
Di sebuah kamar dengan cahaya lampu yang temaram dua pasang suami istri baru saja menyelesaikan kegiatan panas mereka dengan nafas yang masih terengah-engah dan keringat membasahi tubuh mereka Roy mencium kening Kasih dengan lembut dan mengelus lembut perut Istrinya yang sudah besar dan sesekali terasa pergerakan nya .
" Terimakasih ya Bun ". ucap Roy lembut dan mengusap keringat di dahi Kasih dan Kasih hanya mengangguk kan kepalanya dan tersenyum manis .
" Anak Ayah di dalam baik-baik saja kan ... kamu gak ngerasa sakit atau gimana gitu kan Bun ?". tanya Roy lembut pada calon anaknya dan mendongakkan kepalanya bertanya pada Kasih .
" Iya Ka anak kita baik ko dan gak ada yang sakit " jawab Kasih dengan perasaan malu dan Roy pun mengangguk kan kepalanya merasa lega setelah mendengar jawaban dari Istrinya .
Roy beranjak bangun dan dengan sigap langsung menggendong tubuh bulat istrinya membawanya ke dalam kamar mandi .
Kasih yang sudah mulai terbiasa hanya diam menerima perlakuan manis dari suaminya dengan wajah yang bersemu karena malu mereka dalam keadaan polos .
" Di bilas dulu ya Bun biar gak lengket dan bisa tidur nyaman , bisa sendiri kan atau mau di bantu ? " ucap Roy lembut pada Kasih setelah mendudukkan Kasih di atas closet .
" Kasih bisa sendiri ko Ka ... yaudah sana ka Roy nya ". jawab Kasih sekaligus mengusir suaminya karena merasa malu bukan main .
" Astaga Bun masih malu aja ". oceh Roy dan langsung masuk ke dalam bilik shower berdinding kaca es atau frosted glass sebatas dada orang dewasa yang mana Kasih masih bisa melihat suaminya yang sedang berdiri di bawah guyuran air .
Kasih pun membilas tubuhnya dengan air hangat untuk menyegarkan tubuh nya dan saat di rasa selesai Kasih mengambil bathrobe yang sudah di siapkan oleh suaminya dan memakainya .
Sebelum keluar dari dalam kamar mandi untuk mengganti baju Kasih melihat Roy yang belum selesai dan seperti nya masih asik berada di bawah guyuran air .
" Sebenarnya ada apa dengan mu Ka , kalau yang kamu sembunyikan ada hubungannya dengan perempuan lain . Kenapa perlakuan mu pada ku tak ada yang berubah sama sekali . Selain kamu yang bohong pergi entah kemana dan uang transfer an yang gak jelas kamu masih seperti biasanya , manis ?". gumam Kasih sambil melihat sang suami dengan pikiran yang berkecamuk .
Kasih pun berjalan keluar dari dalam kamar mandi dengan pelan menuju ruang ganti , setelah selesai Kasih langsung beranjak naik ke ranjang nya dan mulai membaringkan tubuhnya namun matanya masih enggan untuk terpejam di lihat ternyata sekarang sudah hampir jam 2 pagi .
" Udah mau pagi tapi kenapa belum ngantuk , tumben banget ". gumam Kasih sambil melihat jam yang menempel di dinding .
" ceklek "
Roy pun keluar dari dalam kamar mandi dengan memakai handuk yang melilit di pinggang nya dan mengernyitkan keningnya heran saat melihat istrinya masih belum tidur tidak seperti biasanya .
Roy langsung beranjak naik ke ranjang setelah memakai celana pendek nya dan kaos oblong bersiap untuk tidur .
" Ko belum tidur juga Hem ?" tanya Roy pada Kasih setelah berbaring di samping Kasih.
" Gak tau Ka , belum ngantuk ." jawab Kasih sambil menggelengkan kepalanya , mendengar jawaban sang istri Roy pun memiringkan tubuhnya menghadap Kasih dengan satu tangan menopang kepala nya .
" Laper atau Ada yang lagi kamu mau ?". tanya Roy perhatian sambil mengelus perut buncit Kasih .
Namun sebelum mendengar jawaban dari Kasih , Roy sudah beranjak bangun dan berjalan menuju pintu .
" Mau kemana Ka ?". tanya Kasih dengan heran melihat pergerakan suami nya .
" Mau buat susu buat kamu Bun ". jawab Roy dengan membuka pintu kamar setengah nya .
" Tapi Kasih gak mau ". ucap Kasih sambil menyenderkan tubuhnya di kepala tempat tidur .
" Kamu gak mau tapi si kecil lapar makanya dia gak bisa tidur Kasih ". sahut Roy dan langsung keluar dari kamar dan menutup pintu nya meninggal kan Kasih yang akan menyahut.
Roy pun langsung menuruni anak tangga menuju dapur untuk membuatkan susu ibu hamil , saat akan memasuki dapur ia melihat sang Papih sedang duduk sendirian di meja bar .
" Ehem" Roy pun berdeham agar Papih Dika tidak terkejut akan kedatangan nya .
" Iya Pih ... Malam-malam begini sendirian aja Pih , ada apa Pih ?." tanya Roy sambil menarik dan menduduki kursi di samping Papih Dika .
" Iya nih lagi pengen aja minum coklat panas ". jawab Papih Dika sambil memperlihatkan cangkir yang berisi coklat yang masih tampak mengepul asapnya .
" Wah kaya lagi galau aja minum coklat ... gagal naina" ya Pih ". goda Roy pada Papih Dika dengan tertawa kecil.
" Mamih mu ngantuk berat jadi apes Papih sampe buat pening kepala Papih ... gak usah pamer kamu Papih tau kamu baru kelar kan ". jawab Papih Dika ngaco .
" Diih apaan ... ". elak Roy dan Papih Dika langsung menarik rambut Roy pelan .
" Auuwh ". pekik Roy.
" Basah gini mau ngelak ..." ucap Papih Dika dan Roy hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal merasa malu karena ketahuan .
" Oh ya Roy , Papih lihat kamu sering keluar rumah gak jelas dan pulang kantor telat ... What are you doing .?" tanya Papih Dika tepat sasaran yang mana membuat Roy menegang dan salah tingkah .
" Roy cuma hangout aja sama kawan ko Pih dan semenjak perusahaan bekerja sama dengan Dewantara Group Alhamdulillah banyak orderan masuk Pih jadi Roy agak sibuk ." bukan Roy namanya kalau gak pinter berkilah.
" Ya ya ya... Papih harap si kamu masih mem prioritaskan Kasih dari pada urusan mu yang lain ... Dan Papih harap dari bimbingan Papih selama ini kamu jadi anak Papih , kamu semakin pintar bukan malah jadi bodoh ". jawab Papih Dika menohok dan dengan tersenyum remeh dan menyesap coklat panas miliknya .
" Deg "
" Hah .... Maksudnya Papih apa ?". tanya Roy merasa tersindir dengan ucapan Papih Dika.
" Coklat Papih udah habis Papih mau masuk ke kamar lagi ngantuk ... jangan lupa tujuan mu tadi ke dapur ". ucap Papih Dika sambil beranjak berdiri dan menepuk bahu Roy sedikit keras dan langsung beranjak pergi mengabaikan pertanyaan dari Roy .
Mendengar kalimat terakhir Papih nya Roy pun langsung menepuk keningnya setelah mengingat tujuan ia turun ke dapur .
" Astaga kenapa gue sampai lupa kalau mau buat susu buat Kasih ". oceh Roy sambil membuat susu hamil dengan rasa moca .
Dengan hati - hati Roy berjalan menaiki tangga menuju kamar nya dengan membawa segelas susu hangat .
" Ceklek "
Roy membuka pintu kamar dan pandangan nya langsung tertuju pada seorang wanita hamil yang terlihat semakin cantik sedang tertidur pulas dengan bersender di kepala tempat tidur masih sama posisi nya saat ia meninggalkan nya .
" Yah dia tidur ... Kalau di bangunin kasihan juga pasti dia capek banget ". ucap Roy sambil meletakkan gelas berisi susu di meja dan membenarkan posisi tidur Kasih dan tak lupa menyelimuti nya namun pandangan nya langsung tertuju pada piyama yang di pakai oleh wanita yang sedang mengandung darah daging nya.
" Baju tidur mu udah kekecilan sayang ... Kasihan besok kita beli ya biar si kecil gak kesempitan ya ...". oceh Roy sambil membenarkan baju tidur istrinya dan membuka 2 kancing atas milik Kasih agar tidak sesak dan mencium kening Kasih dengan sayang .
" Yah terus susu nya gimana ... kalau di buang sayang tapi kalau di minum enak gak ya ..." gumam sambil memegang segelas susu hangat untuk istri nya namun malah sudah tidur .
" Dah lah bodo coba di minum aja ". Roy pun mulai memencet hidung nya dan bersiap meminum susu ibu hamil .
" glek glek "
Roy langsung menghabiskan susu itu hanya dalam dua cegukan .
" Wah enak gini ternyata tapi kenapa dulu Kasih susah nya minta ampun suruh habisin nih susu " oceh Roy setelah merasakan susu ibu hamil buatan nya sendiri dan langsung meletakkan gelas kosong di meja dan mulai naik ke ranjang dengan membawa istrinya di dekapannya Roy pun langsung tertidur .
********