
Tiga hari ini Hana benar benar istirahat total karena perut nya mulai merasakan sesuatu yang sangat tidak nyaman .
Bahkan Hana dan Anis pun sudah tidak membuat kue dagangan nya . Kios dibuka hanya setengah hari hanya menghabiskan kue titipan dari ibu ibu sekitar kompleks rumah yang Hana tempati yang di jaga oleh Bu Ani karena Anis gadis manis dan baik hati itu tak mau sedetikpun meninggalkan Hana yang sudah seperti kakak perempuan nya sendiri an di rumah .
Hana pun sudah mulai merasakan kontraksi kontraksi kecil . Hana pun mengambil ponselnya untuk mengabari kedua orangtuanya untuk datang ke Bali karena perhitungan Hana meleset perkiraan nya ia masih lama ingin melahirkan nya jadi Hana bersantai tak menyuruh kedua orangtuanya datang dekat waktu ini .
" Tut Tut Tut"
" Assalamualaikum Bu ". ucap Hana pelan .
"Kamu kenapa nak , apa sudah ingin melahirkan ?" tanya Bu Wina panik .
" Sepertinya iya Bu tapi kontraksi nya masih jarang ko Bu baru sedikit jadi kalau Ibu terbang kesini masih bisa kok Bu ". kata Hana .
" Waduuuhh piye Iki Ndok ." jawab Bu Wina panik.
" Kenapa to Bu gak usah khawatir gitu Bu ".ucap Hana .
" Ndok gini aja kalau beneran sudah sangat terasa langsung cari taksi ya gak usah tunggu Ibu Bapak ya ".ucap Bu Wina dengan nada panik .
" Bu , Ibu tenang ya . Iya Hana juga kalau wes tenan sakit langsung ke rumah sakit Bu , emang nya ada apa to Bu ?". tanya Hana penasaran.
" Gini loh Ndok , Adek mu Alfa tadi pagi berangkat luar kota terus Adek Rafa nya demam . kalau Ibu Bapak kesana kamu kan tau to Ndok , Ibu Bapak itu wong kampung gak pernah naik pesawat ndok . yok piye Iki ?". jawab Bu Wina .
" Hah adek Rafa sakit , yaudah Ibu gak usah mikirin Hana , Hana bisa ko nanti ke rumah sakit ada Anis sama Bu Ani yang bantu mbak Na ko . Yang penting Ibu jagain Adek aja
ya Bu . " ucap Hana menenang kan Ibunya .
" Ya ya ndok hati hati ya , berdoa ya sayang jangan putus putus semoga lancar dan selamat ya nak ". kata Bu Wina menangis.
" Amiinn Iya Bu , Hana Minta Maaf semua kesalahan hana ya Bu Pak , Hana titip anak anak ya Bu Pak ". ujar Hana ikut menangis.
" Ojo ngomong gitu to nak , dengar Ibu kamu Hana Fishera tidak punya salah apa apa sama Ibu dan Bapak nak , jadi sekarang jangan mikir macam macam ya nak kamu cuma perlu berdoa supaya bayi bayi mu sehat dan selamat ya nak , Ibu Bapak bantu doa sayang ." ucap Bu Wina masih dengan terisak.
" Iya Bu yaudah Hana tutup ya telponnya , Assalamualaikum ." ujar Hana dan langsung mematikan ponsel nya sebelum Ibu nya menjawab salam dari Ibu nya karena Hana sudah tidak tahan bila mendengar tangisan Ibu nya .
"Huhuhu " tangis Hana pecah saat menutup telepon nya.
" Mbak Hana sudah dong jangan nangis terus nanti malah sesek Lo nafasnya . Mba nafas panjang itu sangat di perlukan saat melahirkan Mbak Hana " ucap Anis yang setia mengelus punggung Hana .
Mendengar ucapan Anis , Hana pun langsung mulai menenangkan diri nya dan meminum air hangat yang sudah di ambilkan oleh Anis saat melihat Hana mulai menangis saat telpon orangtuanya .
" Terimakasih banyak ya Anis , Mba gak tau gimana bisa balasnya ". ucap Hana saat sudah mulai tenang .
" Dengar Anis Mba Hana , semenjak Anis dan mas Andi ketemu keluarga mbak Hana itu sudah jadi anugerah buat kami Mba apalagi semenjak Mbak Hana ajak kami ikut di toko kue milik mba Hana kehidupan kami mulai tertata mba , kami sudah tak pernah merasakan kelaparan mbak Hana , jadi disini saatnya Anis membalas kebaikan keluarga Mba dan juga Mba Hana yang tak seberapa ini . buat kami kalian keluarga Anis dan mas Andi mba ." kata Anis dengan mata berkaca-kaca.
" Uuhh adek perempuan nya Mbak iya kita keluarga ." ujar Hana dengan melebarkan tangan nya minta di peluk oleh Anis .
Mereka berdua pun berpelukan dan tertawa.
" Yaudah sekarang tolong kamu ambilkan tas baju dan koper besar yang ada di kamar Mbak Hana ya kayak nya keponakan mu sudah mulai beraksi hehehe ". ucap Hana sambil meringis memegang perutnya saat merasakan kontraksi nya datang lagi.
Anis pun dengan cepat membawa 1 koper besar dan 1 tas baju milik Hana keluar kamar dengan tertatih .
" Mba ini isinya apa sih berat banget , udah kayak mau pindahan aja " tanya Anis heran .
" Isi nya bom , ya jelas baju lah masih tanya aja sih nis ." jawab Hana nyeleneh.
"Ihk Mba Hana gitu , ya baju emang se lemari di bawa semua ." tanya Anis .
" Ya gak lah , itu kan yang tas kecil baju dan peralatan punya Mba Anis dan koper nya punya si Dede lah kan ada dua bayi nya jadi bawa nya dobel gak lucu dong yang satu pake selimut yang satu nya lagi enggak ada ada aja
kamu tu ". jawab Hana panjang kali lebar.
" Oh iya ya ada dua , Mba Hana gak bawa uang nanti bayar rumah sakitnya gimana ?" tanya polos Anis .
" Ngutang dulu ". jawab Hana sekenanya .
" Ih Mba Hana mana bisa ngaco ih , kontraksi nya hilang ya makanya jawabnya
ngelantur gitu ". ucap Anis sambil mencebikkan bibir nya .
" Ya lagian kamu aneh aneh aja nanya nya , ya bawa lah dan ini kamu pegang buat kita bayar taksi sama buat keperluan kamu dan Mba di rumah sakit Oke ". jawab Hana dengan menyodorkan dompet ukuran sedang yang berisi uang pada Anis .
" Ayo terima nanti kamu bingung sendiri kalau gak ambil kalau untuk biaya rumah sakit Mbak sudah deposit ko separo biaya lahiran .jadi kamu tenang aja ." kata Hana lagi dan Anis pun mengangguk dan mengambil dompet yang di berikan oleh Hana .
" Yaudah buruan panggil taksi nya ." ucap Hana dengan merasakan kontraksi yang datang lagi .Anis pun langsung beranjak keluar rumah mencari taksi .
5 menit kemudian Anis pun datang dengan supir taksi .
" Pak itu tolong bawakan tas nya ya ". ucap Anis pada supir taksi itu.
" Ayok Mba , Anis bantu jalan ". kata Anis sambil memapah Hana jalan dan mengunci rumah .
*****
Di dalam taksi Anis tak henti hentinya bertanya dengan apa yang di rasakan oleh Hana .
" gimana Mbak datang lagi kontraksi nya ?".
" udah gak ko nis ". jawab Hana dan pembicaraan mereka terhenti saat merasakan getaran yang keras .
" BRUAK "
bunyi hantaman keras .
" ASTAGFIRULLAH " teriak Hana dan Anis .
" Mba gimana ada yang sakit gak ?". tanya Anis khawatir .
" Auh gak sakit nis cuma perut Mba kenceng banget apa mereka kaget ya ". jawab Hana sambil meringis .
" Pak ada apa sih ?" tanya Anis emosi dengan supir taksi .
" Itu Mbak ada kecelakaan beruntun dan saya gak bisa ngehindar maaf ya mba , ada yang luka gak Mbak ?" ucap supir taksi .
" Gak Pak saya gak apa-apa ". ucap Hana masih dengan meringis.
Melihat Hana yang menahan sakitnya .supir taksi pun langsung keluar dari mobil nya .
" Pak tolong , tolong saya ini ada ibu yang akan melahirkan ." supir taksi pun berteriak minta tolong .
Dan langsung orang orang dan seorang wanita paruh baya cantik mendatangi si supir taksi .
" Ada apa Pak ?". tanya si Ibu itu .
" Ini Bu di dalam mobil saya ada yang ingin melahirkan ." jawab si supir taksi sambil membuka pintu mobil belakang yang berisi Hana dan Anis . si Ibu pun ikut melongok kan kepala nya melihat Hana dan si ibu pun terkejut .
" Mba Hana Astaga , tunggu sebentar ya ". ucap si ibu terkejut.
" Eh Dokter Sita " kata Hana sambil meringis ya si Ibu adalah Dokter kandungan nya . Dokter Sita pun langsung berlari menuju mobilnya .
" Mba nya saya cari kan tumpang an ya kasihan bayinya , soalnya saya kayanya gak bisa jalan mobil depan saya ringsek mba ." ucap si supir taksi , Hana pun menganggukan kepalanya dan merogoh ikatan uang 1 juta dan di beri kan pada Bapak supir taksi .
" mba gak usah buat biaya kelahiran bayi nya aja ya " tolak halus si supir itu namun Hana terus memaksa dan akhirnya mau menerima nya dengan mengucapkan banyak doa dan Terimakasih untuk Hana dan bayinya .
dokter sita pun datang membawa seorang pemuda .
" Erik buruan angkat mbak Hana nya kita bawa ke RS ini pasien Tante rik " ucap Dokter Sita pada keponakan nya .
" Iya Tan " si pemuda itu pun langsung menggendong Hana untuk di pindahkan ke mobil nya . supir taksi dan Anis pun memasukkan tas dan koper Hana di mobil Dokter Sita dan Anis pun ikut masuk ke dalam mobil itu meninggal kan sang supir taksi .
mobil pun mulai membelah Kerumunan orang yang melihat kecelakaan melesat menuju ke RS .
*****
Di Jakarta Dean pun tidak pantang menyerah satu Minggu ini ia selalu mendatangi rumah yang di tempati oleh keluarga Pak Wahyu walaupun penolakan itu masih nyata. seperti hari sebelum nya Dean pun mendatangi lagi rumah itu .
Dean pun mulai mendekat pada rumah , tangan Dean pun terulur ingin mengetuk pintu yang setengah terbuka itu jadi orang di luar masih bisa melihatnya . Dean pun membatalkan niat nya untuk mengetuk pintu saat melihat Bu Wina menangis dan bicara pada suaminya .
" Gimana ini Pak , Hana mau melahirkan ibu tadi dengar dia sudah kesakitan tapi disini Rafa sedang demam terus Alfa keluar kota kita gak bisa kesana Pak huhuhu". tangis Bu Wina .
" Ya gimana lagi Bu kita kan tidak mengerti gimana cara nya naik pesawat Bu ". jawab Pak Wahyu yang juga khawatir .
Mendengar percakapan antara suami istri itu tubuh Dean pun menegang .
" DEG HANa "
" BRAAKK "
Dan dengan reflek Dean membuka pintu rumah itu dengan keras dan langsung mendekat dan bersimpuh di depan Bu Wina dan Pak Wahyu .
" Bu Pak ada apa dengan Hana dan anak anak saya " tanya Dean tak sabar .
"I … itu Hana mau melahirkan bayi nya dan kami tidak bisa menemani nya nak Dean ." jawab Bu Wina masih dengan terisak.
" Bu Pak , Dean mohon ijinkan Dean bertemu dan membahagiakan Hana Pak Bu mereka anak Dean Bu , Dean mohon ,". ucap Dean dengan kepala yang menunduk .
*******