Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 107


Setelah semua nya rapih kedua bayi kembar nya yang sudah cantik - cantik , istri yang sudah sangat cantik menggunakan dress coklat susu yang pas di badannya dengan make up yang natural serta dirinya yang juga sudah tampan seperti biasanya . Uni dan Joni yang sudah standby di depan kamar Bos nya untuk membantu mendorong stroller bayi kembar nya .


Dean pun merangkul pinggang Hana dengan posesif dan di ikuti oleh Uni dan Joni yang mendorong stroller bayi kembar.


Dean pun memesankan makanan terbaik yang ada di restoran itu untuk istri cantik nya dan duduk di samping istrinya dengan Uni dan Joni serta kedua bayi kembar nya .


" Dean , kamu gak salah pesen segini banyak nya ? " tanya Hana heran saat suaminya memesan makanan yang lumayan wah .


" Ya buat kamu lah , kalau istriku kenyang dua princess ku juga pasti kenyang dong iya gak ... " kata Dean sambil mengerlingkan sebelah matanya dengan tersenyum manis .


" lagian ada Uni sama Joni juga gak usah pusing - pusing sayangku ... " ucap Dean sambil mencium gemas pipi Hana .


" Astaga Dean kamu tuh bener - bener ya ... " pekik Hana dengan wajah yang merona .


" Udah ayo buruan makan Han ". kata Dean pada Hana .


" Uni , Joni ayo di makan ". ucap Dean lagi dan di angguki oleh Uni dan Joni dengan senyum ramah pada Bos nya .


Dean dan semuanya pun menikmati hidangan makan malam nya dengan hati yang berbinar .


Joni pun menyelesaikan makannya dengan cepat dan ia pun mengingatkan pada Bos nya .


" Ehem Bos sudah waktunya kita meeting ". kata Joni pada Dean .


Dean yang sudah menyelesaikan makannya pun mengangguk kan kepala nya pada asisten pribadi nya dan melihat pada istri nya yang belum menyelesaikan makannya .


" Han , saya meeting dulu ya , tuh di ruang itu masih kelihatan kan . kamu selesaikan makanya sama Uni dan tunggu saya sampai datang Oke ". pamit Dean pada Hana dan menunjuk private room yang berdinding kaca hias .


" Iya tapi jangan lama-lama ya ". pinta Hana dengan nada yang manja .


" Iya sebentar biar besok gak ada lagi kerjaan ... jangan pasang muka begitu bikin gemes tau gak ". ucap Dean sambil mengelus pipi halus Istrinya .


Dan Hana pun langsung mengangguk kan kepalanya dan tersenyum manis .


" Uni , Joni tutup mata kalian ". pinta Dean yang mana membuat Hana heran dengan suami nya . Uni dan Joni pun langsung menutup mata nya .


" CUP " dengan cepat Dean mencium bibir manis Hana .


" Astaga Dean ". pekik Hana terkejut .


" Bos percuma saya dan Uni tutup mata kalau pengunjung lainnya melihat adegan itu ". ceplos Joni masih dengan menutup mata nya .


" Terserah saya , Joni ". Dean mendengus . dan menarik stroller bayi kembar nya mendekat padanya mengabaikan Hana yang terkikik geli atas sikap arogan suaminya .


" Adek Sheila dan Sheina , Papah kerja dulu ya nak disini sama Mamah dan Uni , jangan rewel ya nak ". pamit Dean pada putri kembarnya dengan mengelus pipi halus kedua bayi nya dan mencium secara bergantian .


Dean pun melirik pada isterinya yang masih terkikik .


" Kalau kamu gak bisa diem saya bakal lakuin yang lebih Hana ". ancam Dean pada Hana , mendengar ucapan Dean membuat Hana bergedik ngeri dan menghentikan tawanya.


" good girl " kata Dean sambil mengelus dagu Hana dan mulai beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju private room di mana tempat Dean meeting .


Dari sudut ruangan seseorang terus mengamati interaksi Dean dan Hana dengan tatapan bingung dan penasaran .


Hingga saat ia melihat Dean pergi meninggalkan Hana , ia pun memberanikan diri untuk mendekati dan memanggil Hana .


" HANA ." panggil orang itu .


Dean yang akan masuk ke dalam private room pun menghentikan langkahnya saat sayup-sayup mendengar seseorang memanggil nama Istrinya .


" Oh ya ampun siapa lagi tu orang ". gumam Dean , Joni yang mendengar gumaman Bos nya pun menggelengkan kepalanya .


" Bos kita harus cepat masuk karena semuanya sudah menunggu ". ujar Joni memperingati Bos nya .


Dengan mendengus Dean pun masuk ke dalam private room untuk menyelesaikan pekerjaan nya . Dengan masih memperhatikan Istrinya dan orang yang tidak di kenalnya .


" HANA "


Mendengar ada yang memanggil namanya Hana pun mendongakkan kepalanya melihat orang yang memanggilnya .


Senyum Hana pun terbit saat pandangan nya bersibobrok dengan orang itu. orang itu pun semakin mendekat pada Hana .


" Kamu Hana kan ?". tanya orang itu meyakinkan lagi .


" Iya Kak ini benar Hana , kak Deni apa kabar ?". ucap Hana pada orang itu yang tak lain adalah teman Fandi mantan suami nya .


" Oh astaga gak nyangka bisa ketemu lagi sama kamu Han , iya kk baik ko ". ucap Deni dengan nada senang dan mengulurkan tangannya pada Hana .


" Iya kak , Hana juga gak nyangka ". jawab Hana sambil membalas uluran tangan dari Deni .


" Han , kamu berubah banget jadi makin cantik loh ". kata Deni lagi dan tak sengaja memegang kedua sisi bahu Hana .


Hana yang risih pun menurunkan tangan Deni dan memundurkan langkahnya .


" Maaf kak , Hana seorang wanita bersuami ". ucap Hana dengan tersenyum kecil dan Hana pun melirik pada ruang private room dimana suaminya sedang menatapnya dengan tajam .


" Maaf maaf Han , saya gak sengaja . Oh iya tadi saya lihat kamu sama dua orang pria cuma gak kelihatan wajahnya itu pasti Fandi kan , waah saya udah lama banget gak ketemu tuh bocah Han ."cerocos Deni dengan duduk di tempat yang di tempati oleh Dean .


Dean yang melihat keakraban Hana dengan seorang pria lain pun membuat dia tak konsen dan mengepalkan kedua tangannya . Joni yang tahu Bos nya lagi tak fokus pun mengambil alih meeting .


" Hana , kamu tinggal di mana ?". tanya Deni .


" Hana tinggal di Jakarta ...". jawab Hana namun belum selesai sudah terpotong oleh Deni lagi .


" Waah di Jakarta , saya juga Han pokoknya kapan - kapan kalau di Jakarta kk pengen ketemu Fandi lagi . Han ". cerocos Deni lagi membuat Hana menggaruk kepalanya yang tidak gatal .


" Han , kamu pernah ketemu Kasih ?". tanya Deni .


" Belum lagi kak semenjak ia kuliah di Jakarta Hana sulit menghubungi nya , kakak tau kabar nya gak atau nomor ponsel nya ?". tanya Hana mengenai sahabatnya .


" Waktu itu dia pulang saat kedua orangtuanya meninggal karena kecelakaan Han dan ia mengambil alih perusahaan Papah nya ke Jakarta ". ujar Deni .


" Inalillahi wa innailaihi Raji'un kakak serius ?". tanya Hana terkejut .


" Kakak ada alamat dia di Jakarta gak ?". tanya Hana lagi .


" Kalau kakak gak punya coba nanti kakak tanya sama ibu kakak biar nanti di kabarin tapi saya kan gak punya nomor ponsel mu Han ". jawab Deni .


" Ini kak nomor ponsel Hana pokoknya secepatnya kabarin Hana ya ka , Hana minta tolong Hana rindu kasih ". pinta Hana dengan mata yang berkaca-kaca.


" Hei iya nanti kakak cari kan jangan nangis gitu nanti Fandi marahin saya kalau tau belahan jiwanya nangis karena saya ." jawab Deni .


" Oh iya mana Fandi kok gak datang- datang lagi Han ?". tanya Deni .


" Hah ". tanya Hana tak fokus teringat dengan sahabatnya.


" Iya suami kamu mana ?". tanya Deni lagi . Dean yang berada tepat di belakang Deni pun menjawab pertanyaan dari Deni .


" SAYA SUAMINYA HANA ". ucap Dean dengan menekan setiap kata nya .


Deni yang mendengar suara seseorang yang asing untuk nya pun menoleh kan kepalanya ke belakang melihat Dean dengan heran .


" Saya dengar tadi anda mencari suami Hana perkenalkan saya Dean Prada Dewantara SUAMI SAH DARI HANA FISHERA ." ucap Dean dengan nada tegas dan dingin pada Deni .


" DEG "


Deni pun di buat menganga atas ucapan dari Dean .


******