Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 86


**" Tuhan selalu memberi obat di setiap penyakit . Senyum di setiap air mata . Berkah di setiap cobaan & jawaban di setiap do'a "


*


*****


Dean masih menelusupkan wajahnya di perut Hana dan Hana pun mengusap lembut bahu serta rambut Dean .


" Dulu saat pertemuan kedua di rumah saya melihat kamu seperti monster dan sekarang saya melihat mu seperti seekor  kucing kecil ". gumam Hana dalam hati .


Dean pun menengadahkan wajahnya melihat wajah ayu Hana yang masih tersisa sedikit air mata , tangan Dean pun terulur menyentuh wajah Hana dan tersenyum .


" Hey saya yang kena pukul kenapa kamu yang nangis heeum .... Dasar cengeng " ucap Dean pada Hana masih dengan tangan yang mengelus pipi Hana .


Hana pun menundukkan kepalanya melihat wajah pria tampan yang sedang tersenyum manis , tangan Hana pun terulur memegang pipi Dean yang terdapat bercak darah .


" Maafkan Al ya pasti ini sakit ."ucap Hana masih dengan mengusap pipi Dean .


kedua tangan Dean pun beralih memegang pinggang Hana di kedua sisinya masih dengan senyum manis nya .


" Gak ko ini mah udah biasa buat seorang cowok . Oh ya Maaf ya tadi saya melintir tangan adik mu habis dia bar bar banget nyerang waktu lawannya enak enak tidur  ". kata Dean dengan bercanda dan langsung mendapatkan cubitan dari Hana di bahunya .


" Aduuw ... Aiis kebiasaan kalau gak nyubit pasti teriak ." jawab Dean mengadu sakit .


" Oya sini saya obatin itu lukannya , geser duduknya ." ucap Hana dan duduk di samping Dean yang masih menatap wajahnya secara lekat .


Hana pun mulai mengobati luka yang gak seberapa di wajah Dean .


" Masih ganteng kan walaupun bonyok dikit ." canda Dean .


" IIh apa an sih narsis tau " jawab Hana sambil menekan kapas di luka Dean .


" Auw sakit .... Han kamu umur berapa ?". tanya Dean tanpa mengalihkan pandangan di wajah cantik di hadapannya .


" Tepat pada hari dimana saya jadi janda 25 tahun ." jawab Hana sambil memasukkan peralatan di gunakannya di kotak P3K .


" Waoow jadi kado terburuk dong ... Masih umur 25 tahun anaknya ko udah 4 doyan apa gimana ..? ". kata Dean bercanda .


" Harusnya dua , gara - gara kamu kebanyakan naruh saham nya ". jawab Hana sambil cemberut lucu .


" HAaaa Haaaa Haaaa " tawa Dean pun pecah mendengar jawaban Hana sambil memiting leher Hana dan menciumi puncak kepala Hana .


" IIh Dean malu , kebiasaan ih bibir kamu tuh ya ". kata Hana sambil melepaskan diri dari dekapan tangan Dean .


" Princess Papah kata Mamah , kalian saham Papah nak berapa tahun ya Papah dapet keuntungan nya hahaha " ucap Dean pada kedua bayinya yang tertidur di strollernya masih dengan tertawa ngakak .


" BERISIK Dean . De kalau kamu umur berapa ?". tanya Hana .


" 30 tahun ". ucap Dean singkat .


" hahahah haa ". sekarang giliran Hana yang tertawa ngakak dan Dean pun mengernyitkan keningnya heran .


" Sembarangan 30 tahun tu bukan Om Om tapi pria Dewasa . Makanya sekolah bukannya malah kawin


masih kecil juga  ". jawab Dean dengan ketus tak senang dengan panggilan Hana .


" Dulu juga kepengen kuliah cuma Bapak sama Ibu gak ada biaya terus malah di lamar sama Mas Fandi ". ucap Hana pelan .


" Hey Maaf ya masih mau kuliah gak ?". tanya Dean sambil merangkul Hana merasa tak enak hati .


" Gak , mau ngurusi anak - anak aja ." jawab Hana .


" Anak - anak nanti bisa di asuh lagian kuliah waktunya sebentar ko gak seharian masih bisa ngurusin


anak - anak ." kata Dean dan Hana hanya menggelengkan kepalanya .


" Yaudah kalau gak mau besok belajar di rumah aja ". ucap Dean masih dengan merangkul Hana dan mereka pun mendengar deheman seseorang .


" Ehem ". Dean dan Hana pun menoleh pada orang itu .


" Ada apa Al ?". tanya Hana pada Adiknya dan Dean hanya menatap Alfa dengan mata elang nya .


" Maaf Mba ganggu , Al mau minta maaf sama Bang Dean karena sikap Al udah keterlaluan sama Bang Dean ". ucap Alfa dengan menundukkan kepalanya .


" Bang Dean maafkan Alfa sudah gak sopan dan kasar tapi sungguh Al cuma mau ngelindungi Mba Hana aja ". ucap Alfa lagi .


" Ehem ". Dean pun berdeham dan  menegakkan duduknya .


" Saya sudah memaafkan kamu dan buat saya sikap kamu wajar sebagai seorang laki-laki yang ingin melindungi saudaranya . Maafkan saya juga tadi sudah memelintir tangan mu , Sakit ?"' tanya Dean .


" Sudah gak Bang tadi di urut sama Ibu makasih ya Bang udah memaafkan Al ". jawab Alfa dan mencium tangan Dean .


" Iya Abang sudah memaafkan mu ". ucap Dean dengan senyum manis nya .


" Mba Al boleh gendong dedek bayi nya gak , namanya siapa ?". tanya Alfa yang memang baru pertama kali melihat si bayi kembar .


" Boleh sini mba bantuin , namanya siapa Papah ?". tanya Hana pada Dean dengan tersenyum manis .


" Nyeeessss " hati Dean serasa adem mendengar Hana memanggilnya PAPAH dengan lembutnya .


"EEem itu yang kamu gendong namanya Sheila bayi pertama dan yang ada di stroller namanya Sheina ". jawab Hana .


" IIih cantik - cantik banget keponakan om Al ." ucap Al dengan girang .


 


 


*******


"