Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 119


Bila di ruangan Direktur sedang dalam suasana melow romantis yang di ciptakan oleh sepasang suami istri yang sedang perang batin .


Berbeda dengan ruangan Wakil Direktur yang sedang terjadi huru hara dari seorang pria pemilik ruangan Wakil Direktur dengan seorang wanita cantik yang baru di temui nya .


" Aaaaahkk sakit…… lepasin tangan kamu ". pekik Roy merasa kan pedas bercampur perih di kulit kepala nya akibat di tarik oleh wanita cantik .


" Aakkh rambut gue rontok cewek sinting " umpat Roy .


" Badan gue sakit … woy bangun dong ". kata wanita itu merasakan badannya yang remuk karena di timpa badan jangkung Roy .


" Gimana gue mau bangun kalau rambut gue, Lo tarik gila ". balas Roy .


Seketika wanita itu pun langsung melepaskan cengkraman tangan nya di rambut Roy .


" Astaga sakit banget kepala gue ". keluh Roy dengan mengusap - usap kepalanya yang terasa perih dan pedas .


" Syukurin biar tau rasa … makanya jadi orang jangan nyebelin ." ucap wanita itu dengan merapihkan baju nya yang sedikit berantakan karena ribut dengan Roy dan langsung keluar dari dalam ruangan Wakil Direktur meninggalkan Roy yang geram dan mengumpat nya .


" Dasar cewek gila ". umpat Roy dan diabaikan oleh wanita itu .


" Bisa - bisa nya tuh cewek berani sama gue . Awas aja gue bakal buat perhitungan sama Lo sampe Lo nangis darah ." ucap Roy dengan emosi yang memuncak.


Wanita itu pun keluar dan langsung menuju meja Sekertaris Riko .


" Permisi , eem kamu yang sudah merapihkan berkas-berkas saya ?" tanya si wanita itu .


" Benar Bu , tapi maaf saya belum sempat menyusun berkas anda yang tak beraturan ". jawab Sekertaris Riko dengan ramah .


" Terimakasih banyak ya … tak apa , saya yang akan merapihkan nya " ucap wanita itu dan mulai merapihkan kembali susunan berjas nya .


Bertepatan dengan Hana yang keluar dari ruangan suaminya .


" Ceklek "


Hana keluar dari ruangan Dean dan mulai beranjak jalan menuju lift tak lupa ia menyapa Sekertaris Riko saat melewati meja kerja milik Sekertaris suami nya .


" Sudah selesai Bu ?". tanya Sekertaris Riko pada Hana .


" Iya , saya permisi dulu ". jawab Hana dengan tersenyum kecil .


" Hati - hati Bu Hana " pesan Sekertaris Riko dan di angguki oleh Hana melanjutkan kembali langkahnya .


" Deg "


" Hana ?". gumam wanita itu merasa tak asing nama itu . Dengan cepat wanita itu menoleh pada Hana yang sudah berjalan menuju pintu lift membuat wanita itu hanya bisa melihat punggung Hana .


" Pak , Maaf wanita itu siapa ya , kalau dilihat dari belakang sepertinya cantik sekali ?". tanya wanita itu dengan menunjuk ke arah Hana .


" Oh itu istri dari Direktur Utama Dewantara Group , beliau memang sangat cantik walau sudah mempunyai empat orang anak .


". jawab Sekertaris Riko pada wanita itu .


" Wah banyak sekali , Kalau boleh tanya nama dari Direktur Utama Dewantara Group. siapa ya ?" tanya wanita itu


" Dean Prada Dewantara , maaf ada apa ya ?". tanya Sekertaris Riko dengan heran .


" Oh gak ada apa-apa , saya hanya ingin mencocok nama dari suami sahabat saya karena istri dari Direktur Utama tadi postur tubuh nya sangat mirip dengan sahabat saya Pak ". jawab wanita itu merasa mengenal Hana .


" Oh ya Pak , saya kesini ingin bertemu dengan direktur utama bisa ?" tanya wanita itu .


" Sebentar saya akan menghubungi Pak Dean " Sekertaris Riko langsung menghubungi bos nya.


" Bagaimana pak ?". tanya wanita itu dengan penasaran .


" Maaf Bu , Direktur Utama tidak bisa menerima tamu saat ini dan anda di minta kembali datang besok lagi dan meninggalkan berkas dokumen anda untuk di periksa oleh Direktur Utama ". kata Sekertaris Riko .


" Eem yasudah tidak apa-apa terima kasih banyak ". jawab wanita itu dengan wajah yang kecewa tak dapat bertemu dengan Direktur Utama Dewantara Group .


Dengan langkah gontai wanita itu langsung beranjak pergi dari Dewantara Group dengan perasaan kecewa dan sedih .


" Dasar gak Wakil Direktur nya dan Direktur Utama nya semua bersikap menyebalkan tak menghargai orang . Kalau aja perusahaan ku baik-baik saja gue ogah banget meminta bantuan di perusahaan ini ." gumam dalam hati wanita itu .


Setelah kepergian wanita itu wakil dari perusahaan Mekar Jaya , Roy keluar dari ruangan dengan tengok kanan dan kiri seperti sedang mencari sesuatu hingga pandangan nya pun langsung tertuju pada Sekertaris Riko . Roy langsung mendekati meja kerja Sekertaris Riko .


" Rik ". Panggil Roy .


" Ya , ada yang bisa saya bantu ?" tanya Sekertaris Riko .


" Wanita aneh , ooh wanita yang tadi lagi tindih tindihan sama Pak Roy tadi ". jawab Sekertaris Riko dengan senyum menggoda Roy .


" Jangan sembarangan kamu ." ucap tegas Roy . membuat Sekertaris Riko berhenti menggoda .


" Maaf Pak , dia sudah pergi ". jawab Sekertaris Riko.


" Pergi ?, memang ada urusan apa dia kesini ?". tanya Roy penasaran .


" Ia dari perusahaan Mekar Jaya dan ingin bertemu dengan Direktur Utama namun tidak jadi karena Pak Dean tidak dapat menerima tamu ". jawab Sekertaris Riko .


" thanks rik". ucap Roy pada Sekertaris Riko dan langsung masuk ke dalam ruangan nya kembali .


Roy langsung duduk di kursi kebesaran nya dengan tersenyum smirk nya .


" Perusahaan Mekar Jaya " gumam Roy dan langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang .


" Tut Tut Tut "


" Halo "


" Saya ada kerjaan buat kamu cari informasi terlengkap mengenai perusahaan Mekar Jaya , saya harap kamu bisa mendapatkan secepatnya ".


"Tut Tut Tut" Roy pun mematikan panggilan nya dan duduk menyeringai .


" Karena sikap kurang ajar mu saya akan pastikan hidup mu tak akan tenang ." gumam Roy dalam hati .


******


Setelah menyelesaikan urusan nya dengan pusat tubuh nya yang berontak dari tempatnya meminta di tuntas kan hasrat nya hanya karena tak sengaja bersenggolan dengan sang istri cantik nya .


Kini Dean keluar dari kamar pribadinya yang terletak di balik lemari besar tempat menyimpan buku dengan perasaan yang lega .


Dean pun segera mendudukkan dirinya di sofa yang ada di dalam ruangan nya .


" Huuuffttt sial cuma karena ke gesek dikit aja udah buat gue blingsatan ". gumam Dean dalam hati .


" Gue jadi harus bersolo … kan ini ceritanya gue lagi marahan sama Hana masa iya tiba - tiba gue minta itu' apa kata dia gengsi lah , bisa - bisa di ketawain gue sepanjang hari sama Hana ". gumam Dean lagi .


Pandangan Dean pun tertuju pada dua kotak bekal yang ada di atas mejanya . Dean langsung merogoh sakunya untuk mengambil ponsel milik nya untuk menghubungi Kakak nya .


" Tut Tut Tut"


" Roy ke ruangan gue sekarang ".


" Tut Tut Tut "


ucap Dean pada Kakak nya melalui sambungan telepon. setelah berbicara seperlunya ia langsung memutuskan sambungan telepon nya , tak peduli dengan umpatan yang di lontarkan dari mulut Kakak nya .


" Dasar Dean arogan , kurang ajar ". umpat Roy.


******


" BRAAKK"


seperti biasa Roy membuka pintu ruangan Dean dengan kekuatan penuh nya .


" Woy bisa pelan gak Lo buka nya ". kata Dean pada Roy yang mukanya asem . Dan Roy tak menjawab langsung menjatuhkan tubuhnya di sofa ruang Dean membuat Dean heran .


" Kenapa Lo Roy ?". tanya Dean karena merasa sang kakak sedang dalam mood yang hancur .


Roy tak menjawab hanya menggeleng kano kepalanya dan semenit kemudian Roy langsung mencondongkan tubuhnya kearah Dean .


" Dean , Lo janjian sama perusahaan Mekar Jaya ? ".tanya Roy dengan nada serius dan dijawab anggukan oleh Dean .


" Ada urusan apa sama perusahaan Mekar Jaya ?". tanya Roy lagi .


" Kata Joni itu perusahaan bagus Roy namun karena pemiliknya yang meninggal dunia karena kecelakaan perusahaan itu jadi kelilit hutang dan sekarang tu perusahaan di pimpin oleh putri satu satunya .


Dan sekarang Putri nya meminta bantuan kepada kita untuk memberikan bantuan supaya dapat memulihkan kembali perusahaan yang hampir gulung tikar itu . memajukan kembali perusahaan peninggalan kedua orangtuanya ". jelas Dean .


" Dean untuk perusahaan Mekar Jaya , gue ambil alih . biar gue yang mengurus nya ". ucap Roy dengan seringai tipis nya .


Dan Dean pun hanya mengangguk kan kepala nya mendengar ucapan Roy .


******