
* Jangan pernah menangis untuk seseorang yang menyakitimu . Tersenyumlah dan katakan " Terimakasih" Karena dia memberimu kesempatan untuk menenmukan seseorang yang lebih baik ....*
******
Hana pun tertidur dengan pulasnya namun di pertengahan malam ia terbangun karena mendengar suara salah satu bayi cantiknya yang menangis tepat pada jam 1 dini hari dengan sigap Hana pun bangun untuk memberikan asi pada putrinya yang pertama Sheila .
" Cup cup sayang uuh princess nya Mamah haus iya sini sini nak " ujar Hana pada bayinya dan langsung memberikan apa yang harus di berikan pada putrinya . Setelah si bayi selesai dengan asinya menyusul putri keduanya Sheina yang menangis karena lapar , Hana pun langsung meletakkan bayi pertamanya dengan bayi keduanya dan mulai memberikan asi pada putri keduanya namun belum lama sang adik menyusu sang kakak sudah menangis lagi .
" Uss cup cup cup sayang sebentar ya adek dulu nak yang minum asinya kan kamu tadi sudah kenyang sayang ". ucap Hana pada bayi pertamanya yang semakin menangis kencang .
" Ooek Ooekk OOekk " Suara nyaring sang bayi pun membangunkan wanita parubaya yang tak lain adalah Uty nya , Bu Wina pun langsung masuk ke dalam kamar putrinya .
" Hey kenapa ini cucu Uty yang cantik ko nangis kenceng banget nak .... cup cup cup ya nanti Kakak dan Abang bangun kasihan sayang ". Bu Wina pun menggendong cucunya yang sedang menangis kencang .
"Haus kali ndok kalau Adek sudah selesai gantian ni sama kakak nya ?". tanya Bu Wina pada Hana masih dengan menggendong bayi Sheila yang menangis kencang .
" Bayi Shela sudah minum asi Bu malahan tadi hampir gumoh karena kekenyangan terus Hana gantian sama Bayi Sheina , eh tau tau malah nangis kenceng banget .". jawab Hana pada Bu Wina yang masih menimang cucunya yang masih setia menangis .
" Aduuh ini si adek juga ko nangis ikutan nangis kaya si kakak sih ". Ucapa Hana karena bayinya yang kedua pun ikut menangis kencang dan gak mau menyusu pada Hana .
"OOEek Ooek OOekk " tangis bayi dan kedua pun semakin menggema di dalam kamar Hana hingga membangun kan seorang pria tampan yang tidur di sofa ruang tamu.
" Hah ... baby Sheila sama Sheina nangis kenceng banget apa Hana gak bangun ya ?". gumam Dean dalam hati dan mulai beranjak ke kamar Hana yang tidak tertutup .
Dean pun melihat Bu Wina yang masih berusaha menengkan cucunya dan Hana yang menimang putri keduanya .
" Bu ada apa , ko tumben nangis nya begitu ?". ucap Dean saat masuk ke kamar Hana ,Dean masuk dengan bertelanjang dada sehingga tercetak jelas dada bidang yang di tumbuhi sedikit rambut serta tubuh putih bersih dengan perut six pack nya yang mana mambuat Hana terpana melihat ciptaan Tuhan yang sangat indah di hadapannya .
" Ini loh nak gak tau kenapa bayi Sheina dan Sheila nangis padahal udah di kasih asi sama Mamahnya ". ucap Bu Wina .
" Coba sini Bu biar Dean gendong ". Kata Dean sambil menerima bayi Sheila dari Bu Wina .
" UUss cup cup cup sayang tuh lihat kasihan Abang kalau sampe ke bangun ".ucap Dean pada bayinya dan berjalan menuju Abang Rafa yang menggeliat di tidurnya merasa tidurnya terganggu oleh tangisan kedua adik kembarnya dan Dean pun mengusap punggung Abang Rafa dengan lembut sehingga bocah laki- laki itu kembali tertidur di ikuti bayi yang ada di gendongannya berhenti menangis .
Pandangan Dean pun beralih pada bayi Sheina yang menangis berada di gendongan Hana yang masih terbengong dengan jahilnya Dean pun menghampiri Hana dan berbisik tepat di samping telinga Hana .
" Awas itu ilernya netes Han " bisik Dean dan Hana pun dengan reflek menyentuh bibirnya membuat Dean tertawa ngakak .
" Hahaha hahaha" Dean tertawa .
" Aduuw " pekik Dean
" Itu sini in adeknya di kamu masih aja nangis gitu ". ucaop Dean meminta bayi Sheina untuk di gendongnya .
Hana pun langsung memberikan bayi Sheina dan Dean pun menggendong dua putri kembar nya yang ajaibnya dua bayi itu langsung tenang berada di dekapan sang Papah . Pemandangan itu membuat takjub Bu Wina yang masih menyaksikan bagaimana bayi yang menangis kencang langsung tenang berada di dekapan Papahnya .
" Emang si kembar pengen nya sama Papah nya ". Ucap Bu wina
" Kalau Mamah nya gak bisa lihat itu berarti Mamah nya egois gak jauh beda sama mantannya ." Celetuk Bu Wina yang langsung tertuju pada Hana membuat hati Hana berasa tersentil hana meringis mendengar ucapan Ibunya .
" Yaudah Ibu kembali lagi ke kamar ya , kalau nak Dean ada di sini kamarnya jangan di tutup ya ndok ".Bu Wina pun beranjak ke kamarnya .
Dean pun masih setia menimang dua putri kembarnya sehingga bayi itu pun kembali terlelap pulas . Melihat Dean menguap sambil menimang putrinya membuat hana merasa tak tega .
"Dean kalau ngantuk kamu tidur aja di sini sambil nemenin baby Sheila dan baby Sheina biar anteng tidurnya kayanya mereka sudah tergantung sama kamu ". ucap Hana pada Dean .
" Ya jelas mereka bergantung sama saya orang saya Papahnya kalau kamu lupa , Hana ." Dean mendengus .
" Terus kamu tidur dimana ?". tanya Dean pada Hana.
" Saya tidur disini aja sama Kakak dan Abang aja ". ucap Hana .
" Yang bener aja kamu gak kasihan sama Kakak dan Abang sempit itu yaudah sih tidur disini aja ada adek juga yang jadi sekat pembatas lagian itu kamar nya juga gak di tutup ". ucap Dean tegas sambil menepuk sisi tempat tidur yang kosong .
" Tapi...." kalimat Hana pun terpotong .
" Gak ada tapi tapian Hana dan gak usah berisik saya ngantuk besok ada meeting pagi ."
******
" DEG "
Dean pun merasa geram rahang nya mengeras dan tangannya pun mengepal dengan gigi yang bergemelutuk .
Melihat Hana berpelukan dengan seorang pria lain membuat hati Dean panas . Dengan perasaan yang sulit untuk di jelaskan Dean melangkah kan kaki pergi dari tempatnya berdiri .
********