
Mobil yang membawa Hana sampai tepat di depan pintu masuk kantor perusahaan Dewantara Group di mana sang suami yang menjadi pimpinan nya .
" Bapak pulang aja gak usah tunggu saya ". ucap Hana pada supir nya dan di angguki oleh Pak Karim supir keluarga Dewantara.
Hana pun turun dari mobil mewah dengan anggun nya tak lupa ia memakai kaca mata hitam untuk menyamarkan sembab di matanya .
Semua mata langsung tertuju pada seorang Ibu dari empat orang anak yang sangat cantik dan elegan .
Tatapan keterkaguman pun terpancar dari banyak pasang mata karyawan Dewantara Group . Sepertinya biasa hana membalas sapaan semua karyawan dengan ramah nya.
Hana masuk ke dalam lift khusus menuju lantai 40 dimana ruangan Dean suaminya .
" Ting "
Hana keluar dari dalam lift dan melangkah kan kakinya menuju ruang Direktur , Hana melewati ruang Wakil Direktur tempat Kakak iparnya namun Hana mengernyitkan keningnya merasa heran karena mendengar suara ribut .
Hana pun memundurkan lagi langkahnya sampai di depan pintu ruang Wakil Direktur Hana menempel kan telinganya mencoba mendengar kan suara ribut antara pria dan wanita .
Pandangan Hana langsung tertuju pada Sekertaris Riko yang juga sedang melihat ke arah nya , Hana berjalan mendekati meja Sekertaris Riko yang tak jauh dari tempat nya berdiri .
" Sekertaris Riko , eem kamu tau siapa yang ada di dalam ruangan Wakil Direktur ?". tanya Hana pada Sekertaris Riko .
" Yang saya tau client dari Perusahaan Mekar Jaya Bu Hana ". jawab Sekertaris Riko .
" Tapi ko di dalam suaranya ribut gitu ya ?". tanya Hana heran.
" Tadi saya sempat masuk Bu tapi keluar lagi soalnya Pak Roy dan Wakil dari perusahaan Mekar Jaya itu sepertinya ada suatu hubungan karena tadi posisi mereka sangat intim Bu ." jawab Sekertaris Riko dan Hana hanya manggut-manggut .
" Oya suami saya ada di dalam ?". tanya Hana .
" Ada Bu ". jawab Sekertaris Riko dan Hana langsung melangkah kan kakinya menuju ruang Direktur tempat suaminya .
Sebelum masuk Hana menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nafas nya .
" tok tok tok ". ketuk Hana pelan dan Hana mulai memegang handel pintu dan membuka pintu ruangan dengan pelan .
" kreeerit "
Merasa ada yang masuk Deanbpun mendongakkan kepalanya melihat orang yang masuk ke dalam ruangannya .
" Aaiiis Hana dandanan nya cantik banget ". gumam Dean dalam hati terkagum dengan penampilan Istrinya .
Dengan cepat Dean menutupi kekaguman nya melihat istri nya yang luar biasa cantik .
Dean melihat istrinya dengan raut wajah datar dan menyenderkan punggungnya di kursi kebesaran nya memindai sang istri yang masih terdiam di dekat pintu masuk .
" Dean , saya ganggu gak ?". tanya Hana dengan wajah yang menunduk tak berani melihat mata elang suaminya .
" Kamu bisa lihat berkas yang tertumpuk di meja saya , Hana ". jawab Dean dengan nada dingin .
" Saya bawa makan siang untuk kamu De ". ucap Hana .
" satu kesalahan lagi kamu buat ". kata Dean , mendengar ucapan Dean , Hana pun mendongakkan kepalanya .
" salah apa lagi saya ?". tanya Hana bingung .
" Kamu bicara dengan suami mu tanpa melihat wajah saya . Kenapa apa terlalu muak untuk kamu lihat ?". jawab Dean .
" Bukan gitu Dean ". ujar Hana tak terima tuduhan suaminya .
" SAYA BUKAN TEMAN MU HANA BAHKAN UMUR SAYA JAUH DI ATAS KAMU ". bentak Dean . Hana yang terkejut mendengar bentakan suaminya membuat ia sedih dan matanya pun berkaca-kaca .
" Maaf " satu kata yang lolos dari bibir Hana dengan di ikuti air mata yang mengalir dan Dean memberi isyarat dengan tangan nya untuk Hana mendekat pada nya .
Hana pun berjalan mendekat tepat di samping Dean yang duduk di kursi kebesaran nya.
Dean melihat penampilan Istrinya dari atas sampai ujung kaki Hana .
" Waah gila bener- bener cantik istri gue ". gumam Dean dalam hati .
" Eehm siapa yang menyuruhmu dandan seperti ini ? ini terlalu pendek Hana mau kasih lihat siapa ? gak ingat kamu sudah punya 4 orang anak sampe harus dandan seperti ini Hem ...". ujar Dean masih duduk dan menyilang kan kedua tangannya di dada .
Hana menggeleng kan kepalanya dan air mata semakin mengalir .
" Maaf " lagi-lagi hanya kata itu yang keluar dari bibir ranum Hana .
Dan Dean pun menepuk paha nya isyarat menyuruh Hana duduk di pangkuan nya .
Tangan Dean melingkar di perut Hana yang sesekali terulur menghapus air mata Istrinya , dengan dagu yang di letakkan di bahu hana .
" Sudah jangan menangis lagi , maaf jika saya kasar " ucap Dean . Hana hanya diam mendengarkan .
" Saya hanya ingin kamu memperlakukan saya sebagaimana dulu kamu memperlakukan mantan suami mu Hana . Saya iri kamu bisa lembut dengan nya tapi tidak dengan saya ". ucap Dean lagi .
Hana yang mendengar kan ucap Dean pun langsung menghadap ke arah Dean , Hana mengambil satu tangan suaminya dan Hana langsung mencium tangan itu dengan lembut .
Dan langsung memeluk tubuh atletis Dean dengan erat .
" Beri saya waktu lagi sayang untuk benar-benar terbiasa dengan kehadiran mu , menerima perubahan mu dan jangan pernah lagi bandingkan antara kamu dengan dia .
Kalian bukan objek yang pantas untuk di bandingkan kalian berbeda dengan segala kelebihan dan kekurangan kalian masing-masing .
Papah Dean , pertemuan kita bukan berawal dari sebuah hubungan yang baik-baik saja bahkan terlalu rumit untuk suatu hubungan jadi aku mohon beri waktu untuk saya benar-benar yakin dengan perasaan ini , bersabar lah sedikit untuk ku sayang ". ujar Hana dengan terisak masih dengan memeluk Dean dengan erat .
Dean pun mengurai pelukan antara Hana dan dirinya , Dean memegang sisi wajah Hana dan dengan perlahan Dean mencium kedua mata yang masih mengeluarkan bulir bening dan mencium hidung mancung Hana dan terakhir mencium bibir manis Hana sekilas .
Dean menempelkan keningnya di kening Hana .
" Maaf kan saya yang sudah egois , maafkan saya yang serakah atas diri mu , Hana . "
mendengar ucapan Dean ,Hana menjauh kan keningnya dari Dean dan tangan nya terulur memegang sisi wajah Dean dengan perlahan Hana mencium kening Dean sekilas dan mencium bibir sensual suaminya dan disambut dengan senang hati oleh Dean .
" Kita masih banyak waktu yang panjang untuk saling menyesuaikan diri kita satu sama lain ... sayangku ". ucap Hana sambil tersenyum manis dan mengelus pipi Dean .
Dean menangkap tangan istrinya yang sedang mengelus lembut pipinya dan mengecup nya .
" Ya kita masih banyak waktu dan saya harap di waktu yang banyak ini kita bisa saling mengerti perasaan yang sebenarnya di antara kita ". ucap Dean .
" Sudah jangan menangis lagi ".ucap Dean lagi sambil melihat jam mahal yang melingkar dipergelangan tangan nya .
Dean meraih gagang telepon dengan satu tangannya yang bebas untuk menghubungi seseorang .
" Jon ke ruangan saya sekarang !". ujar Dean pada Joni di sambungan telepon nya.
" tok tok tok "
" masuk "
Joni masuk ke dalam ruangan bos nya seketika pandangan nya pun langsung tertuju pada istri Bos nya yang masih duduk di pangkuan suaminya .
" Maaf Bos ". ucap Joni dan akan berbalik keluar lagi .
" Jangan keluar , saya minta kamu antarkan istri saya pulang sekarang ". pinta Dean .
" Baik Bos , saya tunggu di bawah . permisi ". pamit Joni .
Hana yang mendengar percakapan Dean dan Joni dibuat heran dan bingung .
" Sekarang kamu pulang diantar Joni , saya ada meeting penting dan pasti akan lama ". ujar Dean pada istrinya yang bingung .
" Tapi……"
" Nanti saya akan makan bekal yang kamu bawa tapi sekarang kamu pulang ya kasihan si kembar dan anak-anak ." ucap Dean .
" Tap… "
" gak ada bantahan Hana " ucap Dean dengan nada tegas.
Dan Hana pun mengangguk kepala dengan perasaan bingung dan mulai beranjak dari pangkuan suaminya . mencium tangan Dean .
Saat Hana akan berjalan , Dean mencekal tangan nya dengan cepat Dean mencium bibir manis Hana .
" Saya pulang larut malam, istirahat duluan dan jangan tunggu saya ". ucap Dean Setelah melepaskan ciumannya .
" Assalamualaikum " ucap salam Hana mulai melangkahkan kakinya keluar dari ruangan suami nya .
" Waalaikumsalam " balas salam Dean
Melihat istrinya sudah keluar Dean pun langsung beranjak masuk kedalam ruang pribadi nya dibalik lemari besar yang berisi buku-buku .
" Aaarrg cuma kesenggol Hana dikit kenapa dia langsung bereaksi ". kata Dean
******