Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 158


Di dalam mobil seorang Kasih masih terdiam dengan apa yang terjadi hari ini antara suaminya Roy , Hana sahabatnya serta wanita parubaya yang berpenampilan elegan dan menyuruh nya memanggil dengan sebutan MAMIH .


lamunan Kasih terhenti oleh suara seorang pria paru baya yang masih terlihat tampan dan berkarisma .


" Kasih ". panggil Papih Dika pada Kasih .


" Eem iya ". jawab pelan Kasih .


" Jangan kaku gitu dong nak , kamu bisa panggil saya Papih sama seperti Roy , Dean dan juga Hana . " ucap Papih Dika dan di angguki oleh Kasih dengan tersenyum manis .


" Apa hubungan kamu sama Hana , Kas ?". tanya Papih Dika .


" Saya dan Hana sudar bersahabat dari kecil Pih dan kami terpisah saat kelulusan Sekolah Menengah Akhir . Hana menikah dengan Ka Fandi dan Kasih pergi ke Jakarta untuk kuliah . Setelah itu kami tak pernah bertemu dan sekarang barulah kami bertemu ". jawab Kasih dan Papih Dika manggut - manggut mendengar jawaban Kasih serta Mamih Esty diam menyimak .


" Em kalau orang tua mu kemana Kas ?" tanya Mamih Esty .


" huuuft....  Orang tua Kasih sudah meninggal dunia karena kecelakaan 3 tahun lalu Mih ". jawab Kasih dengan wajah yang sedih .


" Oh so sorry Kasih , Mamih turut berduka ya nak dan mulai sekarang kamu punya kami Mamih dan Papih jadi jangan sedih lagi ya ..." ucap Mamih Esty dan menggenggam tangan wanita malang itu . Berbeda dengan Papih Dika yang telah mengetahui nya .


" Lalu yang di berangkatkan Roy ke luar negeri untuk berobat siapa Kas ?". tanya Papih Dika .


" Oh itu Kakak kandung dari Mamah yang Kasih panggil Ibu dan beliau lah yang selama di Jakarta merawat Kasih , Setelah Mama dan Papa meninggal Kasih hanya punya Ibu di dunia ini karena Papa tak punya saudara dan Mama pun hanya punya Kakak satu mereka anak yatim piatu sama kaya Kasih sekarang  ." jawab Kasih .


" Hey dengarkan Mamih mulai sekarang kamu tidak sendirian ada Roy suami mu , Mamih , Papih dan juga Hana , Dean dan juga ke empat anak nya . Kamu akan terhibur di rumah apalagi ada Hana sahabat mu yang sekarang menjadi adik ipar mu ". ucap Mamih Esty menghibur Kasih .


" Jadi ..." ucapan Kasih sudah terpotong oleh Mamih Esty .


" Iya Roy dan Dean adalah Kakak Adik walaupun mereka bukan kandung , Usia Roy 2 tahun di atas Dean  dan Hana adalah istri Dean seperti nya Mamih tidak perlu menceritakan bagaimana bisa Hana dan Dean bisa menikah karena Mamih yakin kamu sudah mendengar cerita lengkap nya dari Hana ." ucap Mamih Esty dan Kasih menganggukan kepalanya .


" Jadi Ka Roy dan Ka Dean bukan saudara kandung lalu kemana orang tua dari Ka Roy Mih ?". tanya Kasih .


" Sama seperti mu Orang tua Roy juga meninggal dunia saat Roy masih SMA dan Papih yang mendapatkan amanah untuk menjaga dan merawat Roy dari Papahnya Roy yang mana beliau adalah sahabat baik Papih Dika . Tapi walau pun Roy bukan anak kandung kami tapi kami semua sangat menyayangi nya dan tak pernah kami membedakan Roy dan Dean kasih sayang kami sama . sama juga dengan Hana dan kamu kalian semua anak - anak Mamih dan Papih ". ujar Mamih Esty dan Kasih mendengarkan dengan seksama ada rasa bahagia dan syukur yang tak terhingga setelah mengalami kesulitan dalam hidup dan sekarang  ia bertemu dengan sahabat yang sangat di sayangi nya serta kedua parubaya yang baik hati .


" Jadi mulai sekarang kamu jangan merasa insecure , kamu harus hidup dengan baik dan selalu bahagia Oke ..." ucap Mamih Esty lagi .


" Terima kasih banyak atas kebaikan Mamih dan Papih untuk Kasih ." jawab Kasih dengan tulus .


" Iya sama - sama maka kamu jangan sungkan ya sampai rumah nanti pokok nya anggap itu rumah kamu buat se nyaman nya kamu ya ". kata Mamih Esty dan Kasih menganggukan kepalanya tersenyum manis .


Dan Kasih pun melemparkan pandangan nya keluar jendela mobil yang memperlihatkan kemewahan rumah Dewantara .


" Astaga rumah nya bagus dan gede banget ...". ucap Kasih dalam hati merasa takjub melihat rumah di hadapan nya .


" Kasih ayo turun nak ... " panggil Mamih Esty yang mana membuyarkan lamunan Kasih .


" Eh iya Mih ." Kasih pun keluar dari mobil dan langsung di gandeng oleh Mamih Esty masuk kedalam rumah .


Saat di ruang tamu sudah ada semua asisten rumah tangga sudah berjejer rapi dan sama seperti Hana , Kasih pun di perkenalkan pada semua penghuni rumah Dewantara . Dan dengan ramah Kasih menyapa semua asisten rumah tangga keluarga Dewantara .


" Oke karena sudah selesai semua perkenalannya dengan istri dari anak saya Roy maka kalian semua bisa kembali lagi ". ucap Mamih Esty dan di angguki semuanya dan mulai membubarkan diri kembali ke rutinitas mereka .


" Oke kamu pasti capek kan Kas sekarang mari kita ke kamar mu biar kamu bisa istirahat kasihan cucu Mamih yang ada di dalam ". ujar Mamih Esty dan mulai beranjak berdiri dengan menggandeng tangan Kasih .


" Kasih , rumah ini ada 3 lantai . Lantai 1 ya ini ada ruang tamu , ruang tengah , ruang makan , dapur , ruang kerja Papih dan kamar Mamih  Papih kalau Bibik semua tadi mereka ada di paviliun . lantai 2 ada ruang santai kamar Roy yang juga akan jadi kamar kamu dan juga ruang kerja milik Roy serta kamar Kakak Rama dan Abang Rafa putra Hana dan Dean dan lantai 3 itu ada kamar Dean dan Hana beserta semua pernak pernik yang berkaitan dengan  Dean ." jelas Mamih Esty dan Kasih menganggukan kepalanya sambil berjalan mengikuti langkah Mamih Esty .


" Bik Min kemana Hana Dean dan anak - anak ?". tanya Mamih Esty saat bertemu dengan Bik Mimin .


" Oh sepertinya sedang istirahat di lantai 3 Nyah ". jawab Bik Mimin dan Mamih Esty menganggukan kepalanya .


" Kasih dengar Mamih kalau kamu mau naik ke kamar mu dan turun harus lewat lift ya kasihan nanti baby mu pasti capek sekali ." ucap Mamih Esty pada Kasih saat akan memasuki lift .


" Ting " pintu lift pun terbuka di lantai 2 .


Mamih Esty dan Kasih pun menuju pintu besar sebelah kanan ruangan di lantai 2 .


" Kas yang sudut kiri itu kamar anak - anak dan yang di sebelah kanan itu kamar Roy di samping itu ruang kerja Roy ." kata Mamih Esty dan Kasih masih menyimak .


" Ceklek "


" Nah ini dia kamar mu Kas kalau ada yang tidak kamu sukai kamu bisa ganti ya ... baju - baju mu seperti nya sudah di rapihkan di ruang ganti itu . Kalau gitu kamu bisa istirahat dulu ya Mamih juga mau istirahat lelah hati Mamih gara - gara suami mu ". ucap Mamih Esty dan akan beranjak keluar dari kamar putra sulung nya namun kembali terhenti saat Kasih memanggil nya .


" Mih sebentar ini foto siapa ya ....?". tanya Kasih dengan mengangkat bingkai foto .


*********