
Kini Kasih sudah duduk di dalam mobil SUV hitam yang di maksud oleh Papih Dika menangis sejadi jadinya ketika mengingat kemarahan sang suami karena ia membuang foto seorang wanita yang ternyata masih sangat penting untuk suaminya .
Karena terlalu lama menangis , Kasih pun tertidur di bangku belakang dengan pulas dan terkadang hanya suara sesegukkan nya yang terdengar di tengah tidurnya .
Hingga mobil berhenti Kasih masih belum bangun , supir yang mengendarai mobil pun turun karena ia tidak tega untuk membangunkan menantu Majikannya yang menangis hingga setengah perjalanan .
" Loh kemana Bu Kasih nya Pak ?".tanya seorang wanita paruh baya yang memakai snelli di ikuti seorang wanita muda dengan menggunakan pakaian perawat .
" Itu Non Kasih nya di dalam tidur dari tadi di jalan nangis terus Bu Dokter ." jawab Pak supir .
" Ya sudah tidak apa-apa mungkin Bu Kasih benar-benar lelah , yaudah saya panggilkan Pak Johan biar di gendong Bu Kasih nya ." ucap Bu Dokter .
" Mba Lisa tolong panggil kan Pak Johan ya untuk menggendong Bu Kasih ".pinta Dokter kepada wanita muda yang memakai baju perawat .
" Baik Dok ". jawab Lisa dan langsung masuk ke dalam villa untuk memanggil pria yang bernama Johan .
Dan tak lama kemudian wanita muda yang bernama Lisa datang bersama seorang pria tampan dengan perawakan kekar dan berkulit sawo matang yang bernama Johan merupakan sepupu dari Joni asisten pribadi Dean dan Johan salah satu pengawal pribadi Papih Dika .
" Ada yang bisa saya bantu Dok ?". tanya Johan .
" Saya ingin meminta bantuan kepada Pak Johan untuk menggendong Bu Kasih yang tertidur di dalam mobil tapi hati - hati ya Pak karena beliau sedang hamil muda ."jawab sang Dokter dan Johan mengangguk kan kepalanya mulai membuka pintu mobil belakang .
Johan dapat melihat seorang wanita cantik sedang tertidur pulas dengan jejak air mata yang masih terlihat dan sesenggukan.
Johan mulai memposisikan tangan nya bersiap untuk mengangkat tubuh Kasih dan saat Johan mengangkat Kasih , Johan pun mencuri pandang pada wajah cantik yang ada di gendongan nya .
" Manis "
" Tapi ini Istrinya siapa ya , Bos Dean atau Pak Roy ?".
" Tapi kenapa di ungsikan di sini ya , lagi hamil lagi ". gumam Johan sambil berjalan menuju kamar yang akan menjadi tempat istirahat Kasih selama berada di tempat itu dengan di ikuti oleh Dokter Dewi dan suster Lusi.
25 menit kemudian Kasih pun mulai menggeliat kan badannya dan mulai membuka matanya perlahan dan seketika Kasih langsung beringsut duduk karena terkejut melihat orang yang tidak di kenal nya berdiri berjejer sedang menatapnya .
" Bu Kasih tenang ya jangan takut kami orang utusan Tuan Dika untuk menjaga anda , perkenalkan nama saya Dewi saya Dokter kandungan yang akan memantau perkembangan kehamilan anda dan ini suster Lusi yang akan menemani anda di villa ini serta Pak Johan yang mengawal anda Bu Kasih ". ucap Dokter Dewi dengan tersenyum dan Kasih pun mengangguk kan kepala nya dengan tersenyum manis .
" Ya sudah mari saya akan memeriksa kehamilan anda Bu Kasih ." ucap lagi Dokter Dewi .
" Dan untuk Pak Johan mohon untuk keluar ya ". ucap Dokter Dewi pada Johan dan langsung keluar dari dalam kamar Kasih .
Kasih pun mulai membaringkan kembali tubuhnya dan Dokter Dewi mengeluarkan semua peralatan nya dengan di bantu oleh suster Lusi .
Setelah selesai di periksa dan mengetahui bahwa kandungan nya baik-baik saja dan kali ini Kasih berada di taman yang ada di belakang villa ini .
Mamih Esty dan Papih Dika ternyata mengungsikan Kasih ke sebuah villa di daerah Bogor dengan view yang sangat indah dan villa ini merupakan milik keluarga Dewantara yang baru saja di beli oleh Papih Dika dengan sepengetahuan Mamih Esty dari salah satu rekan kerjanya yang sedang terlilit hutang . Dan sudah bisa di pastikan bila Dean dan Roy belum sepenuhnya mengetahui nya .
Bila malam datang Kasih akan di temani oleh suster Lusi dan Johan . Jika pagi akan ada sepasang suami istri yang asli warga sekitar villa yang bertugas menjaga dan membersihkan area villa . Dan semenjak kedatangan Kasih , sang istri akan membawa belanjaan serta memasakkan makanan untuk Kasih , Suster Lusi dan Johan.
Dan untuk Dokter Dewi datang setiap pagi hari untuk mengecek keadaan janin yang dikandung oleh Kasih.
Ya tak bisa di pungkiri hati Kasih sedikit merasa tenang berada di villa ini dengan udara dan suasana yang sejuk serta orang yang sangat kompeten yang di siapkan untuk menjaga dirinya oleh Mamih Esty dan Papih Dika .
*******
Bukan hanya Roy yang merasakan kekhawatiran yang luar biasa atas kepergian Mutiara Kasih. Hana pun merasa kebingungan karena tidak ada kabar dari sahabat sekaligus Kakak iparnya .
Begitu pun dengan Papih Dika dan Mamih Esty yang harus berpura-pura cemas dan khawatir atas kepergian menantu Malang nya .
" Mih Pih kemana Kasih pergi ?". tanya Roy pada Mamih dan Papih nya .
" Aaakh kemana kamu pergi Kasih ...." ucap Roy lagi .
" Ya mana kami tau Roy . kalau kami tau pasti Mamih dan Papih akan jemput Kasih bukan malah disini ... " jawab Papih Dika dengan ketus
" Roy kamu sudah cari Kasih kemana saja ?". tanya Roy .
" Astaga Roy , Mamih takut terjadi sesuatu pada Kasih dan kandungan nya Roy ..." ucap Mamih Esty dengan menangis .
" Roy sudah cari Kasih kemana-mana Mih , ke rumah nya yang dulu , ke penthouse dan ke rumah sakit yang akan Kasih datangi untuk periksa kandungan nya dan Dokter yang biasa memeriksa Kasih bilang kalau hari ini Kasih gak datang Mih ." jawab Roy dengan menundukkan kepalanya .
" Kalau sampai terjadi sesuatu dengan cucu kami , Papih sendiri yang akan menghukum kamu Roy .." ucap Papih Dika dan langsung beranjak pergi meninggalkan Roy dan semuanya .
Hana yang sedari tadi sudah di pegangin oleh suaminya pun tak berhenti menatap tajam pada Kakak iparnya .
" INI SEMUA GARA - GARA BANG ROY ..."teriak Hana sangking merasa geram terhadap Roy .
" Demi wanita yang sudah tega meninggalkan Bang Roy demi kepentingan dia sendiri . Bang Roy tega memperlakukan sahabat Hana dengan buruk ... Kalau sampai terjadi apa-apa pada Kasih , Hana benar-benar akan buat perhitungan pada Bang Roy ." ucap Hana penuh dengan kemarahan .
" Sayang jangan seperti ini dong ...." ucap Dean menenangkan Istrinya .
" Kalau Bang Roy memang gak ada niat untuk membahagiakan Kasih paling gak jangan sakiti Kasih Bang ... Abang tau dari kecil dia benar-benar merasakan kesakitan dan kesepian karena kurang di perhatikan oleh kedua orang tuanya bahkan Kasih tak merasakan kasih sayang dari kedua orangtuannya Abang .... Bang Roy tau keinginan Kasih bila ia mencari speorang suami ... Dia ingin mencari pria yang biasa - biasa saja walaupun harus hidup susah tapi ia selalu bersama dengan keluarga kecil nya agar kelak anak - anaknya tidak seperti dirinya , Tapi apa sekarang yang ia dapat kan hanya seorang pria egois yang gak punya perasaan dan PECUNDANG .... " ucap Hana menangis dengan nafas yang memburu karena benar-benar emosi terhadap Kakak iparnya .
" Deg "
Roy yang mendengar keterangan mengenai Istrinya benar - benar seperti tertampar .
" Sayang sudah jangan seperti ini ... Mas mohon nanti kamu sesak ... " ucap Dean dengan memeluk erat tubuh Hana agar tak menyerang Kakak iparnya .
Hana langsung melihat wajah suaminya dan memegang tangan Dean dengan erat .
" Mas , Hana mohon cari Kasih kasihan dia pasti sekarang dia sedang ketakutan ...." pinta Hana dengan memohon pada suaminya .
" Dan tolong cari bukti mengenai kebusukan wanita idaman dia biar pikiran dia terbuka dan bisa membedakan mana yang harus di perjuangkan dan mana yang tak layak di pikirkan ..." pinta Hana lagi dengan menunjuk ke arah Roy .
" Tenang sayang , Mas akan minta semua anak buah Mas buat cari Kasih dan cari bukti keburukan wanita itu agar Kakak nya Mas gak terlalu BODOH ... "jawab Dean dengan menyindir Roy .
Roy yang mendengar ucapan dan sindiran Adik - adiknya pun hanya diam menerima karena ia benar-benar merasa bersalah atas kepergian istri yang sedang mengandung darah daging nya .
*********