Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 68


Dean masih bersimpuh di hadapan kedua orang tua Hana menunggu jawaban dari keduanya.


Jawaban dan izin untuk bertanggung jawab atas Hana dan juga anak - anaknya yang di tunggunya hampir 10 hari ini .


Bu Wina dan Pak Wahyu pun saling melirik melihat pria tampan nan rupawan yang berada di hadapannya .


" Ehem Nak Dean , iya nak kami mengizinkan kamu untuk bertanggung jawab atas apa yang dialami anak kami Hana . " ucap Pak Wahyu .


Mendengar penuturan Pak Wahyu .u Dean pun merasa sangat bahagia dan merasa lega usaha nya tak dia sia , dengan semangat nya ia mengucapkan banyak  terima kasih pada Pak Wahyu dan Bu Wina .


" Terima kasih banyak  Pak Bu , Dean janji akan selalu berusaha membahagiakan Hana dan juga anak anak . Hana sekarang berada dimana Pak Bu ?." tanya Dean bersemangat .


" Hana berada di Bali nak dan sekarang sepertinya akan melahirkan ." jawab Bu Wina .


" Oke sekarang Ibu dan Bapak siap siap kita berangkat ke Bali ". Ujar Dean dengan semangat perjuangannya .


Namun Bu Wina dan Pak Wahyu hanya diam saja yang membuat Dean bingung pada dua pasang paru bayah di hadapannya.


" Bu Pak ayo kita langsung berangkat ." ujar Dean .


"Tapi itu nak , Adek Rafa lagi demam ". jawab Bu Wina .


"Iya gak apa apa nanti kita bawa Dokter ya , sekarang Bapak dan Ibu bersiap . Oya dimana kamar Kakak dan Adek Bu ?". tanya Dean .


" Baik lah nak ,  Itu di sebelah sana ". jawab Bu Wina sambil menunjuk satu kamar di sudut kanan ruangan.


Setelah mendengar jawaban Bu Wina  , Dean pun langsung merogoh ponsel yang ada di saku nya menghubungi beberapa orang yang Bu Wina dan Pak Wahyu tak kenal .


" Tut tut tut "


" Joni sekarang juga kamu pesankan saya tiket ke Bali untuk 7 orang  dan jemput saya di rumah Hana kita ke Bali sekarang . serta bawa orang untuk mengambil mobil saya ." ucap Dean dengan nada memerintah dan tegas serta langsung menutup telponnya .


Setelah menghubungi Joni , Dean pun kembali menghubungi seseorang .


" tut tut tut "


" Halo Van " ucap Dean saat orang di sebrang sana mengangkat panggilannya.


" Tut tut tut " Dean kembali menutup telponnya secara sepihak mengabaikan orang disebrang sana yang sedang mengumpat dirinya nya


Dean pun kembali memasukan ponselnya ke saku celana nya dan saat Dean mendongakkan kepalanya ia pun di buat heran dengan dua orang parubaya yang sedang melihatnya dengan melongo .


" Ehem Bu Pak ayo kita bersiap udah gak ada waktu lagi ". ucap Dean membuyarkan lamunan Bu Wina dan Pak Wahyu .


" Ba baik nak " Bu Wina dan Pak Wahyu langsung beranjak ke kamar mereka untuk bersiap, Dean pun hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah dua orang parubaya itu .


Setelah Bu Wina Pak  Wahyu masuk ke kamar mereka , Dean pun langsung beranjak jalan ke kamar 2 bocah laki - laki itu .


Dean pun membuka pelan pintu kamar dan Dean bisa melihat 1 bocah gembul yang sedang berbaring tertidur  dengan kompres di keningnya dan si kakak yang sedang bermain lego di bawah kasur beralaskan karpet .


" Assalamualaikum " ucap Dean dan mulai beranjak masuk ke kamar itu .


Si kakak yang sedang bermain pun langsung melihat orang yang masuk kedalam kamarnya dan berucap salam .


" Waalaikum salam .... Aaaa Papah " teriak kakak Rama dengan beranjak menghampiri Paph Deannya .


Dengan sayang Dean pun langsung menggendong putra sulung dari Hana .


" UUusst jangan teriak sayang, Adek lagi sakit ya ,iya ini Papah  nak  " kata Dean lembut .


" Iya Adek badannya panas dan panggil panggil Mamah terus , Kakak seneng Papah ada di sini  ." jawab Rama berbinar dengan wajah polosnya .


Dean pun menurunkan Kakak Rama dari gendongannya .


" Kakak dengerin Papah sekarang juga Papah akan bawa kalian untuk ketemu Mamah jadi sekarang kakak bersiap ya dan tolong ambilkan Papah jaket adek ya ". kata Dean dan langsung di angguki oleh si sulung Rama .


Rama pun mengangguki apa yang di ucapkan oleh Dean dan langsung mengambil jaket untuk adek nya dan di berikan  pada Dean . Dean pun menerima jaket dari si kakak dan langsung beranjak mendekati bocah gembul yang sedang tertidur pulas dengan kompres di keningnya . Meninggalkan si sulung Rama yang sedang bersiap sendiri .


Saat dekat dengan si bungsu Rafa tangan Dean pun terulur mengelus pipi halus yang terasa panas si bocah gembul yang menggemaskan dengan menggunakan punggung tangannya . senyum manis pun terukir diwajah tampan nan mempesona .


****