Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 116


Di kamar Dean dan Hana masih bertahan dengan perdebatan yang lucu bukan perdebatan yang sengit .


Hana yang berdiri di atas ranjang untuk memakai kan dasi di leher suaminya dan dimanfaatkan nya untuk Ibu empat orang anak menjahili sang suami yang menurut nya sungguh sangat menyebalkan .


Hana pun menarik dasi suaminya dengan kencang dan langsung terdengar pekikan sang suami .


" Aahhk Han kamu mau bunuh saya ". pekik Dean pada Istrinya yang memakai kan dasi .


" Iya biar gak ada lagi mahkluk yang nyebelin ". ucap jawab Hana .


Mendengar jawaban dari Hana , wajah Dean pun langsung berubah menjadi sendu dan Hana melihat perubahan wajah sang suami ia menjadi merasa bersalah .


" Eem De maaf saya hanya asal ". ucap Hana dengan sangat tak enak hati sambil membenarkan dasi Dean dengan lebih rapi.


Dean pun langsung mendongakkan wajahnya untuk melihat wajah Hana .0


" Menurut mu , saya se nyebelin itu . Apa kamu muak dengan pria nyebelin ini seperti yang kamu bilang Hana ?". tanya Dean dengan nada sendu dan menyiratkan kesedihan .


" Dean bukan itu , saya hanya bercanda aja De ". jawab Hana benar-benar merasa bersalah .


" De jangan seperti ini ". ucap Hana pelan benar-benar merasa bersalah dan menyesal .


" Terus saya harus seperti apa , kamu anggap saya apa Han selama ini ?". tanya Dean dengan nada serius .


" Suami saya Dean ?dan Papah yang sangat baik untuk anak-anak Dean ". jawab Hana dengan yakin .


" Cih … suami ? bahkan kamu panggil saya bukan seperti suami tapi lebih kepada kawan mu ". Dean berdecih .


" Saya punya perasaan Hana , kamu panggil mantan masih dengan mesra tapi kamu panggil saya ? . Ck … SUAMI omong kosong Hana ."


ucap Dean mulai berbalik badan dan mulai berjalan menuju pintu kamar .


" Oh Oke saya baru sadar ... kamu memang tak akan pernah bisa memperlakukan saya seperti apa yang kamu lakukan pada mantan suami mu . Karena saya hanya seorang penjahat yang sudah memperkosa istri orang dan menghancurkan rumah tangga orang atau kamu ada menyimpan dendam dengan saya , Hana ." ujar Dean dengan nada tegas dan Hana menggeleng kan kepalanya karena ucapan sang suami tak benar dengan mata yang berkaca-kaca .


" DEG "


" Astaga apa yang sudah saya lakukan sama Dean suami ku ?". gumam Hana dalam hati saat mendengar penuturan sang suami .


Melihat Dean akan keluar dari kamar Hana segera turun dari ranjang dan langsung berlari mendekap tubuh kekar Suami nya .


" Greeep "


" Maaf kan saya , maaf De ... emp ".ucap Hana dan masih bingung ingin memanggil Dean dengan panggilan apa .


" Saya mohon jangan seperti ini Papah nya anak-anak , ku mohon ". ucap Hana dengan penuh rasa penyesalan .


Dean yang merasa kemeja belakang nya mulai basah pun mencoba melepaskan dekapan Hana .


" Jangan nangis bukan ini yang saya


inginkan ... " kata Dean pada Hana . tangan nya pun terulur menghapus air mata Hana .


" Pikirkan apa kesalahan mu dan rasakan apa kah Nama saya ada di sini ... ". ucap Dean dengan menunjuk pada dada Hana dan langsung berlalu pergi dari kamar meninggalkan Hana yang terisak .


Setelah Dean berjalan masuk ke dalam lift , Hana memegang dada nya yang tadi di tunjuk oleh Dean .


" Ada Dean … disini ada namamu bahkan hati ini sudah menjadi milik mu Dean ."


" Iya saya sudah mulai mencintai mu Dean itu benar adanya ". gumam Hana dalam hati .


Begitu tersadar Hana langsung bergegas menuruni tangga dengan cepat mengejar sang suami .


Hana menuruni tangga dengan cepat sampai semua penghuni rumah merasa kaget dan heran dengan tingkah Hana.


Namun Hana tak memperdulikan semua orang yang mengingatkan nya , dalam benak Hana hanya ingin cepat menyusul mengejar sang suami dan mengutarakan perasaan nya dengan jujur .


" Ya ampun Hana pelan nak nanti jatuh " teriak Mamih Esty pada menantunya .


" Astaga Hana jangan lari seperti itu ". teriak Roy dan Hana hanya mengabaikan dengan wajah yang masih berurai air mata .


Saat Hana sampai di ruang makan ia tak melihat sang suami hanya ada Papih Dika dan kedua putranya yang melihat Hana dengan sangat heran .


" Huh hah Paapih kemana Dean ? ". tanya Hana dengan nafas yang terengah-engah .


" Dean baru saja keluar memang tak pam ...". jawab Papih Dika belum selesai namun Hana sudah berlari menuju pintu luar .


Roy yang penasaran dengan adik iparnya pun mencoba mengejar Hana dan masuk ke dalam ruang makan .


" Pih Hana kemana ?". tanya Roy dan Papih pun menunjuk pintu keluar . Roy mengikuti arah tunjuk Papih Dika dan langsung beranjak pergi ke arah pintu keluar .


" Aaiiis sebenarnya ada apa sih ?". gumam. Papih Dika melihat tingkah anak dan menantunya .


" Opa , kenapa Mamah dan Om Roy lari - lari an ?". tanya si sulung Rama yang juga heran melihat Mamah dan Om nya .


" Opa juga gak tau , udah kalian selesai kan makannya dan berangkat sama Opa dan Pak Tama ya ". jawab Papih Dika dan kedua bocah laki-laki itu pun melanjutkan kembali makannya .


Mamih Esty yang datang dengan mendorong stroller dua bayi kembar itu masuk ke dalam ruang makan dimana ada suaminya dan dua cucu laki-laki nya .


" Mamih mau tanya juga kemana Hana atau Dean ? ". ujar Papih Dika saat melihat kedatangan istrinya dengan mendorong Vivi kembar nya .


" Iih Papih sok tau deh ... tapi ada apa ya 0 Pih sama Hana sampe dia tadi turun lewat tangga dengan lari dan nangis loh Pih ". jawab Mamih Esty dan duduk di kursi dekat dengan suaminya .


" Papih gak tau mih ". kata Papih Dika .


" Mamih kepo deh takut Dean bikin ulah lagi ....". ujar Mamih Esty pada suaminya .


" Yaudah nanti tanyain sama mereka , udah Mamih sarapan aja urusin cucu cucunya aja dengan baik biar mereka nyelesein urusan nya sendiri ." jawab Papih Dika dan di angguki oleh Mamih Esty .


Hana yang melihat mobil suami nya baru saja berjalan pun langsung mengejar dan memanggil suaminya masih dengan air mata yang mengalir . Hingga Hana tak sadar ia mengejar sang suami sampai depan pintu gerbang utama yang lumayan jauh dari teras rumah utama membuat petugas keamanan rumah Dewantara heran melihat istri anak majikannya .


Hana pun langsung terduduk lemas di dekat pintu gerbang rumah Dewantara .


Menangis terisak dan menyesal atas sikap nya pada suaminya .


" Dean kenapa cuma karena ini kamu bisa se marah itu dengan saya ."


" Maaf kan saya Dean ... saya cinta kamu


Dean ". gumam Hana dalam hati masih terduduk di lantai dan terisak .


Hingga ia disadarkan dengan kedatangan Roy yang mengejarnya .


" Han , Hana sebenarnya ada apa ? " tanya Roy merasa penasaran dengan apa yang terjadi pada rumah tangga adiknya .


" Hana kenapa sampai seperti ini , Dean bikin ulah sama kamu ?". tanya Roy lagi dan Hana mendongakkan wajahnya melihat sang kakak ipar .


" Bang Roy , Dean marah hiks hiks hiks "


" Dean marah sama Hana Bang ... Hana udah selama ini gak sopan Bang sama suami Hana Huhuhu ". jawab Hana masih dengan menangis .


" Hana tenang dulu jangan seperti ini , ayo bangun malu tuh di lihat orang ." Roy menenangkan Hana . Roy membantu Hana berdiri dan berjalan menuju teras rumah utama dan duduk di bangku yang tersedia di teras rumah .


" Bang Roy , Hana udah gak sopan sama Dean dan sekarang Dean marah Huhuhu ". ucap Hana lagi .


" Bang Roy tolong bilang sama Dean Hana benar-benar minta maaf ". ucap Hana lagi .


" Hey Hana diam dulu , iya Abang nanti bantu ngomong sama Dean ya ... sudah sekarang diam , biar Dean nanti jadi urusan Abang ." ujar Roy dan Hana menganggukan kepalanya .


*******


Di luar sana seseorang pun tersenyum penuh kemenangan ..


****