Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 221


Suara yang selama ini sangat di rindukan itu akhirnya terdengar kembali di telinga Roy membuat Roy terpaku sekian detik  setelah sekian lamanya … Suara lembut dan tulus berbeda dari suara yang ia dengar kurang dari dua bulan ini penuh keterpaksaan dan tersirat kemarahan ….


Setelah mendengar Kasih menyahuti ucapannya tanpa sadar Roy masih terpaku berdiri tepat di hadapan Kasih yang sedang menyusui baby Rey … Kasih yang melihatnya pun merasa heran hingga dengan perlahan ia memegang tangan Roy pelan .


“ Yah , kenapa …?”. Tanya Kasih lembut sambil mendongakan kepalanya melihat Suami jangkung nya .


 “ Hah … em gak ko gak apa-apa Bun …”. Jawab Roy tersadar dan langsung menggenggam tangan Kasih sambil berjongkok di depan anak dan istrinya dengan menatap bola mata Kasih dengan dalam yang juga menatap nya .


 “ Bun , kamu udah mau ngomong sama aku ?”. Tanya Roy yang tak menyangka dan Kasih menganggukan kepala dengan yakin .


 “ Bun , kamu udah maafin aku ?.” Tanya Roy lagi dan lagi – lagi di angguki oleh Kasih .


 “ Berarti kamu udah gak marah lagi kan sama aku kan ?”. Tanya lagi Roy meyakinkan atas jawaban istrinya dan Kasih mengelus pipi Roy dengan lembut sambil menganggukan kepala .


 “ Iya Ayah … aku sudah maafin dan gak marah lagi “. Jawab Kasih dengan yakin mmembuat seketika hati Roy yang selama ini gusar jadi menghangat dan langsung akan memeluk Kasih namun langsung di hentikan oleh


Kasih .


“ Stop Yah …”. Kata Kasih .


“ Katanya udah gak marah tapi di peluk ko gak mau ?”. Tanya Roy yang tak menyadari keberadaan putranya .


 “ Yah bukannya gak mau … emang Ayah gak lihat ini ada Adek “. Jawab Kasih sambil menundukan kealanya melihat pada putranya yang ternyata sudah tertidur begitu pun Roy yang melihatnya .


“ Oh yaampun sampe lupa kalau ada Adek …Adek sudah bobo sini biar Ayah pindahin dulu “. Kata Roy sambil mengambil Baby Rey untuk di pindahkan ke boks nya .


 “ Bun terimakasih ya akhirnya kamu mau maafin Ayah … aku janji gak akan kasar lagi sama kamu kalau sewaktu hari aku kasar lagi aku akan terima semua konsekuensi apapun dari kamu Bun ..”. Ujar Roy pada Kasih sambil


memegang tangan Kasih setelah meletakan putranya di boks nya .


“ Iya , maaf ya kemarin marahnya lama  … Ka Roy janji ya jangan seperti itu lagi kalau sampe Ka Roy ulangi lagi … Kasih akan pergi jauh dari Ka Roy bawa Adek Rey …”. Kata Kasih dengan serius dan Roy yang mendengarkan nya langsung menggelengkan kepala .


 “ Jangan pernah berfikir untuk pergi Bun Please … aku janji akan berusaha jadi air saat kamu jadi api , sekali lagi terimakasih istri ku “. Jawab Roy sambil menciun tangan Kasih dengan lembut dan mulai mendekatkan wajahnya pada Kasih … pelan namun pasti dengan reflek Kasih pun menutup matanya hingga merasakan bibirnya sudah menempel pada bibir kenyal Suaminya dengan lembut …


 Tak bisa di pungkiri Kasih merindukan pria yang sangan ia sebal … Pria yang  awalnya menikahinya


hanya ingin membalas dendam namun kini menjadi satu-satunya pria yang ia Cintai setelah sosok seorang Bayu yang menjadi cinta pertamanya .


 Ciuman mereka masih berlangsung semakin dalam hingga tanpa terasa Kasih mengalungkan kedua tangan nya pada leher Roy begitupun Roy satu tangan nya berada pada tengkuk Kasih agar ciuman yang menggambarkan kerinduan terdalam itu semakin dalam dan tangan satunya lagi mengelus lembut punggung


milik Kasih membuat Kasih meggeliat di tengah ciuman panasnya karena rasa geli yang di ciptakan oleh Roy .


 Di rasa Istrinya membutuhkan pasokan oksigen , Roy pun melepaskan ciumannya dengan nafas dari keduanya  yang terengah-engah dan Roy menempelkan keningnya di kening Kasih sambil tersenyum manis begitupun Kasih yang tersenyum malu dengan wajah yang merona karena takut ketahuan jika ia sebenarnya pun merindukan Suaminya .


“ Sekali lagi terimakasih sayang …”. Kata Roy dengan lembut dan Kasih hanya menganggukan kepalanya dengan tersenyum .


Entah karena rasa rindu pada Istrinya yang hampir dua bulan mengacuhkan nya , membuat Roy tak mau menyia-nyiakan nya lagi hingga tanpa tau siapa yang memulai bibir mereka sudah menempel kembali .


Saat mereka sedang meresapi ciumannya yang kedua setelah berdamai …  Mereka yang sedang terbuai


akan rasa yang tak bisa di jelaskan nya pun di buat terkejut saat tiba-tiba pintu kamar di buka dari luar .


“ Ceklek “


“ OMG maaf ya gak sengaja ….”kata orang itu yang juga kaget melihat pemandangan di depan matanya dan setelah mengatakan satu kalimat orang itu pun langsung menutup pintu kamar Roy dan Kasih dengan kasar dan kencang .


“ JEDER “ membuat Roy dan Kasih yang kaget dan malu semakin terkejut dengan sikap orang itu di tambah baby Rey yang terbangun dan menangis karena terkejut mendengar pintu yang di banting dengan kecang .


 Dengan sigap Kasih langsung menghampiri putranya untuk menenangkan nya dengan wajah bersemu merah terlalu malu karena ada yang memergokinya saat sedang berciuman dengan Suaminya setelah lama berperang batin .


Roy pun merutuki dirinya yang lupa tak mengkuci kamarnya sehingga orang bisa asal masuk aja , sambil  mendengus kasar …” Astaga ini tuh kamar orang bukan toilet umum yang se enaknya main masuk aja “. Gerutu Roy yang masih bisa di dengar oleh Kasih yang sedang menunduk karena malu sambil menyusui putranya


.


“ Udah gak apa-apa Bun jangan malu lagi ya  ….”. kata Roy dengan lembut dan diaguki oleh Kasih masih dengan menyusui beby Rey yang mulai memejamkan metanya kembali .


*********


 “ JEDER “.bunyi pintu yang di tutup dengan keras oleh seseorang yang kini sedang memegang dadanya karena terkejut melihat sepasang suami istri yang sedang berciuman sekaligus ia merasa sangat bahagia … Karena


akhirnya putra sulung dan menantunya bisa mesra kembali setelah beberapa bulan ini dalam keadaan yang menegang dan tak nyaman .


 


Setelah di rasa ia sudah menutup pintu akhirnya Mamih Esty turun dengan semangat nya ingin memberi tahukan kepada Suaminya tentang apa yang ia lihat baru saja … Ya orang yang masuk ke dalam kamar Roy dan Kasih


dengan asal adalah Mamih Esty.


 


“ Papaih “


“ PAPIH…” panggil Mamih Esty dengan berteriak pada suami nya yang sedang berada di ruang tengan sedang menikmati the hijau nya di kala sore


.


“ Ya ampun ada apaan sih Mih ko teriak – teriak gitu … Suara mu itu bisa ganggu cucu-cucu kita loh “.seru Papih Dika saat istrinya sudah ada di depannya sedang mengatur nafas nya yang tersengal karena habis menuruni anak


tangga sambil sedikit berlari .


“ PIH …kamu harus tau …”. Kata Mamih Esty dengan beranjak duduk di samping Papih Dika .


“ Apaan sih heboh gitu , kenapa ? Oh Papih tau kamu dapat


arisan ya Mih “. Jawab Papih Dika dan setelah nya kembali focus pada TV di


depannya kembali ketimbang pada Mamih Esty membuat Mamih Esti geram .


“ Ih Papih tu ya udah tua makin sok tau deh … Bukan itu tapi ini lebih membahagiakan untuk Mamih tau Pih ..”.kata Mamih Esty .


 


“ Iya apa dari tadi muter-muter terus “.jawab Papih Dika tanpa menoleh pada Mamih Esty dan focus pada layar televise di depan nya .


“ Ih Papih lihat sini dong ( ucap Mamih Esty sambil memegang kepala Suaminya memaksa agar menghadap dirinya ) Papih tau kalau Roy dan Kasih itu udah damai tau Pih … bahkan mereka tadi lagi ciuman beuh mesra banget … “. Ujar Mamih Esty menceritakan keadaan rumah tangga putra sulungnya .


“ Hah … masa sih soalnya tadi aja waktu makan pempek masih dingin gitu ko mereka …. “.jawab Papih Dika tampak tak percaya apa yang di bicarakan oleh Mamih esty .


“ Beneran Pih … Roy dan Kasih sudah damai bahkan tadi mereka berciuman panas banget Pih …..”.kata Mamih lagi dan langsung mendapatkan …


“ TAK “ Papih Dika menyentil kening istrinya .


“ Aduuuh sakiit Pih “. Mamih Esty mengadu sakit sambil memukul lengan suaminya karena kesal .


“ Lagian kamu tuh loh Mih kaya ga ada kerjaan aja ngintipin anak nya lagi pada gituan ….” Kata Papih Dika .


“ Bukan ngintip Pih api Mamih tuh gak sengaja lihat mereka .. Mamih pikir tadi di kamar Roy cuma ada Kasih sendirian karena setau Mamih Roy lagi momong baby R sama Dean di play ground , Mamih tuh mau nyuruh Kasih


buat bikinin teh hangat Ibu nya karena dari tadi belum keluar kamar … Yaudah Mamih asal buka aja ternyata di dalam juga udah ada Roy dan mereka lagi ciuman mesra banget Pih… syukur ya Pih mereka udah rukun lagi …”. Sahut Mamih Esty dengan berbinar saambil memeluk lengan Suaminya .


“ Syukur sih syukur Mih tapi kurang- kurangin asal nyelonong nya kasihanmereka terutama Kasih pasti dia  malu banget “. Jawab Papih Dika .


“ Iya – iya orang Mamih juga gak sengaja tau …”. Sahut Mamih Esty .


*********