
" Hana bangun nak ,kamu harus kuat sayang " ucap Bu Wina pada putrinya yang sudah sadarkan diri namun belum mau membuka matanya yang ada hanya bulir kesedihan yang terus mengalir dari mata cantik wanita malang itu .
" Bu tenang dulu , sudah biarkan Hana istirahat mungkin dia merasa lelah dengan semua musibah yang di alami nya , ayo Bu kita keluar dulu kasih ruang untuk anak kita Bu ." ucap Pak Wahyu pada istri nya .
Setelah kedua orangtuanya keluar dari kamar nya Hana mulai membuka matanya dan bersandar pada kepala tempat tidur nya dengan pandangan kosong ia menangis dalam diam nya .
" Ibu Bapak maafkan anakmu yang penuh dosa ini , Maaf Hana datang hanya membawa aib dan kesusahan untuk kalian Ya Allah sehatkan kedua orangtuaku ".
" Tuhan , jika ini memang takdir ku kuatkan lah hati dan raga ku agar bisa melangkahkan kakiku untuk hidup dengan lebih baik bersama anak-anak ku ".
" Maaf bila selama ini aku menjadi manusia yang tidak bisa bersyukur atas nikmat yang telah engkau berikan kepadaku Tuhan ".
Hana pun menundukan kepalanya dan mengelus perutnya yang sedikit menonjol .
" Tumbuh lah dengan baik di dalam sana ya sayang , mamah akan menjaga melindungi dan menyayangi kalian sama seperti Kakak kakak kalian ya ."
" Ya aku harus kuat demi mereka gak apa-apa Mas Fandi tak menginginkan ku lagi , Ikhlas Hana bismillahirrahmanirrahim…".
Gumam Hana dalam hati menguatkan hati dan dirinya sendiri .
****
Di ruang tengah Fandi masih terdiam dengan pikiran nya merasa iba dengan keadaan wanita yang sudah di jatuhinya talak 2 namun juga tidak bisa menerima karena ego yang luar biasa nya.
" Ya Allah ampunilah aku yang sering kali menyakiti ibu dari anak anak ku Tapi jika aku memaksakan diri ku untuk menerima nya hatiku sungguh terluka dan takut tak bisa menerima bayi yang bukan darah daging ku ".
gumam Fandi dalam hati sambil menunduk kan kepalanya .
******
Di dalam kamar 3 x 3 sepasang parubaya masih menangis sedih dengan apa yang terjadi pada putri kesayangannya . Ya beliau adalah Bu Wina dan juga Pak Wahyu .
" Pak bagaimana ini kenapa nasib anak kita jadi begini dosa apa kita ya Pak sampe anak kita yang mendapat kan cobaan yang berat seperti ini ." ucap Bu Wina merasa prihatin dengan keadaan putrinya .
" Sebentar Bu , Bapak juga lagi mikirin langkah apa yang harus kita lakukan demi anak dan cucu cucu kita Bu ". jawab Pak Wahyu .
" Bu , Hana hamil dengan pria lain yang bahkan kita semua tidak kenal dan dalam keadaan hamil Hana di ceraikan oleh suaminya dan sebentar lagi perut Hana akan membesar . Apa kita pindah rumah saja ya Bu ? ". ucap Pak Wahyu pada Istrinya.
" Ibu juga kepikiran gitu Pak tapi ini kan rumah peninggalan orang tua ne Bapak emang tidak apa apa kalau di jual ?". tanya Bu Wina pada suaminya.
" Bapak gak keberatan Bu demi anak kita biar gimanapun anak yang di kandung Hana tetap cucu kita jadi Bapak tidak mau bila nasibnya anak kita jadi cemoohan dan gunjingan tetangga semua Bu ." kata Pak Wahyu dengan meneteskan air mata nya.
" Iya Pak , Ibu pasti akan menerima anak yang di kandung Hana karena bayi itu tidak bersalah dan berdosa tidak mengerti dengan apa yang di lakukan oleh orang tua nya . bayi itu tetap cucu kita Pak sama dengan Rama dan Rafa ". jawab Bu Wina .
"Ya Bu kalau gitu jika nak Fandi mau menceraikan Hana sudah Bu terima saja biar gimanapun ini juga berat untuk dia , Ya mungkin Fandi bukan jodoh dunia akhirat nya Hana Bu ". kata Pak Wahyu , Bu Wina pun tidak menjawab hanya mengangguk kan kepala nya .
" Yaudah ayo kita lihat kondisi anak kita dulu , habis ini Bapak akan pergi buat cari pembeli untuk rumah ini ." kata Pak Wahyu lagi .
" Bu . Ibu duluan saja melihat keadaan Hana , bapak menemui nak Fandi dulu ya ." kata Pak Wahyu , Bu Wina pun mengangguk dan berjalan menuju kamar putri kesayangannya .
*****
Saat Fandi menundukan kepalanya dan melamun ia merasakan ada seseorang ada yang berdiri di hadapan nya , Fandi pun langsung mendongakkan kepalanya saat melihat orang itu Fandi hanya tersenyum getir pada Bapak mertuanya .
" Pak " ucap Fandi .
" Iya Bapak kamu kira siapa , lagiapa ?". tanya Pak Wahyu pada menantunya .
" Banyak Pak yang harus Fandi pikirkan ." jawab Fandi dengan sopan pada mertua nya.
" Kalau memang sudah jadi keputusan mu jangan buat beban untuk mu Fan maka lakukan lah dan lanjutkan hidup kalian masing-masing kami orang tua hanya bisa mendoakan ." ucap Pak Wahyu.
Fandi pun langsung memandang wajah Pak Wahyu .
" Bapak mengizinkan Fandi dan Hana bercerai ?". tanya Fandi .
" Orang tua mana yang mengizinkan anak anak nya bercerai Fandi namun jika memang sudah menjadi keputusan kalian maka orang tua bisa apa hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk anak-anak nya .
" Tapi kamu tidak bisa lepas gitu aja dengan Hana Fan , jadilah kalian saudara karena di tengah kalian ada anak-anak yang masih membutuhkan kalian berdua ." ucap Pak Wahyu lagi.
" Iya Pak Terimakasih sudah meridhoi keputusan Fandi ,Demi apapun Pak Fandi tidak pernah ada rasa benci pada Hana hanya jika harus menjadi sepasang suami istri , Fandi sudah tidak bisa menjalani nya . Pak maafkan Fandi yang tidak bisa menjaga amanah Bapak dan Ibu ". ucap Fandi sopan kepada mertuanya.
" Iya sudah anggap saja kalian bukan jodoh sesungguhnya dari Allah SWT." jawab Pak Wahyu.
" Terus rencananya kapan kamu menggugat cerai Hana ?". tanya Pak Wahyu .
" Insyaallah besok Pak ". jawab Fandi dengan menunduk kan kepalanya .
" ah iya tidak apa-apa biarpun Hana kehilangan kamu tapi dia masih punya kami kelurga nya jadi kamu tak perlu khawatir Fan ."
" Lalu bagaimana dengan anak anak ?." tanya Pak Wahyu .
Mendengar ucapan Bapak mertuanya Fandi sedikit meringis hati Fandi seperti di cubit merasa menjadi pria terjahat untuk Istrinya .
" Iya Pak , Kalau soal anak-anak Fandi serahkan pada Hana dan anak-anak , Fandi tak ada masalah soal hak asuh mereka ." ucap Fandi dengan serius.
" Yaudah Bapak mau lihat keadaan Hana dulu fan ". kata Pak Wahyu beranjak berdiri untuk menemui putri kesayangannya.
" Iya Pak , Fandi mau tunggu anak-anak pulang dulu ." Jawab Fandi pada Bapak mertuanya .
Setelah mertuanya pergi Fandi pun langsung beranjak jalan menuju teras rumah mencari udara segar yang mungkin bisa menenangkan hati nya .
****