
Persalainan yang semakin dekat Hana mulai menunjukkan tanda
tanda awal kelahiran calon bayi nya dari ingin buang air kecil terus menerus
hingga perut yang mulai sering mengencang seperti kali ini ini Hana tampak tak
nyaman dengan tidur nya merasa perut nya mengencang kaku terasa sangat tak nyaman … Untuk mengurangi rasa tak nyaman
itu Hana sampai memiringkan badan nya ke kliri dan kanan sehingga menimbulkan
pergerakan di ranjang yang ia tempati dengan sang Suami namun tetap merasa tak
nyaman hingga Hana memutuskan untuk bersandar di kepala ranjang dengan
mengganjal bantal di punggungnya seraya mengelus dan mengajak bicara calon bayi
nya yang di kandung nya .
” Adek di dalam sempit ya makanya kamu gak enak bobo nya hem
…” ujar Hana pada calon bayi nya namun perutnya masih mengencang membuat Hana
terkadang meringis ngilu .
“ Eemz …. “ Dean menggeliat merasa tidur nya terganggu dengan pergerakan di atas ranjang
yang ia tiduri , dengan mata yang menyipit pada jam yang bertengger rapi di
dinding pun ia dibuat heran .
“ Baru pukul 3 ternyata …” gumam Dean dengan suara serak
khas orang bangun tidur nya … Dean pun menoleh ke samping tidur Istrinya dan
melihat sang Istri yang sedang duduk bersandar di ranjang dengan beberapa
tumpukan bantal yang mengganjal punggung nya sedang melihat juga kepadanya .
Hana yang melihat Suaminya menggeliat merasa terganggu tidur
nya merasakan pergerakan dari nya di atas kasur yang di karenakan rasa tak
nyaman pada perut buncit nya hingga sang
Suami terbangun pun merasa tak enak hati …
“ Maaf ya Mas jadi kebangun …”. Ujar Hana tak enak hati karena
sudah membangunkan sang Suami apalagi ia tahu jika sang Suami pagi in I ada
pertyemuan penting dengan salah satu Client nya .
“ Kamu kenapa sayang ko udah bangun ?”. tanya Dean masih dengan
wajah mengantuk namun detik kemudian Dean langsung berjengkit duduk merasa
khawatir melihat Istrinya yang sudah terjaga .
“ Sayang ada yang kamu rasakan ?”.
“ Apa yang sakit , mana nya ?”.
“ Anak kita sudah mau keluar kah ?”.
“ Ayo kita ke rumah sakit yank “.
Pertanyaan bertubi tubi yang Dean lontarkan pada Sang Istri
karena merasa khawatir dengan keadaan Istri dan calon bayi nya …. Berbeda
dengan Dean , Hana yang mendengar Suaminya bertanya dengan panik malah membuat
Hana merasa lucu dan tertawa kecil .
“ Kamu ko malah ketawa sih , apa segitu sakit nya ya sampai
kamu bingung mau jawab apa … yaudah tunggu dulu Mas mau siapin tas mu ….”. ujar
Dean .
Tawa Hana hilang saat melihat Suami nya akan beranjak turun
dari kasur namun dengan cepat Hana menghentikan nya dengan memegang lembut
lengan nya .
“ Mas , kamu mau kemana ?”. Tanya Hana .
“ Ya mau siap siap bawa kamu ke rumah sakit lah … ko masih
tanya sih “. Jawab Dean .
“ Iih gak usah , Aku belum mau lahiran Mas “. Ujar Hana
membuat Dean kembali duduk .
“ Terus kamu kenapa bangun jam segini , ada yang di inginkan
atau apa Mas gak ngerti .” tanya Dean dengan raut wajah yang masih panic .
“ Gak kepengen apa apa Cuma tadi kebangun karena perutnya
gak nyaman terus mau berbaring lagi malah perutnya kaya negang gitu yaudah deh
aku sandaran aja “. Jawab Hana dengan mengelus perut nya yang terasa mengencang
.
Mendengar jawaban sang Istri , tangan Dean pun terulur
menyentuh perut buncit Istrinya yang ternyata benar terasa lebih kencang .
“ Ko bisa kencang gini …. “. Gumam Dean yang merasakan perut
Istrinya mengencang dan Hana hanya menggeleng tak tau .
“ Hey anak Papah yang baik udah gak sabar mau keluar ya mau
ketemu Mama Papah … Ayo cepetan keluar karena kami sudah gak sabar buat ketemu
kamu sayang , tapi kalau mau keluar dengan baik ya jangan buat Mamah kesakitan
ya nak kasihan Mamahnya “. Dean mendekatkan bibirnya di perut buncit sang Istri
dengan tangan yang mengelus elus lembut sambil mengajak berbicara calon anak
nya .
“ Tentu dong Pah … anak kita kan anak baik gak pernah nakal
ko Mamah nya aja yang manja ya nak … “ Hana menimpali ucapan Dean pada calon
anak nya dengan memandang wajah Suami nya yang sedang tersenyum manis pada nya
.
Tangan Dean pun kini terulur mengelus pipi Hana lembut “
Kamu memang Ibu yang baik dan tulus untuk anak anak nya “ ucap Dean dengan masih
mengelus pipi lembut Hana .
Hana pun memegang tangan Suaminya untuk ia genggam lalu
mengecup nya dengan mata yang tak lepas menatap wajah tampan Dean .
“ Semua sayang … Semua wanita akan melakukan hal yang sama
mereka akan baik dan tulus bahkan rela mempertaruhkan nyawa mereka untuk anak
anak nya , Sayang ku …”. Ujar Hana dengan senyum merekah nya .
Dean pun melakukan hal yang sama mencium tangan Istrinya
yang masih di genggaman nya “ Ya kamu benar semua wanita dan kamu adalah wanita
terbaik ku setelah Mamih , sayang “. Balas Dean .
“ Aduuuh iisssh …” genggaman tangan kedua nya pun terlepas
saat Hana kembali merasakan sakit di perutnya hingga terdengar desisan dari
mulutnya karena menahan sakit yang ia rasakan .
“ Kamu kenapa sayang , apa udah tnda tanda datang nya
kontraksi ?”. tanya Dean khawatir melihat Istrinya yang terlihat kesakitan .
“ Emz seperti nya iya Mas tapi ini sepertinya masih awal ko
Mas … Tuh rasa nya sudah hilang lagi kan “. Jawab Hana yang terlihat tak
kesakitan seperti tadi .
“ Kamu yakin kita belum perlu ke rumah sakit ?”. tanya Dean
yang di angguki Hana .
“ Mas bantu Hana ke kamar mandi yam au pipis “. Pinta Hana
yang langsung di sanggupi Dean .
“ Ayo Mas gendong “. Dean pun langsung menggendong Istrinya ke
kamar mandi … Setelah selesai Dean pun bersiap menggendong kembali Istrinya
namun di tolak Hana .
“ Aku mau nya jalan kamu bantu papah ke kamar lagi aja biar
semakin cepat kontraksi nya “. Ujar Hana .
“ Yaudah ayo gimana mau nya kamu aja Sayang ku “.
Saat keluar ruang ganti menuju kamar nya ternyata sudah ada
Mamih Esty dan juga Bik Tini di dalam kamar nya .
“ Loh ko ada Mamih dan Bibi ?”. tanya Hana .
“ Iya Mas yang telpon Bik Tini dan Mamih minta buatin susu
hangat untuk kamu sayang “. Jawab Dean dan di angguki Hana .
“ Han gimana udah merasa kontraksi ?”. tanya Mamih Esty pada
Hana .
“ Iya Mih tapi masih awal ko Mih soalnya belum keluar cairan
atau darah apa apa ko Mih Cuma tadi perut nya kenceng kenceng terus “. Jawab
Hana sambil menerima satu gelas susu dari tangan Bik Tini .
“ Terimakasih ya Bik “. Ucp Hana .
“ Iya Non buat nambah tenaga kalau kontraksi nya semakin
terasa .”. jawab Bik Tini .
“ Iya Bik “.
“ Oh kalu gitu masih lama ya Han … Kalau bisa tidur buat
tidur aja Han istirahat kumpulin tenaga kalau kalau hari ini kamu lahiran ya “.
Ujar Mamih Esty .
“ Iya mih “. Jawab Hana yang sudah menghabiskan susu nya dan
mengulurkan gelas kosong pada Bik Tini .
“ Yaudah Mamih keluar ya nanti kalau kerasa apapun hubungi
Mamih dan semuanya kami semua stay nungguin kamu , Han “. Kata mamih Esty pada
Hana .
“ Iya Mih makasih ya Mih , Bik “. Jawab Hana .
“ Yaudah mamih dan Bik Tini kembali ke kamar ya “.
*********
“ Dean , kamu yakin mau berangkat ke kantor ? Papih dengar
tadi pagi Hana sudah mulai merasakan kontraksi “. Tanya Papih Dika saat
menikmati sarapan nya tanpa Hana .
pulas di kamar nya .
“ Iya Pih soalnya ini ada pertemuan penting selagi Client
nya mau bertemu soalnya kemarin kemarin susah sekali buat janji ketemu nya
nanti kalau sudah selesai Dean langsung pulang … “. Jawab Dean .
“ Oh proyek baru mu itu … Yasudah nantin jika sudah selesai
segera pulang karena Roy dan Papih pun tidak bisa ijin tak ke kantor “. Kata
Papih Dika .
“ Iya Pih “.
“ Mih . Kas … Dean titip Hana ya tolong hubungi Dean jika
ada tanda tanda Hana akan melahirkan “.ujar Dean pada Mamih Esty dan juga Kasih
.
“ Iya tenang aja nanti kami hubungi , selesaikan lah urusan
mu di kantor De …”. Jawab Mamih Esty pada Putra nya dan di angguki Dean .
“ Ayo anak anak kita berangkat sekolah , udah siap semua kan
? “. Tanya Dean pada kedua putra nya yang sudah selesai dengan sarapan nya .
“ Sudah Pah … Ayo “. Jawab si sulung .
“ Princess , Papah berangkat kerja dulu ya di rumah yang
baik ya sama Oma dan Aunty … Jagain Mamah ya …“. Pamit Dean pada dua putri nya
yang sedang memakan potongan buah segar nya dan tampak mengangguk anggukkan
kepala mendengar apa yang di ucapkan Papah nya seperti paham .
Dean pun mengecup pipi gembil kedua putrinya bergantian
karena gemas sebelum berlalu .
******
Jalanan yang cukup padat membuat Dean terlambat 10 menit
sampai di Group Dewantara … Dean pun bergegas keluar dari mobil nya tepat di
depan loby perusahaan nya dan segera memberikan kunci mobilnya pada petugas
keamanan yang tampak sudah menunggu dirinya untuk memarkirkan mobil nya .
“ Pagi Bos …”. Sapa petugas keamanan dengan sopan dan
sedikit mengangguk .
“ Pagi …” Jawab Dean singkat sambil mengulurkan kunci mobil
pada petugas keamanan .
Saat Dean akan berlalu masuk ke dalam , Dean menghentikan
langkah nya dan menyipitkan mata nya melihat mobil yang tampak tak asing untuk
nya mobil sport berwarna biru metalik terparkir di tempat mobil khusus tamu .
“ Pak tunggu “. Dean mencegah petugas itu yang hendak berlalu
.
“ Oh iya Bos , ada yang bisa saya bantu ?”. tanya petugas
itu bernama Karya yang berusia sekitar 45 tahun .
Dean pun menunjuk salah satu mobil di deretan mobil tamu “
Itu mobil siapa ?”. tanya Dean pada Pak Karya dan Pak Karya pun mengikuti arah
tunjuk yang di tunjuk Dean .
“ Oh itu salah satu tamu penting menurut informasi Pak Joni “.
Jawab Pak Karya .
“ Joni ? Seperti apa orang nya ?”. tanya Dean lagi membuat
Pak Karya sedikit heran pasalnya Bos nya tak terlalu banyak bicara jika pada
karyawan nya namun hari ini Bos nya tampak berbeda lebih banya berbicara eh
bertanya ….
“ Iya , orang nya masih muda Bos “. Jawab Pak Karya dan di
angguki Dean .
“ Terimakasih atas info nya silahkan lanjutkan kerja nya “. Ujar
Dean dan di angguki Pak Karya .
Dean pun melangkahkan kakinya dengan tergesa menuju ruangan
nya …. Untuk meletakkan tas kerja nya .
Dean yang baru saja meletakan tas kerja nya di ruangan tak
lama pintu nya di ketuk .
“ Tok tok tok “
“ masuk “.
“ Selamat pagi Bos , maaf Bos Client dari Perusahaan Ringga
Jaya sudah datang dan sekarang sedang menunggu anda di ruang meeting “. Ujar Joni sekertaris Dean memberitahu kedatangan
Client yang sudah di tunggu tunggu Bos nya dan Dean diam mendengarkan .
“ Saya yakin anda akan terkejut Bos mengetahui siapa Client
kita kali ini “. Gumam Joni dalam hati .
“ Sepagi ini ?”. tanya Dean yang tak menyangka Client nya akan
datang pagi .
“ Benar Bos … “. Jawab Joni .
“ Sudah ada informasi dengan Johan ?”. Dean menanyakan
asisten nya yang sedang bertugas di luar kota menggantikan dirinya .
“ Sudah Bos , Johan sampai semalam dan pagi ini ia langsung
meninjau lapangan agar tak buang waktu lama berada disana dan segera kembali
seperti pinta anda “. Jawab Joni .
“ Bagus lah yasudah mari kita temui beliau “. Ujar Dean pada
Joni beranjak berdiri mengajak Joni menemui Client nya .
“ Em maaf Bos sepertinya yang menemui beliau anda sendiri …
Apa anda lupa pagi ini saya kan juga harus pergi ke kantor cabang untuk
menghadiri rapat bulanan rutin “. Kata Joni .
“ astaga saya lupa Jon … Ya sudah kamu hati hati “. Jawab Dean
sambil memakai kembali jas nya .
“ Baik , saya permisi “. Pamit Joni dengan badan yang
sedikit menunduk pada Bos nya yang hanya mengangguk .
Setelah kepergian Joni , Dean pun segera berjalan menuju
ruang meeting menemui Client nya pemimpin perusahaan Ringga Jaya yang cukup
membuat Dean penasaran akan paras pemilik nya yang cukup misterius .
“ Ceklek “. Dean membuka pintu ruang meeting saat pintu
terbuka dari Dean dapat melihat seorang pria dengan tatanan rambut rapi
mengenakan jas dan celana berwarna biru namun sayang Dean belum bisa melihat
wajah nya karena sang Clien duduk membelakangi dirinya .
Dean melangkahkan kaki masuk ke dalam “. Selamat pagi Pak
maaf lama menunggu “. Ucap Dean seraya mendekati kursi dimana ia biasa duduk
dan bersiap untuk duduk menyambut tamu nya .
Tangan Dean terulur untuk menyalami tamu nya tiba tina mata
Dean terbelalak saat melihat siapa tamu di hadapan nya yang sedang mengulum
senyum nya .
“ Lo “
Orang itu langsung menerima uluran tangan Dean masih dengan
mengulum senyum nya yang terlihat Dean seperti senyum mengejek .
“ Ringga Eriko “. Orang itu menyebutkan namanya , Dean hanya
mendengus dengan mata yang awalnya ramah berubah jadi tajam .
“ Gak lucu Rik jadi berenti tersenyum seperti itu buat gue
muak “. Kata Dean sarkas .
“ Woho calm down mantan kakak sepupu … Gak berubah juga lo
ya masih pemarah “.ucap Erik pada Dean .
“ Berisik “. Kata Dean menatap Erik dengan pandangan
menyelidik .
“ Ah gak asik lo santai dong … Lo lupa gue disini tamu special
lo , orang yang udah lo tunggu buat bertemu hem “. Balas Erik sambil menyeruput
kopi yang di hidangkan oleh petugas sebelum kedatangan Dean .
“ Sejak kapan lo punya perusahaan ?”. tanya Dean yang tak
menanggapi celoteh Erik .
“ Kalau perusahaan ini sudah lama ada, ini punya bokap Cuma gue
baru gabung 2 tahun belakang “. Jawab Erik dan Dean hanya menganggukkan kepala
nya tak menjawab seperti sedang menelisik orang di depan nya .
“ Lo pemilik mobil itu …. “. Ucapan Dean terhenti karena di
sela Erik .
“ Yap lo benar gue pemilik mobil biru itu … “ sela Erik .
“ Untuk apa lo mata matai rumah gue ?”. tanya Dean denga
serius menatap tepat pada bola mata Erik tatapan intimidasi andalan nya .
“ Gue Cuma mau buktikan sendiri kalau perempuan yang gue
cintai nasibnya tak seburuk Kakak sepupu gue dulu …. “. Jawab Erik dengan nada
serius tak seperti sebelum nya … Dean yang mendengar ucapan Erik seketika
merasa tak suka .
“ BRAAKK “.
“ APA MAKSUD LO HAH …”.
*********