Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 69


Setelah menerima jaket untuk Adek Rafa dari si kakak Rama , Dean pun beranjak mendekati anak gembul yang sedang tertidur pulas dengan kain kompres yang menempel di kening adek Rafa .


Tangan Dean pun terulur mengelus pipi halus yang terasa sedikit panas itu . Senyum manis pun terukir di wajah tampan nan rupawan itu , Dengan pelan Dean memakaikan jaket pada anak gembul berusia 3 setengah tahun itu dan memakai kan kupluk jaket di kepala Adek Rafa agar tidak kedinginan .


Setelah selesai memakaikan jaket pada si bungsu ,Dean pun menoleh pada kakak Rama yang sedang bersiap dengan di bantu oleh Bu Wina yang masuk ke kamar anak-anak .


Pandangan Dean pun kembali pada bocah gembul yang ada di samping nya merasa kasihan pada kedua anak kecil yang harus terpisah dari kedua orangtuanya apalagi saat mereka sakit seperti ini.


" Kalau gue demam Mamih selalu peluk gue dan itu benar benar buat gue nyaman ." gumam Dean dalam hati .


Dengan perlahan Dean pun mengangkat tubuh gembul bocah itu dan menggendongnya dengan erat .


" Masih panas nak Dean ?". tanya Bu Wina pada Dean . Ya Bu Wina sejak tadi terus mengamati sikap lembut dan penuh kasih sayang pada dua cucunya dan itu membuat hati Bu Wina menghangat .


" Masih Bu gak apa-apa Dean udah siapkan Dokter ko ." jawab Dean dengan mengelus punggung bocah gembul yang berada di dalam gendongannya .


" Kakak sudah selesai belum ?". tanya Dean pada Rama .


" Sudah Pah ". jawab Kakak Rama dengan tersenyum sambil menggendong tas kecilnya .


" Yaudah ayo kita berangkat ". ujar Dean dan tangan yang satu nya lagi langsung menggandeng tangan kecil Kakak Rama dan adek Rafa yang masih berada di gendongan nya mulai melangkahkan kakinya keluar dari kamar anak anak .


" Nak Dean biar Ibu aja yang gendong adek Rafa nya ". kata Bu Wina menghentikan langkah Dean .


Dean pun menoleh ke belakang pada Bu Wina dan tersenyum manis .


" Gak usah Bu , biar Dean aja ". tolak Dean halus dan Bu Wina pun mengangguk kan kepalanya tersenyum dan membawa koper kecil milik 2 bocah laki-laki itu.


Saat di luar terlihat Joni yang sudah siap dan dengan sigap Joni membuka kan pintu mobil depan untuk di duduki Bosnya yang sedang menggendong dan menggandeng 2 anak laki-laki .


" Buka pintu belakang juga Jon " ucap Dean sebelum menaiki mobil . Joni pun langsung melakukan perintah Bos nya .


" Siap Bos ". jawab Joni membuka pintu mobil belakang .


" Kakak duduk di belakang sama … ?" Dean menyuruh kakak Rama duduk di bangku belakang namun belum tahu dua anak laki laki itu memanggil Bu Wina dan Pak Wahyu dengan sebutan apa .


Setelah mengunci rumah Pak Wahyu dan Bu Wina pun mendekat pada Dean .


" Iya Kakak Rama duduk sama Akung dan Uty ya ". ucap Pak Wahyu karena melihat Dean yang bingung , mendengar ucapan Pak Wahyu Dean pun mengangguk kan kepalanya tersenyum .


Dan sekarang Dean dan orang tua Hana pun sudah di dalam mobil yang mulai melesat menuju Bandara . Dean duduk di bangku depan samping Joni yang mengemudikan mobilnya masih dengan mendekap erat tubuh Adek Rafa .


" Jon kamu sudah bawakan keperluan saya kan ?" tanya Dean pada Joni Asisten pribadi yang merangkap sebagai pengawal Dean .


" Sudah semua Bos dan Dokter Ivan pun sudah menuju bandara ." jawab Joni dengan nada tegas .


Dean tak menyahut ucapan Joni , ia hanya sibuk mengelus lembut punggung Adek Rafa yang mulai menggeliat dan mulai mengerjapkan mata bulat di dekapan nya .


" Apa sayang sudah bangun , uuh kasihan badan nya sakit ya ". kata Dean penuh kasih sayang pada bocah gembul itu .


" Papah " kata yang keluar dari mulut kecil Adek Rafa .


" Iya nak ini Papah nanti di periksa sama Pak Dokter ya terus kita ketemu Mamah mau ?". ucap Dean lembut pada Adek Rafa .


" Mau Huhuhu Mamah " . jawab Adek Rafa sambil menangis .


" Uust jangan nangis oke , Adek kan jagoan kalau nangis gak jadi Loh ketemu Mamah nya ." ujar Dean sambil mengelus lembut kepala Adek Rafa dan sesekali Dean mencium kening nya .


Sikap Dean tak luput dari pengamatan Joni , Bu Wina dan Pak Wahyu.


" Wah ajaib gara gara dua bocah kecil , Bos gue lunak kaya permen yupi biasanya kan kaya batang besi kaku ," gumam Joni dalam hati merasa takjub dengan perubahan draktis nya .


" Adek haus , kakak haus gak ?". tanya Dean pada dua bocah itu .


" Gak Pah ". jawab kakak Rama dan adek Rafa yang menganggukkan kepalanya merasa tenggorokan nya kering .


" Jon kamu ada minum ". tanya Dean pada Joni .


" Ada Bos ". Joni pun mengambilkan satu botol air mineral baru pada Bos nya .


" Kalau sama gue ngomong aja pake urat kalau sama dua bocah ini udah kayak malaikat halus banget . Lagian gue ko heran ko ni dua anak kecil panggil PAPAH sama si Bos , kapan dia bikinya ko tiba tiba udah 2 aja yang jadi ". gumam Joni dalam hati .


Dean pun memperhatikan wajah Joni yang menurut nya aneh.


" Kamu lagi ngumpat saya Jon ". kata Dean ketus .


" Hah … Ng gak Bos " jawab Joni tergagap pada Bos nya yang sok tahu akut .


" Awas aja kamu kalau berani ngumpat saya , saya kirim kamu ke kutub Utara ". kata Dean .


" Gak Bos mana berani saya ". jawab Joni .


****


Membuat semua orang di bandara terpana pada sosok yang sangat sempurna .


bisik bisik pun mulai terdengar dari pengunjung yang ada di bandara .


" wuih gila ganteng banget "


" Duda juga mau saya "


" jadi yang kedua juga boleh "


" kalau sama cowok begitu rela gue jadi pelakor ."


Bisik bisikan yang sudah terbiasa Dean dengar dan selalu di Abaikan nya .


Hingga langkah tegap Dean pun terhenti saat berada di depan seorang pria tampan yang menggunakan kemeja biru langit yang menatap Dean dengan wajah menganga .


" Wuih gila gue gak salah lihat Casanova kita kan ?". Dokter Ivan berseru heran melihat sepupunya .


" Berisik Lo ". jawab Dean ketus .


" Jon , ini Bos Lo beneran ".ucap Ivan pada Joni.


" Iya Dokter Ivan dan Bos saya ijin untuk pengecekan tiket dan menaruh barang barang di bagasi ." kata Joni dan di bantu oleh Pak Wahyu , Dean pun hanya mengangguk kecil .


" Dan Lo gak usah berisik nih buruan periksa anak gue ". kata Dean sambil menunjuk muka Ivan dengan sorot mata tajam nya yang membuat Ivan menciut .


" Hah … eh iya iya , yaudah sini bawa duduk ". kata Ivan terbata karena terkejut mendengar ucapan sepupunya .


" Kakak Rama sama Uty dulu ya ". ucap Dean lembut pada kakak Rama dan di angguki oleh Rama yang beranjak mendekati Uty nya .


Dean pun langsung duduk dan masih memangku si bungsu Rafa yang mulai di periksa oleh Dokter Ivan .


" Gimana ?".tanya Dean pada Ivan sepupunya .


" Gak apa apa ko cuma ada peradangan di tenggorokan nya tapi masih oke ko dan ini Obatnya di minumin 3x1 ".tutur Dokter Ivan .


" Tapi demamnya gimana ?". kata Dean dengan memegang kening adek Rafa . semua sikap Dean tak luput dari pengamatan Bu Wina yang merasa bersyukur melihat Dean bisa menyayangi kedua cucunya.


" Itu karena ada nya radang jadi buat dia demam nanti habis minum obat ini mudah mudahan bisa turun demamnya ."jawab Ivan .


"Yaudah tugas gue udah kelar jadi gue bisa pergi kan Tuan Dean Prada Dewantara yang terhormat."kata Ivan lagi sambil membereskan peralatan nya.


" Gak Lo harus ikut gue ke Bali , siapa tau gue butuh in elo ".ucap Dean dengan nada tegas tak terbantahkan yang membuat Ivan tak bisa berkutik.


" Bu tadi Adek sudah makan belum ?". tanya Dean pada Bu Wina.


" Sudah tapi belum minum obat soalnya adeknya gak mau nak Dean ." jawab Bu Wina.


" Adek sekarang kalau mau ketemu sama Mamah harus minum obat dulu ya ". ucap Dean pada Adek Rafa yang duduk di pangkuan nya .


" Buruan Van bantuin buka botol obat sama minum nya ". perintah Dean pada Ivan dan setelah berhasil membuat adek Rafa minum obat nya .


semua rombongan pun mulai naik ke pesawat yang akan mengantarkan nya ke Bali .


****


Di dalam pesawat Dean pun masih mendekap erat tubuh Adek Rafa yang masih demam dan duduk bersebelahan dengan Ivan .


" Van ini gimana sih ko demam nya gak turun turun ".tanya Dean pada Ivan yang duduk di sampingnya .


" Itu obat ada prosesnya Dean bukan sulap yang langsung sembuh ". jawab Ivan sewot .


" Gini de coba pake skin to skin ,Lo buka kancing kemeja Lo dan Lo buka juga baju ni anak Lo , biasanya berhasil ".ucap Ivan .


" Lo yakin ". kata Dean dan langsung mulai membuka kancing kemeja nya dan Ivan yang membuka baju adek Rafa dan Dean mulai menempelkan kulit tubuh Adek Rafa dan dad bidangnya yang polos .


1 jam kemudian pesawat mulai mendarat dan benar saja demam adek Rafa mulai turun , sebelum turun dari pesawat Dean pun mulai merapihkan kembali kemejanya dan memberikan Rafa pada Ivan .


Bu Wina dan Pak Wahyu pun mendengar semua perhatiannya Dean pada cucu nya karena mera duduk tepat di depan bangku yang di duduki Dean dan Ivan.


Setelah selesai Dean pun mengambil kembali adek Rafa ke dekapannya dan mulai menuruni pesawat dan langsung menuju ke rumah yang di tempati oleh Hana .


*****


Hay teman teman reader Terimakasih masih stay di karya ku .


Dan jangan lupa like, komen dan vote nya dong kakak kakak yang baik hati .


Terimakasih 🙏😊