
Setelah keluar dari rumah belakang Hana pun berjalan menuju dapur untuk menemui Mbok Jum yang seperti nya sudah pulang dari pasar tumpah .
Wanita berparas ayu itu pun tersenyum di kala melihat orang yang di carinya ada di hadapannya .
" Mbok Jum " sapa Hana .
" eh iya ndok , Mbok baru pulang dari pasar bahan masakan nya habis ". ucap Mbok Jum.
" Iya Hana sudah tau Mbok tadi Hana tanya sama Ibu , Mbok eem …". Jawab Hana sambil membantu merapihkan barang barang yang akan di masukkan ke dalam lemari pendingin.
Mbok Jum memandang wajah ayu itu dan menarik nafas panjang.
" Ada yang mau kamu bicarakan sama Mbok Hem ?" ucap Mbok Jum.
" em Ibu , Ibu sudah tau semuanya Mbok ". kata Hana .
Mbok Jum hanya mengangguk kan kepala dan tersenyum tipis .
" memange kalo Ibu tau kenapa to ndok ." jawab Mbok Jum.
" Ya sebenarnya tidak apa-apa Mbok , cuma Hana malu dan takut sama Mas Fandi Mbok". ucap Hana sambil menunduk dengan mata yang berkaca-kaca.
" Loh malu dan takut kenapa ?" tanya Mbok Jum.
" Malu Mbok , Hana hamil dan bukan dari Mas Fandi itu sesuatu yang sangat memalukan Mbok , Hana cuma kasih aib buat keluarga ini . Hana takut Mas Fandi marah karena Ibu tahu ini semua , Tapi sungguh Mbok Demi Tuhan bukan Hana yang memberi tahu Ibu soal ini Mbok." jawab Hana sambil menyeka air mata yang keluar tanpa bisa dicegah.
" Huss sudah jangan menangis lagi yaa , Kasihan itu bayi nya kalau di ajak nangis terus nanti dia jadi cengeng mau nak ." kata Mbok Jum menenangkan Hana .
" Iya memang bukan kamu yang kasih tau tapi Mbok Jum dan Mbak Fani mu karena sebelumnya Ibu memang sudah tau saat kita semua membicarakan masalah kamu di ruang tengah itu nak . Yasudah Mbok cerita kan semua yang sebenarnya terjadi biar tidak ada salah paham kalau soal suami mu juga sudah tahu kalau Ibu nya sudah mengetahui masalah dalam rumah tangga nya , Jadi sudah ya jangan banyak pikiran kasihan bayinya ya ." Mbok Jum menjelaskan semuanya pada Hana agar perempuan cantik itu tenang .
Dan kedua perempuan beda generasi itu pun langsung mengolah masakan nya dengan cepat dan cekatan .
Dan sepanjang memasak Mbok Jum di buat melongo dengan tingkah Hana karena sejak tadi Hana terus mencicipi dan memakan setiap masakan yang baru saja matang .
Hana pun menoleh ke arah Mbok Jum karena merasa di perhatikan.
" Ada apa Mbok kok lihat Hana kaya gitu ." tanya Hana pada Mbok Jum.
" Ndok Itu dari tadi nyicip ini itu gak mual seperti dulu ." Hana pun terdiam setelah mendengar ucapan Mbok Jum .
Hana pun mengingat kembali sulit nya masa masa ia mengandung anak pertama dan kedua nya , sampai sampai Hana beberapa kali harus di larikan ke rumah sakit karena tidak bisa menerima semua asupan makanan dan minum karena mual yang luar biasa dan mengakibatkan dirinya dehidrasi dan lemah .
Tapi sekarang ia bahkan tak mengalami morning sick dan bisa memakan dan meminum semua yang ia inginkan .
Hana pun mendongakkan kepalanya menatap Mbok Jum .
" Iya ya Mbok , Hana baru kepikiran ya bahkan nafsu makan Hana dan makanan yang biasa nya Hana gak suka pun habis Hana makan beda banget waktu hamil kakak Rama dan adek Rafa ya Mbok." kata Hana , Hana pun terdiam sejenak memikirkan sesuatu .
" Oh Hana baru ingat Mbok , kan Hana hamil dengan pria lain Mbok beda sama kakak Rama dan adek Rafa." ucap Hana menunduk di kursi makan .
Mbok Jum pun langsung menghentikan kegiatan nya menyajikan makanan nya dan memandang iba pada wajah wanita malang itu.
saat Mbok Jum akan menjawab perkataan Hana tiba-tiba ada yang memotong nya .
" Ibu ". Hana pun beranjak dari tempat duduknya dan langsung menghampiri ibu mertua nya dan membantu ibu mertuanya jalan dan duduk di meja makan.
Setelah Bu Tuti duduk wanita paruh baya itu pun langsung menggenggam tangan menantu cantiknya .
" Jangan selalu menyalahkan diri sendiri terus menerus , bapak dari bayi ini memang bersalah tapi tidak dengan bayi ini . Jadi rawat dan kasihi dia seperti kamu mengasihi dirimu sendiri ya nak ". ucap Bu Tuti bijak .
Hana pun langsung beranjak dan memeluk tubuh wanita paruh baya itu.
" Iya Bu , Hana sudah menerima dia (sambil memegang perutnya yang sedikit agak menonjol) , walaupun di dunia ini tak ada yang mengharapkan dan membenci kehadiran nya Hana tetap akan merawat dan menyayangi nya Bu ." ucap Hana pada ibu mertuanya.
" Alhamdulillah Ibu senang mendengar nya , yasudah ayo kita makan pasti cucu ibu yang di dalam sini sudah lapar , oh ya kemana semuanya ko sepi ya ." ucap Bu Tuti sambil mengelus lembut perut Hana , Hana pun memberikan senyum manis nya pada Ibu mertua nya serta bersyukur di saat badai besar menerpa dirinya dan menghancurkan rumah tangga nya masih ada orang orang yang tidak menghakimi nya.
" Pak Jay nganterin Mba Fani dan Mas Rendi serta anak-anak jalan jalan dan makan di luar terus Mas Fandi keluar ketemu Mas Doni Bu ". ucap Hana sopan.
" Ooh yasudah Kalau gitu mari kita mulai
makan "
Hana dan Mbok Jum pun mengangguk kan kepala nya tanda setuju, Hana dengan cekatan pun langsung beranjak mengambil kan makanan ke dalam piring dua orang parubaya yang ia sayangi seperti Ibu nya sendiri dan barulah Hana mengambil makanan untuk dirinya sendiri .
Mbok Jum dan Bu Tuti pun tersenyum melihat Hana makan dengan lahap. Dan saat Hana , Bu Tuti dan Mbok Jum selesai dengan makan nya terdengar seseorang mengucapkan salam .
" Assalamualaikum Bu , Mbok , Han " ucap salam Fandi dan menyalami ibu nya , Mbok Jum serta Hana .
" Waalaikumsalam " jawab serentak tiga perempuan itu.
" Koen wes maem cah Bagus (kamu sudah makan anak ganteng )?" Mbok Jum bertanya pada Fandi .
" Sudah Mbok tadi sama Doni ". ucap Fandi dengan melirik Hana yang menunduk .
" Ini sudah selesai makan nya semua "tanya Fandi .
" yow uwes no , lah Iki delok piring e wes do ludes to le ( Ya sudah lah , tuh lihat piring nya udah kosong semu nak )" jawab Bu Tuti.
" Kalau emang sudah pada makan , karena besok kita akan ke Semarang pulang ke rumah ibu bapak , jadi Fandi mau minta izin Bu buat bawa Hana ke Dokter kandungan ." ucap Fandi .
" DEG "
Fandi mengucapkan kalimat nya dengan tenang tapi tidak dengan tiga perempuan itu yang terkejut , jangan di tanyakan lagi kabar jantung Hana yang berdegup kencang mendengar penuturan sang suami.
Hana pun memberanikan diri menatap wajah suaminya itu .
****
Tuh gaes , walaupun dirinya kecewa dan terluka tapi Fandi masih bertanggung jawab atas Istrinya yaaa...
simak terus ya teman-teman reader , jangan bosen bosen ya …
kasih like dan komen ya… biar tambah semangat lagi nulisnya .
Terimakasih 🙏😊