Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 127


Kini Hana dan Dean sudah  berada diruang santai yang ada di lantai 3 dekat dengan kamar mereka dengan beralaskan karpet bulu tebal Dean dan Hana serta kedua bayi kembarnya bersantai .


Hana yang duduk dengan Dean yang tiduran berbantal kan paha Hana sedang berbincang , bercanda satu sama lain .


" Mas sebenernya kamu ada hubungan apa sih sama tuh ulet bulu ?". tanya Hana .


" Kenapa kamu cemburu sayang ?". Dean bukan menjawab tapi malah berbalik menggoda istrinya .


" Gak cuma gelay aja lihat gaya nya kaya cacing kepanasan kalau deket kamu tau gak ". jawab Hana dengan nada sedikit kesal .


" Kita dulu bersahabat sayang ". jawab Dean .


" Kita ? siapa aja ?". tanya Hana penasaran .


" Suami mu ini , Elis . Ivan dan Bella ". jawab Dean .


" Elis ?" Hana bertanya satu nama .


" Iya istri pertama ku . Dulu kita benar - benar kompak main bersama , makan bersama dari Sekolah menengah pertama , Sekolah menengah Akhir kita masih biasa namun saat masuk kuliah kita berpencar . Kami kuliah di luar negeri dengan negara yang berbeda dan saat selesai kami kembali lagi ke tanah air dan rutin bertemu lagi tapi semua berubah saat Elis dan Bella malah menaruh perasaan dengan saya dan itu buat saya tak nyaman . Mereka saling bersaing untuk membuat saya tertarik dengan salah satu dari mereka hingga pada akhirnya Bella harus ikut orang tuanya ikut pindah ke luar negri , Mulai saat itu Elis semakin gencar menarik perhatian dari saya . Aslinya Elis gadis yang sederhana dan ia berubah menjadi gadis yang suka ber make up tebal dengan pakaian yang sangat terbuka tapi itu membuat saya malah memandang ia dengan jijik . Pada saat Mami Papih meminta saya untuk menikah dengan Elis tingkat kebencian saya meningkat saya pikir ia menggunakan segala cara untuk memenuhi obsesinya .Rasa benci menutup hati nurani saya Hana sampe dia sakit keras pun saya tak menyadarinya ." ujar Dean panjang lebar dengan mata yang berkaca- kaca .


Dengan sigap Hana mengelus wajah tampan suaminya yang ada di pangkuannya . Dan Dean langsung membalikkan tubuhnya dengan wajah yang menghadap perut Hana mendekap nya dengan sangat erat .


" Mas jahat banget ya sayang ,?" tanya DEan masih dengan memeluk erat perut Hana .


" Iya jahat tapi kan kamu gak tau dan Mbak Elis pun tak pernah memberi tahu . Sudah tak apa - apa seenggak nya Mas sudah mengabulkan permintaan nya yang terakhir . Mas cinta dengan Mba Elis .?" tanya Hana dengan mengelus lembut rambut suaminya .


" Gak ada rasa cinta yang ada hanya rasa bersalah ." jawab Dean dengan tegas .


" Dulu Mas ganas juga kah sama Mbak Elis ?". tanya Hana menggoda .


" Apanya yang ganas orang nyentuh dia aja gak pernah sama sekali jadi Mas juga gak tau dia perawan atau gak ." jawab Dean dengan penuh keyakinan .


" Ooh ... Tapi Hana juga bukan wanita pertama kan ?". tanya Hana .


" Iya bukan ... Jujur Hana , saya bukan pria yang alim atau seratus persen baik sayang , sebelum sama kamu saya pernah berhubungan dengan mantan Mas yang ada di luar . Kalau kamu sih Mas gak perlu tanya lagi sudah jelas siapa yang udah pernah sama kamu ." ucap Dean dan Hana langsung mencubit pinggang suaminya .


" Saaakiit sayang , ya kan kenyataan kamu sudah pernah ada yang eem....". ucap Dean terputus dengan tangan Hana yang membekap mulut suaminya .


" Gak usah di terusin ... itu juga salah kamu sendiri yang ngerampok istri orang ". sahut Hana dengan cemberut .


" Habis istri orang nya baik dan cantik sih , gak kalah juga sama perawan ...  kan sayang kalau gak di ambil ...". jawab Dean nyeleneh .


" iiih nyebelin tau ngomong nya sana bangun paha Hana kram ini ". sahut Hana dan Dean langsung bangun dari baringan nya dan memijat kecil kaki Hana.


" Jangan cemberut gitu jelek tau ... Yaudah yuk bantuin Mas bersiap berangkat ngantor yuk ." kata Dean dengan tersenyum manis dan menyembulkan lesung pipi Dean .


Hana menganggukan kepalanya dan menggendong kedua bayinya masing - masing pindah masuk ke dalam kamar nya .


Setelah meletakkan kedua bayinya di boks bayi , Dean beranjak masuk ke dalam ruang ganti dan Hana beranjak masuk kedalam ruang ganti untuk menyiapkan baju suaminya .


 Dean keluar seperti biasa hanya menggunakan handuk putih yang melilit di pinggangnya .


" Mas pake kemeja grey dan Jas hitam mau gak ?". tanya Hana pada suaminya yang sedang memeluk nya dari belakang .


" Heeum ". Dean hanya berdeham .


" Mas iih sana nanti baju Hana basah lagian tuh lihat udah jam berapa ?". kata Hana dengan menjauh dari Dean yang mulai agak - agak .


" Gak asik kamu sayang ". ucap Dean dengan melepaskan handuknya dengan santai di depan Hana yang sedang menyiapkan dasi dan kaos kaki Dean .


" Mas kira - kira dong ". protes Hana melihat suaminya yang dengan santainya mengganti pakaiannya .


" Apa ya terserah Mas dong kamu tau ini ruang apa ?". tanya Dean .


" Ruang ganti ". jawab Hana .


" Berarti buat ganti kan ". Ucap Dean santai dan Hana hanya menggelengkan kepalanya.


Dean yang sudah rapi langsung mendekati Hana dengan membawa dasi di tangan nya meminta di pakai kan oleh istri cantik nya .


" Sayang pakein ". ucap Manja Dean.


Hana menganggukan kepalanya dan bergegas mengambil bangku segi empat untuk ia naik agar dapat mencapai leher suaminya .


Seperti biasa saat Hana memakaikan dasi kedua tangan Dean sudah bertengger di pinggang Hana .


" Sayang beneran gak ikut ke kantor ?". tanya Dean .


" Gak dulu deh kasihan anak-anak jadi sering di tinggal " jawab Hana masih mengikat simpul kain panjang berwarna hitam itu.


" Tapi lain kali kita harus coba di ruangan ku ya sayang ". ucap Dean dan menempel kan wajahnya di dada Hana yang berada di hadapan nya .


Tau maksud suami nya , Hana hanya tersenyum tipis .


" Udah sana berangkat nanti Bang Roy marah Loh ". sahut Hana sambil turun dari bangku .


" Itu sih udah biasa ." jawab Dean santai . Dean menghampiri kedua putrinya.


" princess cantik Papah berangkat kerja dulu ya nak ". pamit Dean pada kedua putrinya .


" Mas, Hana gak anter ke bawah ya ". ucap Hana .


" Iya gak apa-apa , yaudah mas berangkat yaa ".


" Cup " Dean mencium bibir manis Hana


" Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam "


********


Roy masih berkutat dengan pekerjaan nya yang menumpuk di ruangannya .


" Dean tuh bener - bener gak ada akhlak nya ya , yang enak - enak dia selesai nya tepar . nah ini kerjaan jadi numpuk di gue semua ." gerutu Roy .


" Oh iya gue belum hubungi Oki lagi soal perkembangan nya dengan cewek itu ." ucap Roy dan mengambil ponsel nya yang ada di atas meja .


" Tut Tut Tut"


" Siang Pak ".sapa orang itu .


" Gimana ada info mengenai perempuan itu ?". tanya Roy .


" ada Pak , nanti malam ia datang ke apartemen tempat yang anda sepakati ". jawab Oki .


" Bagus buat dia benar-benar menerima penawaran saya ". Ucap Roy .


" Anda tidak datang ke apartemen menemui perempuan itu Pak?". tanya Oki pada Roy .


" Belum saat nya saya bertemu dia Oki , kamu temui dia dan jangan kamu sentuh walau hanya se ujung kuku nya . Saya selalu mengawasi mu OKI ". ujar Roy dengan dingin .


" Siap Pak ". jawab Oki .


" Yaudah kerjakan tugas mu dengan baik ". titah Roy pada Oki dan langsung memutuskan panggilan nya.


" Ini awal permainan kita kucing kecil , akan saya buat kamu menyesal sudah berani berurusan dengan saya ". ucap Roy dengan menyeringai .


Roy pun kembali melanjutkan pekerjaan nya dengan menggerutu dan sesekali umpatan keluar dari mulutnya untuk adiknya sekaligus Bos nya karena pekerjaan yang masih menumpuk akibat dari Dean yang tak kunjung datang .


******