
Setelah mengganti baju istri dan dirinya sendiri kini Dean pun merebahkan tubuhnya di ranjang empuk nya di samping sang istri sambil tersenyum memandang sang istri yang masih tidur dengan lelap .
" Aiissh bodoh nya gue , kenapa juga gue gantiin Hana pake baju ini kan gue sendiri yang jadi blingsatan ". gerutu Dean saat memandang Hana yang di pakai kan nya baju tidur tipis dan pendek yang mana membuat sisi lain dari Dean berontak .
" Huuuft ... gue gak boleh egois dia pasti capek banget , kalau gue macem-macem pasti nanti gue kena damprat deh .. ". gerutu Dean lagi .
" Bener yang di bilang Mamih , gue harus hati-hati jangan sampai jadi lagi . Bahkan si kembar aja usianya masih hitungan bulan masa iya ada lagi ..... huh kasihan juga ya ". gumam Dean mengingat pesan Mamih nya .
" Mending gue tidur dari pada makin runyam otak gue ." gumam Dean lagi dan ia langsung tidur menuju dunia mimpi .
Pukul 3 pagi Hana pun terbangun karena mendengar suara salah satu bayi kembar nya yang menangis kencang karena merasakan haus .
" eemm iyaa sebentar Dek ". jawab Hana sambil menggeliatkan tubuhnya . dan menyingkirkan tangan besar Dean yang menindih perutnya .
Dan mulai bangun beranjak mendekati salah satu putri nya.
" Haus ya nak ... cup cup jangan nangis ya . " ucap Hana pada bayi nya dan langsung mengambil putrinya untuk di berikan asi dengan duduk di sofa kamar nya .
Saat ingin membuka baju atasnya Hana pun terkejut saat ia baru menyadari bahwa dirinya memakai baju tidur yang cukup tipis dan pendek .
" Uuuh ini pasti kerjaan Dean ganti in baju beginian , dasar Dean mesum ". gerutu Hana pada suaminya yang tertidur dengan lelap nya.
Setelah selesai menyusui kedua bayi kembar nya Hana pun beranjak naik ke ranjang nya lagi .
Hana pun berbaring menghadap sang suami yang tertidur dengan lelap .
" Kamu tuh tidur aja ganteng apalagi melek . Terimakasih banyak Dean sudah memberikan kasih sayang yang tulus untuk ku dan juga kedua putraku yang notabenenya bukan darah daging mu ".ucap Hana dengan tersenyum manis pada mengecup kening suaminya yang tertidur .
Dan Hana pun mulai beringsut masuk ke dekapan Dean yang sekarang menjadi tempat ternyaman untuk Hana . Hana mulai memejamkan matanya menyusul sang suami yang sedang terbuai dalam alam mimpinya.
*****
Pagi hari Hana yang sudah bangun pun langsung membersihkan diri nya sebelum kedua bayinya terbangun .
Dan saat Hana sedang memilih baju di dalam lemari besar yang akan di gunakan nya hanya dengan menggunakan handuk putih yang melilit di tubuh nya . Saat Hana sedang memilih baju tiba - tiba ada sepasang tangan kekar yang langsung mendekap erat tubuh nya yang hanya menggunakan handuk .
" Greep "
" Oh Yaampun Dean kebiasaan ih ..." pekik Hana .
" Masih pagi Hana jangan berikan saya Omelan tapi berikan apa yang saya butuhkan
sekarang ". ucap Dean dengan membalikan tubuh Hana agar menghadap ke arah nya .
" Tumben ko sudah bangun ada apa ?". tanya Hana yang heran suaminya bisa bangun pagi .
" Iya , saya ada meeting pagi sayang , makanya kasih saya vitamin biar saya semangat Hana ". jawab Dean dengan pandangan mata teduh .
" Ap .... eemz " Kalimat Hana sudah terpotong karena Dean sudah membungkam Hana dengan ciumannya dengan menggendong tubuh Hana masuk kembali kedalam kamar mandi hingga mereka melakukan sesuatu yang di sebut Dean vitamin plus plus ...
Satu jam Hana pun keluar terlebih dahulu dari dalam kamar mandi dengan kondisi yang basah lagi dan langsung bergegas untuk memakai bajunya karena takut di terjang lagi oleh Dean yang tak ada puas nya dalam menggarap tubuhnya .
Dean pun keluar saat Hana sedang mengeringkan rambutnya dengan hairdryer . Hana yang melihat penampilan suaminya yang menurut nya seksi dari pantulan cermin didepan nya membuat wajah Hana bersemu merah .
" mi marido es realmente muy sexy "
" suamiku sungguh sangat seksi " gumam Hana dalam hati .
Hana yang sudah selesai pun menyuruh Dean duduk di kursinya .
" Dean sini saya keringkan rambut mu biar gak basahi kemeja yang nanti kamu pakai ". ucap Hana dan Dean pun langsung menurut duduk masih dengan menggunakan handuk.
Saat Hana mengeringkan rambut nya dari depan Dean pun tak menyisakan kesempatan itu .
ia pun langsung mendudukkan Hana di pangkuannya dan mendusel kan wajahnya di dada Hana .
" Gak . enak aja itu sih mau nya kamu Dean ". tolak Hana .
" emang , Han nanti siang ke kantor ya tapi peras asi dulu buat si kembar biar gak sakit kaya kemarin ya ..."pinta Dean lagi .
" Iya suami ku ". jawab Hana dengan tersenyum manis.
" Aduuh manis banget sih kamu Han ." ucap Dean dengan nada lembut . Hana yang merasa di bawah nya ada sesuatu yang mulai bereaksi pun langsung bangun dari pangkuan Dean . Dean yang tahu pun langsung tertawa .
" Dean buruan ganti baju terus sarapan " kata Hana sambil cepat-cepat beranjak keluar dari ruang ganti .
" hahahaha Astaga kamu buat saya gila Hana ". ujar Dean dan langsung memakai baju yang sudah di siapkan Hana.
Hana pun langsung beranjak membawa kedua bayi kembar nya keluar dari kamar menuju kamar kedua putranya .
Hana pun masuk saat kedua putranya baru selesai mandi yang di bantu oleh Uni .
" Wah sudah selesai mandi jagoan Mamah , sini Mamah ganti in baju nya ". ucap Hana dan langsung memakai kan baju seragam kedua putranya dengan cekatan .
" Wah jagoan Mamah sudah ganteng dan wangi sekali ". ucap Hana sudah selesai mendandani kedua putranya .
" Hanaaa " teriak seseorang .
" Ceklek "
" Wah cucu Oma sudah rapi nak " ucap Mamih Esty pada Rama dan Rafa .
" Iya Oma ". jawab kedua bocah laki-laki itu.
" Uni tolong bawa si kembar ke halaman belakang ya ". pinta Mamih Esty .
" Han sebaiknya kamu ke atas lihat tuh bayi besar mu teriak teriak gak jelas ". ucap Mamih Esty .
" ooh berarti yang Hana dengar itu suara Dean ya ". jawab Hana .
" Yaudah sana urusin dulu tu bayi beruang mu , keburu tambah menggila nanti dia ". kata Mamih Esty .
" Iya mih , Hana ke atas dulu ". ucap Hana .
" Kakak , Abang sama Oma dulu ya ". pamit Hana pada kedua putranya.
" Hayo jagoan Oma kita sarapan udah di tunggu Opa tuh yang udah kangen sama kalian ". ajak Mamih Esty pada kedua anak laki-laki itu.
******
" Braak "
Hana membuka pintu kamar nya sedikit kencang .
" Ada apa si ko teriak teriak gitu De ". kata Hana pada sang suami .
" Dari mana dari tadi di panggil kok gak nyahut ". tanya Dean .
" Habis makein baju anak-anak Dean , kamu tuh kenapa si ?." jawab Hana .
" Ooh kirain lagi ngobrol , ini kamu belum pake in dasi saya Hana ". ucap Dean .
" Astaga Dean kamu tuh bener bener ya teriak udah kaya di hutan cuma karena minta di pakein dasi ". geram Hana .
" hehehe iya maaf kekencengan ya teriaknya ." kata Dean cengengesan ,Hana yang geram pun langsung narik tangan suaminya dan naik ke atas ranjang untuk memakai kan dasi di leher suaminya dan mengikat leher Dean dengan agak kencang .
" ahk Hana kamu mau bunuh saya ". kata Dean .
" Iya biar gak ada mahkluk nyebelin kaya kamu ".