. Ujar Roy pada Oki yang langsung membawa tas Roy ke bawah setelah berpamitan pada
Kasih .
“ Sini beby Rey gendong Ayah sampai ke depan ya nak “. Roy meminta putra nya pada Kasih sambil berjalan menuju teras rumah Roy tak henti – hentinya menciumi pipi halus putranya dengan mengajak bercanda dengan Kasih
yang ada di sampingnya ikut tertawa saat mendengar Roy bercanda dengan Baby Rey
.
“ Yaudah Ayah berangkat ya sampaikan pada Ibu kalau aku pergi kalau Mamih dan papih biar Ayah aja yang hubungi mereka … Jangan
kemana-mana sendiri Bun jaga diri baik –baik ya sekaligus jaga anak Ayah ya Bun
“. Pamit Roy pada Kasih .
“ Iya Yah hati-hati ya jaga kesehatan ya “. Jawab Kasih sambil mencium punggung tangan Roy dan Roy langsung mencium kening dan bibir
Kasih sekilas .
“ BROUM BROUM “. Oki memblayer motor sport nya agar Roy sadar bila sudah di tunggu .
“ Assalamualaikum love you Bun “. Ucap Roy setelah mencium baby Rey .
“ Waalaikumsalam Love you too Yah … hati-hati “. Balas Kasih .
Roy pun menyuruh Oki turun dari motornya dan ia yang akan mengemudikan motor sport milik Oki dan langsung di setujui Oki karena sudah
bukan rahasia lagi kalau Roy cukup mahir dalam mengendarai motor besar itu …
Oki langsung menggendong tas nya di bagian depan dan menggendong tas Roy di
bagian belakang sebelum membonceng motornya .
Setelah di rasa Oki sudah naik dan berpegangan pada nya Roy pun langsung menancap gas menuju Bandara karena waktunya sudah sangat mepet dengan jadwal keberangkatannya menuju Kota Solo dan lanjut menuju perbatasan Kota Ngawi dan Kota Madiun di Jawa Timur .
Dan benar saja Roy yang mengendarai motor sport dengan sangat ngebut seakan tak mengenal adanya rem pada kuda besi itu dan Oki yang membonceng nya pun dibuat mual karena se kencang - kencang nya ia mengendarai motor tidak seperti yang di lakukan oleh Roy .
Kurang dari 40 menit motor sport yang dikendarai Roy pun sudah terparkir rapi di parkiran roda dua yang sudah di sediakan di Bandara Soekarno-Hatta .
" Woy turun Ki jadi betah naik motor buruan check-in tiket pesawat nya ". kata Roy karena Oki tak kunjung turun dari motornya .
" Betah apaan yang ada gue mau muntah Roy ... Lo mau umpat kaya apa aja gue terima Roy asalkan ini lo aja yang check in gue mau istirahat sebentar Roy lemes kaki gue ". jawab Oki melangkahkan kakinya menuju dalam Bandara dan langsung duduk setelah memberikan ponsel milik nya yang berisi pemesanan tiketnya .
" Wah sarap ni anak buah bisa-bisanya nyuruh Bos nya ...". umpat Roy pada asistennya sambil beranjak masuk menuju ruang check in dan Oki tak menghiraukan apa yang di ucapkan Roy .
********
Dean masih setia menunggu Hana duduk di kursi samping tempat tidur istri nya yang tak kunjung sadar bahkan hampir 1 jam lamanya hingga Papih Dika yang sudah datang pun Hana belum sadar dan Papih Dika yang tau istrinya sedang marah pada putra bungsu nya pun langsung memberikan pengertian begitupun pada Dean .
" Mamih marah bukan karena benci kamu Dean tapi Mamih seperti itu karena rasa kepedulian nya terhadap sesama wanita yang harus mengalami itu karena tingkah bar bar Suami nya ... Apalagi saat mendengar jika karena kegilaan mu dalam menggauli istri mu hampir saja membuat celaka istri dan calon bayi mu yang tak lain cucu kami .... Jadi jangan kamu ambil hati sikap Mamih mu ... Ayo minta maaf lah pada nya biar bagaimanapun jika Mamih tak menengok Hana yang tak kunjung turun sudah di pastikan akan terjadi sesuatu yang fatal lagi terhadap istri dan calon bayi mu " . ucap Papih Dika pada Dean yang langsung beranjak bangun dan menemui Mamih nya untuk meminta maaf atas ketidak tahuannya .
Hati Dean sedikit lega saat Mamih Esty memberi kan maaf pada nya serta mendoakan atas kesehatan dan keselamatan untuk menantu dan calon cucunya namun disisi lain hati mulai tak tenang dan Dean khawatir saat Hana tak kunjung sadar dan Dean pun bersiap untuk memanggil Dokter yang menangani istri nya .
Saat Dean akan beranjak berdiri tiba-tiba tangan Hana yang masih berada di genggaman nya bergerak membuat Dean mengurungkan niatnya .
" Mas haus .... " pinta Hana dengan suara lemah nya namun masih bisa di dengar Dean dan langsung mengambil kan apa yang di minta oleh Hana .
Hana pun meminum dengan pelan namun banyak untuk membasahi tenggorokan nya yang kering setelah beberapa jam pingsan .
" Sudah , Alhamdulillah sayang kamu sudah bangu ... Mas khawatir , Mas takut sayang ". kata Dean pada Hana yang tersadar .
" Aku gak apa-apa ko Mas .... Sudah jangan nangis ya ". ucap Hana sambil menghapus air mata Suaminya.
" Kamu tau Sayang ... aku suami yang jahat dan egois karena kepuasan semata Mas hampir saja mencelakai kamu dan juga calon anak kita ...". jawab Dean memeluk tubuh Hana yang masih terbaring .
" DEG "
" Calon anak kita ?". tanya Hana dengan air mata yang mulai keluar dari pelupuk mata nya .
" Iya sayang disini ada calon anak kita ". jawab Dean dengan mengelus lembut perut Hana namun tiba-tiba kening Dean mengkerut saat Hana malah menyingkirkan tangan nya dari perutnya .
" Sayang .... ". panggil Dean pada Hana namun Hana tetap diam hanya air mata nya semakin mengalir deras .
" Hana kamu gak apa-apa kan ?". tanya Dean lagi mulai khawatir takut Hana merasakan sakit pada salah satu tubuhnya karena melihat perubahan raut wajah istrinya .
******