Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 236


“ Mas itu kejar si kembar dong ….”. Ucap Hana dengan nada


yang sedikit meninggi karena khawatir dengan kedua putrinya yang berlarian ke sana kemari , sedang dirinya mengejar pun tak mampu apalagi dirinya sedang menggandeng tangan Putra kedua nya Rafa  .


“ Iya ini udah ketangkap juga udah di pegangin yank Cuma si kembar nya nih yank


lari lari an mulu …. “. Keluh Dean yang sudah menangkap dua anak kembar nya


yang tampak sangat aktif .


“ Iya di pegang yang kenceng Mas biar


gak lepas lagi takut nya jatuh mereka “. Ujar Hana khawatir .


“ Mih Pih bantuin ke malah asik


berdua an aja … “ sungut Dean yang melihat kedua orang tua nya malah asik jalan


santai berduaan dengan saling berpegangan tangan tanpa memperdulikan dirinya


yang repot menghandle putri kembar nya .


“ Sekali kali Papih sama Mamih mu


ini santai romantis an di suasana pagi yang menyejukkan ini dong Dean … Kamu urus


sendiri dulu aja anak anak …. “. Sahut Papih Dika dengan santai melanjutkan


kembali langkah nya .


“ Kalau emang mau jalan berduaan


kenapa tadi larang Uni dan Bik Mimin ikut buat jagain anak anak Pih Huh ….


Ngeselin nih orang tua , mana lupa gak bawa stroller lagi buat si kembar …” gerutu Dean pada


Papih Dika dan Mamih Esty yang tak menanggapi putra nya , Hana yang melihat


suaminya mengomel pun hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya .


" Please Adek Sheila Sheina anteng ya nak kasian ni lah Papah ganteng mu ini dong nak ...(ucap Dean pada kedua putrinya dengan berjongkok di hadapan keduanya yang tampak tersenyum lucu pada nya hingga Dean pun mencium gemas putrinya ) Huh dari senyum kalian Papah gak yakin kalian nurutin kata Papah , princess . Yaudah yuk biar aman di gendong Papah aja semua nya ". ujar Dean pada kedua putrinya sambil menggendong keduanya . Hana pun hanya tersenyum melihat interaksi Papah dan dua putri nya .


Hingga mata  Dean pun menyipit hingga pandangan nya langsung


tertuju pada sepasang suami istri yang cekikik kan menertawakan dirinya yang kerepotan nya seolah tontonan yang seru dan menghibur .


“ Apa lo lihat lihat gue … Jangan


minta bantuan gue ama Kasih , lo gak lihat nih Istri gue udah bantu gandeng


tangan anak sulung Lo  …”. Sahut Roy pada


Dean yang tampak mendengus .


“ Ayo Mas lanjutin jalan jalan nya


jangan marah marah gitu ihk masih pagi juga …. “. Kata Hana sambil mengelus


lengan kekar Suami nya .


“ Kaya nya mereka tuh ikut jalan


jalan pagi kita karena mau ngerjain aku deh yank … tuh lihat aja kelakuan nya udah ke tebak ”. Celetuk Dean yang menatap


kedua orang tua nya yang sudah jauh berjalan di depan .


“ Huus gak boleh gitu ih Mas ,


Harus nya Mas tuh seneng karena kan jarang jarang kita bisa santai jalan jalan


pagi gini sama anak anak , Mamih Papih di tambah Bang Roy dan Kasih lagi  …” tegur


Hana sambil memukul pelan lengan Suaminya .


“ Dean …”. Panggil Roy yang ada di


belakang nya sambil menggendong baby R dan Kasih yang menggandeng Kakak Rama .


“ Heem “. Dean hanya berdeham


sebagai jawaban tanpa menoleh pada Roy yang ada di belakang nya .


“ Dean gue punya ide biar lo gak


begitu ribet bawa anak anak “. Ucap Roy yang sekarang berjalan sejajar dengan Dean .


Dean menghentikan langkah kakinya karena tertarik mendengarkan ide dari Kakak nya “ Apa ?”. Tanya Dean penasaran .


“ Tuh “. Roy menunjuk sebuah


petshop yang masih tutup membuat Dean bingung dengan maksud Kakak nya .


“ Apa , gak jelas “. Ucap Dean .


“ Iya lo tungguin sampe tu toko


buka terus lo beli harness buat megangi anak anak dan Lo tinggal ngikutin aja beres kan … Hahahaha “.


Jawab Roy dengan tertawa lebar dan langsung memegang tangan Kasih erat mengajak berlari menghindari amukan Adik nya , Dean


dan Hana yang mendengar ucapan Roy pun seketika langsung mendelik kan mata nya dengan mulut yang terbuka karena terkejut dengan ucapan Roy .


“ ROY SIALAN , LO PIKIR ANAK GUE


APA … AWAS AJA LO YA “. Teriak Dean pada Roy dan Kasih yang sudah berlari


kencang menghindari amukan Dean .


“ SORY DE , GUE BERCANDA “.sahut


Roy dari kejauhan ..


“ BAKALAN GUE BALES LO , ROY. LEBIH SAKIT DARI APA YANG LO LAKUIN KE GUE “.


Ancam Dean pada Kakak nya yang tak menyahut namun terlihat badan Roy bergidik


mendengar ancaman adiknya yang ia tau jika Dean tak akan pernah main main


dengan ucapan nya .


“ Mas ih udah jangan marah marah


gitu ,”. Ucap Hana dengan lembut .


“ Habis nya si Roy kurang ajar


banget yank masak  anak anak kita di


samain kaya peliharaan gitu kan keterlaluan … “.Keluh Dean masih dengan nada kesal .


“ Yaudah gak usah di masukin hati


Bang Roy juga Cuma bercanda dan gemes lihat kamu momong anak anak ribet gitu Mas ….sini


Adek Sheila nya sama Hana aja kalau Mas nya kerepotan “. Kata Hana sambil


merentangkan tangan nya pada salah satu putri kembar nya yang ada di gendongan


sang Papah yang melotot kan mata nya mendengar ucapan Istrinya .


“ Apa maksudnya ? mau gendong adek


… Gak akan aku biarkan ya , Kamu aja bawa perut besar mu aja udah keberatan dan


kesusahan masa masih mau gendong Adek … Aku masih cukup kuat sayang kalau Cuma


gendong anak anak jadi kamu gak perlu aneh aneh selama ada aku  “. Jawab Dean dengan nada tegas terlihat keras


namun di setiap ucapan nya terselip perhatian yang besar untuk sang Istri


tercinta .


Seketika membuat hati Hana


menghangat dengan semua sikap Dean … Di luar sikap Dean memang terkesan congkak


dan sedikit arogan apalagi jika berhadapan dengan seorang wanita yang dengan


sengaja bermaksud menarik perhatian nya bukan tertarik tapi malah membuat Dean


muak namun percayalah di luar sikap itu jika dengan Hana dan keluarganya , Dean


akan menjadi kucing rumah yang menggemaskan dan akan memberikan semua yang


terbaik untuk keluarganya .


Setelah lama berjalan wanita


dengan perut buncit dan nampak terlihat lebih memesona itu pun mengeluh lelah .


“ Mas , aku capek kita istirahat


dulu yu …”. Ajak Hana pada Dean suaminya .


“ Em, masih bisa tahan gak yank


buat jalan kesana kayanya tempatnya enak buat istirahat sekaligus gabung sama mereka semua ?”. Tanya Dean pada sang Istri sambil


menunjuk sebuah pendopo yang tersedia di taman itu dan bersebelahan dengan tempat bermain anak anak yang mana di sana sudah


ada Mamih Esty , Papih Dika , roy dan Kasih sedang beristirahat .


Hana pun menganggukkan kepala nya


“ Iya Mas ….”. Hana pun kembali mengaitkan tangan nya pada lengan sang Suami


karena tau sang Suami tak bisa menggandeng dirinya yang sedang menggendong


putri nya agar tak lari lari an .


“ Ayo Mah , Pah … abang mau ikut


main di sana itu sama Kak Rama dan Adek Rey “. Ucap antusias Abang Rafa pada


Papah dan Mamah nya yang menggandeng tangan kecil nya .


“ Sabar nak ini kita juga lagi


jalan kesana , Jangan narik narik Mamah ya nak takut Mamah nya jatuh terus adek bayi yang di dalam nangis lagi ... Abang kasihan kan sama Mamah dan Adek bayi “. Jawab


Dean dengan lembut pada putra kedua nya yang di anggukan oleh Rafa sambil


nyengir memperlihatkan gigi rapi nya .


Saat langkah Dean beserta anak dan


istrinya dengan jail Papih Dika mengambil ponsel nya dan langsung mengabadikan gambar


Putra bungsu nya yang tampan sedang menggendong putri kembarnya yang cantik dan


menggemaskan di lengan kiri dan kanan nya dan Hana yang berpegangan di lengan


Dean dengan perut yang  membuncit yang


menambah kecantikan natural dari wanita itu serta tangan Hana satu yang bebas


menggandeng putra kedua nya yang tak kalah tampan yang selalu bernyanyi dengan


nada yang lucu , berjalan dengan canda gurau hingga tampak lengkungan indah


yang tersungging dari bibir mereka .


“ jeprett “


“ Sempurna” gumam Papih Dika


setelah berhasil mengambil gambar keluarga kecil putra bungsunya .


“ Iya Pih , ini lah kebahagiaan


orang tua saat melihat anak anak nya hidup dengan baik dan bahagia bersama


keluarga nya “. Sahut Mamih Esty yang berada di samping sang suami dan


mengamati hasil jepretan Suaminya .


Ya Papih Dika bukan hanya membidik


gambar Dean beserta anak istrinya saja , hal yang sama pun juga di lakukan pada


putra sulung nya beserta anak dan istri nya bahkan Papih Dika dan Mamih Esty


pun sedari tadi pun mengambil gambar mereka yang terkadang mengajak cucu


pertama nya juga Kakak Rama walau hanya sedikit karena anak itu yang tampak


malas jika di ajak berfoto … Orang tua itu memanfaat kan momen manis ini


bersama anak anak yang mungkin lambat laun tak akan bisa ia lakukan .


“ Huh akhirnya sampe juga …”. Ucap


lega Hana setelah sampai di pendopo dan Dean pun dengan telaten meluruskan kaki


Istrinya serta mengusap peluh Hana menggunakan tisu yang di berikan Kasih .


“ ini Han minum dulu tarik nafas keluarin perlahan biar agak lega “. Mamih Esty


menyerahkan botol minum untuk menantu nya dan papih Dika pun terlihat sibuk


memberikan minum pada cucu nya yang langsung berhamburan ke arena permainan .


“ Terimakasih ya Mih “. Jawab Hana


dengan tersenyum manis .


Dean pun nampak membuang muka sebal


saat Roy mendekati pendopo setelah menemani bermain anak dan keponakan nya …


Roy yang sadar jika Adik nya kesal dengan nya pun Nampak acuh dan langsung


melewati Dean menuju Kasih untuk memberikan baby R yang tampak haus begitupun


dirinya yang langsung menyambar botol minum miliknya .


Dean yang melihat Roy sedang minum


diam Dean berjalan mendekati Roy yang membelakangi dirinya dan bersiap


menenggak minumannya , Dengan gerakan cepat Dean pun langsung menyunggingkan


botol minum Roy membuat air minum tumpah ke wajah Roy dan air pun masuk kedalam


hidung Roy jangan lupakan baju Roy yang sudah basah atas perbuatan Dean .


“ Uhuk uhuk uhuk aaaarrgggh ….”.


" uhuk uhuk uhuk "


Roy masih terbatuk-batuk merasakan tenggorokan dan hidung nya yang sakit karena ke masukan


air dan pelakunya pun dengan santai melenggang pergi mendekati Istri nya


dengan tertawa lepas.


Semua yang ada di sana pun langsung


melihat aksi Dean dan Roy dengan terkejut .


“ GAK LUCU LO DEAN AARRRGGH SAKIT


BANGET HIDUNG GUE B*GO “.umpat Roy pada adiknya yang terlihat santai .


“ DENDAMAN LO MAH ORANG NYA DEAN HUH


GAK ASIK “. Gerutu Roy .


“ Halah gak usah drama lo , Roy.


Cuma gitu dong kita impas bro ….”.jawab Dean santai .


“ TAPI HIDUNG GUE SAKIT


SIALAMMMBBB …..” umpat Roy pada Dean namun terhenti saat satu tangan membekap


mulut nya membuat Roy mendengus kesal .


“ Jangan biasakan ngomong kasar


depan anak anak ngerti !”. ucap Kasih dengan nada galak dan mata yang melotot


pada Suami nya yang tampak menciut .


“ Iya maaf Bun tapi ini gara gara


Dean “. Adu Roy dengan suara manja nya .


“ Ck lebai kali  bapak bapak “. Celetuk Dean membuat Roy


semakin mendelik .


“ Woi sadar yang bapak bapak tuh


elo Dean Prada Dewantara .” balas Roy .


“ Dih sorry ya tampang gue sih


masih fresh gila beda kaya lo yang udah sangat layak jadi bapak bapak tegang kaya kanebo kering “. Dean


pun tak mau kalah menyahuti ucapan Kakak nya .


“ Lo “


“ Lo “ Dean dan Roy pun masih


saling balas menyahut hingga terdengar suara seseorang yang menginterupsi


perdebetan gak guna antara Kakak beradik itu .


“ DIAM GAK USAH SALING EJEK KARENA


KENYATAAN NYA KALIAN ITU UDAH SAMA JADI BAPAK BAPAK “. Teriak Papih Dika yang


geram dengan apa yang di lakukan putra nya .


*******


Setelah selesai acara jalan pagi


dan sarapan di taman kota mereka pun langsung pulang menuju rumah Dewantara dan


langsung membersihkan badan mereka serta beristirahat di kamar masing masing .


Sama dengan yang lain Dean dan


Hana pun mengistirahatkan tubuhnya di ranjang di karena rasa lelah campur


senang dengan acara jalan pagi bersama dadakan itu apalagi untuk seorang Hana


yang sedang mengandung pasti rasa lelah lebih sering di rasakan nya .


“ Mas ih jangan berhenti elus elus


nya “. Suara Hana menggema di kamar yang sunyi itu .


“ Ah eh iya iya Maaf …. Kenapa gak


tidur tidur Mas udah ngantuk banget ini dan tangan Mas pegel ini elus elus


terus dari tadi  yank “. Dean terkejut


akan suara Hana pasalnya pria itu tadi sempat tertidur .


“ Gak usah banyak ngeluh Mas ,


pegel nya kamu gak sebanding sama pegel nya aku , Mas “. Ucap Hana tak mau


kalah .


“ Aaaiis itu lagi yang di ungkit


.. Iya iya maaf nih di elus elus lagi udah buruan kamu nya tidur yank “. Jawab Dean


mengalah dari pada urusan nya makin rumit pikir pria itu dan menurut nya biar


Istrinya cepat tidur begitu pun dirinya .


“ Heem “. Hana pun menjawab


sekenanya karena rasa kantuk yang mulai merayap .


“ Drrrt drttt drrt “.


“ Drrrt drrt drrrt “.


Baru terlelap tidur 30 menit , Dean


pun terpaksa bangun saat mendengar suara ponselnya yang berdering terus terusan


…. Dengan malas Dean mengambil ponselnya yang sangat berisik itu sebelum istri


tercinta nya terbangun dari tidur siang nya .


Saat melihat kontak yang


menghubungi ponselnya kening Dean langsung berlipat merasa heran nomor itu akan


menghubungi nya di saat libur kerja .


“ Gak biasa nya nih orang ada apa


ya “. Gumam Dean sebelum menggeser tombol terima di ponsel nya .


“ Hallo …”


“ Kalau kamu telpon tanpa ada


kabar yang penting berarti kamu lagi cari masalah sama saya “. Jawab Dean


dingin dan terkesan menyebalkan .


“ HAH …..Aaaish nih mulut “. Pekik


Dean dan tak sadar memekik kencang saat menyadari Istrinya menggeliat merasa


terganggu dengan suara nya .


“ Sebentar …”. Kata Dean pada


orang di seberang sana sambil turun dari ranjang dengan pelan agar ratu hatinya


tak terganggu dengan pergerakan nya dan mulai melangkah kan kaki menuju balkon


yang ada di dalam kamar nya , membuka pintu balkon hingga menampakkan suasana


sedikit panas dengan angina yang berhembus kencang Dean berdiri di pinggir


pagar sekalian melihat suasana luar rumah nya dari atas kamar nya .


“ Ya lanjutkan …”


“…..”


“ Hah gila emang mereka pikir


siapa ngatur ngatur seorang Dean “. Sungut Dean .


“ ….. “


“ Shiiiit … Oke kamu atur


pertemuan nya dan kabari saya dimana tempat nya , Saya siap siap dulu”. Jawab Dean


yang ketara keterpaksaan .


Tut tut tut


Seperti biasa Dean memutuskan


panggilan nya di saat orang di seberang sana belum selesai berbicara .


“ Siapa sih tuh orang seenak nya


ngatur dan ngancem ngancem seorang Dean …. Huh kalau gak mikir Dewantara Group


akan merugi besar sama perusahaan mereka gak sudi gue ngikutin permintaan nya


buat meeting dadakan di saat hari libur gini “. Gumam Dean kesal namun tak punya


pilihan lain dalam hal ini dan harus menyelesaikan urusan nya .


Saat asik menggerutu tiba tiba


mata Dean menyipit saat merasa curiga dengan sebuah mobil sport berwarna biru


metalik yang sedari tadi parkir tak jauh dari depan gerbang rumah nya .


“ Mobil siapa itu ko kaya aneh parkir


dari tadi disitu kaya lagi mengintai rumah … h urusan mobil nanti lagi yang


penting gue harus siap siap dulu “. Gumam Dean penuh curiga pada mobil sport


biru metalik itu , Pasalnya Dean curiga ada alasannya pasal nya di gang komplek


ini hanya ada rumah Dewantara tak ada yang lain selain lahan kosong yang di


seberang jalan bahkan lahan itu sudah di beli oleh Papih nya jadi tak ada


alasan mobil sport itu parkir di sana .


“ Ting “ sebuah pesan dari Johan


mengenai tempat meeting dadakan yang di minta rekan kerja nya .


“ Kenapa harus di kafe kalau  memang ini meeting mengenai kerjaan , kenapa


gak di meeting room yang ada di perusahaan aja “. Gumam Dean heran sambil menyambar jas yang senada


dengan celana yang ia gunakan .


Setelah di rasa rapi , Dean keluar


dari ruang ganti dan mendekati ranjang dimana ada Istri tercinta nya yang


sedang tidur pulas … Dengan perlahan Dean mencium kening Hana dan mengecup


bibir ranum yang terbuka sedikit itu sekilas “ Duh tidur nganga aja cantik


apalagi rapet sayank ku ... Mas kerja dulu ya “. Gumam Dean gemas lalu mengambil tangan Hana dengan pelan untuk ia cium sebelum keluar kamar tanpa berniat membangunkan sang Istri .


“ Saya ada kerjaan sebentar di luar nanti


tolong bilang istri saya kalau dia sudah bangun dan mencari saya Bik Min “.  Pesan Dean pada Bik Mimin yang kebetulan


bertemu dengan nya di ruang tamu .


“ Baik Pak “. Jawab Bik Mimin .


Dean pun langsung masuk ke dalam


mobil nya menuju tempat yang sudah di janjikan namun saat mobil nya keluar dari


gerbang Dean celingak celinguk mencari mobil sport biru metalik itu namun hasil


nya nihil mobil itu sudah tak tampak di tempat nya membuat Dean semakin curiga


.


Namun kali ini Dean mengabaikan


mobil itu karena harus menyelesaikan urusan nya dengan client yang menurut Dean


menyebalkan itu kalau tak ingat Dewantara Group tak merugi besar jika tak menuruti kemauan client nya ... Dean pasti akan menolak mentah mentah pertemuan dadakan ini .


***********


Alhamdulillah masih bisa up tanpa ada gangguan spesial untuk teman teman semua ..... SUMPAH GAK BOONG aku terharu loh dengan tanggapan positif dari teman teman semua untuk diriku yang tak konsisten ini meski pasti ada yang bete karena lelet up nya ya .... Tak apa manusiawi ko karena selain nulis aku pun penikmat novel jadi suka bete kalau lagi seru terus yang di tunggu pun gak nongol nongol paham banget rasanya .


Oh ya hanya info insyaallah novel ini akan tamat walau lelet Up nya ya sebelum aku lanjutin novel yang lain nya jadi please untuk selalu dukung karya receh ku ya  temen temen .


Terimakasih semoga semua kebaikan kalian di balas Tuhan dengan limpahan kebaikan yang lebih ya .