Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 240


Persalainan yang semakin dekat Hana mulai menunjukkan tanda


tanda awal kelahiran calon bayi nya dari ingin buang air kecil terus menerus


hingga perut yang mulai sering mengencang seperti kali ini ini Hana tampak tak


nyaman dengan tidur nya merasa perut nya mengencang kaku terasa sangat  tak nyaman … Untuk mengurangi rasa tak nyaman


itu Hana sampai memiringkan badan nya ke kliri dan kanan sehingga menimbulkan


pergerakan di ranjang yang ia tempati dengan sang Suami namun tetap merasa tak


nyaman hingga Hana memutuskan untuk bersandar di kepala ranjang dengan


mengganjal bantal di punggungnya seraya mengelus dan mengajak bicara calon bayi


nya yang di kandung nya .


” Adek di dalam sempit ya makanya kamu gak enak bobo nya hem


…” ujar Hana pada calon bayi nya namun perutnya masih mengencang membuat Hana


terkadang meringis ngilu .


“ Eemz …. “ Dean  menggeliat merasa tidur nya terganggu dengan pergerakan di atas ranjang


yang ia tiduri , dengan mata yang menyipit pada jam yang bertengger rapi di


dinding pun ia dibuat heran .


“ Baru pukul 3 ternyata …” gumam Dean dengan suara serak


khas orang bangun tidur nya … Dean pun menoleh ke samping tidur Istrinya dan


melihat sang Istri yang sedang duduk bersandar di ranjang dengan beberapa


tumpukan bantal yang mengganjal punggung nya sedang melihat juga kepadanya .


Hana yang melihat Suaminya menggeliat merasa terganggu tidur


nya merasakan pergerakan dari nya di atas kasur yang di karenakan rasa tak


nyaman pada perut buncit nya  hingga sang


Suami terbangun pun merasa tak enak hati …


“ Maaf ya Mas jadi kebangun …”. Ujar Hana tak enak hati karena


sudah membangunkan sang Suami apalagi ia tahu jika sang Suami pagi in I ada


pertyemuan penting dengan salah satu Client nya .


“ Kamu kenapa sayang ko udah bangun ?”. tanya Dean masih dengan


wajah mengantuk namun detik kemudian Dean langsung berjengkit duduk merasa


khawatir melihat Istrinya yang sudah terjaga .


“ Sayang ada yang kamu rasakan ?”.


“ Apa yang sakit , mana nya ?”.


“ Anak kita sudah mau keluar kah ?”.


“ Ayo kita ke rumah sakit yank “.


Pertanyaan bertubi tubi yang Dean lontarkan pada Sang Istri


karena merasa khawatir dengan keadaan Istri dan calon bayi nya …. Berbeda


dengan Dean , Hana yang mendengar Suaminya bertanya dengan panik malah membuat


Hana merasa lucu dan tertawa kecil .


“ Kamu ko malah ketawa sih , apa segitu sakit nya ya sampai


kamu bingung mau jawab apa … yaudah tunggu dulu Mas mau siapin tas mu ….”. ujar


Dean .


Tawa Hana hilang saat melihat Suami nya akan beranjak turun


dari kasur namun dengan cepat Hana menghentikan nya dengan memegang lembut


lengan nya .


“ Mas , kamu mau kemana ?”.  Tanya Hana .


“ Ya mau siap siap bawa kamu ke rumah sakit lah … ko masih


tanya sih “. Jawab Dean .


“ Iih gak usah , Aku belum mau lahiran Mas “. Ujar Hana


membuat Dean kembali duduk .


“ Terus kamu kenapa bangun jam segini , ada yang di inginkan


atau apa Mas gak ngerti .” tanya Dean dengan raut wajah yang masih panic .


“ Gak kepengen apa apa Cuma tadi kebangun karena perutnya


gak nyaman terus mau berbaring lagi malah perutnya kaya negang gitu yaudah deh


aku sandaran aja “. Jawab Hana dengan mengelus perut nya yang terasa mengencang


.


Mendengar jawaban sang Istri , tangan Dean pun terulur


menyentuh perut buncit Istrinya yang ternyata benar terasa lebih kencang .


“ Ko bisa kencang gini …. “. Gumam Dean yang merasakan perut


Istrinya mengencang dan Hana hanya menggeleng tak tau .


“ Hey anak Papah yang baik udah gak sabar mau keluar ya mau


ketemu Mama Papah … Ayo cepetan keluar karena kami sudah gak sabar buat ketemu


kamu sayang , tapi kalau mau keluar dengan baik ya jangan buat Mamah kesakitan


ya nak kasihan Mamahnya “. Dean mendekatkan bibirnya di perut buncit sang Istri


dengan tangan yang mengelus elus lembut sambil mengajak berbicara calon anak


nya .


“ Tentu dong Pah … anak kita kan anak baik gak pernah nakal


ko Mamah nya aja yang manja ya nak … “ Hana menimpali ucapan Dean pada calon


anak nya dengan memandang wajah Suami nya yang sedang tersenyum manis pada nya


.


Tangan Dean pun kini terulur mengelus pipi Hana lembut “


Kamu memang Ibu yang baik dan tulus untuk anak anak nya “ ucap Dean dengan masih


mengelus pipi lembut Hana .


Hana pun memegang tangan Suaminya untuk ia genggam lalu


mengecup nya dengan mata yang tak lepas menatap wajah tampan Dean .


“ Semua sayang … Semua wanita akan melakukan hal yang sama


mereka akan baik dan tulus bahkan rela mempertaruhkan nyawa mereka untuk anak


anak nya , Sayang ku …”. Ujar Hana dengan senyum merekah nya .


Dean pun melakukan hal yang sama mencium tangan Istrinya


yang masih di genggaman nya “ Ya kamu benar semua wanita dan kamu adalah wanita


terbaik ku setelah Mamih , sayang “. Balas Dean .


“ Aduuuh iisssh …” genggaman tangan kedua nya pun terlepas


saat Hana kembali merasakan sakit di perutnya hingga terdengar desisan dari


mulutnya karena menahan sakit yang ia rasakan .


“ Kamu kenapa sayang , apa udah tnda tanda datang nya


kontraksi ?”. tanya Dean khawatir melihat Istrinya yang terlihat kesakitan .


“ Emz seperti nya iya Mas tapi ini sepertinya masih awal ko


Mas … Tuh rasa nya sudah hilang lagi kan “. Jawab Hana yang terlihat tak


kesakitan seperti tadi .


“ Kamu yakin kita belum perlu ke rumah sakit ?”. tanya Dean


yang di angguki Hana .


“ Mas bantu Hana ke kamar mandi yam au pipis “. Pinta Hana


yang langsung di sanggupi Dean .


“ Ayo Mas gendong “. Dean pun langsung menggendong Istrinya ke


kamar mandi … Setelah selesai Dean pun bersiap menggendong kembali Istrinya


namun di tolak Hana .


“ Aku mau nya jalan kamu bantu papah ke kamar lagi aja biar


semakin cepat kontraksi nya “. Ujar Hana .


“ Yaudah ayo gimana mau nya kamu aja Sayang ku “.


Saat keluar ruang ganti menuju kamar nya ternyata sudah ada


Mamih Esty dan juga Bik Tini di dalam kamar nya .


“ Loh ko ada Mamih dan Bibi ?”. tanya Hana .


“ Iya Mas yang telpon Bik Tini dan Mamih minta buatin susu


hangat untuk kamu sayang “. Jawab Dean dan di angguki Hana .


“ Han gimana udah merasa kontraksi ?”. tanya Mamih Esty pada


Hana .


“ Iya Mih tapi masih awal ko Mih soalnya belum keluar cairan


atau darah apa apa ko Mih Cuma tadi perut nya kenceng kenceng terus “. Jawab


Hana sambil menerima satu gelas susu dari tangan Bik Tini .


“ Terimakasih ya Bik “. Ucp Hana .


“ Iya Non buat nambah tenaga kalau kontraksi nya semakin


terasa .”. jawab Bik Tini .


“ Iya Bik “.


“ Oh kalu gitu masih lama ya Han … Kalau bisa tidur buat


tidur aja Han istirahat kumpulin tenaga kalau kalau hari ini kamu lahiran ya “.


Ujar Mamih Esty .


“ Iya mih “. Jawab Hana yang sudah menghabiskan susu nya dan


mengulurkan gelas kosong pada Bik Tini .


“ Yaudah Mamih keluar ya nanti kalau kerasa apapun hubungi


Mamih dan semuanya kami semua stay nungguin kamu , Han “. Kata mamih Esty pada


Hana .


“ Iya Mih makasih ya Mih , Bik “. Jawab Hana .


“ Yaudah mamih dan Bik Tini kembali ke kamar ya “.


*********


“ Dean , kamu yakin mau berangkat ke kantor ? Papih dengar


tadi pagi Hana sudah mulai merasakan kontraksi “. Tanya Papih Dika saat


menikmati sarapan nya tanpa Hana .


pulas di kamar nya .


“ Iya Pih soalnya ini ada pertemuan penting selagi Client


nya mau bertemu soalnya kemarin kemarin susah sekali buat janji ketemu nya


nanti kalau sudah selesai Dean langsung pulang … “. Jawab Dean .


“ Oh proyek baru mu itu … Yasudah nantin jika sudah selesai


segera pulang karena Roy dan Papih pun tidak bisa ijin tak ke kantor “. Kata


Papih Dika .


“ Iya Pih “.


“ Mih . Kas … Dean titip Hana ya tolong hubungi Dean jika


ada tanda tanda Hana akan melahirkan “.ujar Dean pada Mamih Esty dan juga Kasih


.


“ Iya tenang aja nanti kami hubungi , selesaikan lah urusan


mu di kantor De …”. Jawab Mamih Esty pada Putra nya dan di angguki Dean .


“ Ayo anak anak kita berangkat sekolah , udah siap semua kan


? “. Tanya Dean pada kedua putra nya yang sudah selesai dengan sarapan nya .


“ Sudah Pah … Ayo “. Jawab si sulung .


“ Princess , Papah berangkat kerja dulu ya di rumah yang


baik ya sama Oma dan Aunty … Jagain Mamah ya …“. Pamit Dean pada dua putri nya


yang sedang memakan potongan buah segar nya dan tampak mengangguk anggukkan


kepala mendengar apa yang di ucapkan Papah nya seperti paham .


Dean pun mengecup pipi gembil kedua putrinya bergantian


karena gemas sebelum berlalu .


******


Jalanan yang cukup padat membuat Dean terlambat 10 menit


sampai di Group Dewantara … Dean pun bergegas keluar dari mobil nya tepat di


depan loby perusahaan nya dan segera memberikan kunci mobilnya pada petugas


keamanan yang tampak sudah menunggu dirinya untuk memarkirkan mobil nya .


“ Pagi Bos …”. Sapa petugas keamanan dengan sopan dan


sedikit mengangguk .


“ Pagi …” Jawab Dean singkat sambil mengulurkan kunci mobil


pada petugas keamanan .


Saat Dean akan berlalu masuk ke dalam , Dean menghentikan


langkah nya dan menyipitkan mata nya melihat mobil yang tampak tak asing untuk


nya mobil sport berwarna biru metalik terparkir di tempat mobil khusus tamu .


“ Pak tunggu “. Dean mencegah petugas itu yang hendak berlalu


.


“ Oh iya Bos , ada yang bisa saya bantu ?”. tanya petugas


itu bernama Karya yang berusia sekitar 45 tahun .


Dean pun menunjuk salah satu mobil di deretan mobil tamu “


Itu mobil siapa ?”. tanya Dean pada Pak Karya dan Pak Karya pun mengikuti arah


tunjuk yang di tunjuk Dean .


“ Oh itu salah satu tamu penting menurut informasi Pak Joni “.


Jawab Pak Karya .


“ Joni ? Seperti apa orang nya ?”. tanya Dean lagi membuat


Pak Karya sedikit heran pasalnya Bos nya tak terlalu banyak bicara jika pada


karyawan nya namun hari ini Bos nya tampak berbeda lebih banya berbicara eh


bertanya ….


“ Iya , orang nya masih muda Bos “. Jawab Pak Karya dan di


angguki Dean .


“ Terimakasih atas info nya silahkan lanjutkan kerja nya “. Ujar


Dean dan di angguki Pak Karya .


Dean pun melangkahkan kakinya dengan tergesa menuju ruangan


nya …. Untuk meletakkan tas kerja nya .


Dean yang baru saja meletakan tas kerja nya di ruangan tak


lama pintu nya di ketuk .


“ Tok tok tok “


“ masuk “.


“ Selamat pagi Bos , maaf Bos Client dari Perusahaan Ringga


Jaya sudah datang dan sekarang sedang menunggu anda di ruang meeting “.  Ujar Joni sekertaris Dean memberitahu kedatangan


Client yang sudah di tunggu tunggu Bos nya dan Dean diam mendengarkan .


“ Saya yakin anda akan terkejut Bos mengetahui siapa Client


kita kali ini “. Gumam Joni dalam hati .


“ Sepagi ini ?”. tanya Dean yang tak menyangka Client nya akan


datang pagi .


“ Benar Bos … “. Jawab Joni .


“ Sudah ada informasi dengan Johan ?”. Dean menanyakan


asisten nya yang sedang bertugas di luar kota menggantikan dirinya .


“ Sudah Bos , Johan sampai semalam dan pagi ini ia langsung


meninjau lapangan agar tak buang waktu lama berada disana dan segera kembali


seperti pinta anda “. Jawab Joni .


“ Bagus lah yasudah mari kita temui beliau “. Ujar Dean pada


Joni beranjak berdiri mengajak Joni menemui Client nya .


“ Em maaf Bos sepertinya yang menemui beliau anda sendiri …


Apa anda lupa pagi ini saya kan juga harus pergi ke kantor cabang untuk


menghadiri rapat bulanan rutin “. Kata Joni .


“ astaga saya lupa Jon … Ya sudah kamu hati hati “. Jawab Dean


sambil memakai kembali jas nya .


“ Baik , saya permisi “. Pamit Joni dengan badan yang


sedikit menunduk pada Bos nya yang hanya mengangguk .


Setelah kepergian Joni , Dean pun segera berjalan menuju


ruang meeting menemui Client nya pemimpin perusahaan Ringga Jaya yang cukup


membuat Dean penasaran akan paras pemilik nya yang cukup misterius .


“ Ceklek “. Dean membuka pintu ruang meeting saat pintu


terbuka dari Dean dapat melihat seorang pria dengan tatanan rambut rapi


mengenakan jas dan celana berwarna biru namun sayang Dean belum bisa melihat


wajah nya karena sang Clien duduk membelakangi dirinya .


Dean melangkahkan kaki masuk ke dalam “. Selamat pagi Pak


maaf lama menunggu “. Ucap Dean seraya mendekati kursi dimana ia biasa duduk


dan bersiap untuk duduk menyambut tamu nya .


Tangan Dean terulur untuk menyalami tamu nya tiba tina mata


Dean terbelalak saat melihat siapa tamu di hadapan nya yang sedang mengulum


senyum nya .


“ Lo “


Orang itu langsung menerima uluran tangan Dean masih dengan


mengulum senyum nya yang terlihat Dean seperti senyum mengejek .


“ Ringga Eriko “. Orang itu menyebutkan namanya , Dean hanya


mendengus dengan mata yang awalnya ramah berubah jadi tajam .


“ Gak lucu Rik jadi berenti tersenyum seperti itu buat gue


muak “. Kata Dean sarkas .


“ Woho calm down mantan kakak sepupu … Gak berubah juga lo


ya masih pemarah “.ucap Erik pada Dean .


“ Berisik “. Kata Dean menatap Erik dengan pandangan


menyelidik .


“ Ah gak asik lo santai dong … Lo lupa gue disini tamu special


lo , orang yang udah lo tunggu buat bertemu hem “. Balas Erik sambil menyeruput


kopi yang di hidangkan oleh petugas sebelum kedatangan Dean .


“ Sejak kapan lo punya perusahaan ?”. tanya Dean yang tak


menanggapi celoteh Erik .


“ Kalau perusahaan ini sudah lama ada, ini punya bokap Cuma gue


baru gabung 2 tahun belakang “. Jawab Erik dan Dean hanya menganggukkan kepala


nya tak menjawab seperti sedang menelisik orang di depan nya .


“ Lo pemilik mobil itu …. “. Ucapan Dean terhenti karena di


sela Erik .


“ Yap lo benar gue pemilik mobil biru itu … “ sela Erik .


“ Untuk apa lo mata matai rumah gue ?”. tanya Dean denga


serius menatap tepat pada bola mata Erik tatapan intimidasi andalan nya .


“ Gue Cuma mau buktikan sendiri kalau perempuan yang gue


cintai nasibnya tak seburuk Kakak sepupu gue dulu …. “. Jawab Erik dengan nada


serius tak seperti sebelum nya … Dean yang mendengar ucapan Erik seketika


merasa tak suka .


“ BRAAKK “.


“ APA MAKSUD LO HAH …”.


*********