
..." Akan ada kebaikan setelah ada kata maaf , dan selalu ada kebahagiaan untuk sesuatu yang memaafkan "...
********
Dean pun mulai membaringkan tubuhnya yang terasa sangat lelah di sofa yang sudah di geser nya mendekati bayi kembar nya supaya dapat mengetahui bila salah satu dari putri nya terbangun .
Dean pun berbaring menghadap arah Hana yang sudah tertidur pulas di ranjangnya dan Dean di kejutkan dengan rintihan dari bibir seksi dari Hana seketika Dean pun langsung beranjak menghampiri Ibu dari putri nya .
Saat Dean tepat berada di samping tubuh Hana , seketika Dean merasa hatinya mencelos melihat wajah cantik Hana yang beruraian air mata dengan mata terpejam dan bibir yang mengeluarkan gumaman.
" Huhuhu sakit jangan , lepaskan saya Huhuhu "
" mas Fandi jangan tinggalkan Hana Mas , Hana gak salah Hana juga korban di sini mas hiks hiks hiks". gumam man yang keluar dari bibir Hana .
Tak tahan melihat dan mendengar tangisan pilu seorang Hana di saat tertidur nya , Dean pun langsung memeluk tubuh bergetar wanita malang itu .
" Sesakit itukah yang sudah saya lakukan padamu "
" se menderita itukah akibat dari perbuatan ku yang harus kamu terima sampai di dalam tidur lelap mu sakit itu masih dapat kau rasakan Hana "
" Hana saya pun tak bisa menjanjikan kebahagiaan untuk mu sebagai penebus kesalahan ku padamu tapi saya akan terus berusaha untuk membuat mu dan anak anak bahagia ." ucap Dean masih dengan memeluk tubuh wanita yang sudah di sakitnya dan perlahan Hana pun mulai tenang di dekapan Dean .
Tidak tega menjauh dari Hana yang sedikit menyisakan isakan dari bibir manis Hana , Dean melirik dua putri cantik nya yang masih tertidur pulas dengan perlahan Dean pun naik ke ranjang yang Hana tiduri dan Dean pun mulai membaringkan tubuhnya masih dengan mendekap erat tubuh Hana dan mulai memejamkan matanya mengistirahatkan tubuh dan pikiran nya sejenak .
Dan tepat jam 4 dini hari Dean pun terbangun dari tidurnya karena terusik dengan polah Hana saat ia tertidur yang lumayan membangunkan sisi liar Dean dengan perasaan yang tidak dapat di artikan Dean pun bangun dari tidurnya karena merasa takut sampai Hana marah.
" Kalau lagi tidur bar bar juga ya ." oceh Dean .
" Mending gue pindah dari pada ni betina marah kalau tau gue tidur di sampingnya ." gumam Dean lagi sambil turun dari ranjang rumah sakit dan beranjak menuju sofa untuk melanjutkan kembali tidur nya .
" Anak-anak Papah Dean yang cantik jangan bangun dulu ya nak , Papah mau tidur dulu sebentar ." sebelum meneruskan tidurnya Dean memberikan pesan untuk dua putri cantik nya .
Dan dengan cepat nya Dean sudah terbuai di alam mimpinya.
*******
Tepat pukul 5 pagi di kamar rawat inap semua penghuni nya masih tertidur dengan pulas nya hanya terlihat ada pergerakan dari bayi kedua dari Hana dan Dean namun keadaan tenang itu hanya bertahan beberapa menit saja .
Kedatangan Mamih Esty membuat huru hara di kamar rawat Hana dengan semangat nya Mamih Esty menuju kamar rawat inap Hana meninggalkan Papih Dika dan Roy yang berjalan di belakang nya .
Dengan gerakan kencang nya Mamih Esty membuka pintu kamar rawat itu dengan bar bar nya melupakan ada dua bayi kecil yang berada di dalam kamar itu , Mamih Esty langsung menghampiri seorang pria tampan sedang tertidur di sofa ruang kamar rawat itu .
" DEEAAANN " teriak Mamih Esty dan langsung meraih telinga Dean yang masih tertidur . Hana pun terbangun dari tidurnya dengan terkejut melihat seorang wanita paruh baya cantik itu sedang menarik telinga Dean dengan diiringi Omelan .
" Anak durhaka gak punya perasaan sukanya bikin Mamih Papih jantungan nih rasain ." omel Mamih Esty dengan suara cetar nya sampai - sampai tangisan 2 bayi perempuan itu kalah dengan suara huru hara ..
" Aaww Aduuh sakit Mih ... Aahk aampuun
Mih ". Teriak Dean tak kalah kencang karena merasakan pedas di telinga nya .
" Oooek oooek oooeek ".
" Oooek oooekk ooek ".
" Mamih sudah ih itu lihat cucu cucu Papih nangis ". Papih Dika pun menyadarkan Mamih Esty .
Dan seketika Mamih Esty tersadar dan langsung melepaskan telinga Dean dan langsung berlari menuju wastafel di sudut ruangan membuat semua orang heran .
" Mih mau kemana ini cucunya disini ." panggil Papih Dika pada Mamih Esty .
" mau cuci tangan dulu Pih"
Setelah telinga nya terlepas dari jeratan maut Mamih Esty, Dean pun dengan sigap langsung menggunakan hand sanitizer menghampiri kedua putrinya yang menangis kencang sambil sesekali mengelus telinganya yang nyeri .
" DEEAAN MESUM " teriak Hana sambil menerima bayi nya yang menangis kencang.
Dean pun dengan acuh nya meninggal kan Hana untuk mengambil putrinya yang pertama untuk menenangkan nya mengabaikan pandangan aneh orang orang yang berada di ruangan itu.
Roy yang berada di dekat Dean pun langsung beraksi .
" Itu bibir kondisikan Dean ". celetuk Roy namun di Abaikan Dean .
" Uuh anak cantik Papah jangan nangis lagi ya … aus ya gantian nanti sama adek dulu ya. " ucap Dean .
Mamih Esti pun tak mau ambil pusing dengan putranya yang sedikit unik , wanita paruh baya namun masih sangat cantik itu langsung menghampiri Hana yang sedang menyusui bayi keduanya .
" Hana ". panggil lembut Mamih Esty.
Hana pun mendongakkan wajahnya dan tersenyum manis pada Mamih Esty .
Mamih Esti pun langsung memeluk tubuh Hana dari samping .
" Maafkan Mamih nak tidak menemani saat saat terpenting mu tapi Mamih mengerti mungkin kamu kecewa dengan kami nak ,?". ucap Mamih Esty lembut .
" Gak Mih jangan bicara seperti itu Hana cuma gak mau mengusik hidup tenang kalian dengan kehadiran Hana dan anak-anak Hana . Seenggaknya Hana pergi dengan meninggalkan kebenaran agar stigma buruk tak selalu melekat di diri Hana dan anak-anak mih ".
jawab Hana dengan mata yang berkaca-kaca .
Mamih Esti pun semakin menangis memeluk tubuh wanita yang sudah melahirkan cucunya .
" Nak jangan salah paham soal itu kami menyetujui tes itu juga agar kamu tidak selalu di curigai oleh orang yang picik atas keadaan mu Hana ." kata Papih Dika sambil mengelus rambut Hana lembut dengan mata yang berkaca-kaca .
" Sudah Mih Pih , yang penting semua sudah nyata kebenaran nya dan semua nya sudah baik - baik saja ." ucap Hana sambil tersenyum manis .
Dean yang tak ingin melihat tangisan dari 2 wanita terpenting untuk nya , Dean pun langsung beranjak mendekati Mamih Esty dan Hana serta mEmeluk Mamih Esty untuk meminta maaf lalu Dean pun beralih pada Ibu dari anak anak nya masih dengan menggendong bayi pertamanya .
" Sudah jangan nangis lagi , saya mau ini terakhir kali nya saya lihat kamu nangis Oke … ini si cantik udah kan minum asi nya kasih sama Mamih , ini gantian sama princess satunya lagi ." ujar Dean sambil memberikan bayi pertamanya ke pangkuan Hana .
" Tutup dadanya ada kucing garong di sini " ucap Dean sambil melirik Roy .
" Lo tu kampret yang tukang nyosor gak kenal tempat ." Roy mendengus kesal.
" Hahaha " Dean malah tertawa lepas melihat Roy emosi .
" Dean sana minggir kamu tuh lebih berbahaya Dean predator ." usir Hana pada Dean yang mencebikkan bibir nya.
Ucapan Hana membuat Roy tertawa mengejek Dean .
" Hahahaha emang enak Lo PREDATOR ". Roy tertawa dengan puas .
" Kamu ko gitu si Han jatuhin Papah Dean di depan si kunyuk itu ". ucap Dean dengan gaya manjanya .
" BODO udah sana ih pergi aku nya ribet ini ". kata Hana lagi .
Namun Dean bukan nya pergi malah ngedusel bayinya yang lagi minum asi di balik kain .
" Adek Mamah mu jahat banget ". adu Dean pada bayi pertamanya .
Mamih Esti dan Papih Dika tak menghiraukan anak anak nya karena lagi asik mengagumi bayi cantik kedua Hana dan Dean . Papih Dika yang melihat sikap Dean yang dirasa mengganggu bayinya yang lagi menyusu pada Hana membuat Papih Dika geram pasalnya pria paruh baya ini sudah kepengen menggendong cucunya yang satu lagi .
" DEAN JANGAN GANGGUIN "teriak Papih Dika pada putranya .
" Biar cucu Papih cepet minumnya Papih udah gak sabar mau gendong soalnya Mamih mu pelit tu sama Roy ngekepin cucu Papih ".ucap Papih Dika dengan wajah lucunya membuat semua nya tertawa .
******