Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 194


Kasih tak percaya sekaligus senang saat melihat dua orang pria yang sangat ia kenal dan sudah lama tak bertemu .


Bayu yang sedari tadi diam dan memperhatikan wanita hamil yang ada di hadapannya pun mulai membuka percakapan .


" Sudah malam gini kamu ngapain di sini dan sama siapa ?". tanya Bayu pada Kasih .


" Kasih cari makan nasi goreng .... Adduuuuhh Ka ..." pekik Kasih dengan tangan yang menjulur seperti meminta bantuan.


Bayu pun dengan reflek langsung mendekat pada Kasih dan memegang tangan Kasih karena merasa khawatir dengan raut wajah Kasih yang seperti menahan sakit .


" Kas kamu gak apa-apa kan ?". tanya Bayu dan Deni bersamaan .


" Perut ku sakit Ka ... " eluh Kasih dengan tangan yang berpegang erat pada lengan tangan Bayu .


" Kas memang ini sudah waktunya kamu melahirkan ?". tanya Deni dengan cemas dan Kasih menganggukkan kepalanya .


" Astaga Kasih ... kenapa pertemuan kita disaat kamu mau melahirkan gini . Kan aku nya jadi bingung ". oceh Deni pada Kasih .


" Kamu kesini sama siapa Kas ...?". tanya Bayu juga dengan panik .


Saat Kasih ingin menjawab pertanyaan dari Bayu tiba-tiba terdengar suara deheman seseorang yang sangat Kasih kenal .


" Eheem "


Kasih , Bayu serta Deni pun menoleh pada sumber suara dan di lihat nya raut wajah Roy yang suram dengan mata yang menatap tajam , rahang yang mengeras dan tangan yang mengepal melihat posisi Kasih yang bersandar dan berpegang pada Bayu yang mana membuat hatinya memanas karena Roy masih sangat ingat dengan wajah Bayu yang di akui kasih sebagai pria yang di cintai oleh Kasih .


Kasih pun yang melihat raut wajah suram Suami nya pun langsung melihat pada posisi dirinya dan pria yang pernah ia cintai .


" Ka Roy please jangan marah dulu ... tolong ini anak mu seperti nya mau lahir ..." ucap Kasih pada Roy dengan wajah yang pucat dan keringat membasahi dahinya .


Roy yang mendengar ucapan dari Kasih pun hatinya sedikit lunak mendekati Istrinya yang masih berpegang erat pada lengan Bayu .


" Sorry bisa dilepas ... dia istri saya ". ucap Roy dan langsung mengambil Kasih dari Bayu dan membawa di dekapannya .


" Jangan salah paham dulu bro kita juga bingung ko waktu tadi nyapa Kasih dan tiba - tiba dia mengeluh sakit di perut nya ... beneran kita gak ada maksud ". ucap Bayu menjelaskan.


" Bener itu bro kita gak ada maksud ko ". ucap Deni lagi .


" Aduuh Ka Roy sakiiitt banget ko malah ngobrol sih ..." kata Kasih sambil meringis menahan sakit di dekapan Roy .


Dan Roy langsung melihat pada Kasih yang tampak kepayahan menahan sakit .


" Tenang Bun ... tarik nafas kita langsung ke rumah sakit aja ya ..." ucap Roy dengan nada khawatir dan bersiap untuk membopong tubuh Kasih .


Bayu dan Deni yang melihatnya pun merasa tak tega dan menawarkan diri untuk mengantarkan ke rumah sakit .


" Bro boleh kita bantu bawa mobil nya karena gak baik juga menyetir dalam kondisi panik seperti itu ". ucap Bayu pada Roy yang diam sesaat dan akhirnya menganggukkan kepalanya menerima tawaran dari Bayu .


Tanpa membuang waktu Roy membopong tubuh Kasih masuk ke dalam bangku belakang mobilnya .


Di dalam mobil Roy dengan telaten dan penuh perasaan memberikan semangat dan mengelap keringat yang membasahi dahi Istrinya dan Bayu yang melihat pemandangan itu dari kaca atas kepalanya pun hanya bisa tersenyum getir .


Hingga Roy teringat bila ia tidak membawa perlengkapan apapun untuk Kasih dan bayi nya , Roy pun berfikir bila ia menghubungi Mamih atau ibunya untuk mengambil kan tas perlengkapan Kasih dan bayinya yang sudah disiapkan di dalam kamar pasti dua wanita paruh baya itu pasti akan panik dan malah riweh .


Akhirnya Roy pun menghubungi seseorang untuk di mintai bantuan .


Dengan keadaan panik Roy menghubungi orang itu karena panik Roy tak sadar bila ia berbicara dengan berteriak orang di seberang sana .


" HALLO DEAN BANGUN " ucap Roy


" Aaiis Lo apa-apa an sih Roy ngomong pake toak gitu ". jawab Dean bersungut .


" DEAN TOLONG GUE ... BAWAIN 2 TAS YANG ADA DI KAMAR GUE KE RS SEJAHTERA , KASIH MAU LAHIRAN DAN JANGAN BERISIK TAKUT MEREKA SEMUA JADI PANIK " sahut Roy masih berteriak .


" HEH YANG BERISIK TUH BACOT LO ROY ..." balas Dean dengan berteriak juga bersamaan dengan Kasih yang memukul lengan suaminya .


" Berisik Ka Roy ihk ..." ucap Kasih dengan mengerucutkan bibirnya .


" Iya maaf Bun ". jawab Roy dengan lembut .


" Bay . kita dengerin Suami nya Kasih telponan genap 1 jam yakin kita bakal jadi budek dadakan ." bisik Deni pada Bayu yang menganggukkan kepalanya sedang mengemudikan mobil Roy .


" Woi apalagi Roy yang dibawa , malah sibuk ngobrol aja ..." panggil Dean yang ternyata masih tersambung.


" Udah itu aja ... BURUAN DEAN ". jawab Roy .


" Aduuuh Ka sakiiitt banget ..." rengek Kasih menikmati rasa mulas di perut nya .


Roy yang mendengar rengekan Kasih pun langsung menundukkan kepalanya mencium kening Kasih dengan sayang .


" Sabar ya bentar lagi kita sampai ... kamu harus kuat Bun ... Kamu boleh gigit atau pukul aku biar bisa nahan sakit nya ya " Roy menenangkan Istrinya .


" Woi bisa gak sih lebih cepet lagi ..." kata Roy pada Bayu .


Namun Bayu tak menyahut ucapan Roy ,bia hanya fokus mengemudikan mobil agar cepat sampai ke rumah sakit karena Bayu pun tak tega mendengar rintihan kesakitan dari wanita yang dulu ia anggap anak kecil .


" Waah benar-benar mimpi apa kita ya Bay begitu ketemu sama kasih pas banget dia mau ngelahirin , apes nya suami nya si Kasih galak nya minta ampun ..." gumam Deni pada Roy yang mana masih bisa didengar oleh Roy dan Kasih .


" Apa Lo bilang ...". ucap Roy dengan menatap tajam pada Deni yang duduk di kursi depan .


" Ka Roy jangan marah-marah gitu ... ". kata Kasih memenangkan Suami nya dengan mengelus lembut rahang Roy .


" Iya gak marah ko cuma keki aja tuh sama kawan mantan kamu yang ngomong sembarangan ". jawab Roy .


Ucapan Roy sukses membuat Bayu tersedak dengan air liur nya sendiri .


" Uhuk uhuk... uhuk ". Bayu terbatuk .


" Ka Bayu gak apa-apa kan ...?". tanya Kasih pada Bayu dan Roy yang mendengar ucapan Kasih pun hanya bisa mendengus .


" Iya Kas , saya gak apa-apa ko ... Gimana kamu udah agak enakan ?". tanya Bayu balik .


" Mulesnya datang pergi Ka ..." jawab Kasih .


" Yang sabar ya ... saya yakin kamu masih Kasih yang kuat dan tahan banting ". ucap Bayu yang mana membuat Kasih bersemu .


Dan saat Kasih ingin menjawab ucapan dari Bayu , Roy sudah menutup mulut Kasih dengan telapak tangan nya .


" Jangan ngomong terus Bun karena kamu butuh banyak tenaga nanti ..." kata Roy dan Kasih hanya tersenyum gemas melihat sikap posesif Suami nya .


Mobil pun sampai di depan rumah sakit Sejahtera dengan sigap Deni langsung memanggil perawat untuk membawa tempat tidur untuk Kasih .


Dan Roy pun dengan pelan membopong tubuh Kasih dan membaringkannya di tempat tidur .


Perawat , Roy serta Deni dan Bayu pun mengikuti Kasih menuju ruang pemeriksaan dan masuk ke ruang periksa membuat Dokter jaga yang melihat 3 pria itu pun heran .


" Maaf kalau boleh tau siapa suami dari Ibu Kasih ya ? ". tanya Dokter itu .


Dengan bersamaan 3 pria itu pun saling pandang hingga Roy menginterupsi .


" Ngapain kalian masih disini hah ... suami Kasih tuh saya ....". ucap Roy pada Bayu dan Deni .


" Kas kita keluar ya ... kamu harus kuat ya ..." pamit Deni pada Kasih yang berbaring sambil meringis merasakan mulesnya datang lagi .


" Tapi jangan pulang ya Ka ..." pinta Kasih dengan menganggukkan kepalanya dan di angguki oleh Deni dan Bayu .


Deni dan Bayu pun keluar meninggalkan Kasih untuk di periksa yang ditunggu oleh suaminya , mereka duduk di kursi tunggu yang di sediakan di depan ruang periksa dengan berhadapan .


Bayu pun merasa risih saat Deni menatap nya dengan tajam .


" Ngapain sih Lo ngelihatin gue begitu ?". tanya Bayu pada Deni.


" Saat di depan minimarket dan sepanjang perjalanan gue perhatiin Suami nya Kasih kaya gak suka sama Lo Bay ... sebenarnya apa yang gue lewatkan dari hubungan Lo dan Kasih ?"tanya Deni dengan menyelidik .


" Hah ahk apaan sih Lo ngaco aja ..." jawab Bayu tergagap dan Deni semakin curiga melihat sikap Bayu .


*******


Visual Dean dan Hana




visual Roy dan Kasih