Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 91


..." Jangan melihat masa lalu dengan penyesalan , jangan pula melihat masa depan dengan ketakutan . Tapi lihatlah di sekitarmu dengan penuh kesadaran "...


*******


Flashback


Seorang wanita paruh baya cantik datang dengan menangis sedih datang ke kediaman Dewantara yang mana membuat sepasang suami istri terkejut .


" Sita ada apa kenapa menangis seperti itu ..? ucap Mamih Esty saat melihat kedatangan sahabatnya yang datang dengan beruraian air mata .


" Mas Dika , Esty tolong saya , saya mohon tolong saya ". pinta Mamah Sita .


" Iya kamu tenang dulu Sit coba kamu ceritakan apa yang terjadi ?". tanya Papih Dika pada Mamah Sita .


" Elis , Elis Huhuhu ". ucap Mamah Sita masih dengan menangis .


" Ada apa dengan Elis , Sita ?" tanya Mamih Esty dengan nada khawatir .


" Elis sakit kangker otak dan sudah stadium akhir menurut Dokter nya Elis tidak bisa berumur panjang kalau pun bisa hanya muncul nya mukjizat Es Huhuhu … karena sel kanker nya sudah menyebar Esty ". ujar Mamah Sita masih dengan terisak .


" DEG "


" ASTAGHFIRULLAH " pekik Mamih Esty dan Papih Dika.


" Kenapa bisa telat seperti itu Sita ?" tanya Papih Dika.


" Gak tau Mas , selama ini Elis selalu menyembunyikan nya dari saya dengan selalu menggunakan make up tebal agar tidak terlihat pucat Mas ". jawab Mamah Sita .


" Kenapa gak di operasi dulu Sit ". kata Mamih Esty.


" Sudah gak bisa Es , karena kondisi Elis tidak stabil dan bila nekad melakukan operasi itu lebih membahayakan nyawa nya ". jelas Mamah Sita .


" Astaga terus gimana dong Sit ?". tanya Mamih Esty .


" Aku kesini mau minta tolong sama kalian , untuk Elis , bukan sudah rahasia lagi bila Elis sangat mencintai Dean namun selalu di Abaikan Dean . Mas Dika , Esty". ucap Mamah Sita dan di angguki oleh kedua pasang suami istri .


" Saya mau mewujudkan permintaan Elis yang mungkin menjadi yang terakhir untuk nya Mas , Saya mohon kebaikan kalian dengan sangat demi putri ku satu-satunya hiks hiks hiks ". ujar Mamah Sita dengan masih menangis .


" Apa kalau kita bisa bantu pasti kami bantu Sita ."


" Tolong nikahkan Dean dan Elis ". ucap Mamah Sita .


" DEG " Mamih Esty dan Papih Dika saling berpandangan.


merasa terkejut dan juga tak tega pada putri sahabatnya yang sudah di anggap nya sebagai putri nya juga .


Papih Dika pun mengangguk kan kepalanya .


"Baik Sita , dalam waktu dekat ini kita akan menikahkan Dean dan Elis ". jawab Papih Dika dengan serius.


" Tapi bagaimana dengan Dean ..." ucap mamah Sita terpotong .


" Soal Dean itu akan menjadi urusan kami ,".


" Jangan bilang perihal kesehatan Elis pada Dean ya Mas , Es ini permintaan dari Elis ." pinta Mama Sita dan di angguki oleh Papih Dika dan Mamih Esty.


*****


5 Hari setelah kedatangan mamah Sita acara pernikahan antara Dean dan Elis pun di selenggarakan dengan penuh bujuk rayu , penolakan dari Dean bahkan ancaman pun di lakukan oleh Papih Dika dan Mamih Esty demi pernikahan ini .


Acara pernikahan yang seharusnya menjadi hari kebahagiaan untuk semua pasang pengantin tapi tidak untuk Elis dan Dean . Bila Elis dapat tersenyum dengan begitu merekahnya dan tercetak jelas binar cinta yang dalam namun tidak untuk Dean bagi pria berusia 27 tahun itu pernikahan ini sebuah lelucon , pembodohan dan Malapetaka tak ada senyum menghiasi wajahnya.


Sungguh melihat itu hati Mamah Sita rasanya ingin menjerit tak tega pada putri nya.


Dahulu hubungan Dean dan Elis ibarat Kakak adik dan semua berubah saat Dean mengetahui bila wanita cantik yang di anggap nya adik mempunyai perasaan padanya hingga merubah semua penampilan yang sialnya buat Dean semakin muak .


Tibalah saat malam pertama di mana moment yang selalu di idamkan untuk semua pasang pengantin tapi tidak untuk Elis . Saat Elis telah siap untuk memberikan sesuatu yang berharga dari dirinya untuk pria yang di cintai nya , Elis harus menelan pil pahit di mana Dean malah pergi meninggalkan Elis yang menangis di tengah kesakitan nya .


Hingga tiga bulan pernikahan nya Elis masih saja selalu mendapat kan penolakan dari suaminya , semua yang di kerjakan nya selalu salah di hadapan Dean dan bodohnya Elis menyetujui ajakan Dean untuk tinggal di apartemen pribadi Dean , Sehingga semua keluarga tak mengetahui sikap buruk Dean terhadap istrinya . Entah bodoh atau gila selama mendapatkan perlakuan tidak baik namun tak pernah berbuat kasar atau main tangan pada Elis . Elis tak pernah menangis atau pun marah menyikapi perilaku Dean , wanita itu hanya tersenyum saat Dean menjauh dari nya.


Dan saat Elis merasa raga nya sudah tidak kuat menahan rasa sakit akibat penyakit yang di idap nya , Elis meminta izin kepada Dean untuk tinggal di rumah Dewantara dan saat di rumah Dewantara Elis tak di perkenankan masuk kedalam kamar pribadinya di lantai 3 oleh Dean .


Jika masih sore Dean masuk kedalam kamar di lantai 1 yang menjadi kamar Elis hanya saling diam dengan duduk di tempat yang berbeda namun saat tengah malam Dean pun pindah ke kamar pribadinya di lantai 3. sikap Dean itu menambah kesakitan untuk Elis namun Elis masih bertahan karena baginya walaupun tidak menjadi istri sesungguhnya" tapi bisa melihat wajah pria yang sangat di cintai itu sudah lebih dari cukup.


Hingga pada Elis yang kritis disaat Dean ada pekerjaan di luar negeri dan Dean pun di kabari oleh Roy . Dean pun pulang dan langsung ke rumah sakit dimana Elis di rawat dan memasuki kamar rawat istri yang selama ini tak dianggap nya dilihatnya Elis dengan kondisi aslinya membuat Dean terkejut dan rasa bersalah itu menyeruak di dalam hati Dean .


Dean pun mendekat dan langsung memeluk tubuh kurus istrinya .


" El … apa yang terjadi?" tanya Dean dengan suara yang bergetar .


" Aku tak apa apa dean , Maafkan aku ya bila selama ini tak pernah membuat mu senang ". ucap Elis dengan senyum manis nya.


" El sejak kapan , kenapa kamu tak bilang bila kamu…" tanya Dean .


" Tak apa Dean , aku bahagia menjadi istri mu sungguh tak ada kata marah dan dendam de malah aku senang kamu memperlakukan seperti apa yang ada di dirimu bukan memperlakukan ku seperti orang yang pesakitan, aku suka sikap apa adanya kamu Dean ". ujar Elis masih dengan senyum khasnya.


" EL … KENAPA KAMU TEGA BUAT SAYA MENJADI ORANG JAHAT , ORANG YANG BODOH PADA ISTRIKU SENDIRI EL … APA INI TUJUAN MU INGIN BUATKU MENJADI ORANG YANG BERSALAH SEUMUR HIDUP KU IYA EL … ASTAGA ELIS APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN ". teriak Dean pada Elis sambil meremas kuat rambut nya dan mendekap erat tubuh Elis .


" El kenapa kamu nekat ingin menikah dengan saya bila akhirnya saya hanya memberikan kamu luka dan air mata ?". ucap Dean pelan dan dalam masih dengan mendekap tubuh Elis .


" Karena saya sangat mencintai mu Dean ."ucap Elis dengan serius .


" ELIS INI BUKAN CINTA TAPI INI PEMBODOHAN EL … seharusnya kamu bisa bahagia dengan pria yang juga mencintai mu El bukan malah seperti ini …". kata Dean .


" Hey Dean semua yang kamu berikan itu buat saya bahagia karena kamu memperlakukan saya apa adanya kamu bukan kepura-puraan yang malah membuat aku lebih sakit De . Sumpah De saya berkata jujur. " ucap Elis sambil memegang wajah Dean dan mengecup bibir sensual Dean untuk pertama kalinya.


" Kamu cinta dengan saya El …?" tanya Dean dan Elis menganggukan kepalanya.


" Kalau kamu cinta dengan saya , saya minta kamu sembuh bukan malah tidur disini kerjakan tugas seorang istri untuk saya ". kata Dean dengan menatap Elis dengan mata elangnya.


Dan mulai saat itu Elis bisa pulang ke rumah Dewantara walaupun masih dengan tubuh yang lemas dan mulai melakukan apa yang di lakukan oleh seorang istri untuk suami nya tanpa ada penolakan lagi dari Dean namun untuk urusan ranjang Dean masih tetap belum bisa melakukan nya karena Dean benar benar tidak mempunyai perasaan cinta pada Elis.


Namun sayang Elis hanya memberikan waktu 3 hari untuk Dean menjadi suami yang baik dan perhatian . Elis pergi untuk selama-lamanya meninggalkan rasa bersalah dan penyesalan yang luar biasa untuk seorang Dean .


Dean pun terduduk di bawah ranjang yang biasa digunakan untuk Elis mengistirahatkan tubuhnya dengan menggenggam surat dari Elis . dengan perlahan Dean pun mulai membaca isinya.


" Hai suamiku yang suka marah - marah tapi tetap tidak mengurangi ketampanan mu dan aku makin suka itu . Maaf selama menjadi istri mu hidup mu jadi risih dan tak nyaman , dan Maaf kan aku yang egois memaksakan mu menikah dengan ku yang sudah jelas ku tahu tak ada cinta untuk ku . tak apa ya Dean hitung hitung amal untuk wanita berpenyakit ini hehehe .


Kamu tahu kenapa aku maksa kamu untuk menikah dengan ku karena saya cinta kamu De dan kamu tu orang nya apa adanya , dari pada aku nikah sama pria yang lain dan pasti akan penuh kepura-puraan itu sungguh buat ku benci lebih baik sama kamu apa adanya marah terus tanpa ada kepura-puraan .


Dean pesan ku 1 jika esok kamu sudah mencintai seseorang tolong perlakukan dia sebaik mungkin jangan pernah sia sia kan .


Selamat tinggal Dean suami malang ku , aku mencintaimu ."


Setelah membaca Dean pun meremas surat itu .


" KAMU TEGA EL BUAT SAYA JADI SOSOK PENJAHAT DAN HARUS MERASAKAN PENYESALAN EL ...ELIIISS "teriak Dean .


Dan mulai saat itu Dean menjadi pribadi yang arogan , dingin pada orang di luar , apalagi pada sosok wanita yang berpenampilan seksi dan makeup tebal mengingat kan nya pada Elis .


flashback end


******


Setelah menceritakan semua tentang istri pertamanya Elis tubuh Dean pun luruh dan menangis , Hana pun dengan sigap memeluk tubuh pria yang menjadi suaminya dengan mengelus lembut punggung dan rambut Dean .


" Hay sudah Dean jangan menangis , tak apa - apa itu sudah menjadi pilihan Elis dan kamu juga tak mengetahuinya , untuk sekarang do'akan selalu Elis ya agar ia bahagia dan tenang disana .


Namun sepertinya Elis bahagia karena keinginan terakhir nya terwujud untuk hidup dengan pria yang di cintai nya ". ucap Hana dengan lembut.


" Pernah kamu memimpikan nya ?" tanya hana dan di angguki oleh Dean .


" Sedang apa dia ?"tanya Hana .


" Selalu tertawa dengan khas dia , berlari an di taman bunga dan itu jelas terlihat Hana ". jawab Dean dengan senyum manis nya di tengah tangisannya.


" Waah seperti nya Elis benar benar bahagia Dean dan sekarang waktunya kamu bahagia keluar dari rasa penyesalan dan bersalah mu Oke ". ujar Hana dengan senyum manis nya .


Dean pun langsung mendekap erat tubuh Hana dan dengan perlahan Dean pun mencium bibir manis Hana dengan dalam dan lembut seiring perasaannya yang lega setelah menceritakan tentang Elis .


Dean masih mencium bibir manis Hana dan Hana menerima nya hingga mereka berhenti di saat mendengar suara .


" Oooek oooeek ooeek"


******