Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 242


Dean dan Hana memandangi makhluk kecil yang sedang terlelap di dalam boks bayi yang terletak tak jauh dari dengan takjub ….  Dean dan Hana tampak sangat bahagia dan bersyukur atas kelahiran anak mereka yang lahir dengan sehat dan selamat tanpa kurang satu apapun .


Hidung kecil mancung , bibir mungil , pipi merah nan menggemaskan dengan rambut yang hitam legam sungguh perpaduan yang pas dari Papah dan Mamah nya …. Bayi yang 3 hari lalu di dilahirkan dan di beri nama


Dareen Frey Prada Dewantara anak kelima dari pasangan Dean Prada Dewantara dan


Hana Fishera .


“ Mas lihat ganteng banget ya anak aku …” ucap Hana mendongakkan kepala nya melihat wajah Suaminya yang ada sedang berbaring di sampingnya .


Bukan nya menjawab Dean menundukkan wajahnya membalas tatapan sang istri sambil menarik pelan hidung Istrinya dengan gemas “ Anak kita sayang , banyak peran Mas juga saat buat adonan baby Dareen “. Jawab Dean pada Hana yang tampak bersemu karena mendengar jawaban sang Suami .


“ Iiish di tanya apa jawaban nya nyeleneh …”. Ujar Hana sambil mencubit kulit dada Suaminya .


“ Aduh sakit … Lah mana nya yang salah dari ucapan Mas kan bener kalau peran Mas itu besar saat buat nya makanya itu lihat ke ketampanan Mas turun semua ke dia “.jawab Dean tak mau kalah sambil mengadu kesakitan saat kulit dada nya di cubit sang istri .


“ Auh ah gelap susah ngomong sama orang kalau piktor terus …” kata Hana sambil mencebik .


“ Lah kalau kamu gak nikah sama cowok yang gak piktor yang ada kamu nanti di anyepin sayang nyesek nanti “.jawab Dean lagi masih kekeh opini


nya .


“ iya iya tuan Dean cukup ya pembahasan nya , Mas hari ini Hana beneran udah boleh pulang kan ?”. kata Hana mengalihkan pembahasan dan bertanya dengan penuh harap .


“ Iya tadi Johan udah urus semua nya dia bilang tunggu visit Dokter Dewi dulu sabar “. Jawab Dean dengan mata yang berat .


“ Ya kan Hana udah rindu berat sama Kakak , Abang dan si kembar …” jawab Hana .


“ Iya sebentar lagi ketemu …”. Kata Dean  dengan mata yang melek merem .


“ Mas besok kalau di rumah terus Mas ada waktu luang Mas bantuin Hana ngasuh anak anak ya “. Ujar Hana .


“ Heeeum “. Jawab Dean ber deham karena mata nya semakin berat .


“ Mas dari pada kamu santai mending beres beres barang barang kita takut nanti ada yang tertinggal .” suruh Hana pada Dean yang mata


nya tampak sudah rapat .


“ Mas “ panggil Hana yang tak mendapat jawaban dari sang Suami .


“ Mas “. Hana kembali memanggil sambil mendongakkan kepala melihat wajah Suami nya yang ternyata tertidur .


“Oh tidur pantesan gak nyaut … “ gumam Hana dengan tangan yang terulur membelai wajah tampan Suaminya .


“ Ganteng sih ganteng banget malah tapi ko ya mesum nya ampun Mas Mas …”. Gumam Hana sambil tersenyum dan melihat wajah Suaminya yang tertidur terlihat sangat damai .


“ Biar aja lah dia istirahat kasihan mungkin Suamiku  lelah “. Gumam Hana dalam hati Hana tau Suaminya pun kurang tidur karena setiap baby Dareen bangun Dean dengan sigap


bangun mengecek popok putranya untuk di gantikan nya atau menggendong Baby Dareen


yang terus menangis walaupun sudah di beri asi oleh Hana karena belum puas dan ajaib nya tak lama di timang timang Papah nya baby Dareen akan kembali tertidur dan seperti itu terus berulang … Baby Dareen lebih banyak terjaga saat malam dan akan tertidur


pulas pada siang hari .


“ Gak pernah aku bermimpi atau menyangka akan menjalani sisa hidup ku sama kamu , bahkan dulu membayangkan dekat dengan mu aja sesuatu yang memuakkan untuk ku setelah apa yang kamu perbuat pada diriku dan keluarga ku Mas hingga keluarga kecil ku yang tenang menjadi hancur se hancur hancurnya … Setiap ingat itu ingin ku membenci mu namun ternyata Tuhan mempunyai jalan hidup untuk kita yang lain benci itu kini menjadi cinta setelah kamu menyesalinya berjuang


meminta maaf serta berubah menjadi lebih baik …. Rasa nya aku tak perlu terus


terusan menghukum mu menghakimi mu terus menerus memupuk rasa benci semakin


dalam hingga membuat diri ini tak tenang entah sampai kapan yang mungkin rasa bersalah nan menyakitkan itu pasti selalu menghantui mu di setiap saat karena sejatinya


manusia tempatnya salah tak ada yang sempurna dan ia berhak mendapat pengampunan biarlah Tuhan yang menghukum atas setiap perbuatan … Aku anggap ini jodoh yang tak di sangka dari Tuhan hanya saja pertemuan nya sangat di sayangkan ….. “


gumam Hana dengan terisak saat mengingat apa yang telah ia lalui saat pertama bertemu pria di samping nya .


“ Aku harap perjalanan pilu seorang Hana akan kamu gantikan dengan kebahagian untuk seorang Hana “.


“ Tok tok tok “


Hana menghapus air mata nya dengan cepat saat ia mendengar suara ketukan dari luar …


“ ceklek “


Pintu di buka yang ternyata Dokter Dewi dan juga satu perawatnya masuk dengan tersenyum ramah pada Hana yang juga tersenyum dengan wajah yang ketara habis menangis .


“ Mas “. Panggil Hana mencoba membangunkan sang Suami karena kedatangan Dokter Dewi yang akan memeriksa dirinya namun belum sempat Dean


terbangun Dokter Dewi sudah memberi kode untuk tidak membangunkan Suaminya .


Dokter Dewi mendekat pada sisi sebelah Hana yang tak terhalang Dean menatap dalam pada wajah Hana membuat Hana salah tingkah di


tatap sedemikian rupa oleh wanita yang berusia sama dengan Mamih Esty mertuanya


.


“ Apa ada masalah Bu Hana … em mungkin ada yang membuat Bu Hana tak nyaman ?”. tanya Dokter Dewi yang melihat wajah Hana seperti habis menangis dengan nada lembut dan mengelus lembut punggung tangan Hana .


Hana dengan cepat menggeleng “ Oh tidak ada Dok hanya saja saya sangat bahagia dengan kelahiran putra kami dan kebersamaan antara saya dan Suami yang di awal penuh drama .” jawab Hana jujur .


“ Oh Saya kira ada masalah antara Bu Hana dan Pak Dean …  namun sepertinya tidak ya karena gak mungkin kalau sedang tidak baik baik saja karena kalian terlihat mesra seperti ini , Ya


semoga dengan hadirnya si kecil ini menambah keharmonisan untuk hubungan Pak


Dean dan Bu Hana ya … “. Ucap Dokter Dewi dengan mata nya yang melihat pada


tangan Dean yang melingkar mesra di perut Hana .


“ Eh maaf Dok … Tak ada masalah ko Dok malah dia sangat sigap


dan cekatan dalam membantu saya … “ jawab Hana yang terlihat malu dan berusaha


menyingkirkan tangan kekar suaminya yang ada di atas perutnya .


“ Pelan pelan saja Bu Hana karena Pak Dean terlihat sangat


kelelahan “. Ucap Dokter Dewi yang di angguki Hana sambil menyingkirkan tangan


Suaminya dengan pelan serta menggeser sedikit tubuh nya agar Dokter Dewi mudah


memeriksa dirinya .


“ Apa Bu Hana ada pusing ?”. tanya Dokter Dewi dan Di jawab Hana gelengan kepala .


“ Kondisi Bu Hana cukup stabil , apa sudah bisa untuk ke kamar mandi ?”tanya Dokter Dewi lagi .


“ Sudah Dok Cuma masih di bantu “.  Jawab Hana dengan tertawa kecil begitupun Dokter Dewi .


“ Tak apa apa pelan pelan saja Bu kalau bisa jangan angkat yang berat berat dulu ya , Kalau asi nya sudah lancar ?”. tanya Dokter Dewi


lagi .


“ Baik Dok , Alhamdulillah hari ini sudah mulai deras Dok berbeda dari hari kemarin yang tak begitu lancar makanya si kecil rewel karena


belum cukup puas .” jawab Hana .


“ Wah syukur lah Bu Hana wajar karena baby boy biasanya lebih kuat minum nya , Oh ya apa Dokter anak sudah ada visit untuk memeriksa si kecil Bu ?”. tanya Dokter Dewi pada Hana .


“ Sudah Dok tadi pagi dan beliau bilang pemeriksaan nya semua baik “.jawab Hana lagi .


“ Oke kalau gitu karena semua baik jadi setelah infus ini habis Bu Hana sudah di perbolehkan pulang tapi tiga hari lagi kontrol ya Bu .”


ujar Dokter Dewi seraya tersenyum ramah .


“ Wah terimakasih banyak ya Dok “. Jawab Hana dengan senang


.


“ Jaga selalu kesehatan dan kebersihan ya Bu …. Pasti Kakak Kakak nya udah gak sabar ketemu adik nya ya Bu , sekali lagi selamat ya Bu Hana .”. ucap Dokter Dewi yang tau jika Hana dan Dean memiliki banyak anak karena


pernah datang ke rumah Dewantara untuk memeriksa Hana kala itu .


“ Terimakasih banyak ya Dok … Iya pastinya Dok bukan kah ramai nya itu yang akan kita rindukan setelah mereka dewasa .” jawab Hana .


“ Betul itu Bu , Jika infus nya sudah mau habis Bu Hana bisa tekan tombol ya nanti perawat akan melepaskan jarum infus nya dan Bu Hana bisa pulang ke rumah … Karena sudah selesai saya permisi “. Ucap Dokter Dewi .


“ Sekali lagi terimakasih Dok “.


“ sama sama Bu Hana hati hati nanti di jalan ya “.


Setelah Dokter Dewi keluar dengan di ikuti perawat tak lama pintu kembali di ketuk oleh seseorang “ Tok tok tok “.


“ Masuk “.ucap Hana .


“ Oh kamu Han iya siang “.


“  Bu , saya sudah menyelesaikan semua urusan rumah sakit ini berkas berkas nya saya masukkan ke tas nya Pak Dean ya Bu .”. ucap Johan pada istri Bos nya sambil memasukkan tas kerja Bos nya yang memang di bawa untuk mengerjakan kerjaan saat ada waktu


luang .


“ Oh iya Han , terimakasih ya “. Jawab Hana ramah dengan membuka ponsel nya yang terlihat banyak notifikasi baik pesan maupun media sosial yang memberi selamat atas kelahiran putra nya .


Saat Hana sedang sibuk dengan ponselnya membaca pesan dari Mamih Esty yang menanyakan kepulangan nya dari ekor mata nya ia seperti melihatJohan mengambil koper miliknya yang tersimpan di pojok ruangan sepertinya Johan akan membereskan barang barang nya agar tak ada yang tertinggal .


“ Johan kamu mau ngapain ?”. tanya Hana membuat Johan menoleh yang sedang mengumpulkan barang barang di meja .


“ Mau beresin ini Bu takut ada yang tertinggal “. Jawab Johan bersamaan dengan baby Dareen yang menggeliat .


“ Han kamu beresin barang barang yang ada di meja dan tas kerja Bos mu aja ya soal baju baju biar jadi urusan Suami saya “. Ucap Hana


karena merasa risih dan sungkan pada asisten Suaminya karena banyak nya barang


pribadi yang tak pantas di lihat oleh pria lain selain Suaminya .


“ Mas bangun “. Hana membangunkan Suaminya yang masih tertidur pulas di samping nya dengan mengelus pelan lengan nya .


“ Mas bangun ihk “. Panggil lagi Hana dengan menggoyangkan lengan dan memegang pipi Suaminya yang tampak mulai menggeliat .


“ Eeemz apa Yank , baby Dareen nangis ya ?”.tanya Dean dengan tiba tiba beranjak duduk mungkin karena nyawanya belum terkumpul .


“ Hey Mas Mas buka mata nya dulu nanti kamu jatuh “.ujar Hana seraya memegangi lengan Suaminya yang tampak sedang mengucek mata nya dan langsung melihat boks dimana putra nya tertidur .


“ Eemz baby Dareen gak bangun ya “ kata Dean sambil menggaruk dahinya dan melihat sekeliling yang ternyata sudah ada Johan asisten nya yang sepertinya sedang membereskan barang barang yang tercecer di atas meja


.


“ Urusan istri saya sudah beres Han ?”. tanya Dean pada Johan .


“ Sudah Bos semua berkas sudah saya masukkan ke tas kerja anda “. Jawab Johan dan di angguki Dean yang kembali menoleh pada Istrinya .


“ Terus kamu tadi ngapain bangunin Mas , yank kalau baby Dareen gak bangun ?”. tanya Dean yang sepertinya terganggu .


“ Itu tadi Dokter Dewi sudah visit terus kata beliau aku udah boleh pulang kalau infusan ku udah habis Mas dan Aku bangunin Mas buat


minta tolong Mas beresin barang barang kita “ jawab Hana .


“Loh iya kah ko Mas gak tau ya , apa sangking pulesnya ya Mas tidur … Itu juga Johan lagi beresin biar aja sekalian “. Jawab Dean yang


tampak akan kembali merebahkan badan nya di kasur .


“ Iih jangan tidur lagi , Hana yang larang Johan beres beresin baju tau emang Mas rela Johan lihat dalaman Hana hem “. Ujar Hana pada


Dean yang langsung terduduk kembali .


“ Ya gak lah enak aja … biar Mas aja yang beresin “.jawab Dean langsung turun dari ranjang rawat istrinya .


********


“ Sayang gimana perutnya sakit ga ?”. tanya Dean saat sudah ada di dalam mobil untuk pulang ke rumah .


“ Gak ko Mas , Hana baik baik aja “. Jawab Hana seraya menyenderkan kepala nya di bahu Suaminya sambil memainkan kaki baby Dareen yang terbungkus kaos kaki .


“ Uluuh anak Papah pinter banget gak rewel ya naik mobil …Sayang jangan di kitik kitik kaki baby nya tuh dia gerak gerak kaya kegelian “. Dean mengajak bicara putra nya yang ada di pangkuan nya .


“ Ih gemes soalnya Mas “. Jawab Hana .


“ Kalau gemes mending ngusel ngusel Papah nya aja “. Ucap Deanbgenit pada istrinya , Johan hanya diam mendengarkan keromantisan Bos dan Istrinya yang ada di bangku belakang dan sesekali melihat dari kaca atas kepalanya sambil mengemudikan mobil mengantarkan Bos nya untuk pulang ke rumah Dewantara .


“ Ih Mas genit … Jangan jangan “. Sahut Hana terhenti dengan tatapan menyelidik .


“Apa ?”. tanya Dean .


“ Han , Bos mu suka genit juga gak kalau sama cewek lain ?”. Hana malah bertanya pada Johan yang terlihat kaget karena sedang fokus pada jalanan yang macet di depan .


“ Eh iya … apa Bu “. Hana mendelik mendengar jawaban Johan yang tak menyimak obrolan Bos dan Istrinya .


Begitupun Dean yang membeliak tak terima mendengar jawaban asisten nya “ Han yang bener kamu jangan bikin huru hara “. Ucap Dean kesal pada Asisten nya bahkan sangking kesal nya Dean sempat menendang kursi depan yang di duduki Johan .


“ Bu Hana maaf tadi saya gak nyimak apa yang di tanya kan Bu Hana jadi saya asal jawab aja “. Ucap Johan takut oleh mata tajam milik Bos nya yang masih memperhatikan nya dari kaca atas kepala nya .


“ Saya tanya Bos mu genit gak sama cewek lain kalau di kantor ?”. Hana mengulang pertanyaan nya .


“ Oh itu Bu ya jelas gak lah Bu … Bahkan karyawan perempuan atau Client perempuan takut sama Pak Dean , dari yang saya denger obrolan nmereka Pak Dean itu tampan tapi kalau ngomong cabe 10 kilo juga kalah pedesnya Bu sama omongan Pak Dean kalau sama kaum hawa di kantor yang bersikap aneh aneh “. Jawab Johan meyakinkan Istri Bos nya dan Dean pun tersenyum bangga dengan


pengakuan asisten nya .


“ Gak usah senyum senyum , awas aja kapan kapan Hana dadakan sidak ke kantor kalau omongan Johan semua dusta Mas bakalan rasain hukuman nya “. Ucap Hana dengan nada galak .


“ Siap Bu Bos buktikan  … Kaya gak kenal Suami sendiri walaupun Suami mu ini brengsek tapi kalau soal kesetiaan tak perlu di ragukan lah sayang “. Jawab Dean dan Hana hanya diam tak menyahut .


**********


Di dalam rumah Dewantara tampak lebih ramai semua berkumpul di ruang tengah yang berdampingan dengan ruang main anak anak … Di tempat itu di hias dengan balon balon berwarna biru untuk menyambut kepulangan Hana dan kedatangan baby Dareen .


Para asisten rumah tangga juga tampak sibuk menyiapkan menu makanan untuk tamu dan juga memasak semua makanan kesukaan Hana dan Dean . Semua tampak riang menunggu putra kelima Dean bahkan anak kembar Sheina dan Sheila pun tampak tak sabar bertanya pada Opa Oma tau pada Uty dan akung nya menanyakan Mamah dan Papah serta adik bayi nya begitupun dengan Kakak Rama dan juga Abang Rafa .


Tak mendapatkan jawaban yang memuaskan si kembar pun berlari pada Tante dan Om nya .


“ Ante Nis , Mamah lama ya ?”. tanya Sheina pada Tante Anis nya , keduanya terlihat sangat dekat walaupun jarang bertemu di karenakan sosok Anis memang lembut sama seperti Aunty Kasih dan Mamah nya .


Anis mengelus lembut rambut kedua ponakan nya yang sebahu dengan poni rapi sedang duduk di paha kanan kiri nya dengan sayang “ Iya sabar ya cantik , sebentar lagi pasti


Mamah , Papah dan Adek bayi pasti datang atau si cantik Tante  buatkan susu ya sambil nunggu Mamah Papah dan adek bayi   ?”. tanya Anis mengalihkan perhatian si kembar agar tak terus bertanya dan rewel , mendengar tawaran Tante nya si kembar langsung menganggukkan kepala tanpa ragu .


Anis yang gemas dengan kecantikan dua ponakan nya pun langsung mencium pipi kedua nya sebelum beranjak pergi membuat susu “. Yuk kalian sama Om Al dulu ya , Tante mau buat susu “. Kata Anis sambil menggandeng tangan kedua nya mendekat pada Om nya yang sedang sibuk dengan ponsel nya .


“ Om Al ini tolong temenin ponakan cantik nya dulu ya , aku mau buat susu dulu Mas “. Ucap Anis pada Alfa yang menoleh dan langsung


menyimpan ponselnya dan tersenyum menyambut dua keponakan nya .


“ Sini sini cantik Om Al “. Ucap Alfa pada dua ponakan nya , Sheila tampak mendekat tapi tidak dengan Sheina yang masih memegang erat tangan Tante nya .


“ Aku mau ikut Ante Nis “ . ucap Sheina .


“ Oh gitu yaudah ayuk sini di gendong Tante “. Jawab Anis lembut dan memposisikan untuk menggendong keponakan nya .


“ Aku juga mau di dendong Ante Anis “. Adek Sheila pun langsung turun dari pangkuan Om nya minta di gendong kaya saudarinya .


“ Wah kalau dua dua nya Tante gak kuat sayang , gimana dong kalau di gandeng gimana mau gak ?”. Anis tampak menyerah menggendong dua ponakan nya pasalnya walaupun si kembar baru berusia 2 tahun setengah namun badan nya gembil sedang Anis badan nya imut .


“ Ndak mau “. Kedua nya tampak menggeleng .


“ Yaudah sini Sheila Om gendong ikut buat susu “. Tawar Alfa


yang segera di angguki ponakan nya .


Ketika saat berjalan menuju dapur beriringan jalan dengan Istrinya yang juga menggendong ponakan nya yang lain “. Makanya kalau gak


sanggup gak usah sok nawarin suka nya nyari muka aja sih “. Ucap Alfa tajam pada Anis yang seketika menghentikan langkah nya karena tersentak dengan ucapan Suaminya .


“ Maksud Mas Al apa ?”. tanya Anis pada Alfa .


“ Gak usah banyak tanya , saya yakin kamu ngerti maksud saya , udah buruan jalan “. Jawab Alfa acuh pada anis yang berjalan gontai di belakang nya .


***************


Hallo holla


Assalamualaikum teman teman semua 😊🤗 ... Maaf ya udah lama gak nongol maklum lagi rame orang hajatan say , kalau orang kampung kaya saya pasti tau yang namanya rewang 🤭✌️ Di tempat kalian semua sama ga ?


Terimakasih masih mau berkenan menunggu cerita ini semoga terus mengikuti walaupun katanya udah mulai membosankan ya ... 🙏🏻


Gak apa-apa kalian berhak berpendapat ko karena mungkin sudah kepanjangan ya bab nya hehehe 😀😀🤦


Oh ya aku mau promoin novel ku yang lama sih cuma selama ini terbengkalai dan kini aku mulai meneruskan nya lagi ya walaupun Alon Alon tapi gak apalah ya dari pada gak sama sekali ..


Please mampir ke novel Menikah karena salah paham semoga suka dan sesuai dengan yang kalian cari .



Ramaikan ya temen temen semoga seramai perjalanan pilu seorang Hana .


Terimakasih 🙏🏻😉